Sumbawanews.com,- Setelah lebih dari satu dekade, tim kecil Metanet Software kembali menghadirkan sekuel dari game ikonik N++. Kali ini, mereka meluncurkan N Plus Infinity Times Two — sebuah game platformer 2D yang dirancang khusus untuk pengalaman multiplayer, baik kompetitif maupun kooperatif, dan dijadwalkan rilis pada 2027 di PlayStation 5, Xbox, Switch 2, serta PC.
Dibuat oleh dua orang saja — Raigan Burns dan Mare Sheppard — game ini bukan sekadar kelanjutan teknis, tapi pernyataan filosofis. N++ yang dirilis pada 2015 dikenal sebagai puncak kesulitan dan keindahan visual dalam genre platformer, hasil dari sepuluh tahun pengembangan bertahap dari versi awal berbasis Flash bernama N. Kini, mereka tidak ingin melangkah lebih jauh ke arah yang lebih besar, melainkan lebih dalam: mengembalikan esensi bermain bersama teman di depan layar, seperti yang mereka alami di masa kecil.
“Kami melihat anak-anak sekarang bermain sendiri, tapi tetap berbicara dengan teman lewat ponsel,” kata Burns. “Itu adalah bentuk multiplayer yang alami. Kami ingin menciptakan pengalaman yang sama, tapi dengan mekanik N yang sudah kami kuasai sepenuhnya.”
N Plus Infinity Times Two menawarkan desain visual yang tetap memukau — garis-garis tajam, warna-warna kontras, dan gerakan lincah yang seperti tarian — namun kini disusun ulang untuk dimainkan bersama. Ada mode balapan, mode kolaboratif untuk menyelesaikan level yang mustahil, hingga mode “chaos” yang sengaja dirancang agar berantakan dan lucu. “Ini bukan tentang keahlian tinggi,” jelas Sheppard. “Ini tentang kegembiraan saat kamu dan temanmu saling menertawakan kegagalan bersama.”
Metanet tetap mempertahankan model kerja yang nyaris punah di industri game: tanpa tim besar, tanpa rapat berjam-jam, tanpa tekanan untuk menjadi “live service”. Mereka memilih menjadi seperti band indie — membuat musik karena cinta, bukan karena keharusan. “Kami tidak ingin menjadi perusahaan. Kami ingin tetap bisa bereksperimen,” ujar Burns. “Jika kami harus mengorbankan kebebasan itu untuk pertumbuhan, maka kami lebih baik tidak melakukannya.”
Pengembangan N++ dulu terkenal melelahkan — mereka menguji setiap level ratusan kali hingga sempurna. Tapi untuk N Plus Infinity Times Two, prosesnya justru menyenangkan. “Kami sekarang sudah sangat fasih bermain dengan instrumen ini,” kata Burns. “Jadi tantangannya bukan lagi bagaimana memainkannya, tapi bagaimana memainkannya dengan cara baru.”
Pendekatan ini justru membuat mereka lebih relevan di tengah industri yang kini didominasi oleh game berbasis layanan yang melelahkan dan homogen. “Melakukan sesuatu yang hanya bisa kamu lakukan — itu lebih menyenangkan, dan justru lebih menguntungkan secara komersial,” tambah Sheppard. “Karena kamu tidak punya pesaing. Kamu adalah satu-satunya yang bisa membuatnya.”
Meski judulnya terdengar absurd — N Plus Infinity Times Two — timnya tidak berniat mengubahnya. “Itu adalah nama yang tepat,” kata Burns sambil tertawa. “Karena ini bukan sekuel biasa. Ini adalah perayaan, eksperimen, dan mungkin awal dari yang lain.”
Ketika ditanya apakah ini akan menjadi yang terakhir, Sheppard menjawab dengan tenang: “Kami sudah melepaskan ide bahwa ini pasti akhir. Jika suatu hari kami menemukan cara baru untuk melihat N — cara yang segar, tak terduga — kami akan kembali. Karena selama kami masih merasakan ‘magis’ itu, perjalanan belum berakhir.”
N Plus Infinity Times Two akan tiba di pasaran pada 2027 — dan mungkin, ini adalah salah satu game paling jujur yang akan dirilis tahun itu.

















