Jakarta Sumbawanews. Pengukuhan pengurus baru Paguyuban Ikatan keluarga Sumbawa (IKASUM) Jaya berlangsung di kediaman Prof. Dien Syamsuddin di Ragunan Jaksel Minggu 7/9 2025. “IKASUM adalah paguyuban milik semua diaspora Sumbawa Jakarta dengan menjunjung tinggi nilai2 kearifan lokal Sumbawa.”demikian Dien Syamsuddin selaku Ketua Pembina.
Sementara Dewa Masmawa Sultan Muhammad Kaharuddin IV selaku pelindung, mengingatkan di mana pun berada tidak lupa untuk berpegang teguh pada filosofi “tau ke tanah samawa” (orang dan tanah Sumbawa), takit ko nene’ kangila boat lenge (takut kepada Allah takut berbuat tercela).
Dr. Lukman Malanuang yang beberapa waktu sebelumnya telah diangkat selaku ketua Umum, Sekretaris Umum Sabaruddin MSi dan Bendahara Umum Hj. Siti Hajar. Lukman dalam pengantarnya, bahwa memang ada diskusi tentang badan hukum beberapa waktu lalu, namun Ia menilai yang paling cocok adalah tetap paguyuban dengan ikatan kekeluargaan yang kuat untuk mengurus mati dan hidup orang Sumbawa perantauan. Karena ini adalah semata-mata panggilan keihlasan untuk menjadi pengurus.
Baik Dien Syamsuddin maupun Lukman sependapat bahwa paguyuban memiliki ikatan sebagai satu keluarga besar, maka tidak perlu ada gontok-gontokan dalam memilih pengurus misalnya. Sebagai orang yang telah berpengalaman puluhan tahun di organisasi formal Lukman merasa sangat paham karasteristik organisasi formal.
“Di IKASUM yang mau nyepat, nyepatlah, yang mau nyanyi nyanyilah, yang mau sakeco sakecolah, yang mau diskusi diskusilah” kata Lukman, bahwa ini wadah untuk saling sanyaman ate, saling jonyong dan saling beme dalam suasana penuh kekeluargaan.
Menurut Dien Syamsuddin memang ada beberapa pilihan, misalnya yayasan, maka otoritas hanya ada di tangan Pembina untuk mengangkat dan memberhentikan pengurus. Sementara IKASUM bukan milik sekelompok orang. Tapi milik semua. Kalau perkumpulan maka musti memiliki anggota yang luas. Bahwa apa yang perlu diperbaiki ke depan atau ditingkatkan kegiatannya juga akan lebih baik.
Di samping acara pengukuhan pengurus terpilih, diisi juga dengan ngobrol, santai nyanyi dan makan bersama. Lokasi yang dipilih di kediaman Dien Syamsuddin adalah atas inisiatif pengurus terpilih, sebagai bentuk penghargaan kepada orang-orang yang “dituakan”.
Tuan rumah membuka diri kediamannya digunakan jika misalnya untuk pertemuan sebulan sekali untuk diskusi, pengajian dan lain-lain. Sebagian besar pengurus terpilih hadir dalam acara tersebut. (007)

















