Sumbawanews.com,- Bayangkan mendarat di Singapura—langit biru bersih, udara segar. Lalu, saat pesawat menyusuri langit Jakarta, kabut polusi mengaburkan cakrawala. Perbedaan yang menyakitkan ini menjadi titik balik bagi Telkomsel: tidak cukup hanya menjadi penyedia jaringan, perusahaan harus menjadi garda depan dalam menjaga masa depan bumi dan bangsa.
Dalam peluncuran Laporan Keberlanjutan 2025 di Jakarta, Direktur Utama Telkomsel Nugroho menegaskan, keberlanjutan bukan lagi pilihan tambahan, melainkan fondasi strategis. Perusahaan mengukuhkan tiga pilar utama: Jaga Bumi, Jaga Cita, dan Jaga Data—tiga pilar yang saling terkait, membangun ekosistem berkelanjutan dari lingkungan hingga manusia.
Di bawah pilar *Jaga Bumi*, Telkomsel mulai dari hal-hal kecil yang berdampak besar: penanaman ribuan pohon, pengurangan emisi dari infrastruktur jaringan, hingga penghentian penggunaan bahan berbahaya. Tapi yang paling menarik adalah inovasi produk bernama *Green Home*—solusi rumah pintar yang mengintegrasikan panel surya dan sistem hemat energi. Produk ini dirancang bukan hanya untuk mengurangi beban listrik pelanggan, tapi juga memperluas adopsi energi terbarukan di tingkat rumah tangga.
Tidak berhenti di lingkungan, pilar *Jaga Cita* menunjukkan komitmen Telkomsel terhadap sumber daya manusia masa depan. Perusahaan telah membangun *AI Hub* di Institut Teknologi Bandung (ITB), pusat pelatihan berbasis kecerdasan buatan yang menyiapkan ribuan talenta muda Indonesia untuk bersaing di kancah global. Lebih dari sekadar pelatihan, Telkomsel menyediakan akses gratis ke perangkat lunak AI canggih bagi pelajar dan pengembang lokal yang berpotensi—mengubah akses menjadi kesetaraan.
Sementara itu, *Jaga Data* menjadi tulang punggung kepercayaan pelanggan. Dengan meningkatnya ketergantungan pada layanan digital—mulai dari koneksi seluler hingga rumah pintar—Telkomsel menegaskan bahwa privasi dan keamanan data bukan sekadar kepatuhan regulasi, tapi nilai inti. Semua inisiatif bisnis kini dirancang dengan prinsip *privacy by design*, memastikan setiap data pelanggan dilindungi oleh sistem yang ketat, transparan, dan berbasis etika.
Hingga kini, total investasi Telkomsel dalam program keberlanjutan telah mencapai Rp37 triliun. Angka ini, menurut Nugroho, bukan akhir, tapi awal. “Kami tidak mengukur keberhasilan hanya dari laba, tapi dari jejak yang kami tinggalkan—udara yang lebih bersih, generasi yang lebih siap, dan data yang lebih aman,” ujarnya.
Dengan langkah-langkah konkret ini, Telkomsel tidak lagi hanya menjadi operator telekomunikasi. Ia bertransformasi menjadi agen perubahan—membangun Indonesia yang tidak hanya terhubung, tetapi juga berkelanjutan, beradab, dan berdaya saing.

















