Sumbawanews.com,- Beijing – Sistem pengawasan China semakin modern dengan teknologi terbaru yang mampu melacak pergerakan warga asing secara detail. Seorang pakar keamanan siber mengungkap, sistem ini mencakup pengenalan wajah hingga analisis data terpadu untuk membangun profil lengkap seseorang.
Peneliti dengan nama samaran NetAskari menemukan basis data jurnalis asing di Beijing yang berisi foto paspor, nomor ponsel, hingga rincian visa. Sistem “profil holografik” ini awalnya dikembangkan untuk Olimpiade Musim Dingin 2022 di Zhangjiakou.
Teknologi ini tidak hanya mengandalkan CCTV, tetapi juga mengintegrasikan berbagai sumber data seperti tiket kereta, aktivitas belanja, hingga pola perjalanan. Sistem mampu memetakan pergerakan individu secara real-time dengan tingkat akurasi tinggi.
Warga asing, khususnya jurnalis dari negara-negara Barat seperti AS, Inggris, dan Australia, menjadi fokus utama pengawasan. Beberapa bahkan diberi label khusus untuk pelacakan real-time. Sistem ini memungkinkan aparat memprediksi pergerakan seseorang tanpa perlu pengawasan fisik.
Menurut NetAskari, sistem pengawasan China telah berkembang jauh melampaui negara demokrasi Barat. “Di China, polisi dan Kementerian Keamanan Negara bisa melakukan apa saja dengan pengawasan yang relatif minim,” ujarnya.
Teknologi ini juga mampu menganalisis hubungan antarmanusia dan pola interaksi kelompok. Dengan algoritma otomatis, aparat dapat mengetahui relasi antarindividu termasuk tingkat kedekatan dan intensitas pertemuan.
Pengembangan sistem serupa telah berlangsung sejak 2019 oleh perusahaan teknologi China Hisense. Pada 2025, Biro Keamanan Publik Putuo di Shanghai menggelontorkan dana besar untuk pengembangan arsip personel terpadu.
NetAskari menyimpulkan, dalam sistem ini manusia direduksi menjadi sekumpulan data yang bisa dikendalikan dan dibentuk sesuai kebutuhan pemerintah China.















