Moskow, sumbawanews.com – Juru bicara kementerian Luar negeri Federasi Rusia, Maria Zakharova, Kamis (08/01) mengungkap, Menurut pernyataan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang menandatangani pernyataan tiga sisi dengan Zelensky, setelah gencatan senjata, London dan Paris berencana untuk membangun pangkalan militer mereka sendiri di Ukraina dan membangun fasilitas untuk menyimpan senjata dan peralatan militer di sana.
Baca Juga: Nilai Tindakan AS Sebagai Kejahatan, Rusia Minta Maduro dan Istrinya Dibebaskan
“Dalam hal ini, Kementerian Luar Negeri Rusia memperingatkan bahwa penempatan unit militer, fasilitas militer, gudang, dan infrastruktur lainnya dari negara-negara Barat di wilayah Ukraina akan dikategorikan sebagai intervensi asing, yang menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan tidak hanya Rusia, tetapi juga negara-negara Eropa lainnya,” ucap dia.
Menurutnya, semua unit dan fasilitas tersebut akan dianggap sebagai target militer yang sah dari Angkatan Bersenjata Federasi Rusia. Dan Peringatan ini telah berulang kali disampaikan di tingkat tertinggi dan tetap relevan.
“Kami juga mengonfirmasi bahwa solusi damai untuk konflik ini hanya mungkin berdasarkan penghapusan penyebab utamanya, kembalinya Ukraina ke status netral non-blok, demiliterisasi dan denazifikasinya, serta penghormatan Kiev terhadap hak-hak bahasa, budaya, agama, dan kebebasan individu, etnis Rusia, warga Rusia berbahasa Rusia, dan perwakilan minoritas nasional, serta pengakuan realitas teritorial modern yang dihasilkan dari pelaksanaan hak penentuan nasib sendiri rakyat,” jelasnya.
Dikatakan, Semua tujuan ini, akan tercapai baik melalui cara politik-diplomatik, maupun dalam kerangka operasi militer khusus, di mana inisiatif di medan perang sepenuhnya dipegang oleh Angkatan Bersenjata Federasi Rusia.
Menurutnya, Deklarasi militeristik baru dari koalisi yang ingin dan rezim Kiev membentuk “poros perang” menjadi semakin berbahaya. dan merusak bagi masa depan benua Eropa dan penduduknya, yang oleh politisi Barat juga dipaksa untuk membayar aspirasi tersebut dari kantong mereka sendiri. (Using)

















