Sumbawanews.com,- Perusahaan otomotif otonom Waymo mengumumkan penarikan massal terhadap seluruh armada robotaxinya di Amerika Serikat, menyusul insiden di mana kendaraan tanpa pengemudi gagal mengenali zona konstruksi jalan bebas hambatan dan tetap melaju dengan kecepatan tinggi di dalamnya. Penarikan ini, yang diajukan ke National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) pada 17 Juni, mencakup 3.871 kendaraan yang menggunakan sistem pengemudi otomatis generasi kelima (ADS 5), dan dinyatakan memengaruhi 100 persen unit yang terlibat.
Masalah utama terletak pada kegagalan logika prioritas perangkat lunak. Menurut laporan resmi NHTSA, sistem ADS terkadang tidak mendeteksi tanda-tanda penutupan zona konstruksi, atau justru sengaja memilih melewati area tersebut karena berusaha menghindari bahaya lain di jalan raya—seperti kendaraan yang melambat atau rintangan tak terduga. Kedua skenario ini menghasilkan akibat yang sama: mobil otonom melaju kencang melalui zona kerja yang seharusnya ditutup.
Insiden pemicu dimulai pada April, ketika dua kendaraan Waymo di Phoenix melewati rambu penutupan ramp menuju zona konstruksi yang sudah direncanakan. Pada 18 Mei, tujuh kendaraan lain di wilayah Teluk San Francisco melintas di antara kerucut konstruksi menuju jalur yang sedang ditutup. Meski tidak ada kecelakaan atau cedera yang dilaporkan, kejadian ini memicu keputusan perusahaan untuk menghentikan sementara operasi di jalan bebas hambatan pada akhir Mei.
Setelah tinjauan mendalam oleh Dewan Keamanan Waymo pada 1 Juni, perusahaan memutuskan untuk mengajukan penarikan sukarela pada 8 Juni. Waymo menegaskan bahwa misinya adalah menjadi pengemudi paling tepercaya di dunia, dan bahwa langkah ini diambil secara proaktif setelah mengidentifikasi kelemahan performa di zona konstruksi. Perusahaan juga telah memberi tahu regulator federal dan negara bagian sebelum mengumumkan penarikan.
Namun, solusi permanen belum tersedia. NHTSA mencatat bahwa perbaikan permanen masih dalam pengembangan. Sebagai tindakan sementara, seluruh kendaraan Waymo kini dilarang masuk jalan bebas hambatan—keputusan signifikan mengingat layanan ini sebelumnya tersedia di San Francisco, Los Angeles, Phoenix, dan Miami.
Karena Waymo memiliki seluruh armadanya, tidak ada pemilik pribadi yang perlu diberi tahu. Pembaruan perangkat lunak akan diterapkan secara otomatis melalui pembaruan over-the-air (OTA) ketika solusi akhir siap. Penarikan ini tidak memengaruhi kendaraan generasi keenam Waymo, yang masih dapat beroperasi di jalan lokal.
Ini adalah penarikan kesekian kalinya dalam 28 bulan terakhir. Sebelumnya, Waymo pernah menarik 1.212 robotaxi pada Mei 2025 akibat tabrakan dengan pembatas jalan statis, dan 3.791 unit pada Mei 2026 setelah salah satu kendaraannya terseret arus ke sungai di San Antonio akibat melintasi jalan yang terendam banjir.
Dengan penarikan terbaru ini, Waymo kembali menjadi pusat perhatian dalam debat global tentang keselamatan kendaraan otonom—menunjukkan bahwa bahkan teknologi paling canggih sekalipun masih menghadapi tantangan mendasar dalam memahami dinamika kompleks jalan raya.
















