Sumbawanews.com,- Wisatawan dan pelaku perjalanan bisnis dilarang mengandalkan Google Maps saat berada di China, karena layanan tersebut tidak berfungsi secara optimal di negara tersebut. Hal ini terjadi karena Google menghentikan operasinya di China lebih dari satu dekade lalu setelah berselisih dengan pemerintah setempat terkait sensor konten, yang berujung pada pemblokiran seluruh layanannya, termasuk Google Maps. Ponsel Android yang dijual di China tidak dilengkapi Google Mobile Services (GMS), sehingga pengguna tidak bisa mengakses Google Play Store atau Google Maps secara bawaan. Meski tersedia di App Store versi China, aplikasi ini tetap terbatas—data peta tidak akurat dan sistem koordinat yang digunakan berbeda dari standar global, menyebabkan kesalahan navigasi.
Sejak penghentian operasi Google Search di China pada 2006, perusahaan itu menolak melanjutkan penyensoran hasil pencarian setelah mengaku menjadi target serangan siber, memicu penghentian bertahap semua layanan. Pengguna di China kini mengandalkan aplikasi lokal seperti Amap (Gaode Maps) dan Baidu Maps yang menyediakan data lokasi lebih lengkap dan akurat. Pengguna iPhone disarankan menggunakan Apple Maps sebagai alternatif, karena memanfaatkan penyedia data peta lokal. Siapa pun yang berkunjung ke China wajib mempersiapkan aplikasi navigasi alternatif sebelum keberangkatan, karena mengandalkan Google Maps berisiko menyesatkan akibat keterbatasan akses, ketidakakuratan data, dan perbedaan sistem koordinat.















