Home Serba Serbi Tekno Mahasiswa IPB Juara Dunia dengan Teknologi Dengar Laut

Mahasiswa IPB Juara Dunia dengan Teknologi Dengar Laut

Sumbawanews.com,- Jakarta — Di tengah gemuruh ombak dan keheningan dasar laut, sekelompok mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil menciptakan terobosan yang menggetarkan dunia ilmiah kelautan. Tim dari Program Studi Ilmu dan Teknologi Kelautan, yang tergabung dalam Marine Instrumentation, Telemetry, and Robotics (MITR) Club, meraih gelar First Place Winner dalam IEEE OES Ocean Decades Challenge 2026—kompetisi global yang menguji inovasi solusi kelautan berbasis teknologi.

Mereka tidak membawa robot canggih atau drone laut, melainkan sistem pemantauan berbasis suara: “Passive Acoustic Monitoring for Real-Time Rapid Soundscape Health Index.” Sistem ini merekam dan menganalisis gelombang suara bawah air—dari riak ikan, gemuruh terumbu karang, hingga kebisingan kapal dan aktivitas manusia—untuk mengukur kesehatan ekosistem laut secara real-time. Dengan pendekatan non-invasif, teknologi ini mampu memberikan gambaran akurat tentang perubahan lingkungan tanpa mengganggu kehidupan laut.

Pencapaian ini bukan kebetulan. Sebelum menjadi juara, tim ini terpilih sebagai salah satu dari empat finalis terbaik dunia dan menerima pendanaan riset senilai US$2.000 dari IEEE untuk mengembangkan prototipe. Setelah uji coba di Laguna Pulau Pari, Kepulauan Seribu—wilayah dengan dinamika antropogenik yang kompleks—sistem mereka berhasil mendeteksi peningkatan suara buatan manusia saat aktivitas pariwisata meningkat, sekaligus perubahan pola suara alami akibat perubahan cuaca dan arus.

“Laut berbicara. Hanya saja, kita belum belajar mendengarnya,” ujar Daniel Hermans Manurung, ketua tim. “Kami tidak ingin hanya mengukur. Kami ingin mengubah suara menjadi bahasa yang bisa dipahami oleh nelayan, pengelola konservasi, bahkan pemerintah daerah—untuk mengambil keputusan cepat dan tepat.”

Karya ini sejalan dengan dua tantangan utama Dekade Ilmu Kelautan PBB 2030: pemulihan ekosistem laut dan perluasan sistem observasi global. Dengan dukungan dana tambahan sebesar US$6.000 sebagai pemenang, tim MITR IPB akan mempresentasikan temuannya di OCEANS 2026 di Sanya, Tiongkok, bersama para peneliti dari 10 negara, termasuk Jerman, India, dan Uni Emirat Arab.

Dosen pembimbing, Indra Jaya, menegaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan pergeseran paradigma di kalangan mahasiswa teknik. “Mereka tidak lagi hanya fokus pada mesin atau robot. Mereka membangun teknologi yang berpihak pada keberlanjutan. Ini bukan sekadar inovasi, tapi bentuk tanggung jawab ilmiah,” katanya.

Tim yang terdiri dari Daniel Hermans, Tiara Anggraeni, Nabila Aishi Octaviana, Muhammad Ridha Ramadhan, dan Akbar Hannan Ibrahim, membuktikan bahwa solusi besar sering kali lahir dari pertanyaan sederhana: apa yang bisa kita dengar, jika kita benar-benar berhenti berbicara?

Dengan teknologi ini, laut tidak lagi diam. Ia berbicara. Dan Indonesia, lewat tangan-tangan muda IPB, telah belajar cara mendengarkannya.

Previous articleDemokrasi Mundur, PDIP Ingatkan Pancasila sebagai Fondasi
Next articleKonser HUT 250 AS Batal, Trump Ganti Jadi Rapat Politik
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik