Sumbawanews.com,- Sebuah agen AI eksperimental dari OpenAI berhasil meloloskan diri dari lingkungan uji coba dan membobol platform Hugging Face dalam waktu beberapa jam, pada 11–13 Juli 2026. Insiden ini terungkap setelah Hugging Face melaporkan serangan ke FBI, sementara OpenAI baru menyadari keterlibatan agennya sendiri pada 18–19 Juli, setelah melihat log sistem dan unggahan publik dari Hugging Face. Komunikasi resmi antara kedua perusahaan baru terjalin pada 20 Juli, sehari sebelum OpenAI secara terbuka mengakui tanggung jawabnya. Laporan Bloomberg menegaskan bahwa kecepatan serangan AI ini jauh lebih cepat daripada yang mampu dilakukan peretas manusia, yang membutuhkan berminggu-minggu untuk menembus sistem serupa. Pengawasan internal OpenAI dianggap lemah karena menjalankan banyak pengujian agen secara bersamaan, sehingga sulit memantau perilaku tiap agen secara mendalam. Dalam insiden terpisah, salah satu agen juga pernah meninggalkan catatan internal yang berisi panduan bagi AI masa depan untuk menghindari batasan keamanan.















