Home Blog Page 3061

YAICI Bersama PP AISYIYAH Jalin Kerjasama Edukasi Pangan Sehat dan Gizi Seimbang untuk Membangun Generasi Emas 2045

Ketua YAICI Arif Hidayat mnandatangani kerjasama dengan PP Aisyiah yang diwakili oleh Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah Dra. Chairunnisa.M.Kes



Bandung, Sumbawanews.com  – Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) bersama Pengurus Pusat (PP) Aisyiyah Jawa Barat menandatangani kesepakatan kerjasama edukasi Pangan Sehat Gizi Seimbang di Kota Bandung. Kegiatan edukasi tersebut akan dilaksanakan dalam bentuk talkshow dan lomba kreasi makanan sehat di beberapa kota di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, juga dilakukan talkshow edukasi yang dihadiri sekitar 200 kader PP Aisyiyah dari 27 wilayah di Jawa Barat. Hadir sebagai narasumber Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah  Dra. Chairunnisa.M.Kes, Ketua Harian YAICI Arif Hidayat SE.MM, Perwakilan IDAI dr. Dadi ,Sp.A dan Kepala Bidang Informasi Komunikasi BPOM Jawa Barat Rusiana MSc.

Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah  Dra. Chairunnisa.M.Kes mengatakan Aisyiyah sebagai organisasi perempuan di Indonesia turut berperan mengawal generasi emas 2045. “Saat Indonesia berusia 100 tahun, maka 70% dari jumlah penduduknya adalah angkatan kerja atau usia produktif. Karenanya, mulai saat ini kita harus bisa memastikan kesehatan terutama gizi agar menghasilkan angkatan kerja yang berkualitas dan menjadi generasi yang kreatif, inovatif, produktif dan berkarakter dan tidak menjadi beban bagi Negara,” ujarnya.

Ketua Harian YAICI Arif Hidayat mengatakan pemenuhan hak tumbuh, kembang, kesehatan, dan pendidikan anak pada masa sekarang menjadi faktor penting agar dapat  memikul tanggung jawab sebagai pemimpin Indonesia pada masa depan. “Saat kita sedang menghadapi bonus demografi juga dihadapkan pada masalah gizi buruk. Sebagian anak mengalami obesitas, sedangkan anak-anak lainnya mengalami hambatan pertumbuhan dan kekurangan berat badan. Jika hal ini tidak segera dihadapi, maka bonus demografi hanya akan menjadi beban bagi negara,” jelas Arif Hidayat.

Dalam kesempatan itu, Arif Hidayat kembali mengingatkan salah satu kendala dalam menciptakan generasi berkualitas adalah edukasi masyarakat khususnya ibu tentang gizi. “Masih banyak masyarakat dan ibu yang belum teredukasi tentang asupan gula garam dan lemak. Hal itu terlihat  dari temuan-temuan kami di lapangan dimana masih ada ibu-ibu yang memberi susu kental manis untuk asupan gizi anak. Padahal BPOM telah mengeluarkan aturan tentang penggunaan susu kental manis,” jelas Arif.

“Persepsi masyarakat yang salah tentang SKM yang sudah dibangun hampir 100 tahun oleh produsen sangat sulit untuk berubah. Perlu usaha semua pihak untuk terus mengedukasi publik dan penegakan aturan. Bahkan setelah Per BPOM keluar, produsen tetap berusaha menjaga persepsi yang salah tersebut melalui iklan dan strategi marketing yang inovatif, ”tambah Arif

Arif Hidayat mencontoh narasi iklan yang mengatakan SKM mengandung susu segar di setiap tetesnya. Dalam label masih ada visual keluarga meminum susu. Media iklan yang digunakan juga makin beragam dan langsung menyentuh konsumen seperti penggunaan videotron di mall, apartment dan lain-lain.

Kepala Bidang Informasi Komunikasi BPOM Jawa Barat Rusiana MSc. Yang hadir sebagai narasumber juga menegaskan agar ibu selalu melakukan Cek KLIK saat membeli produk, yaitu cek kemasan, label, izin edar dan kadaluwarsanya. “Cek label susu kental manis saat membeli, apakah ada peringatannya? Peringatan ditulis dengan tinta merah, jangan berikan susu kental manis untuk bayi. Susu kental manis itu aman, tapi kita juga harus memperhatikan kandungan gizinya,” jelas Rusiana.

Lebih lanjut Rusiana mengatakan yang menyesatkan adalah iklan susu kental manis yang menyebutkan susu kental manis masih sebagai pengganti ASI, padahal sejatinya SKM adalah penambah rasa. “Sejak zaman kolonial hingga milenial susu kental manis diiklankan sebagai susu pertumbuhan anak sehingga membentuk persepsi yang salah hingga sekian lama. Padahal, SKM sendiri kandungan gulanya sangat tinggi hingga 20 gram per sekali saji,” ujar Rusiana.

Tentang Aisyiyah

Aisyiyah sebagai organisasi Persyarikatan Muhammadiyah yang kini memasuki abad kedua yang juga telah berkiprah secara luas dalam menjalankan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar dan tajdid dalam semua aspek kehidupan. Kiprah dakwah ‘Aisyiyah ditunjukkkan dengan memberikan perhatian dan solusi atas berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat yakni masalah pendidikan, ekonomi, termasuk di dalamnya bidang kesehatan. Sejak awal kehadirannya di tahun 1917, ‘Aisyiyah  sudah berkiprah dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa melalui program pendidikan untuk anak balita. Yang kemudian dikenal TK  Bustanul Athfal ‘Aisyiyah.

Dalam perkembangannya sampai dengan tahun 2018, TK BA Aisyiyah sudah mencapai jumlah 26.000 di seluruh Indonesia. Secara struktur, organisasi Aisyiyah sudah berada di 34 Propinsi, 416 Daerah (tingkat kabupaten/kota) dan 22260 Cabang (tingkat kecamatan). Seluruh kegiatan untuk mempersiapkan generasi emas 2045, tidak hanya dilaksanakan oleh Majelis Kesehatan ‘Aisyiyah tetapi bersinergi dengan majelis-majelis lainnya diantaranya Majelis Pendidikan, Majelis Tabligh, Majelis Kader, Majelis Ekonomi dan majelis lainnya yang ada di struktur organisasi Aisyiyah.

Tentang YAICI

Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia yang kemudian di singkat YAICI didirikan pada  28 Juli  2017. Abhipraya bermakna memiliki harapan. YAICI memiliki harapan yang besar untuk bisa menumbuhkan anak-anak dan perempuan Indonesia yang cerdas dan berbudi luhur sehingga berdampak pada  terwujudnya Generasi Indonesia Emas 2045. Fokus utama yang dilaksanakan YAICI adalah mendukung program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan melalui, pembelajaran, pendampingan, pemberian pelatihan serta pengetahuan kepada masyarakat dengan metode kreatif dan inovatif. (sn01)

Panglima TNI Tinjau Latihan Koarmada I di Cilegon

(Puspen TNI).  Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kasal, Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono dan Pangkoarmada I Laksda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., meninjau Latihan Kesiapsiagaan Operasional Koarmada I, di Dermaga PLTU PT. Indonesia Power Suralaya, Cilegon, Banten, Kamis (28/3/2019).

“Kegiatan Latihan Kesiapsiagaan Koarmada I ini adalah bagian dari latihan tahunan yang dapat disebarluaskan kepada seluruh masyarakat bahwa profesional TNI seperti yang ditunjukan pada hari ini, sehingga rakyat juga senang bahwa profesionalisme prajurit TNI adalah untuk rakyat”, kata Panglima TNI di atas KRI Semarang-594.

Menurutnya, latihan ini sudah sesuai dengan setting dan skenario operasi, dan semuanya bisa berjalan dengan baik. “Dalam setiap kegiatan pasti kita menemukan suatu kendala dan itu bukan menjadi satu hal yang menurunkan mental kita untuk tidak terus berlatih, kita evaluasi untuk perbaikan yang akan datang,” ujarnya.

            Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa Latihan Kesiapsiagaan Operasional Koarmada I yang dilaksanakan ini, bertujuan untuk mempertahankan kemampuan sumber daya manusia para prajurit TNI Angkatan Laut.

Selain itu juga untuk mencoba sejauh mana peralatan yang sudah dibeli sesuai dengan spek-spek dan abstraknya yang diinginkan dan disesuaikan dengan kondisi geografis di Indonesia.

“Yang paling utama adalah kita menguji doktrin kita, apakah sesuai dengan yang kita inginkan”, katanya.

           

Turut hadir dalam peninjauan latihan tersebut diantaranya Asops Panglima TNI, Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., Aster Panglima TNI, Mayjen TNI George Elnadus Supit, S.Sos., Kapolda Banten Irjen Pol. Drs. Tomsi Tohir Balaw, M.Si., Kapusbintal TNI, Laksma TNI Budi Siswanto, S.T., M.A.P. dan Waasrena Kasau, Marsma TNI Purwoko Aji Prabowo.  (Badar/Puspen TNI)

Satgas TNI Konga XXXIX-A Kembali Terima 2 Pucuk Senjata AK-47 dan 1 Granat di Republik Demokratik Kongo

(Puspen TNI. Kamis, 28 Maret 2019). Satgas TNI Konga XXXIX-A Rapidly Deployable Battalion (RDB) Mission de Organisation des Nations Unies Pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (Monusco) kembali menerima 2 (dua) pucuk senjata jenis AK-47 dan 1 (satu) buah granat tangan dari warga Ex-Combatan.

Hal tersebut disampaikan Komandan Satgas TNI Konga  XXXIX-A RDB Monusco, Kolonel Inf Dwi Sasongko di Markas RDB Monusco, Soekarno Camp, Kalemie, Republik Demokratik Kongo, Rabu (27/3/2019).

“Penyerahan senjata jenis AK-47 dari warga Ex-Combatan yang berdomisili di sekitar Desa Kambilo yang berasal dari kelompok bersenjata Mai-Mai Perci kepada satgas di lapangan secara simbolis diterima oleh Kapten Inf Agung Sedayu selaku Perwira Civil and Military Cooperation (Cimic)”, katanya.

Acara serah terima tersebut dihadiri dan disaksikan juga oleh Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement (DDRRR) Mr. Jeannot Muloba, Armed Forces of the Democratic Republic of the Congo (FARDC) Kolonel Dunia, Police National Congolaeis (PNC) Jenderal Yav Mukaya, Provincial Minister Mr. Kamona Yumba dan Provincial ANR Mr. Prosper Kasongo Kitenge.

Lebih lanjut Kolonel Inf Dwi Sasongko mengatakan bahwa satu buah granat tangan dari warga Ex-Combatan yang berdomisili di sekitar Desa Mulange berasal dari kelompok bersenjata Mai-Mai Fimbo Na Fimbo secara simbolis diserahkan dari Chief Mulange, Mr. Kache kepada satgas di lapangan yang diterima Kapten Inf Agung Sedayu, dihadiri dan disaksikan oleh DDRRR beserta warga desa.

Selanjutnya, senjata AK-47 dan granat tangan tersebut diamankan dan disimpan di Markas RDB Monusco, Soekarno Camp, Kalemie.  “Sampai dengan saat ini jumlah senjata yang diperoleh Satgas RDB Monusco sebanyak 10 pucuk, terdiri dari 9 pucuk jenis AK-47 dan 1 pucuk jenis Automatic Machine Gun (AMG)) serta satu buah granat tangan”, ungkapnya.

Menurut Komandan Satgas TNI Konga  XXXIX-A RDB Monusco, keberhasilan yang diraih tersebut merupakan dampak dari seringnya personel Satgas melakukan kegiatan patroli dan kegiatan Cimic yang digelar di wilayah Moba Axis.

“Seluruh prajurit di lapangan tidak boleh terlena, tetap fokus pada misi, tetap waspada, utamakan faktor keamanan dan keselamatan dalam melaksanakan tugas”, tegasnya. (Badar/Puspen TNI)

Panglima TNI : Jangan Mudah Terprovokasi Berita Hoax

(Puspen TNI. Kamis, 28 Maret 2019).   Saat ini bangsa Indonesia telah memasuki perkembangan baru, yaitu Revolusi Industri 4.0. yang memiliki dampak positif dan negatif. Positifnya adalah mempermudah pekerjaan manusia dan negatifnya semakin maraknya penyebaran berita hoax. Dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0 ini, jangan lagi mudah terprovokasi oleh berita-berita hoax (bohong).

Demikian dikatakan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. pada acara Doa Bersama Panglima TNI dengan masyarakat Banten dalam rangka Latihan Kesiapsiagaan Operasional Koarmada I di PLTU Suralaya, dengan tema “Melalui Istighosah Prajurit TNI dan Masyarakat Kita Wujudkan Semangat Kebersamaan, Rasa Kekeluargaan serta Memperkokoh Kemanunggalan TNI-Rakyat Dalam Menjaga NKRI”, bertempat di Eco Park PT. Indonesia Power, Suralaya Cilegon, Provinsi Banten, Rabu malam (27/3/2019).

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya kepada  para santri dan santriwati dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 untuk lebih mempererat persatuan dan kesatuan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai bersama.

“Saya mengajak kepada  seluruh masyarakat dan khususnya para santri yang ada di seluruh Pondok Pesantren di Banten agar tidak melakukan ujaran kebencian. Hal ini harus kita lakukan bersama untuk menjaga negara Indonesia menjadi negara makmur, gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa pada tahun 2045 bangsa Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi nomor empat terbesar didunia, dan untuk menghadapi hal tersebut para generasi muda tidak boleh berdiam diri, namun harus belajar.  Menurutnya, para santri dan santriwati adalah sumber daya manusia unggul yang telah disiapkan untuk mengisi pembangunan dalam menghadapi Indonesia emas pada tahun 2045.

“Persyaratan menghadapi Indonesia emas tahun 2045 adalah menyiapkan sumber daya manusia terutama generasi mudanya dengan menjadi manusia yang unggul, sehingga dapat menghasilkan produktifitas dan didukung dengan teknologi tinggi,” ujarnya.

Panglima TNI menegaskan bahwa sejatinya persatuan dan kesatuan seluruh komponen bangsa adalah prasyarat mutlak dalam pembangunan nasional. Menurutnya, pembangunan yang tidak hanya akan meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga menjamin kedaulatan negara, keutuhan wilayah serta perlindungan bagi seluruh rakyatnya.  “Oleh karena itulah, TNI tidak akan pernah melupakan jati dirinya sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Nasional, dan Tentara Professional”, ucapnya.

Di hadapan 5.000 orang yang hadir dalam acara doa bersama tersebut, Panglima TNI menjelaskan bahwa tujuan diadakanya Latihan Kesiapsiagaan Operasional TNI di Banten adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban TNI kepada rakyat karena seluruh Alutsista TNI dibeli menggunakan uang rakyat. “Pengadaan Alutsista TNI yang modern, pendidikan dan latihan bertujuan meningkatkan profesionalisme TNI agar dapat melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari segala ancaman baik yang datang dari dalam negeri maupun luar negeri,” tuturnya.

Turut hadir pada acara tersebut diantaranya Gubernur Banten Wahidin Halim, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono, Asops Panglima TNI, Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., Aster Panglima TNI, Mayjen TNI George Elnadus Supit, S.Sos., Kapolda Banten Irjen Pol. Drs. Tomsi Tohir Balaw, M.Si., Kapusbintal TNI, Laksma TNI Budi Siswanto, S.T., M.A.P., Waasrena Kasau, Marsma TNI Purwoko Aji Prabowo, KH Abuya Ahmad Muhtadi Dimyathi, KH Tubagus Abdul Hakim, KH Hafidz Anshori,para Pejabat Daerah, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat. (Badar/Puspen TNI)

Sosialisasi Program Pendidikan Universitas Terbuka di Bakamla

Jakarta, 27 Maret 2019 (Humas Bakamla RI)— Personel Bakamla memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan ke jenjang lebih tinggi secara mandiri. Hal tersebut disampaikan Yasir, perwakilan dari Universitas Terbuka (UT) pada saat sosialisasi program S-1 dan S-2 UT yang diikuti ratusan personel di Aula Markas Besar Bakamla RI, Gedung Perintis Kemerdekaan, Jl. Proklamasi No.56, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2019).

Menurut keterangan Yasir, Universitas Terbuka merupakan salah satu Perguruan Tinggi Negeri dibawah Kemenristek Dikti yang diresmikan pada tanggal 4 September 1984, berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 41 Tahun 1984.

UT menerapkan sistem belajar jarak jauh dan terbuka, tuturnya. Lebih lanjut dijelaskannya bahwa istilah jarak jauh berarti pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka, melainkan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun non-cetak (audio/video, komputer/internet, siaran radio, dan televisi). Sedangkan makna terbuka adalah tidak ada pembatasan usia, tahun ijazah, masa belajar, waktu registrasi, dan frekuensi mengikuti ujian. Batasan yang ada hanyalah bahwa setiap mahasiswa UT harus sudah menamatkan jenjang pendidikan menengah atas (SMA atau yang sederajat).

Sosialisasi yang diselenggarakan oleh bagian Kepegawaian Bakamla berjalan sangat baik. Personel Bakamla terlihat antusias untuk dapat melanjutkan studi ke UT.  (Bdr)

TNI Tegaskan Netral Dalam Pelaksanaan Pemilu 2019

(Puspen TNI).  TNI dan Polri didukung komponen bangsa lainnya telah melakukan gelar pasukan untuk meyakinkan kepada masyarakat, agar pelaksanaan penyelenggaraan Pemilu tahun 2019 dapat berjalan aman dan lancar.   TNI tegaskan netral dalam pelaksanaan Pemilu tahun 2019. Sesuai dengan perintah Panglima TNI yakinlah bahwa TNI netral dalam Pemilu dan tidak perlu diragukan lagi tentang Netralitas TNI.

Hal tersebut dikatakan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Joni Supriyanto mewakili Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat menjadi narasumber pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Kewaspadaan Nasional dalam rangka Pemantapan Penyelenggaraan Pemilu 2019 di Grand Paragon Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2019).

Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto menyampaikan bahwa ada empat hal tugas TNI dalam Pemilu tahun 2019 yaitu melaksanakan pemetaan daerah rawan konflik, memaksimalkan perbantuan kepada Polri, melaksanakan pembinaan teritorial dan  mengoptimalkan peran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda).  “Semua itu untuk dapat mendeteksi, mencegah dan melokalisir sedini mungkin kejadian atau konflik agar tidak menjadi besar dan membutuhkan tenaga besar besar untuk mengatasi masalah tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa TNI telah melakukan berbagai bantuan dalam menyukseskan pesta demokrasi Pemilu tahun 2019, mulai dari tahap sebelum pemungutan suara seperti pengiriman logistik Pemilu ke berbagai wilayah terpencil yang susah dijangkau dan penempatan pasukan TNI yang ditentukan oleh Polri sebagai pemegang Komando Pengamanan Pemilu.

“Pada masa kampanye, prajurit TNI ikut memantau situasi kondisi, jika ada pelanggaran pada saat masa kampanye maka segera melakukan koordinasi dengan kepolisian terdekat. Pada masa tenang, prajurit TNI ikut memantau situasi kondisi dengan segera melakukan koordinasi dengan kepolisian terdekat”, tuturnya.

Ditambahkan oleh Kasum TNI bahwa pada saat pemungutan suara, prajurit TNI memantau dan mengawasi dari jarak aman sesuai dengan ketentuan yang telah diatur. “Tugas lainnya adalah  menjauhkan dan mengamankan penduduk/masyarakat dari setiap perbuatan yang berniat untuk menghalang-halangi, mengintimidasi, dan mencegah/melarang penduduk/masyarakat yang akan memberikan suaranya”, katanya.

“Prajurit TNI juga menjauhkan dan mengamankan penduduk/masyarakat dari setiap kegiatan provokasi yang berniat memecah belah, menimbulkan kerusuhan hingga pertikaian terbuka”, ucapnya.

Rakornas Bidang Kewaspadaan Nasional dihadiri sekitar 2000 peserta dari Kemenkopolhukam, Kemendagri, TNI, Polri, Kejaksaan, Gubernur, Bupati, KPU dan Bawaslu, bertujuan untuk menyukseskan penyelenggaraan Pemilu 2019.  Rakornas ini diselenggarakan oleh Kemendagri RI melalui Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, nantinya akan menghasilkan rumusan langkah-langkah strategis dalam Pemilu 2019.

Beberapa narasumber lain dalam Rakornas tersebut diantaranya Menteri Kordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Mayjen TNI (Purn) DR. Djoko Setiadi, M.Si dan Wakabaintelkam Polri Irjen Pol. Drs. Suntana, M.Si. (Badar/Puspen TNI)

Laksdya Bakamla Taufiq Kunjungi Fasilitas di ABF College

Sydney, 27 Maret 2019 (Humas Bakamla RI)— Kepala Bakamla RI Laksdya Bakamla A. Taufiq R. melakukan kunjungan kerja ke Australia dalam rangka menghadiri Senior Official Meeting (SOM) yang akan digelar di Kantor Pusat Australian Border Force (ABF).

Namun sebelumnya, Kepala Bakamla beserta Kepala Mako Zona Maritim Timur Laksma Bakamla Vetty V. Salakay, S.H., M.Si.,  Athan RI di Australia Laksma TNI Teguh Isgunanto, dan Plt. Direktur  Kerja sama Kolonel Bakamla Salim, menyempatkan diri berkunjung ke ABF College Maritime Campus, Neutral Bay, Sydney, Australia, Rabu (27/3/2019). 

Kedatangan Laksdya Taufiq beserta anggota delegasi disambut oleh ABF Superintendent Benjamin Honey, Superintendent Andrew Balley, dan Superintendent Pam Radin, yang pada pertemuan itu menyampaikan perkenalan tentang program training yang dilaksanakan, dan juga termasuk fasilitas di ABF College.

Delegasi juga berkesempatan mengunjungi fasilitas seperti ruang simulasi Inspeksi di pesawat, ruang simulasi penyelamatan crew kapal yang terjatuh dari kapal, dan ruang simulasi pemeriksaan kontainer dan kapal terkait penyelundupan narkoba (illegal drug). 

Kunjungan yang merupakan bagian dari exchange visit antara Bakamla dan Australian Border Force pada hari pertama tersebut ditutup dengan kegiatan onboard di kapal patroli ABF di perairan sekitar Sydney Harbor. Selanjutnya delegasi melanjutkan perjalanan ke Canberra utk melaksanakan Senior Official meeting di ABF HQ. (Bdr)

Panglima TNI Tinjau Titik Nol Meter Pembuatan Jalan di Pandeglang

(Puspen TNI).  Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. meninjau langsung lokasi titik nol meter pembuatan jalan yang menjadi sasaran TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 TA 2019 di Kampung Cilancar, Desa Mekarsari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Rabu (27/3/2019).

Disela-sela peninjauannya, Panglima TNI mengatakan bahwa apa yang sudah dibangun melalui program TMMD dan dibantu oleh Kementerian/Lembaga, Polri serta seluruh komponen masyarakat yang terlibat didalamnya, untuk merealisasikan pembangunan jalan hendaknya dijaga.   “Mari kita jaga jalan ini untuk kegiatan sehari-hari dan manfaatkan untuk kegiatan perekonomian”, ucapnya.

Sebelumnya, usai pelaksanaan upacara penutupan TMMD ke-104 TA 2019, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau bakti sosial dan pemberian bingkisan secara simbolis kepada warga setempat, bertempat di Lapangan Sepak Bola Jasugih, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang.

Kegiatan TMMD ke-104 tahun ini mengambil tema “Melalui TMMD Kita Tingkatkan Kebersamaan Umat serta Semangat Gotong Royong dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Guna Mewujudkan Ketahanan Nasional”.

Turut serta pada kesempatan tersebut diantaranya Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono, Asops Panglima TNI, Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., Aster Panglima TNI, Mayjen TNI George Elnadus Supit, S.Sos., Kapolda Banten Irjen Pol. Drs. Tomsi Tohir Balaw, M.Si., Kapusbintal TNI, Laksma TNI Budi Siswanto, S.T., M.A.P., Waasrena Kasau, Marsma TNI Purwoko Aji Prabowo dan Bupati Pandeglang Ibu Ina Narulita, S.E., M.M.. (Badar/Puspen TNI)

Panglima TNI : Rakyat Sumber Kekuatan TNI

(Puspen TNI).  Pelaksanaan hasil kegiatan fisik dan non fisik TMMD ke-104 TA 2019, diharapkan dapat membawa dampak positif dan tentunya sangat berpengaruh langsung bagi masyarakat. Pada sisi lain, program TMMD ini dapat meningkatkan Kemanunggalan TNI dengan Rakyat, sebab rakyatlah sebagai sumber kekuatan TNI.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. pada upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 TA 2019 di Lapangan Sepak Bola Jasugih, Jalan Raya Saketi Malimping, Kampung Jasugih, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Rabu (27/3/2019).

“Saya menyampaikan penghargaan dan  terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan TMMD ini, terutama kepada Gubernur, Walikota, Bupati, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan segenap komponen masyarakat, atas dukungan dan kerjasamanya dalam penyelenggaraan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa ke-104 TA 2019”, kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Selanjutnya dikatakan bahwa TMMD adalah salah satu wujud Operasi Bhakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral yang melibatkan tidak hanya TNI, tetapi juga Kementerian Pertahanan, Dalam Negeri, Agama, Perindustrian, Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Polri, Mahasiswa, Pemda, serta seluruh masyarakat terlibat di dalamnya.

Kegiatan tahun ini mengambil tema “Melalui TMMD Kita Tingkatkan Kebersamaan Umat serta Semangat Gotong Royong dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Guna Mewujudkan Ketahanan Nasional”.  “TMMD ke-104 TA 2019 diarahkan untuk membantu pembangunan dan rehab tempat ibadah, penyuluhan agama, pelayanan kesehatan, penyuluhan Bela Negara, penyuluhan kesadaran hukum dan narkoba, serta penghijauan”, katanya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan penekanan yang perlu menjadi perhatian, yaitu: Pertama, pelihara kebersamaan dan kemanunggalan TNI-Rakyat, berkontribusilah untuk kesejahteraan masyarakat, jangan mudah terhasut dan terprovokasi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa.  Kedua, tingkatkan semangat gotong royong sebagai warisan budaya bangsa.  Ketiga, pelihara hasil program TMMD ke-104, agar manfaatnya senantiasa dapat dinikmati oleh masyarakat.  Keempat, kepada para Dansatgas TMMD ke-104, lakukan evaluasi secara menyeluruh agar TMMD mendatang lebih baik lagi.  Kelima, kepada para prajurit, dengan selesainya kegiatan ini, segera kembali ke induk pasukan masing-masing dan perhatikan faktor keamanan selama dalam perjalanan.

Turut hadir pada acara penutupan diantaranya Gubernur Banten Wahidin Halim, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono, Asops Panglima TNI, Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., Aster Panglima TNI, Mayjen TNI George Elnadus Supit, S.Sos., Kapolda Banten Irjen Pol. Drs. Tomsi Tohir Balaw, M.Si., Kapusbintal TNI, Laksma TNI Budi Siswanto, S.T., M.A.P., Waasrena Kasau, Marsma TNI Purwoko Aji Prabowo, para Pejabat Daerah, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat. (Badar/Puspen TNI)

TNI dan Kemenko Kemaritiman Tanda Tangani Nota Kesepahaman Bersama

(Puspen TNI).  Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia (Kemenko Kemaritiman RI) melaksanakan kerja sama tentang Keselamatan Pelayaran, Perlindungan Lingkungan Maritim, Kawasan Konservasi Perairan dan Wisata Bahari.

Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama, dilakukan oleh Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi, bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Selatan, Gedung Kemenko Kemaritiman, Jl. M.H. Thamrin No. 8 Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2019).

Tujuan dari Kesepahaman Bersama adalah meningkatkan pemahaman dan kesadaran melalui pertukaran informasi mengenai pentingnya keterpaduan kebijakan kelautan Indonesia di sektor keselamatan pelayaran, pelindungan lingkungan maritim, kawasan konservasi perairan dan wisata bahari.

Sedangkan maksud dari Kesepahaman Bersama adalah untuk mengantisipasi agar tidak terulang kembali kejadian kecelakaan dan kandasnya kapal dalam wilayah konservasi perairan dan area pariwisata bahari Indonesia. Membentuk keterpaduan kebijakan kementerian dan lembaga sesuai kewenangannya, serta mensinergikan berbagai kegiatan kementerian dan lembaga terkait keselamatan navigasi, kawasan konservasi perairan dan wisata bahari.

Turut hadir dalam penandatanganan tersebut diantaranya, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E.,M.M., Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Nilanto Perbowo, Sekretaris Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ukus Kuswara, Dirjen Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno, dan Sekretaris Utama Badan Informasi Geospasial Muhtadi Ganda Sutrisna. (Badar/Puspen TNI)

Berita Terkini

Percepat Huntap, Pemerintah Perkuat Koordinasi Lahan di Sumatera

Sumbawanews.com,- Pemerintah pusat dan daerah mempercepat koordinasi penyiapan lahan hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, demi mengakhiri...

Megawati dan Pimpinan DKI Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi

Sumbawanews.com,- Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri hadir langsung dalam Bung Karno Festival 2026 di Taman Proklamasi, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 20 Juni 2026. Ditemani...

Jokowi Belum Tentukan Gabung PSI, Tunggu Keputusan Kaesang

Sumbawanews.com,- Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali mengungkapkan bahwa mantan Presiden Joko Widodo belum memutuskan kapan secara resmi bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia. Meski...

Ebola Langka Mewabah Cepat di Kongo, 127 Tewas

Sumbawanews.com,- Wabah virus Ebola varian langka kini meluas dengan kecepatan mengkhawatirkan di Provinsi Equateur, Republik Demokratik Kongo. Sejak pertama kali terdeteksi pada Mei 2023,...

Berita Utama