Home Berita Internasional Hakimi dan Delapan Pemain 2022 Kembali ke Piala Dunia 2026

Hakimi dan Delapan Pemain 2022 Kembali ke Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Morocco menyiapkan tim paling beragam dalam sejarahnya untuk Piala Dunia 2026, dengan menarik delapan pemain kunci dari skuad legendaris 2022 yang pernah mencatatkan sejarah sebagai tim Afrika pertama mencapai semifinal. Pelatih Mohamed Ouahbi, yang baru diangkat Maret lalu, memilih 26 pemain yang sebagian besar lahir di Eropa, mencerminkan kekuatan diaspora Maroko yang kian memperkuat timnas.

Achraf Hakimi, bek kanan Paris Saint-Germain yang menjadi tulang punggung pertahanan dan serangan di Qatar, kembali menjadi andalan. Bersamanya, sejumlah nama kunci seperti Brahim Díaz dari Real Madrid, yang sejak 2024 memilih membela Maroko setelah sebelumnya bermain untuk Spanyol, turut dipanggil. Lima pemain lainnya lahir di Spanyol, dengan kewarganegaraan ganda yang memenuhi syarat FIFA.

Tiga nama baru yang baru saja mendapat persetujuan peralihan kewarganegaraan dari FIFA dalam sembilan bulan terakhir juga masuk daftar: Issa Diop dari Fulham, Anass Salah-Eddine dari PSV Eindhoven, dan remaja 18 tahun Ayyoub Bouaddi dari Lille. Ini menunjukkan strategi Ouahbi yang proaktif dalam membangun tim masa depan dari jaringan pemain Maroko di Eropa.

Ouahbi sendiri lahir di Belgia, dan keputusannya memilih pemain berdarah Maroko di luar negeri bukanlah hal baru — tapi kali ini lebih terstruktur dan berani. Ia juga memanggil kembali Gessime Yassine, striker Strasbourg yang menjadi bintang di final Piala Dunia U-20 tahun lalu saat Maroko mengalahkan Argentina, sebuah keberhasilan yang mengukuhkan kepercayaannya terhadap generasi muda.

Di bawah arahan Walid Regragui, Maroko pernah mengejutkan dunia di Qatar 2022 dengan mengalahkan Spanyol dan Portugal sebelum kalah tipis dari Prancis di semifinal. Kini, dengan pelatih baru, tim ini membawa kembali kiper legendaris Yassine Bounou, 35 tahun, yang menjadi penjaga gawang andalan di Qatar dan akan tampil di Piala Dunia ketiganya.

Maroko akan berbasis di New Jersey, membuka laga melawan Brasil pada 13 Juni di East Rutherford, lalu menghadapi Skotlandia di Massachusetts, dan menutup fase grup melawan Haiti di Atlanta pada 24 Juni. Dua tim teratas langsung lolos ke babak 16 besar, sementara tim peringkat ketiga masih punya peluang.

Namun, di balik semangat timnas, ada ketidakpastian hukum yang menggantung. Maroko saat ini menyandang gelar juara Afrika setelah menang atas Senegal di final Afcon 2025, tetapi Senegal telah mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS). Keputusan CAS dalam beberapa bulan mendatang bisa menghapus gelar itu — sebuah bayang-bayang yang tak bisa diabaikan, meski fokus tim kini pada Piala Dunia.

Pada 2030, Maroko akan menjadi tuan rumah bersama Spanyol dan Portugal, sebuah pengakuan atas perannya dalam sejarah sepak bola global. Tapi sebelum itu, misi utama mereka: membuktikan bahwa keajaiban 2022 bukan kebetulan, melainkan awal dari era baru.

Previous articleIran Ingin Damai, Berterima Kasih ke Qatar
Next articleTrump Rayakan Ultah ke-80 dengan UFC di Halaman Gedung Putih
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.