sumbawanews.com,- Peran Ibu merupakan tonggak dari seluruh keberhasilan anak-anaknya. Ingat setiap anak yang dilahirkan dari ibu adalah emas dan ibu jugalah yang mempertahankan anak sampai besar tetap menjadi emas, jadi peran ibu luar biasa.
Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dihadapan awak media usai mendampingi Presiden RI Joko Widodo pada acara peringatan puncak Hari Ibu ke-89, bertempat di Waisai Torang Cinta (WTC) Raja Ampat, Papua, Jumat (22/12/2017).
Dalam kesempatan tersebut, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan secara singkat riwayat hidup dan perjalanan kariernya. “Saya dilahirkan oleh seorang ibu yang benar-benar mempersiapkan anak-anaknya, walaupun dalam kondisi ekonomi yang kurang menguntungkan, tetapi dengan kesabaran dan kegigihan seorang ibu sehingga anaknya bisa menjadi seperti sekarang ini,” ucapnya.
Pada perayaan puncak Hari Ibu tahun 2017 ini, Panglima TNI menyampaikan harapan kepada kaum ibu Indonesia untuk menyiapkan generasi cerdas pembangunan bangsa dengan menanamkan nilai-nilai nasionalisme dalam rangka menuju Indonesia Emas. “Ini merupakan peran ibu-ibu Indonesia untuk mempersiapkan anak-anak Milenia menyongsong Hari Indonesia Emas pada tahun 2045,” tuturnya. (Mad/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Bakamla RI melaksanakan Upacara Gabungan dalam rangka memperingati Hari Ibu Ke-89 di Kantor Bakamla RI Gedung Perintis Kemerdekaan, Jalan Proklamasi No. 56, Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2017).
Upacara yang dipimpin oleh Deputi Bidang Kebijakan dan Strategi Bakamla RI Irjen Pol Drs. Arifin, M.H. selaku Inspektur Upacara berjalan dengan lancar dan khidmat. Pada kesempatan ini Inspektur Upacara membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise yang menyampaikan mengenai sejarah, tujuan dan makna dari Peringatan Hari Ibu.
“Peringatan Hari Ibu setiap tahunnya diselenggarakan untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia, yang telah berjuang bersama-sama kaum laki-laki dalam merebut kemerdekaan dan berjuang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat”, ucap Inspektu Upacara. “Komitmen pemerintah juga dibuktikan dengan diterbitkannya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 Tahun 1959, yang menetapkan bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu sekaligus sebagai Hari Nasional, bukan hari libur”, lanjutnya.
Selain itu, disampaikan pula arti penting dari Peringatan Hari Ibu adalah upaya untuk mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan yang terkandung dalam sejarah perjuangan kaum perempuan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini terutama ditujukan kepada generasi penerus bangsa agar mempertebal tekad dan semangat untuk bersama-sama melanjutkan dan mengisi pembangunan dengan dilandasi semangat persatuan dan kesatuan.
Diharapkan dengan diperingatinya Hari Ibu Ke-89 ini, dapat meningkatkan semangat juang perempuan Indonesia untuk terus mengembangkan potensi diri dan turut berperan aktif dalam melanjutkan pembangunan, baik dalam sisi moral, pemikiran dan segala daya upaya yang dimiliki. Hal ini sesuai dengan tema yang diusung pada peringatan tahun ini, yaitu “Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya”.
Kegiatan upacara ini dihadiri oleh seluruh Pejabat dan Staf Bakamla RI yang berdinas di Jakarta, baik yang berada Kantor Pusat, Kantor Rawamangun dan Kantor Gedung Perintis Kemerdekaan. (Mad/Puspen TNI)
(Pen Konga XXIII-L/Unifil. Jumat, 22 Desember 2017). Komandan Satgas Indonesian Battalion (Dansatgas Indobatt) Kontingen Garuda (Konga) XXIII-L/Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, S.I.P. memimpin acara tradisi pelepasan Purna Tugas Satgas Batalyon Mekanis Konga XXIII-K/Unifil di Lapangan Soekarno, Markas Indobatt 7-1 Adshit Alqusayr, Lebanon Selatan, Kamis (21/12/2017).
Dansatgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil Letkol Inf Arfan Johan Wihananto dalam sambutannya menyampaikan banyak terima kasih atas prestasi yang telah diperbuat oleh Prajurit TNI Satgas Indobatt Konga XXIII-K/Unifil dibawah pimpinan Letkol Inf Yudi Gumilar, S.pd, yang telah bertugas selama satu tahun di Lebanon.
“Kami akan lanjutkan program-program Satgas terdahulu yang telah menorehkan banyak hal-hal positif dan meningkatkan segala kekurangan, supaya kedepannya Satgas Indobatt makin dapat diterima masyarakat Lebanon dan dunia internasional,” kata Letkol Inf Arfan Johan Wihananto.
Pada kesempatan yang sama, mantan Dansatgas Indobatt Konga XXIII-K/Unifil Letkol Inf Yudi Gumilar, S.pd menyampaikan rasa bangga dengan seluruh Prajurit Garuda. “Saya yakin Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Indobatt Konga XXIII-L/Unifil akan dapat berbuat lebih baik lagi, karena diawaki oleh personel-personel yang mumpuni,” ujarnya.
Diakhir acara sebagai tradisi, setiap personel yang Purna Tugas mencium Tunggul Satgas Batalyon Mekanis Indobatt secara bergantian. Turut hadir dalam acara tersebut, seluruh Perwira dari masing-masing Satgas dan perwakilan dari Tokoh Masyarakat yang telah membina hubungan kerja sama dengan baik selama ini. (Badar/Puspen TNI)
(Puspen TNI). Markas Besar (Mabes) TNI menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Ibu ke-89 tahun 2017, dengan Inspektur Upacara Wakil Kepala Pusat Kesehatan (Wakapuskes) TNI Laksma TNI Drg. Andriyani, bertempat di Lapangan Apel B-3 Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (22/12/2017).
Upacara Peringatan Hari Ibu ke-89 tahun 2017, yang diikuti oleh Perwira Tinggi dan Prajurit serta Aparatur Sipil Negara (ASN) TNI, mengambil tema “Perempuan Berdaya, Indonesia Jaya”. Tema ini bertujuan untuk meningkatkan peran perempuan Indonesia dalam setiap aspek kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara menuju pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Peringatan Hari Ibu yang dilaksanakan setiap tanggal 22 Desember tersebut, menunjukkan bahwa perjuangan kaum perempuan Indonesia, telah menempuh proses yang sangat panjang dalam mewujudkan persamaan peran dan kedudukannya dengan kaum laki-laki, mengingat keduanya merupakan sumber daya manusia dan potensi yang turut menentukan keberhasilan pembangunan.
Momentum Hari Ibu juga dijadikan sebagai refleksi dan renungan bagi kaum perempuan, tentang berbagai upaya yang telah dilakukan dalam rangka memajukan pergerakan perempuan di semua bidang pembangunan.
Adapun arti penting lainnya dari Peringatan Hari Ibu adalah upaya untuk mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan yang terkandung dalam sejarah perjuangan kaum perempuan kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama generasi penerus bangsa agar mempertebal tekad dan semangat untuk bersama-sama melanjutkan dan mengisi pembangunan, dengan dilandasi semangat persatuan dan kesatuan. (Badar/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Pasukan Marinir harus tetap memelihara kemampuan, profesionalitas dan semangat juang yang tinggi untuk melaksanakan tugas terbaik demi kehormatan dan kepentingan bangsa dan negara.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dihadapan ribuan prajurit Korps Marinir di lapangan Apel Brigade Infanteri 2 Marinir, Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (21/12/2017).
“Saya merasa bangga dan merasa terhormat bisa berdiri di hadapan para prajurit Marinir petarung yang hebat dan profesional serta dekat dengan rakyat,” ucap Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Panglima TNI mengatakan bahwa perkembangan lingkungan strategis saat ini sedang menghadapi permasalahan-permasalahan lintas negara lewat laut seperti illegal logging, illegal fishing,human trafficking (penyelundupan orang), dan penyelundupan Narkoba yang perlu penanganan secara terintegrasi karena sangat berdampak terhadap kedaulatan NKRI. “Semua itu tidak bisa kita biarkan begitu saja, harus dihentikan. Untuk itu, prajurit Marinir harus berperan aktif dalam mengantisipasi permasalahan-permasalahan yang terkait dengan kejahatan lintas negara,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa dalam waktu dekat bangsa Indonesia akan menghadapi pesta demokrasi tahun 2018 dan tahun 2019. Seluruh prajurit TNI tidak terkecuali Marinir untuk tetap menjaga netralitas . “Saya perintahkan kepada seluruh prajurit Marinir untuk tetap menjunjung tinggi netralitas TNI dan tidak ada yang berusaha melibatkan diri serta masuk ke dalam kegiatan politik praktis. Saya yakin semuanya itu pasti dapat dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.
Panglima TNI juga berpesan kepada seluruh prajurit Marinir untuk tetap memelihara bahkan meningkatan kemampuan perorangan maupun satuan yang nantinya siap menjaga stabilitas politik. “Terus kobarkan dan gelorakan semangat juang di hati seluruh prajurit Marinir untuk mengawal kedaulatan, menjaga keutuhan wilayah NKRI dan berikan rasa aman kepada seluruh rakyat Indonesia khususnya menghadapi tahun politik,” ucapnya.
Sementara itu usai pengarahan, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjawab pertanyaan awak media terkait pengamanan perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, bahwa TNI siap membantu Polri, apabila ada kelompok tertentu yang terorganisir ingin mengacaukan situasi dan kondisi dalam perayaan Natal dan Tahun Baru tersebut.
Terkait dengan pengamanan pulau-pulau terluar terhadap illegal fishing, Panglima TNI mengatakan bahwa hal ini memerlukan suatu peralatan surveilans, contohnya pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) yang memiliki kemampuan jangkauan jauh lebih tinggi. “Apabila ada illegal fishing akan kita sampaikan kepada pasukan-pasukan yang ada di laut, kemudian pasukan yang ada di darat untuk segera eksekusi,” tegasnya.
Menjawab pertanyaan tentang pengembangan satuan-satuan TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa gelar satuan akan dievaluasi secara berkesinambungan, dihadapkan pada kemungkinan ancaman dan kebutuhan kekuatan pasukan. “Semuanya akan disesuaikan dengan kebutuhan berdasarkan potensi ancaman kedepan, kita harus menyiapkan itu, termasuk di Natura kita siapkan dan akan berkelanjutan sesuai dengan yang direncanakan pemimpin-pemimpin TNI sebelumnya,” tutupnya. (Mad/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Pengamanan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 merupakan suatu tugas dan tanggung jawab yang diberikan negara kepada TNI-Polri guna memberikan rasa aman bagi masyarakat, sehingga pengerahan dan kesiapsiagaan personel maupun materiil perlu dipersiapkan dengan baik.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P didampingi Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dihadapan 2.600 personel Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2017 di lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2017).
Menurut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, tugas pengamanan Perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 adalah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Untuk itu, setiap prajurit TNI dan Polri harus tampil smart, profesional dan menunjukkan sikap hormat serta simpati kepada masyarakat. “Jaga keamanan masing-masing personel, materiil dan perlengkapan selama bertugas,” katanya.
Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Tahun 2017 bertujuan untuk mengamankan, mengendalikan dan menjaga situasi serta kondisi negara dalam rangka menyambut Perayaan Hari Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. “Seluruh personel dan perlengkapan yang disiapkan telah benar-benar dalam kondisi siap operasional dan masing-masing personel memahami dan menguasai tugas dan fungsinya sesuai standar operasional yang berlaku,” harapnya.
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa tugas pengamanan dilaksanakan untuk mengantisipasi dan mencegah kemungkinan hambatan dan ancaman yang terjadi di masyarakat pada kegiatan Perayaan Natal dan Tahun Baru. “Setiap prajurit TNI-Polri harus bertindak tegas, cepat dan terukur terhadap kecenderungan tindakan anarkis yang dilakukan oleh kelompok masyarakat tertentu, khususnya kelompok terorganisasi yang memprovokasi situasi,” tegasnya.
Dihadapan ribuan peserta apel, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga menyampaikan agar menjaga sikap dan komitmen TNI-Polri untuk selalu berdiri tegak di atas semua golongan, menanggalkan kepentingan pribadi dan kelompok, menghormati ke-bhineka-an demi mewujudkan kedamaian di masyarakat. “Mari kita bersatu untuk bersama-sama menghadapi setiap kekuatan yang ingin mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” tutupnya.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan bahwa apel pasukan ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, mulai tanggal 22 Desember hingga 2 Januari 2018. “Apel di Jakarta pagi ini merupakan salah satu dari apel yang dilaksanakan. Apel di Jakarta ini hanya sebagai simbol,” katanya. (Mad/Puspen TNI)
Jakarta,Sumbawanews.com.- PDI Perjuangan menilai perlu adanya evaluasi terhadap lembaga hukum, khususnya KPK guna membenahi dan memperbaiki kekurangan di lembaga tersebut.
Hal itu dinyatakan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat menghadiri seminar nasional bertema Refleksi Hukum Akhir Tahun 2017 yang diselenggarakan DPP Badan Hukum PDIP di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Kamis (21/12).
Menurut Hasto, sebagai lembaga yang memiliki kewenangan besar, KPK dituntut bekerja profesional dan sesuai tata tertib hukum acara. Sebab dengan kewenangan itu, tidak menutup kemungkinan KPK “bermain mata” dengan oknum tertentu.
“Karena sesudah reformasi semua institusi berbenah termasuk parpol memperbaiki diri. Karena di masa lalu kita lihat ada kewenangan yang cukup besar tidak menutup mata bagaimana di KPK itu ada oknum yang berafiliasi dengan kepentingan politik di luarnya,” kata Hasto.
Terkait hal itu, PDIP sepakat dengan adanya angket KPK yang sebelumnya digulirkan. Dia menjelaskan pembentukan angket bukan untuk melemahkan atau memojokkan lembaga antirasuah tersebut melainkan sebagai bagian dari cek dan cek ulang.
“Kami sudah meminta klarifikasi terhadap ketua fraksi PDIP, ini karena tujuan pansus angket KPK merupakan sebagian dari cek dan balance, evaluasi untuk memperbaiki yang kurang,” terangnya.
Hasto pun mengkritik sejumlah kejanggalan proses hukum yang dijalankan KPK dalam menetapkan sejumlah tersangka dan ini harus menjadi evaluasi.
“Bukti di persidangan praperadilan bagaimana sprindik dikeluarkan dan kemudian proses-proses, bukti-bukti dikumpulkan untuk menetapkan tersangka ternyata tidak kuat sebagai bukti otentik yang memiliki kekuatan dalam hukum, itu membuktikan perlu adanya evaluasi,” kata dia.
Selanjutnya, Hasto juga menekankan bagaimana KPK lebih mengedepankan upaya pencegahan ketimbang OTT. “Perlu evaluasi apakah dengan banyak OTT, tapi tidak menciptakan efek jera, ada masalah di sana. Itu sebenarnya yang dilakukan PDIP,” tambahnya.(Es)
RIYADH, Sumbawanews.com – Melangkapi agenda kunjungan kerjanya di Riyadh, Saudi Arabia, delegasi DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah melakukan pertemuan dan berdialog dengan masyarakat Indonesia yang berada di Saudia Arabia di Wisma KBRI Riyadh, Rabu (21/12/2017). Delegasi DPR RI didampingi Duta Besar Indonesia untuk Riyadh Agus Maftuh Abegebril, selaku tuan rumah.
Kepada masyarakat Indonesia di Riyadh, Fahri Hamzah mengatakan, setiap kali bertemu warga negara Indonesia, dirinya selalu ingin memberikan atau membuat catatan optimis kepada bangsa Indonesia. Dia menyampaikan bahwa apa yang diputuskan secara nasional, mengambil jalan diplomasi melalui transisi demokrasi.
“Memang tidak bisa dipungkiri, alam setiap mengampil keputusan, pastinya melalui pergolakan. Tapi tentunya, pergolakan yang positif atau keputusan yang benar yang tidak boleh disesali,” ucapnya.
Sebab, lanjut Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Koorkesra) itu, dapat dibayangkan kalau dulu bansag Indonesia tidak mengambil jalan itu, bisa lain ceritanya. Indonesia bisa mengalami kesulitan beradaptasi dengan dunia ini.
“Yang cukup mendebarkan, karena negara kita terlalu beragam, kalau kita bandingkan negara kita dengan Saudi ini, sulit dibandingkan. Negara kita itu kepualauan, Timur Tengah ini kontinen, bahasanya sama, agamanya sama, dan kitab-nya sama, saya sering mengatakan ada friksi yang tidak terjembatani, sehingga muncul negara-negara gagal,” katanya
Bahkan sekarang ini, menurut Fahri negara teluk sedang bergoncang dan masyarakat Indonesia perlu waspada dari adanya kelompok-kelompok di dunia internasional ini yang punya agenda tidak positif bagi persatuan.
“Makanya saya bersyukur ada Dubes kita pak Maftuh, yang bisa membantu negara kita di Arab ini untuk mewaspadai agenda-agenda tersebunyi yang ingin menghancurkan kawasan ini, sebagaimana dihancurkannya beberapa kawasan di negara-negara pasca Arab Sprint,” ucapnya.
Hal ini, tegas Fahri perlu dijaga bersama, karena Indonesia dan Saudi ini termasuk Jangkar Masa Depan dari kekuatan-kekuatan negara-negara baru yang tumbuh atau lahir banyak karena inisiatif dari para faunding fahter Indonesia.
“Indonesia merdeka tahun 1945, tahun 1955 Bung Karno sudah membuat konferensi Asia Afrika dan banyak yang merdeka pasca konferensi Asia Afrika itu adalah negara-negara Islam, yang sekarang ini banyak dari keadaan mereka yang belum stabil,” jelasnya.
Karenanya, imbuh politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, tugas para penerus sebagai pelanjut dari gerakan Bung Karno, untuk melihat kemerdekaan ada sebagaimana yang disebutkan dalam Pembukaan UUD 1945, bahwa sesungguhnya kemerdekaan hak segala bangsa.
“Inilah tugas berat kita sekarang ini, menjaga dan memelihara perdamaian dan persatuan, yang telah dirintis oleh para founding father kita,” pungkasnya.
Delegasi DPR RI yang melakukan kunker ke Riyadh antara lain, Fahri Hamsah (pimpinan), Henry Yosodiningrat (F-PDIP), Muhammad Syafrudin (F-PAN), Nurhasan Zaidi (F-PKS), Teuku Taufiqulhadi (F-NasDem), dan lainnya. (Es)
Jakarta,Sumbawanews.com.- Sebagai salah seorang nara sumber dalam Sarasehan Nasional yang digelar oleh Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu dengan Tema : “Pertamina Punya Siapa dan Dibawa Kemana”.
Dr Kurtubi, anggota Komisi VII DPR RI menyampaikan perlunya penyederhanaan tata kelola migas dengan nengembalikan sistem tata kelola migas sesuai dengan Pasal 33 UUD 45. Karena tata kelola saat ini sudah tidak sesuai dengan Konstitusi dimana hampir seluruh pasal-pasal yang terkait sektor hulu, penyerahan harga BBM ke mekanisme pasar dan lain-lain, sudah dicabut oleh Mahkamah Konstitusi.
Lewat proses pembahasan yang cukup alot di Komisi VII DPRRI, Rancangan Revisi UU Migas No.22/2001 sudah dapat diselesaikan dan sudah disampaikan ke Badan Legislasi DPRRI untuk singkronisasi dengan Undang-undang terkait sebelum pembahasan dengan Pemerintah. Inti pokok dari Revisi UU Migas antara lain, tidak lagi menganut pola ” B to G” tetapi kembali ke pola “B to B”.
Pemerintah (SKK Migas sebelumnya BP Migas) tidak lagi sebagai penanda tangan Kontrak dengan pihak Kontraktor di sektor hulu. Pemegang Kuasa (Usaha) Pertambangan sebagai penandatangan Kontrak adalah Badan Usaha Migas Nasional dengan Status Khusus dan tidak lagi berbentuk PT Persero seperti saat ini.
Badan Usaha Khusus Migas dengan Status Khusus ini terintegrasi bergerak dari hulu ke hilir dimana 100% saham atau assetnya milik negara, termasuk asset yang berupa cadangan terbukti (proven reserves) migas yang ada diperut bumi sesuai amanah Konstitusi. Disektor hilir diwajibkan membangun kilang didalam negeri guna memenuhi seluruh kebutuhan BBM nasional.
Sebelumnya Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang kehadirannya di Kantor Pertamina dinilai tepat, memaparkan bahwa penguasaan sumber daya migas sangatlah penting. Sekitar 70% dari konflik yang terjadi didunia terkait dengan perebutan sumber daya migas.
Dr. Kurtubi, anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Nasdem menambahkan bahwa pentingnya migas ini juga sudah disadari sejak awal kemerdekaan oleh Tokoh-tokoh bangsa terutama oleh Pimpinan Angkatan Darat.
Justru Pertamina yg lahir ditengah perjuangan mempertahankan kemerdekaan merupakan “Anak Kandung” Angkatan Darat karena pada tahun 1957 Kasad memerintahkan Kolonel Ibnu Sutowo untuk membangun Pertamina dari puing-puing lapangan dan kilang minyak yang hancur akibat Perang melawan Penjajah Belanda. Dirgahayu Pertamina ke 60 Tahun. (Es)
sumbawanews.com,- Direktur Operasi Laut Bakamla RI Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo, S.T., M.Tr(Han) dan Kepala Zona Kamla Timur Bakamla RI Vetty Viona Salakay, S.H., M.Si. beserta jajaran Satgas 115 melaksanakan peninjauan rumpon hasil operasi penyapuan rumpon Perairan Seram, di Dermaga Halong, Ambon, Rabu (20/12/2017).
Berdasarkan hasil laporan yang disampaikan dalam paparan Asops Danguskamlatim beberapa saat sebelumnya di Posko Penanggulangan Bersama Rumpon di Mako Lantamal IX, sebanyak 60 rumpon berhasil ditertibkan di perairan Maluku selama operasi yang digelar sejak 1 Desember 2017 hingga saat ini.
Sebelumnya, rombongan yang dipimpin Deputi Operasi Satgas 115 Laksma TNI Wahyudi Hendro Dwiyono, M.M. tersebut diterima Komandan Lantamal IX Laksma TNI Nur Singgih Prihartono, S.E., M.Tr (Han) di Ruang Utama Lobbi VIP Lantamal IX. Turut hadir dalam rombongan antara lain Direktur Opsla Bakamla RI Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo, S.T., M.Tr(Han), Kepala Zona Kamla Maritim Timur Bakamla RI Vetty Vionna Salakay, SH., M.Si., Dir Polair Polda Maluku Kombes Pol. Amier Supeno, dan Kepala Stasiun PSDKP Ambon Harlym Raya Makarbhakti, S.Pi, M.Si.
Pertemuan tersebut dihadiri pula oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Maluku, Asops Danguskamlatim, Aslog Danlantamal IX dan Aspers Danlantamal IX.
Operasi pengamanan rumpon yang digelar pada akhir tahun 2017 ini melibatkan beberapa unsur dari TNI AL dan PSDKP, antara lain unsur utama yaitu KRI Soputan-923 dan KP Orca -04, serta unsur pendukung yaitu KP HMT-01, KP Hiu -03, KP Hiu-08, KP Hiu-13, dan Pesud P-851. Operasi khusus ini dilaksanakan guna mendukung Satgas 115 dalam pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal dan pembersihan rumpon selama 30 hari di Laut Seram dalam rangka penegakan hukum di wilayah yurisdiksi nasional.
Beberapa kegiatan ilegal di laut yang menjadi potensi ancaman adalah kapal-kapal yang melakukan kegiatan illegal fishing dengan memanfaatkan fish attracted device (fad) atau rumpon sebagai alat bantu mengumpulkan ikan. Dalam operasi tersebut, kapal TNI AL KRI Soputan-923 yang dikomandani oleh Mayor Laut (P) Petrus Indra Cahyadi dan melibatkan tim Satgas 115 berhasil mengangkat dan mengamankan 11 (sebelas) rumpon ilegal yang tidak memiliki ijin dan menyalahi aturan yang berlaku seperti peletakan rumpon melebihi batas 12NM sehingga banyak merugikan nelayan tradisional.
Berbagai jenis rumpon laut yang diamankan KRI Soputan-923 adalah rumpon rakit, rumpon besi, dan rumpon gabus. Rumpon rakit berbentuk rumah yang terbuat dari bambu dengan alat bantu utama drum plastik, sebagai pemberat menggunakan bahan beton. Sebaran wilayah dari 11 rumpon ilegal di perairan Seram Utara tersebut diantaranya 6 (enam) rumpon di Kab. Seram Bagian Barat dan 5 (lima) rumpon di Kab. Maluku Tengah.
Sementara itu, KP Orca 04 berhasil mengamankan 16 rumpon besi dan rumpon gabus, KP HMT 01 mengamankan 14 rumpon gabus dan 3 rumpon besi, KP Hiu 08 mentertibkan 7 rumpon besi, sedangkan KP Hiu 13 mengmankan 9 rumpon besi.
Peletakan rumpon di laut dalam, banyak dilakukan oleh para nelayan, baik rumpon laut yang illegal maupun legal untuk memudahkan menangkap ikan. Penempatan rumpon banyak terjadi di laut seram dan dapat menimbulkan masalah baik diantara para nelayan kecil serta mengganggu keamanan berlayar dan navigasi bagi kapal – kapal. Hingga saat ini kegiatan operasi rumpon tersebut masih berlanjut. Bakamla RI sebagai salah satu anggota Satgas 115 turut serta mendukung kebijakan pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal dan penertiban rumpon-rumpon ilegal ini. (Mad/Puspen TNI)
Sumbawanews.com,- Wonogiri – Sebuah kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Wuryantoro-Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Kamis (11/6/2026) sore. Dua sepeda motor saling bertabrakan head-on dalam insiden...
Sumbawanews.com,- Tiga awak kapal tanker MT Settebello asal India tewas setelah kapal tersebut menjadi sasaran serangan militer Amerika Serikat di lepas pantai Oman, dekat...
Sumbawanews.com,- Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menyita seluruh sarana dan prasarana pabrik pemurnian emas milik PT Simba Jaya Utama di Jalan...
Sumbawanews.com,- Meski telah berjanji memperketat pengawasan, chatbot Grok milik Elon Musk masih digunakan untuk membuat dan menyebarkan gambar serta video seksual nonkonsensual terhadap selebritas...
Sumbawanews.com,- Polda Papua Tengah memperkuat jaringan keamanan melalui sinergi strategis dengan tokoh masyarakat, adat, agama, perempuan, dan pemuda dalam rangka Operasi Cinta Damai Noken...