Home Blog Page 3145

Pakar Kesehatan Militer dan Sipil Bahas Kerja Sama Darurat Keamanan Kesehatan Global

????????????????????????????????????
????????????????????????????????????

(Puspen TNI).   Para Pakar Kesehatan Militer dan Sipil beberapa negara yang mengikuti Konferensi Internasional Kesehatan dan Table Top exercise on Global Health Security (TTX GHS) tahun 2017, menggelar diskusi membahas pentingnya kerja sama antara militer dan sipil dalam rangka menghadapi darurat keamanan kesehatan global, bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2017).

 

Kegiatan Konferensi Internasional Kesehatan tahun 2017 yang diketuai Mayjen TNI Dr. dr Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) RI sebagai Ketua Organisasi International Committee Military Medicine (ICMM) yang sehari-hari menjabat Kepala RSPAD Gatot Soebroto, dibagi menjadi tiga sesi diskusi.

 

Sesi pertama tentang Preparing For and Managing Global Outbreaks/Events Including Those Naturally Occurring, mendiskusikan dan berbagi pengalaman mengenai keberhasilan negara-negara yang menjalankan kolaborasi antara kesehatan sipil dan militer, diantaranya Portugal, Tunisia, Ghana, Finlandia dan Bangladesh.

 

Pada sesi kedua adalah diskusi mengenai Table Top Exercise On Natural Events. Pada sesi ini membahas dan mendiskusikan bagaimana mengidentifikasikan kolaborasi antara kesehatan sipil dan militer pada suatu negara dilihat dari kesiapan dan respon dalam menghadapi kondisi darurat serta mempelajari pada wabah atau kejadian luar biasa.

 

Sementara itu, pada sesi diskusi ketiga mengenai Priority Actions Of Engagement and Potential Collaborations Between Public Health and Military Services In The Case Of Natural Events.  Diskusi ini mengulas mengenai kesempatan yang dimiliki suatu negara dan para pemangku kepentingan untuk merancang bagaimana mereka bisa berkontribusi secara efektif guna kesiapan dan respon dalam menghadapi kondisi darurat.

 

Kegiatan Konferensi Internasional Kesehatan dan (TTX GHS) tahun 2017, diselenggarakan atas inisiatif Pemerintah RI dan didukung sepenuhnya oleh World Health Organization (WHO) serta dipercayakan kepada TNI diikuti 124 peserta, terdiri dari 67 personel TNI sebagai observer dan 57 peserta dari 50 negara. Pelaksanaannya berjalan selama empat hari (23 s.d. 26 Oktober 2017) di Jakarta, Indonesia, mengambil tema Managing Future Global Public Health Risk by Strengthening Collaboration Between Civilians and Military Health Services.

 

Tujuan diadakannya konferensi kesehatan ini adalah dalam rangka memperbaiki pemahaman dan mengidentifikasi area untuk melakukan kolaborasi antara sektor kesehatan masyarakat dan militer, untuk bersama-sama mempersiapkan diri dalam penanganan keadaan darurat kesehatan masyarakat.

 

Sedangkan sasarannya adalah mengklarifikasi peran dan tanggung jawab antara sektor kesehatan masyarakat dan militer dalam kondisi yang alami dan disengaja; menyadari pentingnya mekanisme koordinasi yang kuat antara sektor kesehatan masyarakat dan militer; memeriksa area untuk kolaborasi dalam kesiapsiagaan dan respons darurat; dan mengidentifikasi mekanisme dalam berkomunikasi dan mekanisme dalam berbagi informasi. (Badar/Puspen TNI)

Berita Foto : Kapuskes TNI Bilateral Meeting dengan US Hawaii National Guard

sumbawanews.com,- Kapuskes TNI Mayjen TNI dr Ben Yura Rimba, MARS disela-sela pelaksanaan Konferensi Internasional dan Table Top Exercise on Global Health Security 2017, melaksanakan Bilateral Meeting dengan Adjutant General US Hawaii National Guard Brigadier General Logan, bertempat di Hotel Borobudur Jakarta Pusat, Rabu (25/10/2017). Pertemuan tersebut membicarakan tentang peningkatkan hubungan kerja sama militer kedua negara, khususnya bidang kesehatan. (Ahmad/Puspen TNI)

Wadan PMPP TNI Kunjungi Konga XXVIII-J di Beirut Lebanon

sumbawanews.com,- Wakil Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (Wadan PMPP) TNI Kolonel (Pnb) Engkus Kuswara beberapa waktu lalu mengunjungi Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J/Unifil (United Nations Interim Force in Lebanon) tahun 2017 di bawah pimpinan Kolonel Laut (P) Alan Dahlan, S.H. sebagai Dansatgas di atas KRI Usman Harun–359, bertempat di Beirut Lebanon.

Kunjungan Wadan PMPP TNI langsung disambut hangat oleh Chief of Staff MTF Kolonel Laut (P) Achmad Wibisono serta Dansatgas Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J/Unifil sekaligus Komandan KRI Usman Harun-359 Kolonel Laut (P) Alan Dahlan, S.H. Kemudian disambut prajurit Satgas dengan aksi semangat dari yel-yel awak kapal.

Pada kesempatan tersebut, Wadan PMPP TNI Kolonel (Pnb) Engkus Kuswara menyampaikan kepada personel Satgas MTF TNI XXVIII–J/Unifil di geladak heli KRI Usman Harun-359, selamat bertugas di penugasan baru, selalu waspada di daerah konflik, perhatikan faktor keamanan dan jaga kesehatan selalu.

“Prajurit Satgas penjaga Perdamaian adalah prajurit terpilih, maka dari itu kita dituntut untuk menjalankan tugas dengan baik, pahami dan pedomani Rule of Engagement, Sapta Marga, Sumpah Prajurit, 8 Wajib TNI, Kode Kehormatan Pasukan PBB (Code of Condut Of Blue Helmets),” kata Wadan PMPP TNI.

“Satgas MTF TNI Konga XXVIII-J/Unifil yang menggunakan KRI Usman Harun-359 merupakan bagian dari satuan tugas yang menjaga perbatasan laut Lebanon,” ujar Kolonel (Pnb) Engkus Kuswara.

Usai memberi pengarahan, Wadan PMPP TNI menuju Lounge Room Perwira untuk ramah tamah. Selanjutnya Dansatgas MTF TNI Kolonel Laut (P) Alan Dahlan, S.H. memaparkan kegiatan Satgas selama patroli lintas laut di Lebanon.

Acara diakhiri dengan foto bersama Dansatgas, Chief of Staff MTF dan seluruh personel Satgas MTF TNI Konga XXVIII–J/Unifil 2017 di haluan KRI Usman Harun–359. (Ahmad/Puspen TNI)

Antisipasi Letusan Gunung Agung, Bakamla RI Siagakan Kapal dan Personel

sumbawanews.com,- Dalam rangka mengantisipasi letusan Gunung agung di Bali, Bakamla RI telah menyiagakan satu kapal patroli KN Gajah Laut 4804 dan personel yang diperuntukkan bagi pengamanan dan evakuasi korban melalui jalur laut. Guna mengecek kesiapannya, Deputi Operasi dan Latihan Bakamla RI Laksma TNI Semi Joni Putra melakukan inspeksi unsur dan personel di Pelabuhan Benoa, Bali, Selasa (24/10/2017).

Kedatangan Laksma Joni di Pelabuhan Benoa diterima Dansatgasla Kolonel Laut (P) Gusti Bagus Oka Tapayasa, GM Pelindi III I Wayan Eka Saputra, Wakil Kepala Seksi KBBD Muhammad Mustajib, Wakil Kodam Asops Kodam Mayor Inf Dewa, dan Komandan KN Gajah Laut Mayor Laut (P) Benny Hermawan.

KN Gajah Laut-4804 merupakan salah satu kapal patroli Bakamla RI yang memiliki kemampuan patroli dan SAR di wilayah teritorial Indonesia dan Zona Tambahan. Kapal dengan panjang 48 meter yang dikomandani Mayor Laut (P) Beni Hermawan dan diawaki 24 personel saat ini sandar di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa setelah sebelumnya melaksanakan Operasi Bersama dengan kapal patroli dari Australian Border Force (ABF) dan Ditjen PSDKP KKP di Laut Timor.

Bakamla RI juga memiliki stasiun pemantauan di Karangasem yang dikepalai Prabu Airlangga, S.Kom dan beranggotakan 7 personel, merupakan salah satu dari SPKKL Bakamla RI yang memiliki kemampuan untuk mengawasi serta mendeteksi setiap kapal yang melintas dan melakukan aktivitas di wilayah perairan Bali dan Lombok dengan menggunakan radar permukaan, Automatic Identification System (AIS) dan Long Range Camera (LRC). Pemantauan SPKKL dapat dikirim langsung ke Pusat Informasi Maritim (PIM) Bakamla RI di Jakarta secara real time.

Langkah penanggulangan bencana dan upaya pencarian dan pertolongan (Search and Rescue/SAR) memang ditempuh oleh beberapa lembaga pemerintah terkait dengan menyiagakan sejumlah unsur, salah satunya yaitu Bakamla RI sebagai instansi keamanan laut yang memiliki fungsi menjaga Keamanan dan Keselamatan di Laut serta SAR dilaut. Diharapkan, dengan kesiapan unsur dan personel yang maksimal dapat membantu tugas-tugas Satgas Penanggulangan Darurat Gunung Agung secara optimal sehingga meminimalisir jatuhnya korban jiwa.

Disiagakannya KN Gajah Laut-4804 dan personel Bakamla RI adalah untuk membantu tugas Satgas Penanggulangan Darurat Gunung Agung, khususnya dalam upaya evakuasi korban melalui jalur laut serta mengkoordinir dan mengamankan jalur evakuasi laut bagi unsur laut lainnya, baik dari TNI AL, KPLP maupun Polair. KN Gajah Laut-4804 sendiri nantinya akan tergabung dalam Satuan Tugas Laut (SATGASLA) dibawah kendali operasi Komandan Lanal Denpasar dengan titik tunggu di Dermaga Lembar, Lombok. Adapun proses evakuasi laut direncanakan menggunakan dua rute alternatif, yaitu dari Dermaga Tanah Ampo dan Padang Bai di Karangasem menuju Lembar dan Benoa dengan waktu tempuh lebih kurang 4 jam. Dermaga Tanah Ampo secara terbatas dapat digunakan untuk evakuasi personel menggunakan kapal patroli Bakamla, KPLP dan Polair, sedangkan evakuasi kendaraan dan material direncanakan melalui Padang Bai menggunakan kapal Landing Ship Tank (LST) TNI AL yang nantinya akan diamankan oleh KN Gajah Laut-4804. (Ahmad/Puspen TNI)

Bakamla RI Bersama BNN Bersinergi Lawan Narkoba

sumbawanews.com,- Sebagai wujud tekad dan semangat dalam upaya memerangi narkoba, Bakamla RI bekerja sama dengan BNN menyelenggarakan acara Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), di Kantor Bakamla Gedung Perintis Kemerdekaan RI, Jalan Proklamasi No. 56, Menteng, Selasa (24/10/2017).

Acara yang dilaksanakan usai senam dan aerobic bersama seluruh anggota Bakamla RI tersebut dibuka oleh Deputi Informasi Hukum dan Kerja Sama Irjen Pol Dr. Abdul Gofur, Drs., M.H. mewakili Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Ari Soedewo, S.E., M.H. Hadir sebagai undangan dan nara sumber yaitu Direktur Prosekusor dan Psikotropika BNN Brigjen Pol Drs. Anjan Pramuka Putra, S.H., M.Hum., dan Analis Pemberdayaan Masyarakat BNN Kombes Pol Fauzan Djamal. Sementara itu sebagai moderator acara yaitu Kabag Kepegawaian Kolonel Marinir Budi Santoso, M.A.P. yang memandu selama proses diskusi dan tanya jawab berlangsung.

Menurut Deputi Inhuker, acara ini perlu diadakan untuk mencegah maraknya serangan narkoba yang semakin meluas ke berbagai lini kehidupan, agar tidak terjadi dalam lingkungan Bakamla RI. Selain itu sosialisasi P4GN juga menjadi wujud sinergitas antara BNN bersama Bakamla RI, apparat pemerintah, TNI, Polri serta instansi lainnya, untuk menciptakan jejaring yang kuat dan bersama-sama menanggulangi masalah penyalahgunaan narkoba.

Selanjutnya pada sesi paparan, Direktur P2 BNN memberikan gambaran kepada seluruh pegawai Bakamla RI yang hadir, tentang pengaruh peningkatan, peredaran, dan penyalahgunaan narkoba terhadap kehidupan berbangsa. Menurutnya, di era globalisasi ini masih banyak ditemui berbagai lingkungan yang belum maksimal dalam menciptakan lingkungan bebas narkoba, sehingga perlu penanganan terpadu dari semua pihak. Selain itu adanya oknum apparat, TNI, Polri, PNS dan karyawan yang menjadi pemakai dan pengedar serta sarana transportasi peredaran narkoba dapat menghambat upaya P4GN yang dicanangkan pemerintah, Polri dan BNN.

Lebih lanjut dijelaskannya pula tentang cara-cara penyelundupan yang marak dilakukan lewat jalur laut yaitu melalui kapal kargo, hand carry, serta kapal nelayan. Untuk melawan narkoba, dibutuhkan kerja sama antar instansi seperti Polri, TNI, Bea Cukai, Imigrasi, dan Bakamla RI serta instansi terkait lainnya. Komunikasi dan pertukaran informasi diperlukan, baik antar instansi dalam negeri maupun dengan counter part negara-negara tetangga maupun Badan Intelijen internasional.

Pada sesi berikutnya, dijelaskan pula oleh Kombes Pol Fauzan Djamal tentang ancaman kejahatan narkoba di Indonesia. Dari data yang ditampilkan, 4,09 juta (2,2%) masyarakat Indonesia menjadi penyalahguna narkotika. Hal ini mengakibatkan Indonesia menjadi negara ‘sasaran’ peredaran gelap narkotika. Dalam hal ini peran serta Kementerian/Lembaga diharapkan melalui langkah-langkah : 1) Kegiatan sosialisasi anti narkoba di lingkungan eksternal dan internal, 2) komitmen menjaga lingkungan dari narkotika, 3) Kebijakan P4GN, 4) Pesan anti narkoba, 5) Terbentuknya kawasan kerja bebas asap rokok dan narkoba, dan 6) Adanya materi pengantar atau pesan-pesan anti narkoba pada setiap kegiatan.

Sebagai wujud tekad dan semangat yang menyatakan Bakamla RI bebas narkoba, sebelum acara sosialisasi dilaksanakan, para peserta baik pegawai maupun jajaran pimpinan Bakamla RI mengikuti pengecekan sampel urine. Hal ini juga sebagai bentuk perlawanan Bakamla RI terhadap narkoba. (Ahmad/Puspen TNI)

Kapuskes TNI : Kerja Sama Sipil-Militer Dalam Ketahanan Kesehatan Global Sangat Penting

sumbawanews.com,- Kerja sama sipil-militer dalam ketahanan kesehatan global guna mengatasi kedaruratan kesehatan masyarakat sangat penting dan merupakan bentuk respon terhadap meningkatnya kerentanan masyarakat global terhadap kemungkinan munculnya berbagai jenis penyakit baru dan pandemik.

 

Demikian disampaikan Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen TNI dr. Ben Yura Rimba, MARS, dihadapan awak media pada jumpa pers kegiatan Konferensi Internasional dan Table Top Exercise Global Health Security (TTX GHS), di Ruang Timur, Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (23/10/2017).

 

Menurut Mayjen TNI dr. Ben Yura Rimba, MARS., kegiatan Konferensi Internasional dan TTX GHS terselenggara berdasarkan inisiatif dari pemerintah selaku Ketua Organisasi Internasional Committee of Military Medicine (ICCM) dan bekerja sama dengan World Health Organization (WHO).

 

“Apresiasi yang tinggi kepada WHO / Badan Kesehatan Dunia yang telah membantu dan mendukung seluruh kegiatan TTX GHS, yang merupakan inisiatif pemerintah Republik Indonesia,” kata Mayjen TNI dr. Ben Yura Rimba.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Kepresidenan RSPAD Gatot Subroto Mayjen TNI Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad (K) selaku ketua panitia mengatakan bahwa kegiatan Konferensi Internasional dan TTX GHS  menjadi acuan dalam mencegah, mendeteksi dan melakukan aksi dalam ketahanan kesehatan global.

 

“Target dimasa mendatang, Indonesia harus bisa menjadi contoh dunia dalam kerja sama sipil dan militer menghadapi ancaman ataupun bencana kesehatan, baik yang sifatnya nasional maupun global,” ujar Mayjen TNI Dr. dr. Terawan Agus Putranto.

 

Menurut rencana Konferensi Internasional dan TTX GHS yang diikuti oleh Pejabat Militer dan Sipil dari 50 negara, akan dibuka oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo di Istana Negara pada hari Selasa, 24 Oktober 2017 pukul jam 09.00, dilanjutkan dengan kunjungan ke RSPAD dan ke KRI Yos Sudarso di Dermaga Kolinlamil.

 

Turut serta dalam kegiatan jumpa pers tersebut, diantaranya Dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc, Direktur Sueveilans dan Karantina Kesehatan mewakili Kementerian Kesehatan dan Dr. Vinod Bura selaku Kepala Perwakilan WHO untuk Indonesia. (Ahmad/Puspen TNI)

RSPAD Gatot Soebroto Siap Antisipasi Penyakit Pandemi dan Bencana Darurat

????????????????????????????????????
????????????????????????????????????

(Puspen TNI).  Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto siap mengantisipasi menangani penyakit pandemi dalam keadaan darurat dan bencana darurat. Untuk penanganan bencana darurat tersebut, RSPAD Gatot Soebroto secara maksimal telah memiliki fasilitas penanganan bencana darurat.

 

Hal tersebut disampaikan Kepala RSPAD Gatot Soebroto Mayjen TNI Dr. dr Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) RI sebagai Ketua Panitia penyelenggara Konferensi Internasional 2017 dan Ketua Organisasi International Committee Military Medicine (ICMM) bersama Kapuskes TNI Mayjen TNI Dr. Ben Yura Rimba, MARS saat menggelar jumpa pers dengan media massa, bertempat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2017).

 

Mayjen TNI Dr. dr Terawan Agus Putranto menjelaskan bahwa untuk penanganan bencana darurat, RSPAD Gatot Soebroto secara maksimal telah memiliki fasilitas penanganan bencana darurat, diantaranya ruang pandemi dengan tekanan kamar negatif untuk penanganan pasien yang mengidap virus H1N1 Flu Burung dan MersCov, Chamber CBRN (Chemical, Biology, Radiation dan Nuclear) yang merupakan kamar dekomtaminasi untuk pasien dengan radiasi nuklir atau senjata biologi, Digital Subtraction Angiography (DSA) yang berfungsi untuk melihat kelainan pembuluh darah otak, sumbatan, dan aneurisma.

 

Kepala RSPAD Gatot Soebroto Mayjen TNI Dr. dr Terawan Agus Putranto menegaskan bahwa ada atau tidak ada virus, tetap harus ada pencegahan dan deteksi dengan prosedur yang panjang untuk mengidentifikasi virus pandemi buatan. “Kita harus mulai dari preventif dan deteksi, tidak bisa serta merta dapat menentukan apa benar sudah ada insiden atau tidak,” katanya.

 

Sementara itu, Kapuskes TNI Mayjen TNI Dr. Ben Yura Rimba, MARS mengatakan bahwa TNI tidak terlalu khawatir pandemi yang natural, tetapi salah satu ancaman yang dikhawatirkan TNI adalah pandemi buatan yang digunakan sebagai senjata biologis.

 

Pada kesempatan tersebut, Kapuskes TNI mensimulasikan bahwa ancaman kesehatan buatan seperti virus yang dimasukkan ke dalam sebuah tabung reaksi, lalu virus tersebut dimasukkan dalam satu wadah es krim dan dipecahkan di dalam tempat menonton film sehingga akan menyebar kemana-mana dan 500 s.d 1000 orang akan berdampak terkena virus.

 

Lebih lanjut Mayjen TNI Dr. Ben Yura Rimba, MARS mengatakan bahwa kegiatan konferensi internasional tahun 2017 dihadiri 50 negara dengan 100 peserta luar negeri dan 13 organisasi internasional, sepenuhnya dibiayai oleh WHO dan untuk pertama kali dipercayakan penyelengaraannya kepada TNI.

 

Menurut Mayjen TNI Dr. Ben Yura Rimba, MARS, tujuan konferensi ini untuk langkah strategis ke depan, sebab isu keamanan baik energi maupun siber merupakan pembahasan yang penting. “Indonesia dijadikan model untuk kerja sama sipil dan militer dalam menghadapi bencana kemanusiaan. Keterlibatan TNI tidak hanya di tingkat respons, namun juga di tingkat deteksi dan pencegahan,” tuturnya.

 

Dalam kunjungannya ke RSPAD Gatot Soebroto, peserta Konferensi Internasional dibagi dalam empat kelompok dengan empat lokasi berbeda, yaitu ruang Digital Subtraction Angiography, Cell Cure, Pandemi dan Dekomtaminasi. Para peserta konferensi internasional mendapat penjelasan dari para perwira medis yang menangani di masing-masing ruangan.

 

Selanjutnya visit para peserta konferensi mengunjungi Kapal Rumah Sakit (KRI) dr. Soeharso-990 di Dermaga Kolinlamil, Jakarta Utara. Para peserta meninjau fasilitas yang dimiliki KRI dr. Soeharso-990, seperti di Dek B yang memiliki fasilitas 2 kamar rawat inap, dimana tiap kamar dapat menampung 20 pasien dan 1 long room yang dapat berfungsi sebagai ruang makan atau pada saat pelaksaaan Satgas digunakan sebagai ruang tunggu dan tempat mendaftar para pasien. Untuk Dek C memiliki fasilitas seperti layaknya fasilitas rumah sakit pada umumnya, yaitu UGD, Ruang Operasi, Radiologi, ICU, Poliklinik, Laboratorium dan Farmasi.(Badar/Puspen TNI)

Panglima TNI : Pertama Kali WHO Percayakan Internasional Conferrence kepada TNI

????????????????????????????????????

sumbawanews.com,- Untuk pertama kalinya World Health Organization (WHO) memadukan kegiatan militer dan sipil, guna membicarakan upaya mewujudkan ketahanan kesehatan global dalam rangka kerja sama antar negara dan pertama kali di dunia WHO mempercayakan pelaksanaan Internasional Conferrence And Table Top Exercise On Global Health Security kepada TNI.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara pembukaan Internasional Conferrence And Table Top Exercise On Global Health Security 2017 dihadapan Presiden RI Ir. Joko Widodo dan para peserta konferensi yang diikuti dari 50 negara, bertempat di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2017).

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan ketahanaan kesehatan global merupakan suatu kondisi adanya kesiapan, kewaspadaan dan ketahanan terhadap kejadian luar biasa akibat emerging diseases maupun new emerging diseases yang menular dengan cepat antar manusia dengan tujuan untuk mencegahnya.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa pada Konferensi Tingkat Tinggi G-20 tanggal 7-8 Juli 2017 di Hamburg Jerman, isu health security merupakan salah satu tren yang hangat dibicarakan pemimpin dunia. “Untuk itulah maka Presiden RI berinisiatif dan memerintahkan TNI untuk melakukan aksi nyata yang dapat memberi sumbangsih bagi negara dan dunia internasional dalam bidang ketahanan kesehatan global,” tegasnya.

Panglima TNI menuturkan bahwa TNI akan menampilkan peran Babinsa sebagai mata telinga TNI di seluruh wilayah Indonesia, karena Babinsa berhubungan langsung dan berada ditengah-tengah masyarakat, hal ini sebagai konsep Table Top Exercise. “Apabila terjadi suatu peristiwa di masyarakat, Babinsa akan mengkoordinir Babinkamtibmas, Kepala Desa/Lurah, LKMD serta Puskesmas untuk memberikan pertolongan pertama dan lapor cepat tentang kasus,” ujarnya.

Disisi lain, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa TNI merupakan salah satu first responder pada setiap kejadian baik musibah massal maupun bencana alam yang membutuhkan penanganan cepat. “Ini berdasarkan letak geografis Indonesia tepat berada di persimpangan lalu lintas dunia, hal ini menyebabkan ancaman wabah penyakit tropis dan penyakit infeksi sangat tinggi,” katanya.

“TNI melalui perannya dalam Operasi Militer Selain Perang, selalu siap digerakkan apabila terjadi musibah massal yang datang tiba-tiba dan tidak mudah dipredeksi, seperti bencana alam ataupun bencana buatan, sebagaimana yang telah dilakukan selama ini,” kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Sementara itu, terkait tentang kemajuan teknologi komunikasi dan transportasi, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan bahwa hal ini akan menjadikan percepatan perpindahan barang, jasa dan manusia, juga menjadi ancaman penyakit dari suatu negara, bisa menjadi ancaman global dalam hitungan menit. “Ancaman penyakit itu berupa virus MersCov, Zika dan Flu Burung yang menjadi ancaman global beberapa waktu yang lalu,” tuturnya.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa dari perspektif militer patut mewaspadai adanya ancaman senjata biologi massal yang diciptakan untuk melumpuhkan negara lain dan berpotensi mengakibatkan pandemi. “Ini menjadi sangat penting dan membutuhkan kerja sama antara sipil dengan militer serta kerja sama antar negara untuk mengatasinya,” pungkasnya. (Ahmad/Puspen TNI)

Panglima TNI Bersahabat Baik dengan Jenderal Jo Dunford

????????????????????????????????????

sumbawanews.com,- Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bersahabat baik dengan Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Jo Dunford, sedianya beliau akan menghadiri undangan, namun ada penolakan masuk ke wilayah Amerika Serikat.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI kepada awak media usai menghadiri pembukaan Internasional Conferrence And Table Top Exercise On Global Health Security Meeting 2017 oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Selasa, (24/10/2017).

“Saya bersahabat baik dengan Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Jo Dunford dan saya sedianya menghadiri pertemuan Panglima se-Asia Pasifik, selain itu saya juga ingin bertemu dengan Jenderal Jo Dunford,” jelas Panglima TNI.

Dalam kunjungannya ke Amerika Serikat tahun 2016 yang lalu, Panglima TNI mengatakan betapa hangatnya sambutan yang diberikan oleh Jenderal Jo Dunford. “Saya diajak Coffee Morning di rumahnya yang asri, kemudian malamnya saya diajak Dinner, yang lebih luar biasa lagi saat Dinner para tentara Amerika menyanyikan lagu Bengawan Solo,” ucapnya.

Menanggapi banyaknya komentar yang bermacam-macam tentang masalah ini, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menghimbau kepada masyarakat agar tidak bergerak sendiri-sendiri, percayakan kepada Kementerian Luar Negeri untuk menyelesaikan masalah ini. “Menteri Luar Negeri Ibu Retno Marsudi telah menyampaikan bahwa Indonesia dengan Amerika Serikat itu bersahabat, semua masalah akan diselesaikan dengan baik, kita monitor saja langkah-langkah yang akan diambil oleh Kementerian Luar Negeri RI,” tegasnya.

Permintaan maaf telah disampaikan oleh Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Erin Elizabeth Mckee menyampaikan bahwa larangan tersebut sudah tidak ada, sudah dicabut dan mempersilahkan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memasuki wilayah Amerika Serikat, tetapi hingga saat ini belum ada penjelasan resmi penyebab Panglima TNI ditolak masuk Amerika Serikat. (Ahmad/Puspen TNI)

Pasukan Garuda Kembali Dari Habilla dan Foro Baranga Ke Markas Indobatt-03

sumbawanews.com,- Komandan Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) atau Indobatt-03 Letkol Inf Syamsul Alam, S.E. beserta jajarannya menyambut kedatangan personel Satgas Indobatt-03 yang ditugaskan khusus untuk pengamanan aset UN (United Nation) dan Camp di daerah Habilla dan Foro Baranga wilayah Afrika Barat dengan sebuah upacara tradisi penyambutan, bertempat di lapangan apel Indobatt-03, Elgeneina, Afrika, Senin (23/10/2017).

Acara yang diawali dengan penciuman bendera Tunggul Garuda Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C/Unamid oleh Wadan Satgas Mayor Inf Jenris Yulmal Vinas selaku ketua rombongan tersebut, diikuti seluruh prajurit dari Habilla dan Foro Baranga yang merupakan suatu tradisi dengan dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan kepada prajurit, apabila telah kembali selesai dalam melaksanakan tugas di daerah misi penugasan.

Perjalanan rombongan Satgas Habilla ke Elgeneina (tempat induk pasukan) tersebut dengan jarak tempuh kurang lebih 105 km yang ditempuh dalam waktu dua hari dua malam dengan perjalanan darat menggunakan 2 Apc, 5 Truck, 1 Lc dan 1 Ambulance. Sedangkan Foro Baranga ke Elgeneina kurang lebih 151 km ditempuh dalam waktu tiga hari dua malam dengan perjalanan darat menggunakan 2 Apc, 3 Truck, 3 Lc, serta mendapat dukungan dari kendaraan rombongan TCC (Troops Countrybuting Country) Bangladesh yang bersama-sama menuju Elgeneina.

Kedatangan prajurit-prajurit pada pagi hari itu diterima dengan upacara tradisi penyambutan dilapangan apel Indobatt-03 berjumlah 176 prajurit, yang terbagi dua daerah penugasan yaitu satu kompi 92 orang prajurit didaerah Foro Baranga dan 84 orang prajurit didaerah Habilla, dimana didalam penugasannya masing-masing, dilengkapi dengan sarana dan prasarana baik dibidang operasi, logistik, materil, serta peralatan pendukung lainnya.

Selama kurang lebih 4 (empat) bulan berjalan didaerah penugasan, pasukan Satgas Garuda yang bertugas didaerah Habilla dan Foro Baranga itu, selain mengamankan aset-aset United Nation juga menciptakan situasi yang kondusif dan rasa aman kepada masyarakat lokal setempat, serta bekerja sama dengan TCC (Troops Countrybuting Country) negara lain dalam menangani permasalahan seperti, gangguan keamanan, usaha pencurian aset-aset milik United Nation dan selain itu juga melaksanakan kegiatan bakti sosial atau Cimic (Civil Military Coordination) kepada masyarakat lokal sekitarnya sebagai wujud dari persaudaran dan persahabatan.

Komandan Satgas Indobatt-03 Letkol Inf Syamsul Alam, S.E. dalam sambutannya menyampaikan selamat datang dan selamat bergabung kembali ke Induk Pasukan di Indobaat-03 sebagai kampung halaman ke 2 setelah tanah air Indonesia, kepada prajurit Garuda yang baru kembali dari Satgas daerah Habilla dan Foro Baranga.

“Penunjukkan Pasukan Garuda Indobatt-03 ini, merupakan salah satu wujud kepercayaan PBB United Nation dan Afrika United kepada pasukan perdamaian Indonesia yang tergabung dalam Satgas Batalyon Komposit TNI XXXV-C/Unamid,” kata Letkol Inf Syamsul Alam.

Lebih lanjut Letkol Inf Syamsul Alam mengucapkan terima kasih atas dedikasinya selama dalam penugasan di sana, tetap bisa menjaga nama baik bangsa dan negara, bisa menjaga diri masing-masing dengan menjauhi perbuatan yang dapat mencoreng nama negara dan bangsa. “Kalian juga mampu menunjukkan kepada masyarakat lokal bahwa kalian bisa bergaul, bersilaturahmi, bersahabat, untuk menunjukan tali persahabatan dan tali persaudaraan, selamat berkumpul kembali dengan sahabat, teman, saudara sebangsa dan setanah air,” pungkasnya.

Diakhir acara dilaksanakan pemberian penghargaan kepada Wadan Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid Mayor Inf Jenris Yulmal Vinas, Kapten Mar Amirudin, Kapten Inf Putra Wardani oleh Komandan Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-C/Unamid Letkol Inf Syamsul Alam, S.E. atas dedikasi, kerja keras dan leadership selama menjalankan tugas didaerah misi Habilla dan Foro Baranga. (Ahmad/Puspen TNI)

Berita Terkini

Anak Gajah Sumatera Lahir di Lembah Hijau

Sumbawanews.com,- Taman Satwa Lembah Hijau, Lampung, kembali menjadi harapan baru bagi kelestarian gajah sumatera. Pada 5 Juni 2026, seekor anak gajah betina lahir dengan...

Wanita Hong Kong Ditangkap Selundupkan Ketamin Rp10,9 Miliar di Soetta

Sumbawanews.com,- Seorang wanita asal Hong Kong ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta setelah berhasil menyelundupkan 10,8 kilogram ketamin senilai Rp10,9 miliar. Barang haram itu disembunyikan dalam...

Timur Tengah Akan Jadi Neraka jika AS Ganggu Selat Hormuz

Sumbawanews.com,- Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Seyed Majid Mousavi, memperingatkan bahwa kawasan Timur Tengah akan berubah menjadi “neraka” bagi Amerika...

Pramono Minta Nobar Piala Dunia Tak Ganggu Jam Kerja

Sumbawanews.com,- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta seluruh badan usaha milik daerah (BUMD) dan organisasi perangkat daerah (OPD) yang merencanakan nonton bareng (nobar) Piala...

China Gunakan AI untuk Membidik Kekhawatiran Listrik di AS

Sumbawanews.com,- OpenAI melaporkan adanya kampanye disinformasi yang diduga berasal dari Tiongkok, memanfaatkan ChatGPT untuk memperdalam ketegangan masyarakat Amerika Serikat terkait dampak pusat data kecerdasan...

Berita Utama