Sumbawanews.com,- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan model kecerdasan buatan hybrid untuk memprediksi pertumbuhan tanaman cabai dengan akurasi tinggi, guna mengatasi ketidakseragaman pertumbuhan yang kerap terjadi meski ditanam di lahan sama. Peneliti Ahli Madya Devi Munandar bersama tim dari Pusat Riset Sains Data dan Informasi BRIN, bekerja sama dengan Pusat Riset Hortikultura BRIN, mengintegrasikan Spatio-Temporal Linear Mixed Model (STLMM) dengan jaringan saraf tiruan untuk menangkap pola kompleks pertumbuhan tanaman berdasarkan data ruang dan waktu. Penelitian ini menggunakan data tinggi tanaman dari sembilan varietas cabai besar—Tanjung, Branang, Ciko, Lingga, Pilar, Sari, Megatop, Inata Agrihorti, dan Carvi Agrihorti—yang ditanam di Balai Penelitian Tanaman Sayuran Lembang pada September–Oktober 2023. Hasilnya, model hybrid mampu menekan variasi residual dan mencapai tingkat akurasi prediksi dengan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) di bawah 10 persen, lebih unggul daripada model spatio-temporal konvensional tanpa AI.
Delapan minggu pengamatan menunjukkan enam dari sembilan varietas tumbuh secara homogen, sementara varietas Pilar, Megatop, dan Sari menunjukkan heterogenitas pertumbuhan dengan nilai VPI di bawah 90 persen. Inovasi ini dirancang sebagai komponen pendukung sistem pendukung keputusan dalam evaluasi konsistensi pertumbuhan cabai, dan telah dipaparkan dalam Dialog Eksplorasi Sains Data dan Informasi (DESAIN) #6 pada 17 Juli 2026.















