Berlin, sumbawanews.com – Wolfgang Ischinger, ketua Konferensi Keamanan Munich, mengaku terkejut bahwa pemerintah Amerika masih belum dapat mengkomunikasikan rencana yang dapat diandalkan mengenai tujuan intervensi di Iran.
Baca Juga: Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, Inggris Raya, Denmark tentang Greenland: Greenland Adalah Milik Rakyatnya
“Hal terburuk yang dapat terjadi adalah tersandung pada operasi semacam itu tanpa rencana yang jelas yang juga dibagikan dengan sekutu,” kata Ischinger .
Dikatakan, Pada hari pertama operasi, Presiden AS Donald Trump menggunakan istilah perubahan rezim. Namun, Washington sejak itu telah mengubah pembenaran intervensi tersebut, seperti orang mengganti bajunya.
“Perubahan rezim tidak lagi disebutkan, atau hanya disebutkan sepintas,” jelasnya.
Ischinger memperingatkan, Ukraina tidak boleh dilupakan. Dan juga melihat dukungan Barat untuk Ukraina terancam oleh perang dengan Iran.
“Kita harus berkonsentrasi pada Ukraina dan tidak memperburuk kekurangan amunisi untuk Ukraina melalui konflik militer yang berkepanjangan dengan Iran,” tegas Ischinger. (Using)

















