Sumbawanews.com,- Fitur username di WhatsApp, yang mulai diluncurkan oleh Meta untuk menggantikan penggunaan nomor telepon sebagai identitas utama, menuai kekhawatiran terkait potensi penipuan daring dan serangan phishing. Peluncuran fitur ini, yang memungkinkan sekitar 3 miliar pengguna memilih username unik, diumumkan pada awal Juli 2026, meski nomor telepon tetap diperlukan untuk pendaftaran awal. Para ahli keamanan siber memperingatkan bahwa kemudahan mengklaim username bisa dimanfaatkan penipu untuk menyamar sebagai kontak tepercaya, memanfaatkan kepercayaan pengguna terhadap identitas yang tampak resmi.
Meta menyatakan fitur ini dirancang untuk meningkatkan privasi, terutama bagi merek dan tokoh publik yang ingin menjaga konsistensi identitas di berbagai platform tanpa perlu membagikan nomor pribadi. Namun, tanpa mekanisme verifikasi ketat yang dijelaskan secara rinci, banyak pengguna khawatir username bisa menjadi pintu masuk bagi akun palsu yang meniru profil resmi. Kekhawatiran ini semakin membesar setelah laporan dari sejumlah pengguna yang menerima pesan mencurigakan dari akun dengan username mirip kontak mereka.
Di sisi lain, peluncuran fitur ini bersamaan dengan pengumuman Samsung tentang rilis Galaxy Z Fold8 dan Flip8 pada 22 Juli 2026 di London, serta peluncuran alat iklan baru Google di YouTube yang memperkuat video commerce, menjadi sorotan utama di kanal Tekno. Ketiga perkembangan ini mencerminkan tren digital yang semakin mengandalkan identitas digital, sekaligus membuka celah baru bagi ancaman keamanan siber.















