Home Berita China Sebut Konflik Rusia-Ukraina Masuki Tahap Kritis Negosiasi

China Sebut Konflik Rusia-Ukraina Masuki Tahap Kritis Negosiasi

New York, sumbawanews.com – Duta Besar China, Sun Lei tentang Ukraina pada Briefing Dewan Keamanan PBB, Selasa (12/01) menyebutkan, Krisis Ukraina telah berlangsung hampir empat tahun. Situasi kini telah memasuki tahap kritis penyelesaian melalui negosiasi. Para pemangku kepentingan utama telah mengusulkan berbagai inisiatif dan rencana perdamaian, jendela untuk negosiasi telah terbuka, dan pintu menuju perdamaian sudah di depan mata.

Baca Juga: AS Serang Venezuela dan Tangkap Maduro, Tiongkok Dukung DK PBB Gelar Pertemuan Darurat

“Sayangnya, pertempuran terus berlanjut di lapangan, dan peningkatan konflik yang berulang telah membayangi prospek perdamaian. Jalan ke depan tetap sulit. Semakin kompleks dan suram situasinya, semakin kita tidak boleh kehilangan harapan, dan semakin kita harus melipatgandakan upaya kita,” katanya.

Ia menegaskan, Posisi China mengenai isu Ukraina sangat jelas dan konsisten. China telah melakukan upaya tanpa henti dalam mempromosikan pembicaraan perdamaian, memfasilitasi penyelesaian politik, dan menciptakan kondisi serta membangun konsensus untuk perdamaian.

“Kami telah menjaga komunikasi yang erat dengan Rusia, Ukraina, dan pihak-pihak terkait lainnya, secara aktif terlibat dalam diplomasi ulang-alik, dan membentuk Kelompok Sahabat untuk Perdamaian. Kami terus menerus menyerukan perdamaian, mengumpulkan konsensus, dan mempromosikan upaya perdamaian,” katanya. (Using)

Previous articleKhamenei kepada Demonstran: Kalian Telah Menyelesaikan Sebuah Perbuatan Besar
Next articleWakil Panglima TNI Dampingi Menhan RI dalam Kunjungan Kerja di Bosnia dan Herzegovina
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.