Home Serba Serbi Tekno UNS dan Anurag University Kembangkan Baterai Cerdas Berbasis AI

UNS dan Anurag University Kembangkan Baterai Cerdas Berbasis AI

Sumbawanews.com,- Tim peneliti Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerja sama dengan Anurag University, Hyderabad, India, mengembangkan sistem penyimpanan energi baterai berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan. Penelitian ini dirancang mengatasi ketidakpastian pasokan listrik dari sumber seperti tenaga surya dan angin, sekaligus memperhitungkan degradasi kinerja baterai akibat penggunaan jangka panjang. Sistem yang telah dibuat kini memasuki tahap pengujian di Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Bahan dan Barang Teknik (B4T) Bandung, serta proses sertifikasi produk. Ketua tim, Chico Hermanu Brillianto Apribowo, menekankan bahwa teknologi ini tidak hanya meningkatkan keandalan pasokan listrik, tetapi juga berpotensi menggantikan genset dan mendukung target Indonesia mencapai Net Zero Emission 2060.

Sistem ini mengintegrasikan pemodelan degradasi baterai, integrasi energi terbarukan, dan batasan operasional jaringan listrik dalam satu model terpadu yang dikendalikan oleh Smart Battery Management System (BMS). Peneliti dari Anurag University, Srikanth Goud B, menambahkan bahwa integrasi energi terbarukan skala besar memerlukan teknologi penyimpanan yang mampu beroperasi secara adaptif sesuai kondisi baterai dan kebutuhan jaringan. Dengan pendekatan optimasi machine learning, sistem mampu menentukan strategi pengisian, pelepasan energi, dan operasi baterai secara optimal untuk meminimalkan biaya, meningkatkan fleksibilitas, serta menurunkan emisi karbon.

Chico menjelaskan bahwa pengembangan ini relevan dengan rencana pemerintah menambah kapasitas pembangkit listrik sebesar 69,5 GigaWatt hingga 2034, dengan 76 persen berasal dari energi terbarukan. Selain aspek teknis, sistem ini juga membuka peluang ekonomi baru dalam ekosistem energi bersih, termasuk perancangan sistem penyimpanan, pengelolaan jaringan listrik pintar, dan layanan energi ramah lingkungan. Penelitian ini berjalan dalam kerangka Program International Research Network EQUITY THE Impact Rankings 2025 dan dikaitkan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDG 17 mengenai kemitraan global.

Previous articleSpanyol Juara Piala Dunia 2026, Rodri: Turnamen Paling Sulit dalam Sejarah
Next articleArgentina Gagal Lawan Spanyol, Catat Rekor Buruk di Final Piala Dunia 2026