Home Berita Nasional Maroko dan Indonesia Kenang 66 Tahun Hubungan Diplomatik

Maroko dan Indonesia Kenang 66 Tahun Hubungan Diplomatik

Sumbawanews.com,- Pada Senin, 20 Juli 2026, Dubes Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, bertemu dengan Ketua Umum PDIP dan Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan itu, Houssaini mengenang hubungan diplomatik antara kedua negara yang telah berlangsung selama 66 tahun, bermula dari kunjungan bersejarah Presiden Soekarno ke Rabat pada 2 Mei 1960, yang disambut langsung oleh Raja Mohammed V. Sebagai tanda penghormatan, Maroko menamai salah satu jalan utama di ibu kota Rabat sebagai Rue Soukarno, yang berlokasi dekat gedung parlemen. Houssaini juga mengundang Megawati untuk berkunjung ke Maroko, menjanjikan program khusus yang disesuaikan dengan kedudukannya.

Houssaini menyoroti kerja sama bilateral yang telah lama terjalin di bidang perdagangan, ekonomi, budaya, dan pendidikan, termasuk ribuan pelajar Indonesia yang menempuh studi di Universitas Al-Qarawiyyin, salah satu universitas tertua di dunia yang didirikan pada abad ke-9 oleh Fatima al-Fihri. Ia juga menyebutkan bahwa Maroko akan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2030. Kedua pihak membahas isu-isu global seperti energi hijau, dampak pemanasan global, dan ketahanan pangan. Sebagai kenang-kenangan, Dubes Maroko menyerahkan sebuah bingkai berisi foto kunjungan Soekarno ke Maroko.

Megawati menyambut hangat undangan tersebut dan mengapresiasi keterbukaan Maroko sebagai negara Muslim yang aktif memberikan beasiswa kepada pelajar Indonesia. Ia menekankan bahwa Maroko relatif lebih terbuka dibandingkan banyak negara Islam di Timur Tengah dan Afrika. Megawati pun menyampaikan harapannya agar negara-negara Asia dan Afrika dapat kembali bersatu sebagai kekuatan Dunia Ketiga, mengingat bahwa Konferensi Asia Afrika 1955 yang diinisiasi oleh Soekarno awalnya diikuti oleh 26 negara, dan kini bisa melibatkan lebih dari 100 negara. Pertemuan itu dihadiri oleh Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, Yasonna Laoly, dan Direktur Luar Negeri PDIP Hanjaya Setiawan.

Previous articleGoogle Maps Tak Berfungsi di China, Ini Sebabnya
Next articleSpanyol Juara Piala Dunia 2026, Unai Simon Catat Rekor Clean Sheet Terbanyak