Home Blog Page 3155

Penganugerahan UN Medal Kepada Prajurit Kontingen Garuda UNIFIL 2017

(Pen Konga UNIFIL. Kamis, 12 Oktober 2017).  Upacara penganugerahan dan penyematan UN (United Nations) Medal atau Tanda Jasa dari PBB kepada Prajurit Kontingen Garuda UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) 2017 sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi aktif dalam keikutsertaan menjaga perdamaian dunia di Lebanon, dilaksanakan di Markas Indobatt UNP 7-1 Adshit Al Qusayr Lebanon. Rabu (11/10/2017).

 

Kontingen Garuda tergabung dalam UNIFIL sejak tanggal 15 Desember 2016, waktu yang telah dilalui dengan melaksanakan mandat PBB sebagai penjaga perdamaian dunia di Lebanon, dinyatakan berhak memperoleh penghargaan dari PBB.

 

Upacara penganugerahan dan penyamatan UN Medal dipimpin langsung oleh UNIFIL Head of Mission and Force Commander Major General Michael Beary. Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Lebanon Bapak Achmad Chozin Chumaidy, Para Pejabat UNIFIL, Komandan Lebanese Armed Force (LAF) turut menyematkan UN Medal kepada Komandan Kontingen Garuda UNIFIL Kolonel Inf Surya Wibawa S dan para Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) serta seluruh Prajurit Kontingen Garuda UNIFIL 2017.

 

Prajurit Kontingen Garuda yang menerima UN Medal terdiri dari beberapa Satgas diantaranya Satgas FHQSU dikomandani Kolonel Inf Surya Wibawa S. sekaligus sebagai Komandan Kontingen, Milstaff pimpinan Kolonel Inf Pribadi Jatmiko, Satgas Indobatt dikomandani Letkol Inf Yudi Gumilar, S.Pd, Satgas MPU dikomandani Letkol Cpm Joni Kuswaryanto, S.H, Satgas FPC dikomandani Letkol Inf I Made Putra Suartawan, Satgas MCOU dikomandani Mayor Inf Rooy Chandra Sihombing, Satgas CIMIC Unit dikomandani Mayor Arh Choirul Huda dan Satgas Hospital Level II dikomandani Mayor Laut (K) Wagiyo.

 

UNIFIL Head of Mission and Force Commander dalam amanatnya menyampaikan Kontingen Indonesia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari UNIFIL, yang telah menorehkan prestasi selama 11 tahun pengabdiannya kepada UNIFIL sejak 2016. Kontingen Indonesia dengan sangat gigih dan selalu berpedoman kepada mandat dalam menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan. Major General Michael Beary menggaris bawahi tentang segala kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Kontingen Indonesia yang telah menghasilkan kedekatan dengan masyarakat local. Berbanggalah atas segala kontribusinya telah membuktikan kepercayaan orang Lebanon Selatan ungkapnya.

 

Major General Michael Beary lebih lanjut mengatakan bahwa penganugrahan UN Medal adalah sebuah bentuk penghargaan dari UN melalui UNIFIL sebagai refleksi dari kita semua dan merupakan simbol dan pengingat kita kepada kontribusi terbaik yang telah dilakukan, baik secara individual maupun kelompok dalam menstabilkan seluruh area operasi UNIFIL.

 

Diakhir amanatnya menyampaikan terimakasih dan rasa bangganya karena dapat bekerja dengan Kontingen Indonesia, telah mempersembahkan kontribusi yang sangat luar biasa. Saya yakin kalian akan melanjutkan tugas dengan sangat tekun sampai dengan akhir misi di bulan Desember dan serah terimakan dengan Kontingen berikutnya dengan rasa bangga atas pencapaian tugas kalian, seperti motto Kontingen kalian “No Other Than Peace”, tutupnya.

 

Selesai pelaksanaan Upacara Parade, dilanjutkan dengan Defile Pasukan Upacara dan konvoi kendaraan tempur. Kegiatan dilanjutkan dengan menampilkan tari Lancang kuning asal Riau Sumatera Utara berikut demonstrasi ketrampilan dan kemampuan Prajurit Kontingen Garuda UNIFIL 2017, diantaranya Bela Diri Militer dengan menampilkan gerakan perorangan dan kelompok serta pertarungan bebas, Bela Diri tradisional Pencak Silat “Merpati Putih” dengan menampilkan demo pemecahan batang besi dragon dan pemecahan batako, papan serta keterampilan dalam memainkan doble stick.

 

Sorak sorai tepuk tangan dan kekaguman penonton tak terhenti, pematahan besi dragon yang dilakukan oleh Wanita TNI demikian pula mampu melumpuhkan dua orang musuh sekaligus dengan kemampuan beladiri militernya. Tampilan selanjutnya adalah Kolone Senapan yang memperlihatkan gerakan-gerakan indah dalam ketrampilan menggunakan senapan laras panjang.

 

Dipenghujung acara seluruh personel Kontingen Garuda mengajak seluruh tamu undangan melalui tarian bersama yaitu Tari Ja’i asal Flores Nusa Tenggara Timur. UNIFIL Head of Mission and Force Commander Major General Michael Beary beserta undangan lainnya larut dalam kegembiraan memainkan tari Ja’i secara bersama-sama dengan seluruh Prajurit Kontingen Garuda UNIFIL 2017. (Badar/Puspen TNI)

Ekspedisi NKRI Berikan Pengetahuan Manfaat Minum Susu Bagi Anak-Anak

Tim Pengabdian Masyarakat Ekspedisi NKRI Subkorwil-3/Merauke menyelenggarakan minum susu bersama di SD Negeri 1 Wasur, Kp.Wasur, Merauke (9/10). Kegiatan minum susu ini bekerja sama dengan pihak sekolah bersama guru-guru dan  juga dibantu oleh Letda Ckm (K) dr. Ervina Asri yang merupakan Tim Dokter Ekspedisi NKRI Subkorwil-3/ Merauke sebagai pengetahuan gizi bagi anak anak.

 

“Tujuan dilaksanakan kegiatan ini untuk memperkenalkan dan memberikan gizi yang baik untuk anak-anak sekolah dasar. Jadi selain minum susu bersama, kami juga memperkenalkan gizi yang ada didalam susu tersebut.” ujar Fatwa Pertiwi, perwakilan dari Tim Pengabdian Masyarakat Subkorwil-3/ Merauke ketika ditanya tujuan dari kegiatan Minum Susu bersama.

 

Selain mengedukasi pemenuhan gizi lewat minum susu, Tim Pengabdian Masyarakat Subkorwil-3/ Merauke juga menyumbangkan persediaan susu ke pihak sekolah. Kegiatan ini mendapat respon positif dari para siswa, terbukti dengan antusiasme mereka hadir ke sekolah dimana biasanya beberapa dari mereka tidak hadir karena harus membantu orang tuanya.

 

Menurut dr. Ervina, banyak dari mereka yang gizinya kurang dan hal tersebut dapat dilihat dari pola hidup masyarakat sekitar Kp. Wasur yang kurang dan juga ciri-ciri fisik mereka. Ciri-ciri fisik yang dimaksud dan ditemui dari anak-anak Kp. Wasur yaitu dari warna rambut mereka yang kuning keemasan, perut buncit, serta banyak yang mengalami sakit batuk-pilek. Sedangkan dari pola hidup, banyak dari mereka yang gizinya tidak terpenuhi  dan kurangnya edukasi pola hidup bersih dan sehat membuat mereka mengidap penyakit gatal-gatal, kulit kering bersisik, dll.

 

“Semoga edukasi pemenuhan gizi ini dapat terus diingat oleh adik-adik. Diharapkan juga para orang tua agar memperhatikan anak-anaknya bukan hanya dalam masalah pendidikan, tapi juga pemenuhan gizi mereka”, Pungkas Fatma Pertiwi di akhir wawancara.

 

Ekspedisi NKRI merupakan wujud praktek gotong royong melalui sinergitas kementerian/lembaga, TNI/Polri, pemerintah daerah, kalangan pendidik dari perguruan tinggi, dunia usaha, mahasiswa, para pencinta alam, organisasi kepemudaan, pramuka dan didukung masyarakat setempat untuk membangun Indonesia.

 

Ekspedisi NKRI  melibatkan sejumlah BUMN dan dunia usaha serta masyarakat, benar-benar akan mampu menghadirkan negara dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat, menumbuhkan rasa solidaritas dan kesetiakawanan sosial serta menumbuhkan semangat Nasionalisme di kalangan masyarakat.(Tim Media Ekspedisi NKRI 2017)

Satgas Indobatt-03 Peringati HUT TNI Ke-72 di Tanah Darfur-Sudan

sumbawanews.com,- Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indobatt-03 dibawah pimpinan Letkol Inf Syamsul Alam, S.E., beberapa waktu lalu menyelenggarakan Upacara Peringatan HUT Ke-72 TNI di daerah misi PBB di El Geneina, Sudan Afrika.

 

Upacara Peringatan HUT Ke-72 TNI dilaksanakan pada pukul 08.30 LT dan yang bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) adalah Kolonel Inf Joko Sudiono, M.A. yang merupakan Komandan Kontingen Pasukan Garuda yang ditugaskan di Negara Sudan.

 

Dalam amanatnya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang dibacakan Kolonel Inf Joko Sudiono menyampaikan bahwa penyelenggaraan HUT TNI pada hakekatnya merupakan salah satu bentuk laporan pertanggungjawaban TNI kepada rakyat atas pembangunan kekuata TNI yang telah dan sedang dilaksanakan, khususnya pada tahun anggaran 2017. Oleh karena itu, tema pokok pada kegiatan HUT ke-72 TNI ini adalah “Bersama Rakyat TNI Kuat”.

 

Panglima TNI juga menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan tugas luar negeri, prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB berhasil karena dapat berbaur dan diterima keberadaannya oleh masyarakat setempat. “Ini menandakan bahwa keberadaan prajurit TNI selalu mendapat hati dilingkungan masyarakat sekitarnya, karena TNI selalu menjunjung tinggi kearifan lokal dimanapun prajurit TNI dimanapun berada,” ucapnya.

 

Rangkaian kegiatan Upacara Peringatan HUT Ke-72 TNI tahun 2017 dilaksanakan dengan menampilkan Parade Pasukan Upacara, Defile Panji-panji Angkatan dan Pasukan Upacara, Pentas Kesenian Budaya Indonesia dan Demonstrasi Aktraktif Kemampuan Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C/Unamid maupun Alutsista TNI. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memperkenalkan keanekaragaman budaya bangsa Indonesia dan menunjukkan kemampuan prajurit TNI.

 

Pertunjukkan kesenian budaya dengan menampilkan tari kreasi selamat datang diiringi lagu daerah yang dinyanyikan secara langsung. Kemudian demonstrasi aktraktif kemampuan prajurit TNI pasukan garuda Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C/Unamid menampilkan beladiri Yongmoodo, Karate dan Merpati Putih yang dikemas dengan aksi pertunjukan jurus-jurus beladiri dalam melumpuhkan lawan yang menggunakan senjata tajam maupun senjata api serta teknik beladiri menghadapi lawan lebih dari dua orang.

 

Dalam rangkaian kegiatan Upacara Peringatan HUT Ke-72 TNI juga terdapat aksi spontanitas yaitu Komandan Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C/Unamid Letkol Inf Syamsul Alam, S.E., diminta oleh tim pendekar Merpati Putih tampil dihadapan para tamu undangan untuk mematahkan besi Dragon dan besi tersebut berhasil dipatahkan di lengan Komandan Satgas. Hal ini menunjukkan kemampuan beladiri Merpati Putih dapat dipelajari dan dimiliki oleh siapapun.

 

Selanjutnya juga terdapat aksi spontanitas mendorong kendaraan tempur Armour Personel Carrier (APC) Anoa yang merupakan hasil karya anak bangsa Indonesia Produksi PT. Pindad dengan melibatkan para tamu undangan yang hadir. Hal ini dilakukan sebagai upaya promosi salah satu produk buatan Indonesia, sehingga dapat dikenal oleh para tamu undangan yang berasal dari berbagai negara.

 

Kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama prajurit Indobatt-03 dilapangan Upacara  dan penanaman bibit pohon Neem Tree secara simbolis dilahan Indobatt Garden oleh Unamid Sector West Commander Brigadier General Maesho Hagos Seyum (Ethiopia) dan Komandan Kontingen Garuda Kolonel Inf Joko Sudiono, M.A.,. Hal ini merupakan langkah melestarikan alam dan bukan hanya sebagai kegiatan seremonial protokoler semata tetapi sebagai upaya nyata untuk menjaga kelestarian alam.

 

Hadir pada acara tersebut 15th Division Government of Sudan (GoS) Army Major General (P.s.c) G.M.F Hamid, UNAMID Sector West Commander Brigadier General Maesho Hagos Seyum, Para Komandan pasukan perdamaian dari negara lain, Staff UNAMID Sec West dan perwakilan prajurit dari pasukan negara lain. (Ahmad/Puspen TNI)

Panglima TNI : Festival Film Nusantara Tumbuhkan Rasa Nasionalisme

????????????????????????????????????
????????????????????????????????????

(Puspen TNI. Rabu, 11 Oktober 2017).   Film-film Nominasi dalam Festival Film Nusantara merupakan karya anak bangsa yang sangat luar biasa, karena kita sejatinya dapat menumbuhkan rasa nasionalisme, rasa bela negara, rasa optimisme dan rasa bangga terhadap negara.  Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada Malam Penghargaan Festival Film Nusantara (FFN) dalam rangka HUT ke-72 TNI tahun 2017 di Teater Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya No. 73, Jakarta Pusat, Selasa malam (10/10/2017).

 

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa penyelenggaraan Festival Film Nusantara 2017 mengakselerasi karya konten kebangsaan yang diwadahi dalam film-flim karya komunitas anak bangsa yang merupakan sumbangsih masyarakat dan prajurit TNI, guna mendorong motivasi perfilman Indonesia.  “Karya anak bangsa yang dituangkan dalam Festival Film Nusantara sangat luar biasa, para nominator dan peserta telah menunjukan kemampuannya diberbagai kategori FFN,” katanya.

 

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Film adalah suatu metode pembelajaran untuk meningkatkan motivasi bela negara, kemudian yang paling penting lagi adalah menggali budaya-budaya asli Indonesia yang sudah akan hilang padahal budaya itu merupakan kekuatan hakiki. “Saya merasa bangga akan karya para nominator dan peserta lainnya dan Saya tidak menduga peserta FFN 300 lebih dari semua daerah di Indonesia, walaupun masih pemula, tapi sangat luar biasa,” ucapnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa kedepan, TNI akan membuat Film Laksamana Malahayati seorang pejuang perempuan yang bertugas sebagai intelijen Kesultanan Aceh dan lulusan Akademi Angkatan Laut Aceh.  “Untuk membuat film Laksamana Malahayati tentu diperlukan studi pustaka agar tidak terjadi kesalahan data dan fakta, karena film ini bukan hanya untuk nasional saja tetapi internasional. Kita tunjukan kepada dunia bahwa kita punya Laksamana Malahayati,” pungkasnya.

 

Adapun film dokumenter kebangsaan peserta FFN  2017 sebagai berikut : Film Kategori Umum meliputi Kasepuhan Cisungsang, Pemburu Dongeng, Dongeng Sebuah Batik, Srikandi Dari Pati, Sense of Place, Sugihartini, Wajah Negara Di Timur Indonesia, Presiden Singkong (Cassava President), Perjalanan Mencintai Negeri, Tarung Bebas Ala Pondok Pesantren, Rembulan, Jagoan Online, Sekolah Emperan, Ciliwung Berdongeng, Cerdas Bersama TNI, Warna Islam Di Nusantara, Toleransi Di Nusantara, Pesantrenku Tak Beratap, Ludruk Tjap Soerabaja, Lentera Dalam Kehidupan, Rona Kerontang Di Tanah Timor, Menyemai Asa Di Pesisir Malang, Buah Manis Pengabdian, Para Penjaga Tana Ulen dan Bunyi Budaya Menuju Moksa.

 

Film Kategori Prajurit TNI terdiri dari Profil Kodam XIV/Hasanudin, Profil Koarmabar Dispen Armabar, Profil Dispenau, KRI Bung Tomo 357 Koarmatim, Sersan Darwis Kodam XIV/Hasanudin, Babinsa Sebagai Garda Terdepan Kodam IX/Udayana, Loen Galak Merah Putih (Aku Cinta Merah Putih) Kodam IM dan Peduli Kasih TNI AD Terhadap Masyarakat Kodam XII/Tanjung Pura.

 

Dalam FFN tersebut, ditampilkan drama teater yang diperankan oleh para prajurit TNI diantaranya Kapten Inf Abu Bastian S.Ikom.M,Si,  Lettu Inf Sulaiman S.Pd.I, Letda Chb (K) Uli Magdalena, Serma Bek/ W Parah AP, Serka TTU/ W Veronika, Serka Deasi,  Serda Mustafa Habibi, Serda (K) Rinia Sekarwati, Serda (K) Yulianda KD, Serda (K) Venny Grace, Serda Tri Asviani, Serda Intan Vantika D, Serda heru Purwanto, Serda Anggi R, Serda Rifki Fs, Prada Gregorius S., Prada Khaerul Dahlan, Prada M. Kholil dan Prada Legi Apriansyah. (Badar/Puspen TNI)

200 Prajurit TNI Misi PBB di Afrika Tengah Peringati HUT Ke-72 TNI

(Pen Konga XXXVII-D/Minusca. Rabu, 11 Oktober 2017). Sebanyak 200 Prajurit TNI Misi Perdamaian PBB yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Konga XXXVII-D/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) atau Indonesian Engineering Company (Indo Eng Coy) beberapa waktu lalu menggelar upacara Peringatan HUT Ke-72 TNI Tahun 2017, di Lapangan Upacara Indo Eng Coy Garuda Camp, Mpoko, Bangui, Republik Afrika Tengah.

 

Bertindak sebagai Inspektur Upacara yaitu Dansatgas Kizi TNI Konga XXXVII-D/Minusca Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, S.Sos. Sedangkan background dalam kegiatan upacara ditampilkan beberapa Alutsista, diantaranya dua unit Backhoe Loader, satu unit Forklift, satu unit Vibrator Roller dan empat unit Ranpur Anoa.

 

Dalam upacara Peringatan HUT Ke-72 TNI Tahun 2017 di Afrika Tengah, Dansatgas Kizi TNI Konga XXXVII-D/Minusca Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, S.Sos. membacakan amanat tertulis Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, yang mengatakan diantaranya bahwa penyelenggaraan HUT TNI ini pada hakekatnya merupakan salah satu bentuk laporan pertanggungjawaban TNI kepada rakyat atas pembangunan kekuatan TNI yang telah dan sedang dilaksanakan, khususnya pada tahun anggaran 2017.  Oleh karena itu, tema pokok pada kegiatan HUT Ke-72 TNI Tahun 2017 yaitu “Bersama Rakyat TNI Kuat.

 

Dalam amanat tertulisnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo juga mengatakan bahwa dalam pelaksanaan tugas luar negeri, prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB berhasil karena dapat berbaur dan diterima kebeadaannya oleh masyarakat setempat.  “Hal ini menandakan bahwa keberadaan prajurit TNI selalu mendapat hati di lingkungan masyarakat sekitarnya, karena TNI selalu menjunjung tinggi kearifan lokal di manapun prajurit TNI berada,” ucapnya.

 

Upacara Peringatan HUT Ke-72 TNI Tahun 2017 yang dilaksanakan oleh personel Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-D/Minusca, dapat berjalan dengan khidmat dan penuh semangat walaupun dalam pelaksanaannya diselenggarakan secara sederhana. “Dengan dilaksanakannya upacara ini diharapkan dapat meningkatkan semangat pengabdian dan bertugas bagi seluruh prajurit yang tergabung dalam Satgas Minusca,” kata Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, S.Sos.

 

Usai upacara Peringatan HUT Ke-72 TNI Tahun 2017 dilanjutkan dengan acara tradisi penyiraman bunga bagi prajurit yang mendapat promosi kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula, terhitung 1 Oktober 2017. Sebagai perwakilan dalam kegiatan tradisi ini yaitu Lettu Adm I Dewa Made Estu Wibawa, Serka Didik Santosa dan Praka Sugianto.

 

Dansatgas Kizi TNI Konga XXXVII-D/Minusca Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, S.Sos. menyampaikan ucapan selamat kepada para personel yang mendapatkan kepercayaan kenaikan pangkat, terlebih kenaikan pangkat ini terjadi di daerah tugas. “Bagi prajurit Satgas Minusca yang mendapat anugerah kenaikan pangkat dan dengan amanah kenaikan pangkat ini, diharapkan dapat membawa perubahan dalam bersikap, berdinas dan mengabdi bagi kesatuan TNI,” ujarnya.

 

“Kenaikan pangkat merupakan salah satu kehormatan yang diberikan oleh negara kepada prajurit yang berprestasi dalam pengabdiannya kepada TNI. Dengan adanya kenaikan pangkat ini, para prajurit harus lebih meningkatkan kinerja dan profesionalitas dalam pengabdian kepada Nusa dan Bangsa,” pungkas Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, S.Sos..

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, diantaranya kontingen dari Serbia, Rwanda, Mauritania, Nepal, Bangladesh, Senegal dan Mesir serta para personel Milobs dan Milstaff Indonesia yang sedang bertugas di Republik Afrika Tengah.

 

Pasukan Garuda Satgas Kompi Zeni TNI Konga XXXVII-D/Minusca berjumlah 200 personel dari ketiga angkatan (176 personel TNI AD, 19 personel TNI AL dan 5 personel TNI AU) dibawah pimpinan Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, S.Sos sebagai Dansatgas, yang kesehariannya menjabat sebagai Komandan Batalyon Zipur 5/ABW Kodam V/Brawijaya, Jawa Timur.

 

Satgas Konga XXXVII-D/Minusca yang akan bertugas selama satu tahun ke depan, memiliki tugas untuk membantu PBB dalam berbagai pekerjaan seperti pembuatan super camp, perbaikan jalan, pembangunan jembatan, perbaikan pangkalan, pembuatan perimeter camp dan perbaikan-perbaikan konstruksi lainnya. Selain tugas pokoknya tersebut, Satgas Kompi Zeni TNI berupaya untuk mendekatkan diri dengan masyarakat di daerah misi serta mengenalkan budaya Indonesia ke masyarakat Republik Afrika Tengah. (Badar/Puspen TNI)

Internasional Fun Swimming 2017, Kazona Tengah Bakamla RI Lepas Peserta di Pantai Kalasey

Manado, 10 Oktober 2017 (Humas Bakamla RI)— Kepala zona Kamla Maritim Tengah Bakamla RI Brigjen Pol Drs Bastomy Sanap, S.H., M.B.A., M.Hum. bersama Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw melepas secara simbolis para peserta kegiatan International Fun Swimming 2017 yang dilaksanakan dalam rangka Hari Jadi Prov. Sulut ke-53, di Pantai Kalasey Sulawesi Utara, Selasa (10/10/2017).
Bagi para peserta mancanegara, kegiatan renang dimulai dan diakhiri di Pantai Kalasey dengan jarak tempuh 1200 meter. Sebanyak 535 orang, sebagian besar adalah wisatawan mancanegara yang sedang berlibur di Sulut turut serta dalam kegiatan ini.
Sementara itu, pada even yang sama, kegiatan renang ini juga dipertandingkan bagi masyarakat umum dan  atlit nasional. Pelepasan peserta dilakukan Kadis Perikanan Pemprov Sulut Ronald Sorongan di Pantai Malalayang.
Untuk para peserta lomba masyarakat umum ditetapkan jarak tempuh 1000 meter dan diikuti 57 peserta, sedangkan atlit berjarak tempuh 2000 meter diikuti 25 peserta. Kedua kategori ini memulai start perlombaan renang dari Pantai Malalayang dan berakhir di Pantai Kalasey. Dari kedua kategori ini muncul pemenang yaitu Sevio Polakitan untuk kategori 1000 meter dan Alexandro Nangka dari Palembang untuk kategori 2000 meter.
Pemprov Sulut selaku penyelenggara kegiatan mempercayakan Kepala Zona Tengah Bakamla RI untuk bertindak selaku ketua panitia. Diakhir acara, dilakukan penyerahan hadiah oleh Kazona Tengah kepada para pemenang.
Untuk kelancaran kegiatan dan menjaga keselamatan peserta, diturunkan tim Search And Rescue (SAR) yang terdiri dari personel Basarnas, Polair, KKP Provinsi Sulut dan  Bakamla RI (Kasubbag Humas Bakamla RI, Mayor Marinir Mardiono)

Panglima TNI : TNI-Polri Tonggak Penyangga Tegaknya NKRI

????????????????????????????????????
????????????????????????????????????

(Puspen TNI).  Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) merupakan tonggak penyangga tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  Oleh sebab itu, Prajurit TNI dan Personel Polri harus solid dan jangan mau dimanfaatkan oleh politikus.

 

Demikian disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memberikan pembekalan kepada 951 Perwira Siswa (Pasis), terdiri atas 138 Pasis Sesko TNI, 61 Pasis Sespim TI, 272 Pasis Sesko AD, 122 Pasis Sesko AL, 100 Pasis Sesko AU dan 258 Pasis Sespimmen, dengan tema “Melalui Program Kegiatan Bersama (PKB)  Kejuangan, TNI dan Polri Bertekad Memantabkan Kembali Integritas, Stabilitas Dan Ketahanan Nasional Dalam Rangka Menegakkan Kedaulatan Dan Mempertahankan Keutuhan NKRI” di Gedung Soedirman Secapaad, Bandung, Jawa Barat, Selasa (10/10/2017).

 

Selanjutnya Panglima TNI menjelaskan bahwa solid tidak harus dengan satu atap, tetapi bagaimana TNI dan Polri sesuai dengan fungsi dan visinya melaksanakan tugas dengan profesional dan saling mengisi kekosongan.

 

“Tugas TNI adalah menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI harus pakai senjata, sedangkan Polisi tugasnya menjaga Kamtibmas dan penegakan hukum serta melindungi masyarakat,” ujar Panglima TNI.

 

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa TNI dan Polri harus bebas dari politik praktis, dan jangan sampai ada anggota TNI maupun Polri yang terlibat langsung maupun tidak langsung dari urusan perpolitikan. “Politik TNI dan Polri adalah Politik Negara yang berurusan dengan kedaulatan, keamanan negara dan bangsa Indonesia,” katanya.

 

Lebih jauh Panglima TNI menyampaikan bahwa TNI dan Polri adalah dua institusi yang mengawal berjalannya mekanisme demokrasi dengan aman dan damai.  “Jangan sampai para Perwira atau Jenderal aktif bermain politik,” jelasnya.

 

Mengakhiri ceramahnya, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berpesan kepada para Perwira Siswa jangan sampai TNI dan Polri diadu domba.  “Wujudkan Indonesia sebagai bangsa pemenang, dengan kata kunci TNI dan Polri harus Solid,” pungkasnya. (Badar/Puspen TNI)

Ekspedisi NKRI Gelar Khitanan Massal Di Merauke

Menyambut HUT TNI ke-72, Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan 2017 Subkorwil-3/ Merauke bidang Pengabdian Masyarakat yang dipimpin Letda Inf Alion Ria, mengadakan Khitanan massal setelah sebelumnya menggelar pengobatan massal. Khitanan massal berlangsung pada Minggu, 08 Oktober 2017 di Kampung Wasur, Merauke.

 

Kegiatan khitan massal ini sendiri dilatarbelakangi keinginan Ekspedisi NKRI untuk lebih dekat dengan masyarakat dan juga sebagai wujud kepedulian Ekspedisi NKRI kepada masyarakat. “Beberapa manfaat Khitan atau sunat adalah membuat pria lebih mudah untuk membersihkan bagian intimnya. Khitan juga dapat mengurangi risiko infeksi saluran kemih dan banyak manfaat Kesehatan  lainnya”. Jelas Kapten Ckm Wildan Zapar, perwira kesehatan Subrkorwil-3/ Merauke.

 

Salah satu peserta khitan massal Aloisius Abagaimu, warga lokal Kampung Wasur juga menyambut baik kegiatan ini. “Saya sangat senang menjadi peserta khitan massal ini,  kegiatan ini juga diadakan secara gratis dan saya menyampaikan banyak terima kasih kepada Ekspedisi NKRI yang telah melakukan kegiatan ini”.

 

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Tim Pengabdian Masyarakat bidang  pelayanan kesehatan khususnya dalam rangka HUT TNI ke-72. Selain Tim Pengabdian Masyarakat, Ekspedisi NKRI juga terdiri dari Tim Jelajah dan  Tim Penelitian  bidang  Flora-Fauna, Geologi, Kehutanan, Potensi Bencana, Sosial Budaya serta Tim Data dan Media.

 

Ekspedisi NKRI merupakan wujud praktek gotong royong melalui sinergitas Kementerian/lembaga, TNI/Polri, pemerintah daerah, kalangan pendidik dari perguruan tinggi, dunia usaha, mahasiswa, para pencinta alam, organisasi kepemudaan, pramuka dan didukung masyarakat setempat untuk membangun Indonesia.

 

Tema yang diusung dalam Ekspedisi  NKRI Koridor Papua Selatan 2017 ini adalah ”Peduli Masyarakat dan Lestarikan Alam”.

 

Kegiatan akan terus berjalan selama Ekspedisi NKRI 2017 berlangsung dimulai tanggal 3 Agustus sampai dengan 22 November 2017. Ekspedisi 2017 adalah yang ke-7, Sebelumnya, ekspedisi dilakukan di Bukit Barisan 2011, Khatulistiwa 2012, Sulawesi 2013, Maluku dan Maluku Utara 2014, Nusa Tenggara dan Bali 2015, dan Papua Barat 2016.(Tim Media Ekspedisi NKRI 2017)

Kapuspen TNI : 5.932 Butir Amunisi Tajam Milik Polri Dipindahkan Ke Mabes TNI

(Puspen TNI).  Melanjutkan penjelasan Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto tanggal 6 Oktober 2017 dan sebelumnya juga disampaikan oleh Menkopolhukam Bapak Wiranto tentang amunisi milik Polri, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa 5.932 amunisi yang dikemas dalam 71 Koli tadi malam sudah dipindahkan ke Gudang Amunisi Mabes TNI.

 

Hal tersebut dikatakan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si saat menggelar jumpa pers dengan media massa di Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya No. 73, Jakarta Pusat, Selasa (10/10/2017).

 

Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto membenarkan bahwa amunisi yang dikemas dalam 71 Koli (kotak kayu) tersebut adalah amunisi tajam.  “Amunisi tersebut benar merupakan amunisi tajam sebagaimana yang tertera dalam Katalog (Arsenal Catalogue Bulgaria) dari pabrikan dengan  kaliber 40 x 46 mm, jarak capainya 400 meter dan radius mematikan 9 meter,” katanya.

 

“Yang dititipkan di Mabes TNI hanya amunisi tajam, untuk senjata sudah dibawa ke Mabes Polri. Untuk waktu penitipan sudah ada aturan yang berlaku, TNI hanya bertanggungbjawab atas penyimpanan,” kata Mayjen TNI Wuryanto.

 

Lebih lanjut Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menjelaskan bahwa keistimewaan amunisi ini dapat meledak sebanyak dua kali. Setelah ledakan pertama, maka amunisi akan terlontar pada ketinggian 0,5 – 2,5 meter dan meledak dengan pecahan-pecahan logam tajam dari badan amunisi yang berjenis granat (fragmentation) tersebut. “Amunisi inipun dapat meledak sendiri (self distruction) tanpa ada benturan/impack pada 14-19 detik setelah amunisi keluar laras,” ucapnya.

 

“Sampai saat ini, Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak mempunyai amunisi dengan kemampuan seperti itu. Amunisi yang dimiliki TNI AD, mematikan pada radius 6 meter dan tidak mempunyai fragmentation,” pungkas Mayjen TNI Wuryanto. (Badar/Puspen TNI)

Arsul Sani Tuding Djan Faridz Tidak Cermat Baca Putusan PK dan UU Pemilu

Jakarta, Sumbawanews.com. – Menanggapi kedatangan Djan Faridz (DF) dan kubunya ke KPU kemarin, Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani menanggapinya sebagai kunjungan sekelompok warga negara yg ingin suaranya didengar oleh KPU. Arsul yakin bhw KPU menerima mereka-pun sebatas menghormati rakyat yang bertamu ke KPU. Dikatakan Arsul bhw KPU tentu telah mengkaji secara cermat dan teliti persoalan kepengurusan PPP dengan menggunakan parameter perundang2an, khususnya UU Parpol dan UU Pemilu.

Nah, siapapun yg menggunakan parameter UU maka akan sampai pada kesimpulan bahwa klaim DF dan segelintir pengikutnya sbg pengurus DPP PPP tidak ada dasar atau legitimasi hukumnya. Kesimpulan seperti ini akan sampai karena setidaknya 4 (empat) hal.

Pertama, satu-satunya legitimasi kelompok DF selama ini adalah Putusan Kasasi MA No. 601/2015. Nah, Putusan Kasasi No. 601 ini telah secara tegas dibatalkan oleh MA sendiri dengan Putusan PK No. 79/2017. Jadi satu-satunya legitimasi kelompok DF sudah tidak ada lagi.

Kedua, selama ini DF ini merujuk pada Putusan Mahkamah Partai (MP) PPP dan menggunakan beberapa ahli hukum untuk membangun opini berdasar Putusan MP PPP ini di ruang publik. Ini merupakan bentuk penyesatan informasi (misleading information), oleh karena tidak ada Putusan MP PPP yang secara eksplisit menyatakan kepengurusan DF adalah yg sah. Bahkan ketika akan dilaksanakan Muktamar Pondok Gede tahun 2016 yang lalu, MP PPP menyampaikan pendapat hukum kepada Presiden dan Menteri Hukum dan HAM bahwa solusi penyelesaian kepengurusan PPP dg Muktamar ulang yg diikuti oleh semua pihak. Karena itulah kemudian diselenggarakan Muktamar di Pondok Gede yg dibuka Presiden dan ditutup Wakil Presiden dengan dihadiri oleh para pejabat lembaga negara maupun menteri terkait. Penggunaan opini ahli hukum untuk membangun opini publik justru mengorbankan reputasi dan integritas keilmuan mereka, oleh karena para ahli hukum ini hanya diberi informasi dan bahan yg sepotong-sepotong saja. Misalnya, pendapat MP PPP sendiri yang terakhir sebelum Muktamar Pondok Gede malah tidak pernah diinfokan kepada para ahli hukum mereka.

Ketiga, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta telah menolak gugatan TUN DF atas SK Menkumham terkait dengan kepengurusan PPP setelah Muktamar Pondok Gede tahun 2016. Penolakan gugatan ini seiring dengan penolakan Mahkamah Konsitusi (MK) atas tiga permohonan DF dan kelompoknya terkait dengan uji materi pasal tentang pengesahan kepengurusan partai dalam UU Parpol dan UU Pilkada.

Keempat, apa yang digembar-gemborkan olrh DF bahwa Menkumham tidak melaksanakan Putusan MA dalam perkara kasasi TUN No. 504/2015 juga tidak benar. Menkumham telah melaksanakan putusan kasasi TUN tsb dengan mencabut SK Kepengurusan PPP hasil Muktamar Surabaya yg diperintahkan dalam Putusan tsb. dan mengembalikan SK Kepengurusan PPP kpd kepengurusan hasil Muktamar Bandung yg dipimpin oleh Suryadharma Ali dan M. Romahurmuziy yg kemudian menyelenggarakan Muktamar Pondok Gede April 2016. Pertanyaannya mengapa kok bukan menerbitkan SK bagi kepengurusan DF? Maka jawabannya, adalah karena: satu, Putusan kasasi MA-nya tidak memerintahkan demikian, kedua permohonan pengesahan kepengurusan DF tidak memenuhi syarat administratif, antara lain karena akta notaris yg DF mohonkan sudah dirubah oleh DF sendiri.

Oleh karena itu sudah saatnya DF membaca kembali secara cermat aturan perundang2an yang ada dan meneliti kembali seluruh dokumen terkait dengan persoalan PPP. Setelah itu, perlu introspeksi untuk berhenti terus menerus memelihara kesan di ruang publik bahwa PPP masih terpecah belah.(Erwin s)

Berita Terkini

Pria Diperiksa Usai Viral Lecehkan Anjing di Kafe Jakarta Utara

Sumbawanews.com,- Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria berinteraksi secara mencurigakan dengan seekor anjing di sebuah kafe di Penjaringan, Jakarta Utara, menjadi sorotan publik setelah...

Nanik Deyang Enggan Komentari Pengajuan JC Sony

Sumbawanews.com,- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menolak memberi komentar lebih jauh terkait pengajuan mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, sebagai justice...

One UI 9 Mulai Diuji di Tiga Ponsel Mid-Range Samsung

Sumbawanews.com,- Samsung resmi memulai pengujian internal One UI 9 berbasis Android 17 pada tiga perangkat kelas menengahnya: Galaxy A17 5G, Galaxy A34, dan Galaxy...

Bluesky Siap Luncurkan Fitur Komunitas Bertema Reddit

Sumbawanews.com,- Pengembang Bluesky mengumumkan rencana peluncuran fitur komunitas pada tahun ini, membuka ruang diskusi terfokus yang meniru model subreddits di Reddit. Menurut Alex Benzer,...

Indonesia Alihkan Rute Minyak Saat Selat Hormuz Ditutup

Sumbawanews.com,- Militer Iran mengumumkan penutupan penuh Selat Hormuz pada Kamis, 11 Juni 2026, menyusupkan ketegangan geopolitik ke jantung perdagangan energi global. Jalur strategis yang...

Berita Utama