Home Serba Serbi Tekno Harga iPhone 18 Tak Bisa Dihindari, Cook Akui Tekanan Pasokan

Harga iPhone 18 Tak Bisa Dihindari, Cook Akui Tekanan Pasokan

Sumbawanews.com,- CEO Apple Tim Cook secara terbuka mengakui bahwa kenaikan harga pada seri iPhone 18 tak lagi bisa dihindari. Dalam wawancara eksklusif dengan The Wall Street Journal, ia menjelaskan bahwa kelangkaan dan lonjakan harga komponen krusial—terutama RAM dan penyimpanan—telah memaksa perusahaan mempertimbangkan penyesuaian harga, meski telah berupaya seoptimal mungkin untuk melindungi konsumen.

“Kami telah berusaha menahan dampak kenaikan biaya, tetapi situasinya kini tak lagi berkelanjutan,” ujar Cook, seperti dikutip dari 9to5Mac. Ia menekankan bahwa permintaan global yang terus meningkat bertabrakan dengan pasokan memori yang semakin terbatas, sementara pemasok komponen pun menaikkan harga secara drastis. “Kita butuh harga dan pasokan memori kembali ke tingkat yang wajar bagi produk konsumen. Itulah intinya.”

Pernyataan ini muncul di tengah antisipasi kuat terhadap peluncuran iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan kemungkinan iPhone Fold—yang diperkirakan bakal tiba pada September 2026. Meski Apple belum mengumumkan besaran kenaikan atau model mana yang akan terdampak, indikasi awal sudah terlihat: baru-baru ini, perusahaan diam-diam menaikkan harga Mac Mini tanpa pemberitahuan resmi, sebuah sinyal bahwa tekanan biaya mulai merembes ke seluruh lini produk.

Tak hanya iPhone, Cook memperingatkan bahwa perangkat seperti Mac dan iPad juga berpotensi mengalami kenaikan harga lebih cepat daripada yang diharapkan. Ini menandai pergeseran signifikan dari strategi Apple selama bertahun-tahun yang selalu berusaha menjaga stabilitas harga meski dalam kondisi pasar yang tidak stabil.

Di sisi lain, rumor tentang peluncuran iPhone Fold—ponsel layar lipat pertama Apple—menghadapi ketidakpastian baru. Enping Lin, CEO Largan Precision, pemasok lensa kamera utama Apple, menyebut bahwa beberapa produk baru akan ditunda hingga awal 2027. Meski tidak menyebut nama iPhone Fold secara eksplisit, analis meyakini pernyataan itu merujuk pada perangkat legendaris yang selama ini ditunggu-tunggu pasar.

Jika benar tertunda, Apple kemungkinan akan mengikuti pola lama seperti saat meluncurkan iPhone X: mengumumkannya bersamaan dengan seri iPhone 18 Pro sebagai “teaser,” lalu baru menjualnya beberapa bulan kemudian. Pendekatan ini memungkinkan Apple membangun momentum tanpa membebani rantai pasok di tengah krisis komponen.

Keterlambatan ini juga mencerminkan kehati-hatian Apple dalam memasuki pasar ponsel lipat yang sudah didominasi Samsung, Oppo, dan Xiaomi. Perusahaan asal Cupertino dikenal tak mau terburu-buru memasuki kategori baru tanpa memastikan kualitas, daya tahan, dan pengalaman pengguna yang sempurna—terlebih ketika biaya produksi sedang melonjak.

Dengan tekanan ekonomi global yang tak kunjung mereda, dan permintaan akan teknologi canggih yang terus tumbuh, Apple kini berada di persimpangan: antara menjaga reputasi harga premium yang selama ini menjadi fondasi bisnisnya, dan menghadapi realitas pasar yang tak lagi bisa diabaikan. Bagi konsumen, ini berarti: siapkan dompet. Peluncuran iPhone 18 bukan sekadar peristiwa teknologi—tapi juga ujian ketahanan ekonomi.

Previous articleDPRD Malang Resmi Dukung Penyetopan MBG
Next articleSarapan di Hotel Sultan, Saksi Bisu Eksekusi
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.