Sumbawanews.com,- Man United menghadapi Fulham di Stadion Craven Cottage, Minggu (20/9), dalam matchday kelima Liga Inggris, dengan tekanan besar setelah menelan dua kekalahan beruntun — 0-1 dari Manchester City dan 2-3 dari Brighton di Piala Liga. Tim asuhan Michael Carrick butuh kemenangan untuk memulihkan kepercayaan dan kembali ke jalur papan atas, demi memutus rekor 14 tahun tanpa gelar Premier League.
Fulham, meski belum menang di Liga Inggris musim ini (1 seri, 3 kalah), tampil percaya diri setelah menang 3-2 atas West Ham di Carabao Cup. Namun, tantangan besar menanti: dalam 10 pertandingan terakhir di kandang sendiri melawan MU di Liga Inggris, Fulham hanya menang sekali — pada Desember 2009 — dan kebobolan 21 gol, sementara hanya mampu mencetak enam gol. Secara historis, Man United unggul telak: dalam 21 laga Liga Inggris melawan Fulham, The Red Devils hanya sekali kalah — di Old Trafford pada Februari 2024. Dalam lima pertemuan terakhir di semua ajang, MU menang tiga kali, imbang satu, dan kalah satu.
Fulham pun tengah menjalani awal musim tanpa kemenangan terburuk sejak 2020/2021, dengan empat kekalahan dari empat laga awal Liga Inggris. Kemenangan atas MU di Craven Cottage bukan hanya soal poin, tapi juga kebangkitan psikologis bagi tim tuan rumah yang sejauh ini gagal menunjukkan konsistensi. Sementara itu, Man United harus membuktikan bahwa kekalahan beruntun bukan tanda kemunduran, melainkan awal dari bangkitnya kembali ke bentuk terbaiknya.















