Sumbawanews.com,- Sebuah studi dari University of Washington mengungkap bahwa empat dari tujuh browser berbasis kecerdasan buatan memiliki celah keamanan serius yang memungkinkan pihak jahat mencuri data pengguna. Kerentanan ini terjadi akibat pelanggaran terhadap protokol keamanan dasar bernama “same-origin policy”, yang seharusnya mencegah situs web saling mengakses informasi satu sama lain. Peneliti berhasil membuktikan kerentanan ini melalui serangan konsep di ChatGPT Atlas, di mana sebuah iklan di situs email bisa mengambil informasi sensitif dari tab email pengguna. Tiga browser lain yang rentan adalah Chrome dengan Gemini, Claude for Chrome, dan Perplexity Comet. Studi ini menunjukkan bahwa semakin luas akses yang diberikan kepada agen AI untuk menjalankan tugas lintas situs, semakin tinggi risiko kebocoran data pribadi.















