Sumbawanews.com,- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercantik Bundaran Hotel Indonesia dengan instalasi cahaya bertajuk “Illumination of Jakarta: Glow of Peace” untuk menyambut Hari Raya Waisak 2570 BE. Pada Kamis, 28 Mei 2026, ratusan lampu hias berbentuk lentera, bunga teratai, dan simbol-simbol keagamaan Buddha menyala terang, menciptakan suasana syahdu yang menarik perhatian ratusan warga yang berdatangan sejak sore hari.
Instalasi ini bukan sekadar dekorasi visual. Didesain sebagai ruang refleksi, rangkaian cahaya itu mengajak masyarakat merenungkan makna kedamaian, toleransi, dan keberagaman—nilai-nilai inti ajaran Buddha yang juga menjadi fondasi kehidupan berbangsa di Jakarta. Acara yang berlangsung hingga 1 Juni 2026 itu juga menyajikan pertunjukan seni budaya, doa bersama, dan renungan malam secara gratis, terbuka untuk semua kalangan tanpa memandang agama atau latar belakang.
Di tengah hiruk-pikuk ibukota, lampu-lampu itu menjadi simbol diam yang berbicara: bahwa keharmonisan bukanlah ilusi, tapi pilihan yang sengaja dibangun. Warga yang datang, dari pelajar hingga lansia, berdiri lama di depan instalasi, mengambil foto, atau hanya duduk diam menatap cahaya yang berkelap-kelip seperti doa yang tak terucap.
Pemprov DKI menegaskan, ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan menjadikan ruang publik sebagai medium dialog antarumat beragama. “Kami ingin Jakarta bukan hanya kota yang ramai, tapi juga kota yang hatinya tenang,” ujar salah satu petugas pengelola acara.
Sementara itu, di belahan dunia lain, perayaan Waisak berlangsung dengan cara berbeda—ada yang diwarnai kembang api di Qatar, ada yang diperingati di antara reruntuhan di Gaza, atau dengan lempar jumrah di Mina. Tapi di Bundaran HI, cahaya yang menyala bukanlah simbol kemewahan, melainkan keheningan yang sengaja dinyalakan—untuk mengingatkan bahwa dalam keberagaman, kedamaian tetap mungkin.















