Sumbawanews.com,- Bandung – Malam itu, Bandung bergemuruh dengan suara klakson dan sorak-sorai pendukung Persib yang merayakan kemenangan tim kesayangan mereka. Bendera biru berkibar di mana-mana, mulai dari motor hingga mobil bak terbuka, menandakan kegembiraan yang tak terbendung. Persib Bandung baru saja memastikan gelar juara BRI Super League 2025/2026 setelah bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara.
Meski hasil imbang tersebut terlihat biasa, satu poin itu cukup untuk membawa Persib mengunci gelar ketiga secara beruntun. Borneo FC Samarinda, yang juga mengumpulkan 79 poin, harus puas berada di posisi runner-up karena kalah dalam pertemuan head-to-head dengan Persib.
Kemenangan Persib bukan sekadar tentang angka di klasemen, melainkan tentang ketahanan emosional klub dan pendukungnya. Sepak bola telah menjadi bahasa yang menyatukan ribuan orang tanpa perlu banyak bicara. Ketika Persib menjadi juara, Bandung tidak hanya merayakan kemenangan sebuah klub, tetapi juga merayakan identitas kota itu sendiri.
Hattrick gelar Persib menjadi bukti bahwa kemenangan tidak selalu datang dari kejadian spektakuler, tetapi dari kemampuan menjaga ritme dan disiplin sepanjang musim. Ini adalah pelajaran berharga bahwa untuk menjadi juara, seseorang tidak harus selalu menghancurkan lawannya, tetapi cukup bertahan hingga akhir.
















