Home Blog Page 3088

101 Prajurit TNI Kogasgabpad Ditarik Dari Sulawesi Tengah

(Puspen TNI). Setelah bertugas kurang lebih satu bulan bergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) penanggulangan bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi, sebanyak 101 Prajurit TNI dari Divisi Infanteri 1 Kostrad (Divif-1/Kostrad) yang dipimpin oleh Mayor Ckm Nanang Setiaerwan, S.Kep. selesai melaksanakan tugas dan ditarik dari Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

 

101 Prajurit Kostrad yang kembali ke induk satuannya, terdiri dari 49 personel Batalyon Kesehatan (Yonkes) 1 Kostrad, 32 personel Batalyon Perbekalan dan Angkutan (Yon Bekang) 1 Kostrad dan 20 personel Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 9-1 Kostrad.  Hari ini, kembali ke Jakarta dengan menggunakan KRI Teluk Manado 537 embarkasi dari Dermaga Pantoloan, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

 

Panglima Kogasgabpad Mayjen TNI Tri Soewandono dalam pengarahannya saat melepas pasukan Divif-1/Kostrad  bertempat di Lapangan Tenis Syaiful Anwar Markas Komando Resort Militer (Makorem) 132/Tadulako, Kota Palu, Jumat (2/11/2018), mengatakan bahwa prajurit TNI dari Divif-1/Kostrad telah melaksanakan tugasnya dengan baik.

 

“Tugas ini adalah tugas mulia untuk memulihkan situasi pasca terjadi bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi. Atas nama Kogasgabpad, saya mengucapkan terima kasih, pengalaman ini adalah pengalaman yang sangat berharga,” ujarnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Mayjen TNI Tri Soewandono mengatakan agar pelaksanaan bantuan selama ini dilakukan evaluasi, sehingga selalu siap apabila mendapatkan perintah untuk melaksanakan tugas bantuan bagi korban bencana alam lain. “Pengalaman dalam pelaksanaan tugas jadikan bahan evaluasi untuk pelaksanaan tugas kedepan,” ucapnya.

 

Diakhir sambutannya, Panglima Kogasgabpad menyampaikan terima kasih kepada prajurit TNI yang telah melaksanakan tugas dengan baik dalam membantu masyarakat terkena dampak musibah bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah, mulai dari evakuasi, pemberian pertolongan kesehatan, mendirikan tenda-tenda pengungsian, sarana MCK, dan pelayanan dapur umum, pelaksanaan trauma healing serta bantuan lainnya.

 

“Semuanya dikerjakan dengan rasa senang, tulus dan ikhlas. Semua yang dikerjakan prajurit adalah pengabdian kepada masyarakat, dan profesionalisme TNI untuk rakyat,” katanya. (Badar/Puspen TNI)

Komunikasi Sosial Tingkatkan Tali Silaturahmi Bersama Masyarakat Distrik Mulia

sumbawanews.com,- Tim Pembinaan Masyarakat TNI bersama Kodim 1714/Puncakjaya melaksanakan kegiatan komunikasi sosial dalam rangka menjalin dan meningkatkan tali silaturahmi dengan masyarakat Kampung Trikora Distrik Mulia Kabupaten Puncak Jaya, Papua, beberapa waktu lalu.

 

Komunikasi sosial ini dilaksanakan bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, menyamakan persepsi serta menjalin kerja sama yang erat dalam rangka mewujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat.

 

Komunikasi ini perlu dibangun untuk menumbuhkan kebersamaan dengan seluruh elemen tokoh masyarakat kampung Trikora, karena dengan komunikasi sosial yang senantiasa terjalin akan menciptakan sinergitas antara TNI dengan masyarakat serta membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lingkungan wilayah Distrik Mulia.

 

Letkol Inf Akmil Darmawi Selaku Tim Peninjau Pembinaan Masyarakat menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan cerminan kepedulian aparat territorial kepada masyarakat guna mendukung pembangunan di kampung. “Diharapkan setiap terjadi permasalahan sekecil apapun dimasyarakat dapat segera diselesaikan secara kekeluargaan dan koordinasi dengan aparat terkait sehingga permasalahan tidak berkembang,” ujarnya.

 

Tanggapan dari perwakilan masyarakat Yosepanus Enumbi, ”Kami berharap kebersamaan dengan bapak tentara membantu selesaikan masalah yang ada di kampung kami sehingga situasi aman”.

 

Kegiatan ini penting dilaksanakan selain sebagai ajang  silaturahmi juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya pemuda agar mengerti tugas dan tanggung jawab TNI terutama Babinsa ditengah kehidupan masyarakat.

 

Selain itu dengan komsos dapat  meningkatkan kerja sama yang baik dengan aparat kampung serta membantu dalam mensukseskan program pemerintah dalam bidang pembangunan, keamanan kampung serta memberikan pengetahuan guna membangun generasi muda lebih berprestasi, jauh dari minum keras dan Narkoba. (Mad/Puspen TNI)

Prajurit TNI Temukan Kotak Hitam (Black Box) Pesawat Lion Air JT-610

(Puspen TNI).  Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Search and Rescue (Satgas SAR) gabungan Basarnas berhasil menemukan Kotak Hitam (Black Box) Pesawat Lion Air JT-610 di bawah laut kedalaman 30 meter pukul 10.15 WIB, diperairan Karawang oleh penyelam Sertu Hendra personel dari Batalyon Intai Amfibi (Taifib).

 

Kondisi bagian Black Box yang ditemukan 500 meter dari lost contact pesawat, Black Box masih dalam kondisi baik, dan sudah diserahkan kepada pihak yang berwenang yaitu Komite Nasional Kecelakaan Transportasi (KNKT).

 

Hal tersebut dikatakan Komandan Satuan Tugas Search and Rescue (Dansatgas SAR) TNI AL, Kolonel Laut (P) Isswarto saat menggelar jumpa pers dengan awak media di atas Kapal LCU (Landing Craft Utility) KRI Banda Aceh-593 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Kamis (1/11/2018).

 

“Setelah menemukan Kotak Hitam, Tim SAR TNI AL akan tetap melanjutkan pencarian puing pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh pada tanggal 29 Oktober 2018 di perairan Tanjung Karawang berikut korbannya,” ujarnya.

 

Menurut Kolonel Laut (P) Isswarto, perkembangan pencarian korban diperairan Karawang Laut Jawa, saat ini telah ditemukan hotspot jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 hasil kerja sama TNI, Basarnas dan instansi terkait.

 

Dijelaskan bahwa hotspot tersebut ditemukan hasil deteksi dari KRI Rigel-933 milik Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) yang mempunyai kemampuan untuk mendeteksi di bawah laut dan Kapal Baruna Jaya I dengan menggunakan alat pendeteksi pingerlog cater, sehingga dapat ditemukan sinyal dari pada Black Box.

 

Selanjutnya Dansatgas SAR TNI AL menuturkan bahwa selain penemuan Kotak Hitam, satuan Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) yang dipimpin oleh Kadislambair Kolonel Laut (E) Monang Sitompul juga menemukan potongan tubuh manusia, surat izin mengemudi, pakaian, serpihan body pesawat Lion Air JT-610 di dasar laut perairan Karawang Laut Jawa.

 

“Penemuan tersebut dilakukan oleh Personel Dislambair yang menyelam selama 15 menit di kedalaman 32 meter perairan Tanjung Karawang,” katanya. (Badar/Puspen TNI)

Latihan Dasar Pengawak Kapal Bakamla RI Resmi Ditutup

sumbawanews.com,- Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla RI Laksma TNI Eko Jokowiyono, S.E., M.Si., resmi menutup Latihan Dasar Calon Pengawak Kapal Patroli Bakamla RI bersama Komando Latihan Korps Armada I (Kolat Koarmada I) di Kantor Bakamla RI Rawamangun, Jl. Pemuda No. 6, Jakarta Timur, Kamis (1/11/2018).
Latihan dasar yang ditujukan kepada calon awak kapal patroli Bakamla ini, berlangsung sejak 8-31 Oktober 2018. Bertujuan untuk membentuk personel yang tangguh dan profesional dalam menjalankan tugas melaksanakan operasi keamanan dan keselamatan laut.
Dalam penutupannya, Laksma TNI Eko Jokowiyono, S.E., M.Si., menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya agar latihan dasar yang di bina Kolat Koarmada I dapat dilaksanakan kembali di waktu yang akan datang.
“Sebagai instansi yang bertugas melakukan patroli keamanan dan keselamatan laut, kalian calon pengawak kapal harus bisa menjadi personel yang memenuhi standar, memiliki kemampuan profesional dalam mengoperasikan kapal patroli dan sikap kesiap siagaan”, ujar Laksma TNI Eko. 

Kompetensi yang wajib dimiliki oleh calon pengawak kapal patroli antara lain kemampuan melakukan peran tugas di atas kapal, pengetahuan mengenai keamanan laut, kedisiplinan sikap, keterampilan penggunaan sarana dan prasarana di atas kapal, serta kemampuan dalam mengetahui situasi yang berbahaya atau kurang menguntungkan di atas kapal.
“Semoga apa yang telah kalian peroleh selama latihan tidak berhenti sampai disini, tingkatkan dan pelihara dengan baik ilmu ini, menjadi abdi negara yang bermanfaat bagi Bakamla, bangsa dan negara,” imbuh Laksma TNI Eko.
Selain seratus peserta latsar, penutupan ini juga dihadiri oleh Kasi Banglat Kolat Koarmada I Mayor Laut (P) Fakrul Zakinudin, Direktur Latihan Bakamla Brigjen TNI Suwarno, S.IP., Direktur Kerja Sama Bakamla Dade Ruskandar, S.H., M.H., Kepala Biro Sarana dan Prasarana Bakamla Laksma TNI Amrin, S.E., Kasubdit Perencanaan Latihan Bakamla Kolonel Sus Agus Haryanto, Kasubdit Gar Opsla Bakamla Kolonel Laut (P) Imam Hidayat, Kasubdit Duklat Bakamla Kolonel Laut Hotma, I.D.P., Sirait, S.T., dan jajaran pejabat Bakamla RI lainnya.

Berita Foto : TNI Bantu Angkut Panel Risha Percepat Pembangunan Rumah Warga di NTB

sumbawanews.com,- Prajurit TNI yang bertugas dalam membantu percepatan rehabilitasi dan rekontruksi NTB, pasca gempa saat ini intens melakukan pendampingan kepada kontraktor BUMN yang bertugas untuk membangun rumah warga NTB yang rusak. Selain pendampingan, prajurit TNI juga membantu mengangkut panel-panel Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) dan bahan bangunan lainnya sehingga proses pembangunannya lebih cepat.

Seperti yang dilakukan prajurit TNI di Sektor-1 Kogasgabpad NTB dengan menggunakan truk TNI, mereka mengangkut Panel bahan bangunan dari tempat pencetakan panel Risha di Kecamatan Praya Lombok Tengah dibawa ke rumah warga yang sedang dibangun di Desa Pengepel Indah Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Kamis (1/11/2018). (Mad/Puspen TNI)

645 Prajurit Korps Marinir Kogasgabpad Sulteng Kembali ke Markas

sumbawanews.com,- Setelah hampir satu bulan lamanya melakukan bantuan kemanusian, sebanyak 645 prajurit Korps Marinir TNI dikembalikan ke satuannya. Pasukan  tersebut  terdiri dari 349 prajurit Pasmar 1 Jakarta dan 296 prajurit Pasmar 2 Surabaya yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Sulawesi Tengah. Kogasgabpad yang dibentuk oleh TNI bertugas untuk penanggulangan bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah beberapa waktu yang lalu.

Hal tersebut dikatakan Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) Sulawesi Tengah Mayjen TNI Tri Soewandono saat melepas keberangkatan prajurit Korps Marinir menuju satuannya dengan menggunakan KRI Teluk Ende 517 di Dermaga Pantoloan, Palu, Sulawesi Tengah, pada Kamis (1/11/2018).

Pangkogasgabpad mengatakan bahwa track record prajurit Marinir dalam membantu masyarakat yang terdampak musibah bencana alam di Sigi, Donggala dan Palu, sangat luar biasa. “Atas nama Panglima TNI saya mengucapkan terima kasih,” ucap Pangkogasgabpad.

“Saya bangga dan merasa terbantu dengan adanya Korps Marinir sehingga semua kegiatan diserahkan pemerintah kepada kita dan semua perintah yang diberikan kepada kita dapat dilaksanakan dengan baik. Kemudian dari seluruh masyarakat menyampaikan rasa terimakasih kepada TNI,” tutur Pangkogasgabpad.

Selanjutnya Pangkogasgabpad Mayjen TNI Tri Soewandono mengatakan, semua kegiatan yang dilakukan prajurit Korps Marinir disini khususnya di wilayah Donggala bagian Timur, masyarakat sangat terbantu. “Saat Prajurit TNI meninggalkan mereka sudah tertata dan tersusun sehingga pemerintah daerah sudah berjalan normal,” tandasnya.

Sebelum melepas prajurit Korps Marinir Pangkogasgabpad Mayjen TNI Tri Soewandono juga melepas 1 Satuan Stingkat Kompi (SSK) dari Batalyon Infanteri 713/ST yang juga telah selesai melaksanakan tugas penanggulangan bencana di Sigi, Donggala dan Palu, untuk kembali ke induk pasukannya di Gorontalo. (Mad/Puspen TNI)

Panglima TNI Yakini Hasil Temuan ROV Kapal Baruna Jaya I adalah Black Box

sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dan Kepala Basarnas Marsdya TNI M. Syaugi melaksanakan peninjauan dengan menggunakan Kapal Baruna Jaya I  milik BPPT untuk mengecek hasil temuan yang diduga tempat jatuhnya Black Box Pesawat Lion Air JT-610, bertempat di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Rabu (31/10/2018).

Dalam peninjauannya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menerima paparan dari Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT Dr. M. Ilyas, M.Sc. tentang hasil temuan yang diperoleh dengan menggunakan Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) dan juga sonar yang menerima sinyal dari dalam laut yang diduga Black Box dan barang-barang dari pesawat Lion Air JT-610.

Panglima TNI memerintahkan agar segera di yakini kembali dan dilakukan penyelaman oleh Tim Gabungan guna mengecek hasil temuan tersebut. Dalam pelaksanaan penyelaman ternyata mendapat hambatan alam berupa arus bawah laut yang kencang sehingga ROV yang diturunkan ke dalam laut ikut terbawa arus yang deras, sehingga kurang mendapatkan hasil yang maksimal. Selain itu, air laut yang tercampur lumpur membuat para penyelam mengalami kesulitan  untuk mengidentifikasi benda-benda yang berada didalam laut.

Turut serta mendampingi Panglima TNI, diantaranya Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., Kapuspen TNI Mayjen TNI Santos G. Matondang, M.Tr. (Han), Pangarmada I Laksda TNI Yudo Margono, S.E. dan Deputi Ops Basarnas Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto. (Mad/Puspen TNI)

Pasukan Garuda Indobatt Latihan Anti Huru Hara Bersama Tentara Perancis

(Adshit Al Qusayr. Kamis, 1 November 2018).  Pasukan Garuda yang tergabung dalam Satgas Indonesian Battalioan (Indobatt) Konga XXIII-L/Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) beberapa waktu lalu menggelar latihan penanggulangan anti huru hara bersama dengan tentara FCR (Force Commander Reserve) dari Perancis, bertempat di Main Gate Markas Indobatt UNP 7-1 Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan.

 

Latihan penanggulangan anti huru hara tersebut bertujuan untuk mengantisipasi munculnya para demonstran yang mungkin timbul selama pelaksanaan peacekeeping mission, seperti penyerangan terhadap markas kontingen negara misi perdamaian PBB dan penghadangan kendaraan para peacekeepers saat melaksanakan operasi, dan lain-lain.

 

Berperan sebagai Perwira Koordinator sekaligus pelaku latihan yaitu Kapten Ogier dari FCR serta Lettu Inf I Gede Hendra dan Lettu Lek Andi Rishas dari Indobatt.  Latihan melibatkan 2 Satuan Setingkat Kompi Gabungan Prajurit Indobatt dan FCR, 26 kendaraan tempur, 2 truck, 3 kendaraan ringan dan 3 ekor anjing pelacak.

 

Skenario latihan yang digelar cukup menegangkan dengan realisme latihan yang sebenarnya, yaitu adanya sekelompok massa anti perdamaian yang menyerang Markas Indobatt dengan meledakan diri didepan main gate. Karena jumlah massa yang begitu banyak dan semakin anarkis, Pasukan Garuda Indobatt mendapat perkuatan dari pasukan FCR. Akhirnya, para demonstran dapat diatasi dan dibubarkan.

 

Dansatgas Indobatt Konga XXIII-L Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, S.I.P. yang berperan sebagai Pimpinan Umum Latihan mengatakan bahwa latihan   penanggulangan huru hara ini dapat berlangsung dengan baik berkat kesiapan dan profesionalisme dari para prajurit.

 

Disamping itu, latihan ini juga untuk meningkatkan koordinasi, melatih kecepatan reaksi dan kerja sama antar unit sesuai regulasi yang ada di Unifil. “Kegiatan ini juga diawasi langsung oleh perwakilan dari UNIFIL dengan standard yang tinggi,” ucapnya.

 

Hal senada disampaikan Komandan FCR Colonel Frederik Eddel. “Saya ucapkan apresiasi yang tinggi untuk kegiatan latihan ini kepada semua yang terlibat, karena apa yang telah kita laksanakan sesuai dengan standarisasi United Nations (UN),” ujarnya.

 

Diakhir latihan Komandan FCR Colonel Frederik Eddel memberikan plakat penghargaan kepada Dansatgas Indobatt Letkol Inf Arfan Johan Wihananto, sebagai wujud terima kasih atas terselenggaranya latihan ini dengan baik. (Pen Indobatt)

Panglima TNI : TNI dan Polri Miliki Pendidikan Chandradimuka Peletak Dasar Integrasi

sumbawanews.com,- TNI dan Polri memiliki pendidikan Chandradimuka yang telah ditempuh selama tiga bulan sesungguhnya merupakan waktu yang sangat singkat untuk membentuk sebuah budaya sinergi dan kerja sama pada dua organisasi yang sangat besar di negeri ini. Dua organisasi yang senantiasa menjadi tumpuan rakyat Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika yang mengemuka dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat memimpin Upacara Wisuda 776 Taruna-Taruni Akademi TNI dan Akademi Kepolisian, bertempat di lapangan Sapta Marga Akmil, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (1/11/2018).

Menurut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, 3 (tiga) bulan tersebut adalah waktu yang sangat berharga bagi Taruna-Taruni TNI dan Polri hidup dan berlatih bersama, berbagi suka dan duka, mengenal satu sama lain dan bahkan mengetahui kekurangan dan kelebihan masing-masing tanpa sekat.

“Selama kurun waktu tersebut, diharapkan tumbuh ikatan sosial, psikologis dan jiwa korsa yang erat. Sampai saat ini pun saya masih merasakan eratnya persaudaraan, jiwa korsa dan ikatan batin dengan seluruh rekan Perwira TNI dan Polri yang bersama-sama menjalani beratnya latihan serta suka duka pendidikan,” kata Panglima TNI.

Selanjutnya, Panglima TNI mengatakan bahwa pendidikan selama 3 (tiga) bulan sesungguhnya adalah peletak dasar integrasi yang sangat dibutuhkan kelak di kemudian hari. Dikatakan demikian karena dalam beberapa waktu terakhir, bangsa Indonesia dilanda beberapa bencana. “Bencana yang merenggut nyawa, harta dan benda serta rakyat menjadi saksi bahwa sinergi seluruh komponen bangsa sangat dibutuhkan dalam meringankan beban penderitaan korban. Sinergi tersebut sangat dibutuhkan dalam masa tanggap darurat sampai pada rehabilitasi dan rekonstruksi,” ungkapnya.

Ditambahkan oleh Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bahwa kerja sama seluruh kementerian, lembaga dan seluruh komponen bangsa sejatinya tidak hanya dalam penanggulangan bencana. Seluruh proses pembangunan nasional guna pencapaian tujuan sebuah bangsa dan negara tidak dapat berjalan maksimal bila ada ketimpangan didalamnya. Layaknya perahu dayung, tidak akan dapat mengarungi lautan dengan segala gelombang, arus dan tiupan angin bila pendayung diatasnya tidak bekerja sama,” ujarnya.

“Untuk itulah TNI dan Polri akan senantiasa menjadi pemersatu serta mendorong seluruh komponen bangsa yang ada dalam berkolaborasi dan bekerjasama membangun negeri tercinta,” jelasnya.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan kepada seluruh Taruna-Taruni Akademi TNI dan Akademi Kepolisian bahwa menjadi prajurit TNI dan anggota Polri adalah pilihan hidup yang mulia. Pilihan terhormat untuk mengabdikan diri pada bangsa dan negara, melalui profesi yang menuntut pengorbanan tinggi. “Untuk itu, diperlukan komitmen pribadi yang kuat untuk menyelesaiakan pendidikan ini sampai tuntas dan selanjutnya nanti menjalankan tugas sebagai Perwira dengan terhormat sampai purna tugas,” pungkasnya.

Adapun 776 Taruna-Taruni Akademi TNI dan Akademi Kepolisian yang dilantik, terdiri dari Akademi Militer 295 orang (277 Taruna dan 18 Taruni), Akademi Angkatan Laut 109 orang (99 Taruna dan 10 Taruni), Akademi Angkatan Udara 115 orang (105 Taruna dan 10 Taruni) serta Akademi Kepolisian 257 orang (227 Taruna dan 30 Taruni). (Mad/Puspen TNI)

Berita Foto : Panglima TNI Tinjau Pencarian Lion Air JT-610 di Kapal Dunamos

sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kepala Basarnas Marsdya TNI M. Syaugi didampingi Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., Pangarmada I Laksda TNI Yudo Margono, Kapuspen TNI Mayjen TNI Santos G. Matondang, M.Tr.(Han) dan Deputi Operasi Basarnas Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, meninjau pencarian jatuhnya Pesawat Lion Air JT-610 di atas Kapal PT Pertamina LSM Dunamos, di perairan Tanjung Karawang, Laut Jawa, Jawa Barat, Rabu (31/10/2018). (Mad/Puspen TNI)

Berita Terkini

Hotel Sultan Dieksekusi, Tamu Kehilangan Barang Tanpa Peringatan

Sumbawanews.com,- Eksekusi pengosongan Hotel Sultan di Jakarta berlangsung ricuh pada Kamis, 18 Juni 2026, menyisakan luka tak terduga bagi para tamu yang tak bersalah....

KPK Tampilkan Drama Musikal “Sidik” Lawan Korupsi di TIM

Sumbawanews.com,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar drama musikal bertajuk “Sidik” di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 4 hingga 6 Desember 2026, sebagai...

BPBD Sumbawa Gelar Simulasi Table Top Exercise Banjir Desa Kukin

Sumbawa Besar, sumbawanews.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa menggelar Simulasi Table Top Exercise (TTX) Banjir Desa Kikin, Kamis (18/06). Sebab Jika...

Inspektorat Gelar Rakor Penguatan Pengawasan

Sumbawa Besar, sumbawanews.com - Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, menghadiri Rapat Koordinasi Penguatan Pengawasan yang diselenggarakan oleh Inspektorat Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini...

Berita Utama