Jakarta Sumbawanews.com. Program Unggas Rakyat Terintegrasi (integrated pourltry industry) menggunakan system “End to End” atau Closed Loop Ecosystem dengan proteksi penuh pemerintah dari hulu hingga hilir.
Demikian Sahrul Bosang Pakar Perunggasan Nasional & Global di Breeding Farm adalah Tim Pakar di Ditjen Peternakan & Kesehatan Hewan pd Kementerian Pertanian RI juga menjadi Poultry Business Advisor di BUMN PT di Jakarta( Senin 6/4)
Di hulu yaitu di kandang peternak, pemerintah menyiapkan modal dengan suku bunga rendah untuk pasokan sapronak berupa doc Final Stock Broiler (Pedaging) dan doc Final Stock Layer (Petelur), Pakan Ternak dan OVADES (Obat, Vaksin dan Desinfektan). Di Hilir menyiapkan kepastian pasar (captive market) yaitu hasil panen berupa Broiler Hidup (LB) dan Telur diserap oleh Pemerintah dengan tanpa keterlibatan pihak ketiga sebagai perantara (Broker).
Menurut putra Moyo Hilir, Sumbawa ini salah satu tujuannya membantu peternak rakyat yang selama ini berada dalam himpitan broker serta mendukung program pemerintah dalam upaya pemenuhan protein hewani asal ternak ayam ras masyarakat secara merata di seluruh indonesia dengan tanpa mengganggu populasi dan pasar yang sudah ada di Pulau Jawa.
Peternak Rakyat yang diproteksi Pemerintah adalah Anggota Koperasi yaitu peternak rakyat yang selama ini sudah berjalan (existing). Sebagai peternak rakyat di luar Pulau Jawa dapat saja berhimpun kemudian masuk kedalam Koperasi Peternak sehingga memilih masuk dalam Ekosistem Closed Loop atau tetap berada di luar bersama para pelaku industri terintegrasi milik swasta atau koperasi peternak yang mau bergabung membangun Koperasi yg baru dari awal.
Menurut Professor Bosang begitu kolega kerjanya terbiasa memanggil untuk tahap pertama diperioritaskan kepada 5 Titik-Provinsi pembangunan Industri berupa Corn Dryer, Pabrik Pakan Ternak, Parent Stock Farm, Hatchery, RPHU & Cold Storage, Olahan Daging Ayam, Pabrik Tepung Telur dan Laboratorium adalah infrastrur yang sama yang akan dibangun di NTB di Serading, Moyo Hilir.
Seperti telah dipublikasikan secara luas groundbreaking pada 6 Titik-Provinsi telah dilakukan pada 06 Februari 2026 (NTB, Sulsel, Gorontalo, Kaltim dan Lampung). Penandatanganan MoU antara Gubernur NTB dgn Dirut ID FOOD di Kantor RNI, Mega Kuningan, Jakarta Selatan.
Peletakan batu pertama (groundbreaking) dihadiri oleh Gubernur NTB, Bupati Sumbawa, Kepala Dinas Peternakan, Direktur Hilirisasi Ditjen PKH, Direktur Operasional BUMN PT. Berdikari. Daerah tersebut merupakan sentra penghasil jagung bahan pakan utama ayam ras Pedaging dan ayam ras Petelur.
BUMN PT Berdikari adalah satu-satunya BUMN Peternakan yang bertanggung jawab penyediaan doc Final Stock (FS) Broiler & doc FS Layer, Pakan Ayam, Obat-Obatan inilah yang disebut sarana produksi peternakan (sapronak) dll. Menjadi regulator dan memberikan rekomendasi kepada Danantara penyedia dana yang disalurkan melalui himpunan bank milik negara (Himbara).
Menurut Sahrul upaya mengantisipasi fluktuasi harga LB (Ayam Broiler Hidup) seperti yang sering di alami oleh peternak rakyat dapat dihindari dengan praktik model bisnis Closed Loop Ecosystem ini untuk mengisi kebutuhan daging ayam dan telur ayam pada pasar yang sudah tersedia. “Jadi program ini sudah ada Demand nya TETAPI Supply yg belum ada.” Ujarnya.
Fokus program ini peternak rakyat UMKM/ Koperasi Peternak yang sudah ada di luar Pulau Jawa rantai pasok yang terlalu panjang sehingga biaya perdagangan menjadi mahal yang pada akhirnya harus dibebankan kepada masyarakat konsumen daging ayam dan telur ayam di lapak wet market.
System “end to end” yang dimaksud adalah nihil pihak ketiga (broker). Di hulu ada PT Berdikari penyedia sapronak, pakan ternak, obat-obatan, dll. Sementara pihak Produsen/ Peternak ada di koperasi, dan pasca produksi menjual LB langsung diserap oleh RPHU & Cold Storage sehingga Pasokan Sapronak Terjamin dan pasar LB di serap oleh Negara. Pemasaran LB ditingkat peternak telah disiapkan pemerintah yakni koperasi-koperasi karyawan BUMN, program pemerintah yg salah satu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penyedian stock pemerintah.
Jika di Kabupaten Sumbawa misalnya terdapat 60 peternak rakyat, maka dapat membentuk 3 koperasi, karena untuk Koperasi pada 1 Kabupaten syaratnya tergabung 20 peternak. Sementara untuk koperasi tingkat provinsi minimal 30 peternak yang tidak berasal lebh dari 1 Kabupaten. Koperasi ini khusus bergerak di industri ayam broiler secara terpadu. Dan koperasi tingkat Nasional di atas 30 peternak yang tidak hanya berasal dari 1 provinsi.
Kendatipun program ini telah diground breaking di 5 lokasi prioritas, namun masih menunggu telaah dari Boston Consulting Group (BCG) satu dari 3 konsultan top dunia yang di hire (disewa) oleh Danantara untuk menganalisa kelayakan program ini. (Mada Gandhi)















