Home Uncategorized Batalyon Vaksinator Covid-19 TNI Polri Dibentuk, Ini Harapan Danrem 162/WB

Batalyon Vaksinator Covid-19 TNI Polri Dibentuk, Ini Harapan Danrem 162/WB

Mataram – Sebanyak 1.172 anggota TNI dan Polri di NTB mengikuti pelatihan petugas vaksinasi COVID-19 secara virtual yang terdiri dari 217 anggota TNI, 955 anggota Polri yang terdiri atas 255 tenaga kesehatan dan 700 tenaga non-kesehatan.

Acara pelatihan yang digelar selama sehari ini dibuka Kapolda NTB Irjen Pol M. Iqbal, S.IK. MH., dan ditutup Wagub NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah di lapangan Tenis Polda NTB jalan Bhayangkara Kota Mataram, Selasa (2/3/2021).

Usai penutupan, Komandan Korem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., mengatakan, Batalyon vaksinator Covid-19 TNI Polri ini terdiri dari tenaga medis dan non medis yang nanti bertugas membantu tenaga kesehatan di kabupaten/kota di NTB.

Seperti kita ketahui, kata Danrem, pandemi Covid-19 sudah memasuki hampir 1 tahun namun masih ada yang terpapar dan ada juga yang sembuh. Untuk itu, pihaknya bersama Polri akan terus berupaya membantu pemerintah daerah menekan angka penyebaran virus corona dan meningkatkan penyembuhan.

“Ini memang membutuhkan kesadaran semua pihak untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19 baik 3M maupun 3T yang menjadi pedoman dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

“Kami yakin melalui pelatihan dan pembekalan vaksinator Covid-19 ini dapat menekan lajunya penularan Covid-19 di NTB secara terencana dan masiv sehingga masuk menjadi zona aman dan terbebas dari virus corona,” tutup Ahmad Rizal.

Previous articlePenuh Catatan Kriminal, Satu Anggota KKB Tewas Ditembak Aparat TNI-Polri
Next articleBagikan Kaos, Cara Satgas Yonif 642 Pererat Silaturahmi Dengan Masyarakat Perbatasan
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.