Home Blog Page 3116

Mutasi Jabatan dan Promosi 33 Perwira Tinggi TNI

sumbawanews.com,- Mutasi jabatan di lingkungan TNI dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier Perwira Tinggi, guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, TNI melakukan upaya peningkatan kinerja melalui mutasi dan promosi jabatan personel di tingkat Perwira Tinggi (Pati) TNI.

 

Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/231/III/2018, tanggal 9 Maret 2018 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI, telah ditetapkan Mutasi Jabatan 22 Pati jajaran TNI Angkatan Darat, 7 Pati jajaran TNI Angkatan Laut, 4 Pati jajaran TNI Angkatan Udara.

 

Dalam mutasi tersebut tercatat sebagai berikut :   22 Pati TNI AD, yaitu Mayjen TNI Cucu Sumantri, S.Sos. dari Pangdam I/BB menjadi Staf Khusus Kasad, Mayjen TNI Ibnu Triwidodo, S.I.P. dari TA. Pengajar Bid. Kewaspadaan Nasional Lemhannas menjadi Pangdam I/BB, Brigjen TNI Achmad Marzuki dari Dan PMPP TNI menjadi TA. Pengajar Bid. Kewaspadaan Nasional Lemhannas, Brigjen TNI Victor Hasudungan Simatupang, M.Bus dari Pati BIN (Sekretaris Pertama pada Kedubes RI di Washington DC/USA) menjadi Dan PMPP TNI, Mayjen TNI Sudirman, S.H., S.Sos. dari Asops Kasad menjadi TA. Pengkaji Bid. Geografi Lemhannas, Mayjen TNI Moch. Fachruddin, S.Sos. dari Pangdam IM menjadi Asops Kasad, Mayjen TNI Abdul Hafil Fuddin, S.H., S.I.P., M.H. dari TA. Pengkaji Bid. Geografi Lemhannas menjadi Pangdam IM, Mayjen TNI Hari Mulyono, S.E., M.M. dari TA. Pengajar Bid. Geostrategi & Ketahanan Nasional Lemhannas menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Mayjen TNI Sonhadji, S.I.P., M.M. dari Pangdam VI/Mulawarman menjadi TA. Pengajar Bid. Geostrategi & Ketahanan Nasional Lemhannas, Mayjen TNI Subiyanto dari Aspers Kasad menjadi Pangdam VI/Mulawarman, Brigjen TNI Heri Wiranto, S.E., M.M., M.Tr.(Han) dari Waaspers Panglima TNI menjadi Aspers Kasad, Brigjen TNI Gunung Iskandar dari Waaspers Kasad menjadi Waaspers Panglima TNI, Kolonel Inf Agus Setiawan, S.E. dari Pamen Denma Mabesad menjadi Waaspers Kasad,  Mayjen TNI Muhammad Hasyim, S.Sos. dari TA. Pengkaji Bid. Kewaspadaan Nasional Lemhannas menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Harizon, M.M. dari Diropsdik Debid. Dik. Pimp. Tk. Nasional Lemhannas menjadi TA. Pengkaji Bid. Kewaspadaan Nasional Lemhannas, Brigjen TNI Dr. Anton Nugroho, MMDS., M.A. dari TA. Pengkaji Madya Bid. Hankam Lemhannas menjadi Diropsdik Debid. Dik. Pimp. Tk. Nasional Lemhannas, Kolonel Inf Wanti Waranei F. Mamahit dari Irdam XIII/Merdeka menjadi TA. Pengkaji Madya Bid. Hankam Lemhannas, Kolonel Inf Bonifacius Widyanto S. dari Kabagpam Roum Setjen Kemhan menjadi Kapusbangkerma Bainstranas Kemhan, Kolonel Inf Daddy Estoe W., S.I.P., M.Si. dari Staf Khusus Pangdam V/Brawijaya menjadi Direktur Penanggulangan dan Pemulihan Pemerintah pada Deputi Bidang Penanggulangan dan Pemulihan BSSN, Kolonel Cba Muhammad Hita Tunggal, S.T. dari Sekretaris Ditbekangad menjadi Karoum Settama BSSN, Brigjen TNI Dedy Suryadi, S.H. dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun) dan Brigjen TNI Basuki Abdullah dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun).

 

 

7 Pati TNI AL, yaitu Laksma TNI Mintoro Yulianto, S.Sos., M.M. dari Waasops Kasal menjadi TA. Pengkaji Bid. Sumber Kekayaan Alam Lemhannas, Laksma TNI Yusup, S.E., M.M. dari Danlantamal VI/Mks Koarmatim menjadi Waasops Kasal,  Kolonel Laut (P) Dwi Sulaksono, S.H., M.Tr (Han) dari Paban VI/Binkuat Sopsal menjadi Danlantamal VI/Mks Koarmatim, Laksda TNI  Ir. Yuhastiar, M.M. dari TA. Pengkaji Bid. Wawasan Nusantara Lemhannas menjadi Staf Khusus Kasal, Laksma TNI Manahan Simorangkir, S.E., M.Sc. dari Kadisdikal menjadi TA. Pengkaji Bid. Wawasan Nusantara Lemhannas, Kolonel Laut (S) Dr. Ivan Yulivan, S.E., M.M., M.Tr (Han) dari Pamen Sahli Kersin Sahli Bid. Wilnas Sahli Kasal menjadi Kadisdikal dan Laksda TNI Guguk Handayani dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun).

 

4 Pati TNI AU, yaitu Marsma TNI Pip Darmanto, S.E. dari Irum Itjen Kemhan menjadi Staf Khusus Kasau (Utk. GM Bandara Halim PK), Marsma TNI Sudali, S.Sos. dari Kapusbangkerma Bainstranas Kemhan menjadi Irum Itjen Kemhan, Kolonel Lek Hari Pramono dari Sesdisinfolahtaau menjadi Direktur Identifikasi Kerentanan dan Penilaian Resiko Pemerintah pada Deputi Bid. Identifikasi dan Deteksi BSSN dan MarsdaTNI Ignatius Tryandono P., S.Mn. dari Staf Khusus Kasau menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun). (Mad/Puspen TNI)

Margarito Kamis : Hancurlah Negara Ini Jika Pilpres Hanya Tunggal

Jakarta,Sumbawanews.com – Upaya melegalkan calon tunggal di pemilihan presiden dinilai akan merusak demokrasi. Hal itu bertentangan dengan konstitusi dan undang-undang.

Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis mengatakan, pencalonan presiden tunggal ide yang tak masuk akal dan tidak bisa diterima akal sehat.

“Undang-undang sendiri melarang itu, kecuali mereka ngarang-ngarang,” kata Margarito Saat dihubungi melalui Telp Seluler Minggu (11/3/2018).

Margarito tak memungkiri fenomena calon tunggal terjadi, tapi dia yakin hal itu tak sehat untuk sistem politik di Indonesia. Masih banyak figur yang layak untuk diusung menjadi calon pemimpin.

“Mestinya tidak boleh. Bagaimana bisa manusia diadu dengan kotak kosong. Kan gila itu. Jadi enggak ada dasarnya,” ujarnya.

Fenomena calon tunggal sempat muncul pada pilkada serentak 2015. Setelah tahapan pendaftaran ditutup, ada Beberapa daerah yang hanya memiliki satu pasangan calon.

Wilayah itu adalah Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kabupaten Tambrauw (lampung), Kabupaten Pati (Papua Barat), Jawa Tengah, Landak, Kalimantan Barat dan Kota Sorong Papua dan Kabupaten Paluta.

Sama Halnya dengan Pernyataan Pakar Pidana Pencucian Uang Yenty Garnasih mengatakan, Saat ini Pilkada saja sudah banyak Mahar Politik, apalagi Pilpres, dan bagaimana jika nantibKandidatnya hanya satu.

“Jadi kerawanan akan perampasan Keuangan negara, semakin di khawatirkan, jika Kandidatnya hanya satu” Ucap Mantan Anggota Pansel KPK ini.

Oleh karena itu, Yenti Garnasih meminta PPATK, KPK, Bawaslu dan pengawas lainnya untuk benar-benar memelototi jalannya Pilkada 2018, Pemilu 2019 dan Pilpres mendatang.

“Karena kalau dana untuk politik di pemilu didapat dari korupsi dan narkoba, maka ini terjadi pencucian uang,” tegasnya.

Diketahui, capres tunggal memugkinkan karena UU No. 7 tahun 2017 pasal 222 berbunyi: “Partai politik yang dapat mencalonkan capres/cawapres hanya merupakan parpol peserta pemilu sebelumnya”. Artinya, partai-partai baru tidak bisa ajukan calon.(Es)

MOELDOKO SEBUT NTB AKAN JADI PUSAT EKONOMI DUNIA

sumbawanews.com.- mataram. Kepala Staf Presiden (KSP) Dr. Moeldoko, menyebutkan Provinsi Nusa Tenggara Barat akan menjadi pusat ekonomi dunia. Dengan sejumlah mega proyeknya, seperti pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang akan menjadi destinasi wisata berkelas dunia, Global Hub Kayangan yang akan menjadi pelabuhan sekaligus pusat ekonomi kedua setelah Singapura dan  pengembangan Kawasan Samota di Pulau Sumbawa.

“NTB akan jadi pusat ekonomi dunia dengan mega proyek Global Hub Kayangan”, ungkapnya dalam acara Diskusi Nasional 3 Tahun Pemerintahan Jokowi – JK di Auditorium Dome Universitas Mataram, Jum’at (9/3/2018).

Di hadapan ratusan peserta yang hadir, diantaranya, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. H. Lalu Husni, SH., M.Hum. dan anggota Forkopimda Provinsi NTB itu, Mantan Panglima TNI ini mengajak para generasi muda Indonesia, terutama para mahasiswa untuk memandang masa depan lebih optimis dan produktif serta melihat permasalahan yang ada di negara kita sebagai sebuah peluang dan kesempatan untuk melakukan terobosan dan inovasi. “Benar ada banyak masalah di sekeliling kita, tapi kalau mau melihatnya secara berbeda, kita dapat menjadikan masalah-masalah tersebut sebagai peluang dan kesempatan”, ujarnya.

Selain itu, Moeldoko menjelaskan, bahwa saat ini perubahan yang terjadi di belahan dunia berlangsung sangat cepat. Perkembangan teknologi yang berbasis robot, kecerdasan buatan, dan sebagainya. Oleh kerena itu pemerintah pusat dan daerah terus mendorong terciptanya ekosistim yang tepat untuk menumbuhkan sikap adaptif dan responsif terhadap perubahan. Dalam hal ini, pemerintah mengapresiasi aksi-aksi dan langkah-langkah nyata yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda dalam merespon perkembangan dunia di era ekonomi digital saat ini.

Untuk itu, saat ini pemerintah terus melakukan pemerataan pembangunan, dari pembangunan terintegrasi menjadi pembangunan tersebar ke seluruh Indonesia, mulai dari pembangunan infrastruktur dan pembangunan peradaban manusia. “Saat ini total proyek nasional, Rp 1.320 Triliun, sedangkan total proyek daerah Rp. 2.800 Triliun,” paparnya dalam persentasi di hadapan peserta diskusi.

Oleh karena itu, ia mendorong kepada generasi muda, khususnya para mahasiswa se-Indonesia untuk melakukan riset dalam pengembangan mobil listrik nasional. Ia menjanjikan 5 persen saham dari pengembangan mobil listrik nasional akan diberikan kepada mahasiswa se-Indonesia yang mampu memberikan Ide dan gagasan dalam pengembangan proyek nasional tersebut. “Saya akan berikan 5 % saham untuk mahasiswa se-Indonesia yang memiliki ide dan gagasan dalam pengembangan mobil listrik di Indonesia,” Janji Moeldoko.

Sedangkan pada sektor pertanian yang merupakan pekerjaan kurang lebih 60 persen penduduk Indonesia. Kepala KSP ini dalam waktu dekat akan melakukan pembangunan sistem informasi pertanian di Indonesia. ” Dengan adanya sistem ini, petani se-Indonesia dapat berbagi dan berdiskusi mengenai bibit-bibit unggul dan permasalah pertanian seperti hama dan lain-lain”, pungkasnya.(aa)

Pendamping Desa Wajib Dampingi Program Padat Karya

Sumbawanews.com.- Jakarta. Pendamping desa harus benar-benar mengawal dan mengawasi program padat karya dana desa sehingga  tidak berbentur dengan aturan-aturan lainnya. Hal tersebut dikatakan Direktur Jenderal Pembangunan Kawasan Transmigrasi (PKTrans), M. Nurdin, saat memberikan arahan dalam kegiatan Ministerial Forum yang dihadiri oleh para Bupati, di Sekretariat APKASI Jakarta, Kamis (8/3).

Ia mengatakan, dalam program padat karya tersebut dana desa harus dilaksanakan secara swakelola. Diharapkan melalui program tersebut, masyarakat desa yang bekerja di perkotaan tertarik untuk kembali dan mendapatkan pekerjaan di desa.

Cash for work (program padat karya tunai) itu untuk menggarap tenaga kerja di desa dan memanfaatkan sumber daya alam di desa untuk pembangunan irigasi, embung, dan sebagainya,” ujarnya.

Nurdin menambahkan, pelaksanaan dana desa sebaiknya mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitas. Ia menyarankan, menu kegiatan dana desa sebaiknya dipersempit dan fokus pada pembangunan infrastruktur tertentu sehingga hasil pembangunan menjadi lebih maksimal.

“Menu kegiatannya bisa dipersempit saja, tidak perlu banyak kegiatan yang dilakukan. Sehingga memiliki impact terutama untuk infrastruktur yang dibutuhkan oleh desa,” ujarnya.

Ia melanjutkan, program padat karya ditujukan untuk masyarakat tidak mampu tanpa harus meninggalkan pekerjaan lain seperti halnya bertani. Untuk itu, pelaksanaan pembangunan dana desa sebaiknya tidak dilakukan pada saat musim tanam maupun panen.

“Paling proyek dana desa ini dikerjakan sekitar tiga bulan. Upah kerja bisa dibayar secara harian atau mingguan dari dana desa tergantung kesepakatan. Diharapkan bukan saat musim tanam atau panen agar masyarakat tetap bisa bertani,” ujarnya.

Menurutnya, dana desa tahun 2018 sangat mengutamakan azas kesetaraan dan mengurangi kesenjangan. Afirmasi pembagian dana desa saja misalnya, mengalami perubahan dengan memberikan jumlah dana desa terbanyak bagi desa-desa miskin.

“Kalau tahun sebelumnya, 90 persen alokasi dasar dari dana desa dibagi rata ke seluruh desa, kemudian 10 persen dengan variabel jumlah penduduk, kesulitan wilayah, geografis, penduduk miskin, dan sebagainya. Tahun 2018 ini, variabel yang tadi ( jumlah penduduk, kesulitan wilayah, geografis, penduduk miskin ) diubah menjadi 20 persen. Kemudian 3 persen untuk desa tertinggal dan sangat tertinggal. Sehingga desa tertinggal mendapatkan dana yang lebih besar sehingga ada kesetaraan,” terangnya.(aa)

Rahmad Hidayat Ajak Masyarakat Tanamkan Nilai Pancasila dan Hindari Berita Hoax

Mataram, Sumbawanews. com. – Ketua DPD PDIP NTB yang juga anggota MPR/DPR RI H Rahmad Hidayat Mengimbau masyarakat untuk mengimplementasikan Nilai -nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Rahmad Hidayat yang juga anggota Komisi VIII DPR RI ini juga mengatakan perbincangan dan diskusi tentang Pancasila penting dilakukan untuk menjawab tantangan bangsa saat ini dan di masa depan demi mewujudkan cita-cita bangsa.

“Kalau generasi yang akan meneruskan estafet kepemimpinan bangsa ini dibiarkan berjarak dari dasar negara, maka di kemudian hari negara ini akan menjadi apa. Mudah-mudahan tidaklah demikian adanya,” ujar Politisi Senior Asal NTB ini saat melaksanakan kegiatan Sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Jumat (9/3/2018).

Rahmad Hidayat juga berujar bahwa Pancasila seakan tenggelam dan dilupakan, namun melalui sejumlah hal yang dilakukan oleh berbagai elemen bangsa maka ideologi negara itu kembali menjadi diskusi yang berujung pada upaya implementasi nila-nilainya.

Dalam acara tersebut Rahmad Hidayat pun mengatakan, menjelang tahun politik ini
tantangan Indonesia pada tahun ini sampai menjelang Pilpres akan semakin kompleks. Salah satunya adalah semakin masifnya penggunaan media sosial yang menjadi medan pertempuran baru oleh kelompok masyarakat untuk mencapai tujuannya.

Pertempuran lewat media sosial yang dimaksud Rahmad Hidayat adalah penyebaran informasi dan berita bohong (hoax). Masalah ini menjadi kompleks mengingat bisa menimbulkan perpecahan yang bisa membahayakan persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Penyebaran informasi dan berita-berita bohong (hoax) melalui media sosial juga dapat menyebabkan perpecahan, membahayakan persatuan dan kesatuan, Ke-Bhinneka Tunggal Ika-an dan munculnya radikalisme,” kata Politisi Senior dari PDI Perjuangan ini.

Atas dasar itulah, Rahmad Hidayat meminta agar semua masyarakay Khususnya warga Tanjung agar bisa lebih cerdas dalam memilih dan memilah informasi. Rahmad Hidayat juga berharap, para tokoh agama dan Tokoh adat, Pemuda, mahasisa maupun generasi muda lainnya bisa memilih berita positif dan bermanfaat, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh berita-berita bohong (hoax).

“Tokoh Agama dan Tokoh adat, LSM, Ormas, mahasiswa dan Generasi pemuda, pandai memilah dan memilih berita yang positif dan bermanfaat, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh berita yang tidak benar. Jangan mudah percaya terhadap berita bohong tersebut, percayalah kepada Komandan Satuanmu masing-masing,” ucap Rahmad Hidayat. (Es)

Fahri Hamzah Minta DPRD Lombok Barat Bangun Rute Advokasi

JAKARTA,Sumbawanews.com – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengatakan tentang perlunya memperkuat lembaga legislatif agar bisa memperjuangkan aspirasi rakyat. Karena, yang langsung berjanji dan berhubungan dengan masayarakat adalah legislatif.

Hal ini disampaikan Fahri Hamzah saat menerima delegasi anggota DPRD Lombok Barat, di ruang kerjanya lantai empat Gedung Nusantara III Komspleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (9/3).

Selain itu, Fahri juga mengatakan bahwa DPRD juga perlu membangun rute advokasi sejak awal terpilihnya kepala daerah.

“Selama 5 tahun ia hendak melakukan apa. Agenda 5 tahun itu dibantu lobi, misalnya oleh DPRD melalui jalur masing -masing,” ucap anggota DPR dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB) itu lagi.

Karena, lanjut politisi dari PKS itu, jangan sampai programnya dadakan, tapi harus terkonsep dalam design perencanaan yang matang. Semua anggota DPR dan DPRD bisa menjadi semacam armada lobi.

“Jadi akan jelas, mana program yang dibiayai pusat, provinsi dan kabupaten,” tambah Fahri Hamzah.

Perwakilan DPRD Lombok Barat Berpoto Bersama Dengan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah

Dalam kesempatan itu, pimpinan rombongan DPRD Lombok Barat, Sulhan Muhlis menyampaikan maksud kedatangan mereka ke DPR RI adalah dalam hal konsultasi untuk meningkatkan APBD Kabupaten Lombok Barat.

Wakil ketua DPRD Lombok Barat mengatakan, saat ini permasalahan Kabupaten Lombok Barat sangat pelik salah satunya soal anggaran, sehingga perlu meminta masukan terkait bagaimana mekanisme penganggaran di pusat.

“Karena sering sekali dana transfer masuk belakangan sehabis APBD ketuk palu,” keluhnya.

Selain itu, Sulhan juga mempertanyakan bagaimana mekanisme membangun jaringan kemitraan antara DPR Pusat dengan DPRD kabupaten dalam sukseskan pembangunan daerah.

Bahkan Sulhan juga mempertanyakan, terbitnya peraturan menteri agama No. 58/2017 tentang kepala madrasah.

“Pasalnya 60 persen madrasah terancam tidak bisa menerima honor mendapatkan tunjangan fungsional. Bagaimana mensiasatinya,” katana. (Es)

Berita Foto : Ketum Dharma Pertiwi Ikuti Spouse Program ke-15 ACDFIM

sumbawanews.com,- Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi dan Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI Pragati Wira Anggini (IKKT PWA) Ibu Nanny Hadi Tjahjanto didampingi  Ibu Diyah Komalawati Subandi (Istri Asintel Panglima TNI) dan Ibu Mathilda Sylvia Mangindaan (Istri Asops Panglima TNI) mengikuti Spouse Program dalam rangkaian kegiatan Forum ke-15 Asean Chiefs of Defense Forces Informal Meeting (ACDFIM) tahun 2018 di Singapura, Kamis (8/3/2018).

 

Turut serta dalam kegiatan tersebut diantaranya, Datin Hajah Rasidah Binti Haji Brahim Ibu Pangab Brunei, Madam Noup Darasy Ibu Pangab Kamboja,  Mrs. Phayvanh Leuangbounmy Ibu Pangab Laos, Mrs. Daw Kyu Kyu Hla Ibu Pangab Myanmar dan Mrs. Jayne R. Guerrero Ibu Pangab Filipina. (Mad/Puspen TNI)

Fahri Hamzah Resmi Melaporkan M Sohibul Iman Ke Polda Metro Jaya

Jakarta, Sumbawanews. com. – Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi PKS Fahri Hamzah akhirnya membuktikan ucapannya untuk melaporkan Presiden PKS M. Shohibul Iman ke Polda Metro Jaya.

“Saudara Sohibul Iman telah melakukan pencemaran nama baik, melakukan penistaan atas diri saya dengan memfitnah, menuduh dan menyebut saya telah berbohong,” kata Fahri Fahmzah, Kamis (8/3).

Fahri Hamzah Saat Berikan Laporan di ruangan SPKT Polda Metro

Fahri Hamzah menyatakan bahwa perbuatan Sohibul Iman yang dilakukannya pada tanggal 1 Maret 2018 dalam wawancara di sebuah televisi swasta dan juga diberitakan dalam surat kabar online tersebut nyata telah menyerang integritasnya sebagai pribadi.

“Fitnah dan tuduhan berbohong tersebut disiarkan melalui stasiun televisi dan surat kabar sehinga diketahui orang banyak,” urai Fahri.

Dalam salah satu acara stasiun TV nasional tersebut, Sohibul Iman menyatakan Fahri Hamzah pernah “berbohong” kepada Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Al Jufri dan atau kepada Sohibul Iman, bahwasanya ia bersedia mundur sebagai Pimpinan DPR RI (Wakil Ketua DPR RI).

Kuasa Hukum Fahri Hamzah, Mujahid A. Latif, SH, MH mennyebut bahwa pernyataan Sohibul Iman tersebut sama sekali tidak benar alias bohong, yang tentu kuat dugaan menyebarkan berita bohong dan memfitnah Fahri Hamzah dihadapan publik, yang telah merusak dan mencemarkan nama baik pribadi dan keluarganya.

Mujahid A Latief lebih lanjut mengatakan bahwa dugaan penyebaran berita bohong tersebut merupakan bentuk pembunuhan karakter yang bertujuan melumpuhkan karir politik dan harkat serta martabat Fahri Hamzah baik sebagai Anggota DPR, Wakil Ketua DPR, kader PKS.

Atas perbuatannya itu, Sohibul Iman diduga melanggar KUHP tentang pencemaran nama baik dan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman hukuman pasal 310 KUHP (pasal penistaan) adalah pidana penjara paling lama 9 bulan dan denda paling banyak 400 ribu, Pasal 311 ayat 1 KUHP (Pasal Fitnah) adalah penjara paling lama 4 tahun dan Pasal 45 ayat 3 UU ITE nomor 19 tahun 2016 yakni penjara paling lama 4 tahun dan denda paling banyak 750 juta.(Es)

Panglima TNI : Forum ACDFIM Pondasi Kokoh Kerjasama Negara ASEAN

????????????????????????????????????

sumbawanews.com,- Forum Asean Chiefs of Defense Forces Informal Meeting (ACDFIM) merupakan pondasi yang kokoh bagi terciptanya hubungan kerjasama yang kuat diantara negara ASEAN serta dapat meningkatkan persahabatan yang tulus dan didasari rasa saling menghormati serta saling menghargai.

 

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam sambutannya pada Forum ke-15 ACDFIM tahun 2018 yang dihadiri oleh Pangab Brunei Mayjen Pengiran Dato Seri Pahlawan Aminah bin Pengiran Haji Mahmud, Pangab Kamboja Jenderal Pol Saroeun, Pangab Laos Letjen Souvone Leuangbounmy, Pangab Malaysia Jenderal Tan Sri Raja Mohamed Affandi bin Raja Mohamed Noor, Pangab Myanmar Jenderal MN Aung Hlaing, Pangab Filipina Jenderal Ray Leonardo Guerrero, Pangab Thailand Jenderal Tarnchaiyan Srisuwan, Pangab Vietnam Letjen Phan Van Giang, dan tuan rumah Pangab Singapura Letjen Perry Lim, di Hotel Fullerton, Singapura, Kamis (8/3/2018).

 

Pada kesempatan tersebut Panglima TNI juga menyampaikan bahwa keberadaan forum ACDFIM ini merupakan sarana untuk bertatap muka, saling bertukar pandangan dan berbagi pengalaman mengenai isu-isu strategis yang menjadi tantangan dan ancaman nyata yang sama-sama dihadapi dikawasan ASEAN.

                             

Lebih lanjut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini, dunia secara masif mengalami berbagai aksi serangan terorisme global, khususnya yang dilakukan oleh ISIS beserta kelompok afiliasinya. Aksi-aksi teror yang terjadi baik di Kawasan Timur-Tengah, Afrika, Amerika dan Eropa serta Asia Pasifik menunjukkan bahwa tidak ada kawasan ataupun negara manapun didunia ini yang sepenuhnya aman dari aksi serangan teroris.

 

“Fenomena ancaman ini tentunya menjadi perhatian serius karena tidak hanya berpengaruh terhadap kedaulatan dan stabilitas keamanan nasional masing-masing, namun juga berpengaruh terhadap terpeliharanya konstelasi perdamaian dan stabilitas keamanan di Kawasan Asia Tenggara”, ujarnya.

 

Panglima TNI juga menambahkan bahwa dalam rangka pemeliharaan dan pemantapan perdamaian serta stabilitas keamanan di kawasan ASEAN dari bahaya terorisme maka diperlukan kerjasama yang kuat guna membangun ketahanan di kawasan secara berkelanjutan, karena terorisme merupakan ancaman yang bersifat dinamis dan adaptif dengan perkembangan lingkungan serta kemajuan/perubahan zaman.

 

“Langkah dan tindakan yang dilakukan ke depan haruslah merupakan kesatuan upaya yang dinamis dan konsisten dalam kerangka multilateral strategic partnership yang didasari oleh semangat ASEAN, rasa saling percaya dan saling menghormati”, ucapnya.

 

“Penguatan kerjasama sub-regional, latihan bersama, peningkatan kerjasama antar satuan Siber Angkatan Bersenjata ASEAN dan peningkatan kerjasama antar Pusat Kesehatan (Puskes) Angkatan Bersenjata ASEAN merupakan beberapa upaya kedepan yang dapat di lakukan bersama-sama”, tambahnya.      

 
Diakhir Sambutannya Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., berharap agar segenap Angkatan Bersenjata di Asean dapat meningkatkan dan menguatkan kemitraan komprenhensif yang strategis dalam rangka mewujudkan kawasan ASEAN yang aman, damai, tentram dan sejahtera, sehingga dapat memberikan kontribusi yang positif bagi ketertiban dunia.

 

Sementara itu Pangab Singapura Letjen Perry Lim menyebutkan bahwa upaya menghadapi kelompok teroris juga dilakukan pada bidang sosial media yang banyak digunakan dewasa ini serta tidak kalah pentingnya adalah melakukan upaya bersama dalam mendapatkan simpati warga dengan memahami kearifan lokal masing-masing negara.

 

Pada kesempatan tersebut Letjen Perry Lim juga menyampaikan bahwa diperlukan kewaspadaan  terhadap penggunaan bahan-bahan kimia, biologi, dan radio aktif (CBR) oleh kelompok teroris yang ditengarai sudah mengadopsi teknologi canggih dalam menjalankan aksinya seperti pesawat drone dan jaringan internet. (Mad/Puspen TNI)

Fahri Hamzah Dukung Kampanye YAICI: #Skmbukansusu

Jakarta, Sumbawanews.com.- Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) hari Kamis (08/03/2018) ini bertemu dengan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah guna membahas persoalan susu kental manis yang kembali menimbulkan korban. Baru-baru ini, Rasyad seorang balita berumur 2 tahun asal Maros, Sulawesi Selatan ditemukan menderita gizi buruk akibat mendapat asupan susu kental manis.

Sebelumnya, 3 balita dengan kasus serupa juga ditemukan di Kendari dan 1 di Batam. Orang tua memberikan susu kental manis sebagai asupan nutrisi untuk anak yang dianggap dapat menggantikan ASI ataupun susu pertumbuhan. Penyebabnya, ketidaktahuan akan kandungan dan bahaya susu kental manis, harga yang ekonomis serta kepraktisan dalam penyajian. Akhir Januari lalu, Arisandi, salah satu korban dari Kendari akhirnya meninggal dunia.

Saat menerima tim YAICI, Fahri Hamzah mengatakan dirinya selaku wakil ketua DPR RI Bidang Kesra mendukung edukasi publik terkait bahaya konsumsi susu kental manis (SKM) di bawah 5 tahun. Pada kesempatan yang sama, Fahri Hamzah mendukung apa yang dilakukan oleh YAICI dalam upaya perlindungan kesehatan anak indonesia. “Kami sangat mendukung dengan apa yang dilakukan oleh YAICI (kampanye-red) dalam upaya melindungi anak-anak Indonesia dari gizi buruk dan malnutrisi akibat konsumsi susu kental manis” kata Fahri saat berdialog dengan YAICI di kantornya, Kamis (8/3).

Terkait dengan regulasi, DPR akan mempelajari kembali peraturan menteri terkait susu kental manis, yaitu peraturan Kementerian Kesehatan dan Badan POM. “DPR selaku pengawas Undang-Undang akan mempelajari peraturan menteri terkait melaui Komisi IX.” tambah Fahri.

Selain mendukung YAICI dalam mengedukasi masyarakat terkait bahaya susu kental manis, Fahri berharap YAICI tetap fokus pada isu-isu bahaya susu kental manis agar tidak memakan korban lebih banyak.

Polemik susu kental manis sudah mencuri perhatian publik sejak satu tahun terakhir. Susu kental manis yang selama ini dianggap sebagai susu dan dapat menggantikan fungsi susu pertumbuhan oleh masyarakat sejatinya memiliki kandungan gula yang tinggi, yaitu mencapai 54%. Sementara kandungan nutrisi lain yang dibutuhkan oleh tubuh sangat sedikit. Dalam 1 takaran saji susu kental manis sesuai yang dianjurkan dalam kemasan, terkandung 21 gram gula, 3 gram protein, 3,5 gram lemak, 40 mg natrium serta 150 mg kalium.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah melarang pemberian susu kental manis untuk bayi dan anak. “Susu kental manis (SKM) adalah susu yang dibuat dengan melalui proses evaporasi atau penguapan dan umumnya memiliki kandungan protein yang rendah. Selain diuapkan, susu kental manis juga diberikan added sugar (gula tambahan). Hal ini menyebabkan susu kental manis memiliki kadar protein rendah dan kadar gula yang tinggi. Kadar gula tambahan pada makanan untuk anak yang direkomendasikan oleh WHO tahun 2015 adalah kurang dari 10% total kebutuhan kalori,” jelas Dr. Damayanti Rusli S, SpAK, Phd, anggota UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik PP IDAI dalam situs resmi IDAI www.idai.or.id.

Pemberian susu kental manis sebagai asupan gizi untuk anak dapat meningkatkan resiko penyakit tidak menular seperti diabetes dan obesitas, gangguan pola makan dan pencernaan yang mengakibatkan gizi buruk serta kerusakan gigi. Bila terus dibiarkan, kebiasaan yang salah ini akan menjadi kendala bagi produktifitas generasi emas Indonesia, yang nantinya diharapkan dapat memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan Indonesia.

Ketua Pengurus Harian YAICI, Arif Hidayat mengatakan hingga saat ini, belum terlihat langkah konkrit pemerintah, baik Kementerian Kesehatan maupun BPOM menindaklanjuti persoalan yang sudah memicu kekhawatiran masyarakat ini. “Sudah sewajarnya, Kementerian Kesehatan dan BPOM kembali mengkaji peraturan-peraturan terkait susu kental manis, mulai dari pengkategorian produk, serta regulasi terkait penjualan, promosi dan periklanan. Pemerintah serta produsen juga harus memberikan edukasi dan sosialisasi penggunaan produk kepada masyarakat atau konsumen. Namun yang tak kalah penting adalah regulasi yag mengatur,” jelas Arif Hidayat.

Di Negara asalnya, Amerika dan Negara-negara maju lainnya di Eropa, susu kental manis sudah difungsikan sebagaimana mestinya, yaitu untuk keperluan garnish atau bahan perisa untuk makanan. Namun di Indonesia, hingga saat ini susu kental manis masih di promosikan sebagai minuman susu bergizi keluarga. Hal ini dapat membangun persepsi yang salah pada publik. Untuk itu, diperlukan kesadaran dari produsen untuk memasarkan produk sesuai dengan peruntukannya. Disisi lain perlu ada penguatan regulasi atas produk pangan yg yg berpotensi mengganggu kesehatan akibat pola konsumsi yang salah.

Tentang YAICI
Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) merupakan lembaga mandiri yang didirikan sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan dan kesehatan di Indonesia. Fokus utama yang dilaksanakan YAICI adalah mendukung program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan melalui, pembelajaran, pendampingan, pemberian pelatihan serta pengetahuan kepada masyarakat dengan metode kreatif dan inovatif. Abhiparaya sendiri mempunyai arti harapan, kami berharap YAICI ini nantinya bisa menumbuhkan anak-anak Indonesia yang cerdas dan berbudi luhur.(sn01)

Berita Terkini

Bocah Autisme Dibully hingga Tersetrum di Taman Kramat

Sumbawanews.com,- Jakarta – Seorang bocah berusia tujuh tahun, MWP, menjadi korban kekejaman teman sebaya yang berujung pada kejadian mengerikan di Taman Kramat Pulo, Senen,...

Pakistan Sebut Perdamaian Iran-AS Hampir Terwujud

Sumbawanews.com,- Islamabad – Perdana Menteri Pakistan, Shahbaz Sharif, menyatakan bahwa kesepakatan kerangka perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat telah mencapai titik terdekatnya dalam sejarah...

Tragedi Garuda di Jepang dan Konfrontasi dengan Malaysia

Sumbawanews.com,- Pada 13 Juni, sejarah mencatat dua peristiwa penting yang mengguncang dunia—dari kecelakaan pesawat sipil hingga konflik geopolitik regional yang memicu ketegangan antarnegara. Pada 1996,...

Pramono Anung Targetkan Transportasi Umum Jadi Kado HUT Jakarta

Sumbawanews.com,- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan peningkatan pengguna transportasi umum sebesar 30 persen sebagai kado terindah menjelang perayaan HUT ke-63 Jakarta. Ia meyakini,...

Geek Fam vs Bigetron by Vitality: Duel Tiket Final MPL ID S17

Sumbawanews.com,- Jakarta – Dua tim yang dianggap sebagai underdog hari ini akan bertemu dalam laga paling menentukan fase playoff MPL ID S17. Geek Fam...

Berita Utama