Sumbawanews.com,- Di tengah kemajuan kecerdasan buatan yang semakin merambah berbagai sektor, dua kemampuan manusia tetap bertahan sebagai keunggulan tak tergantikan: empati dan kemampuan beradaptasi serta berinovasi. Vice President Customer Engineering Google Cloud Asia Pacific, Moe Abdula, menjelaskan bahwa mesin tidak mampu meniru kemampuan manusia untuk memahami emosi, membangun koneksi sosial, dan meredakan ketegangan dalam interaksi manusia, seperti yang dibutuhkan seorang polisi di lapangan. Selain itu, manusia memiliki keunggulan mutlak dalam mencari cara baru menyelesaikan masalah dan menyesuaikan diri dengan perubahan—bukan sekadar merespons data, tapi menciptakan solusi yang belum pernah ada. Ia mencontohkan bagaimana manusia bertransformasi dari mengandalkan hewan sebagai alat transportasi hingga menciptakan kendaraan modern, atau memanfaatkan kalkulator untuk menyelesaikan perhitungan kompleks, bukan menggantikan kemampuan berpikir. Menurut Moe, kemampuan beradaptasi dan memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu justru menjadi ciri khas manusia yang tak akan pernah dimiliki kecerdasan buatan.















