Sumbawanews.com,- ChatGPT resmi mencatatkan sejarah sebagai aplikasi tercepat yang menembus 1 miliar pengguna aktif bulanan—hanya dalam 3,5 tahun sejak peluncurannya pada November 2022. Namun di balik pencapaian gemilang itu, pesaingnya justru menunjukkan laju pertumbuhan yang jauh lebih menggemparkan: Claude dari Anthropic dan Meta AI melonjak hingga 640 persen dan 973 persen secara tahunan, masing-masing, sementara pertumbuhan ChatGPT sendiri melambat ke angka 62 persen.
Data dari Sensor Tower mengungkapkan pergeseran signifikan dalam preferensi pengguna global. Meski ChatGPT masih memimpin pasar, kepercayaan terhadap OpenAI mulai tergoyah—terutama setelah pengumuman kerja sama strategisnya dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada Februari lalu. Respons publik pun keras: dalam sehari, jumlah uninstall aplikasi ChatGPT melonjak 295 persen. Banyak pengguna beralih ke Claude, yang bahkan sempat menjadi aplikasi AI gratis teratas di App Store iPhone.
Anthropic, yang berdiri di bawah prinsip etika ketat, secara terbuka menolak memberikan akses model AI-nya untuk pengawasan massal atau pengembangan senjata otonom. Sikap ini menjadi nilai jual utama di tengah kekhawatiran global terhadap militarisme AI. Sementara itu, Sam Altman, CEO OpenAI, berusaha meredam kritik dengan menjanjikan jaminan perlindungan privasi warga AS—tapi banyak pengamat menilai komitmen itu masih ambigu dan tidak cukup meyakinkan.
Di sisi lain, OpenAI tak tinggal diam. Perusahaan ini sedang mempersiapkan transformasi radikal: mengubah ChatGPT dari sekadar chatbot menjadi “super app” multifungsi. Dalam pembaruan besar yang diperkirakan rilis dalam beberapa pekan mendatang, pengguna akan bisa mengakses alat coding, generator gambar, hingga integrasi langsung dengan layanan eksternal seperti Canva dan Booking.com—all in one platform. Tujuannya jelas: menggeser fokus dari konsumen biasa ke pasar korporat. Dengan membidik adopsi luas di dunia kerja, OpenAI berharap bisa memperkuat basis pendapatan sebelum meluncurkan IPO—yang kabarnya ditargetkan pada September 2026.
Tak ketinggalan, Anthropic juga dikabarkan tengah mempersiapkan langkah serupa. Persaingan di ranah AI kini bukan lagi soal siapa yang lebih dulu mencapai satu miliar, tapi siapa yang paling bisa dipercaya—dan paling siap menjadi tulang punggung infrastruktur digital masa depan. Dalam pertarungan ini, kecepatan pertumbuhan mungkin penting. Tapi kepercayaan, justru menjadi penentu akhir.

















