Home Blog Page 3

Geek Fam dan BTR Hadapi Ujian Berat di Playoff MPL ID S17

Sumbawanews.com,- Hari ini, Kamis (11/6/2026), panggung esports Indonesia bergolak dengan duel sengit di babak playoff MPL ID S17. Dua tim yang pernah dianggap sebagai underdog—Geek Fam dan Bigetron by Vitality (BTR)—kini berdiri di ambang ujian terberat: menghadapi raksasa yang belum terkalahkan.

Pertandingan pertama pukul 13.00 WIB mempertemukan Geek Fam melawan Team Liquid ID di Upper Bracket. Kemenangan telak 3-0 atas Dewa United Esports pada hari sebelumnya menjadi katalis kepercayaan diri tim asuhan Baloyskie. Dengan strategi kreatif yang memanfaatkan skill portal Chip untuk serangan mendadak ke base lawan, Geek Fam membuktikan mereka bukan sekadar tim yang naik turun di reguler season. Kini, mereka harus menghadapi Team Liquid ID—tim yang konsisten di puncak klasemen dan dikenal dengan disiplin taktis serta eksekusi presisi. Bagi Geek Fam, ini bukan sekadar lanjutan playoff, tapi momen untuk membuktikan bahwa kejutan mereka bukan kebetulan.

Sementara itu, di laga puncak siang, pukul 18.15 WIB, Bigetron by Vitality akan menghadapi Onic—juara reguler season dan favorit kuat gelar MPL ID S17. BTR, yang baru saja menumbangkan Evos 3-1 dengan performa matang dan eksploitasi kesalahan lawan, datang dengan semangat membara. Namun, tantangan kali ini jauh lebih berat. Onic, dengan kekuatan roster yang seimbang dan pengalaman bertarung di final, adalah tim yang belum pernah kalah dalam pertandingan penting musim ini. Di atas kertas, Onic unggul. Tapi dalam dunia esports, kepercayaan diri bisa runtuh dalam sekejap—dan BTR, dengan nama “Robot Merah” yang kian menggema, siap mengubah narasi.

Format playoff hybrid yang diterapkan MPL ID S17 memberi ruang bagi tim yang kalah untuk bertahan lewat Lower Bracket, tetapi kemenangan di Upper Bracket langsung membuka jalan menuju Grand Final. Dua pertandingan ini bukan hanya soal tiket, tapi soal reputasi, mental, dan keberanian untuk menghadapi raksasa.

Tak hanya gelar juara yang dipertaruhkan, dua tim terbaik dari babak ini juga berhak mewakili Indonesia di MSC 2026—ajang bergengsi yang menjadi batu uji kekuatan esports Tanah Air di kancah internasional.

Dengan semua tekanan, ekspektasi, dan sejarah yang menghantui, hari ini bukan sekadar pertandingan. Ini adalah ujian nyata: apakah Geek Fam bisa melanjutkan keajaiban mereka, dan apakah BTR mampu menaklukkan raja yang selama ini dianggap tak tergoyahkan? Jawabannya akan terungkap di atas peta Mobile Legends, di depan jutaan mata yang menanti.

Serangan DDoS Terhadap Tempo Dikutuk CPJ

Sumbawanews.com,- Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) mengutuk serangan siber berupa distributed denial of service (DDoS) terhadap situs Tempo.co, yang dinilai sebagai upaya sistematis untuk membungkam kebebasan pers. Serangan yang dimulai pada 5 Juni 2026 itu membanjiri server media tersebut dengan lalu lintas palsu, mengganggu akses publik selama beberapa hari berturut-turut.

Direktur Regional Asia-Pasifik CPJ, Beh Lih Yi, menyebut tindakan ini sebagai “upaya pengecut” yang bertujuan menghentikan pemberitaan Tempo tentang dugaan korupsi, khususnya terkait proyek BGN (Badan Gizi Nasional). “Para pelaku di balik kampanye intimidasi terorganisasi ini seharusnya malu pada diri mereka sendiri,” tegas Beh dalam pernyataan resmi pada 11 Juni 2026, yang dirilis melalui akun X @CPJAsia.

Menurut Chief Technology Officer Tempo Digital, Heru Tjatur Tjahja, serangan DDoS yang dialami Tempo tergolong masif. Hingga 8 Juni, tim teknologi mencatat total 24,9 juta permintaan (request) yang mengarah ke server situs. Salah satu gelombang serangan paling intens terjadi antara pukul 20.30 hingga tengah malam pada 7 Juni, dengan 12,97 juta serangan hanya dalam dua jam—sebuah pola yang menunjukkan adanya koordinasi teknis dan waktu yang terencana.

Analisis lebih lanjut mengungkap bahwa serangan tidak hanya berasal dari dalam negeri. Jejak digital menunjukkan sumber serangan tersebar di sejumlah negara, termasuk Kolombia, Amerika Serikat, Filipina, Bangladesh, dan Meksiko. Ini mengindikasikan kemungkinan jaringan transnasional yang terlibat.

Serangan ini bukan yang pertama. Pada akhir Mei lalu, sistem pengelolaan konten (CMS) Tempo sempat diretas, menyebabkan puluhan artikel—terutama yang membongkar kasus korupsi bea-cukai dan judi online—dihilangkan dari publikasi. Namun, karena sistem CMS dirancang dengan batasan akses, peretas tidak bisa menghapus konten secara permanen, hanya menonaktifkannya. Redaksi kemudian memulihkan semua artikel tersebut.

“Mereka yang menyerang ini tampaknya tidak senang dengan pemberitaan kami. Setelah gagal menghapus artikel, mereka beralih ke serangan DDoS,” ujar Heru.

CPJ menegaskan bahwa serangan siber terhadap media independen adalah ancaman langsung terhadap demokrasi dan hak masyarakat untuk memperoleh informasi. “Jurnalisme yang berani tidak akan pernah dibungkam oleh serangan digital. Tempo tetap akan melanjutkan pemberitaannya,” tegas Beh.

Dalam konteks yang lebih luas, insiden ini menjadi bagian dari tren meningkatnya serangan siber terhadap media independen di Asia Tenggara, terutama ketika mereka mengusut kasus korupsi atau penyalahgunaan kekuasaan. CPJ mendesak pemerintah Indonesia untuk segera menyelidiki serangan ini, mengidentifikasi pelaku, dan menjamin perlindungan terhadap jurnalis dan infrastruktur media dari ancaman digital.

Taylor Swift Muncul Tak Terduga di Premiere Toy Story 5

Sumbawanews.com,- Hollywood — Penyanyi global Taylor Swift tiba-tiba muncul di red carpet pemutaran perdana Toy Story 5 di Hollywood pada Selasa (9/6), memicu kegembiraan spontan dari para hadirin. Tak hanya sebagai penonton, Swift yang menyanyikan lagu tema film berjudul “I Knew It, I Knew You” langsung bergabung bersama para pemain dan kru untuk berfoto di atas karpet merah.

Kehadirannya menjadi kejutan bagi para penggemar, mengingat ia tidak tercantum dalam daftar tamu resmi. Di sampingnya, bintang utama Toy Story—Tom Hanks sebagai suara Woody, Tim Allen sebagai Buzz Lightyear, dan Joan Cusack sebagai Jessie—tampak antusias menyambut kehadiran penyanyi berdarah Amerika itu. Sutradara Andrew Stanton juga turut hadir, mengapresiasi kejutan yang memperkuat ikatan antara musik dan animasi dalam film terbaru Pixar ini.

Toy Story 5, yang dijadwalkan rilis pada 2027, mengangkat tema baru: ketakutan para mainan menghadapi dunia yang semakin didominasi perangkat digital. Seiring anak-anak beralih ke layar gadget, Woody dan kawan-kawan harus beradaptasi dengan perubahan zaman—sebuah metafora yang disengaja oleh tim kreatif untuk menyentuh generasi milenial dan Gen Z.

Kehadiran Swift bukan sekadar promosi, tapi simbol kolaborasi budaya: musik pop yang mengalir dalam narasi animasi klasik yang telah menghidupkan imajinasi selama tiga dekade. Dengan lagu orisinalnya yang penuh nostalgia dan kelembutan, ia berhasil menyambungkan emosi penonton lama dengan pengalaman baru yang lebih reflektif.

Film ini diharapkan menjadi jembatan antara generasi—di mana mainan kayu dan plastik tetap punya tempat, meski dunia berubah cepat. Dan di tengah gemerlap Hollywood, Taylor Swift membuktikan bahwa keajaiban tak selalu direncanakan—kadang, ia muncul tanpa undangan, tapi dengan suara yang tak terlupakan.

Israel Usir Komunitas Badui dari Tepi Barat

Sumbawanews.com,- Amnesty International mengungkap kampanye sistematis pemerintah Israel untuk mengusir paksa komunitas Badui dan penggembala Palestina dari wilayah Tepi Barat, sebuah tindakan yang dinilai sebagai pembersihan etnis yang disponsori negara. Laporan berjudul *“Menghapus Semua Hal Terkait Palestina: Pembersihan Etnis oleh Israel atas Komunitas Badui dan Penggembala di Tepi Barat”* mengungkap bahwa setidaknya 27 komunitas nomaden dan petani di Area C telah dipindahkan atau berada dalam ancaman pengusiran antara 2023 hingga 2025.

Tim peneliti Amnesty mengumpulkan lebih dari 420 video dan gambar, mewawancarai 45 warga Palestina, serta menganalisis dokumen resmi pemerintah, putusan pengadilan, citra satelit, dan laporan PBB untuk membangun bukti yang tak terbantahkan. Mereka menemukan bahwa sebagian besar komunitas Badui adalah keturunan pengungsi sejak 1948, yang terusir dari tanah leluhur mereka dan kemudian menetap di Tepi Barat—hanya untuk kembali menghadapi pengusiran puluhan tahun kemudian.

Kebijakan Israel yang sistematis membuat komunitas ini terjebak dalam kemiskinan struktural. Tanpa pengakuan administratif resmi, mereka dilarang membangun rumah, sekolah, atau fasilitas air—padahal banyak dari mereka tinggal di wilayah strategis, seperti Lembah Yordan, yang kaya sumber daya air dan menjadi target utama ekspansi pemukiman ilegal.

“Pemerintah Israel tidak hanya membiarkan, tetapi secara aktif mendorong pembangunan pemukiman ilegal,” kata Grazia Careccia, Deputi Direktur Amnesty untuk Timur Tengah dan Afrika Utara. “Tahun ini, jumlah bangunan ilegal mencapai 16.000 unit—tiga kali lipat dari angka lima ribu hanya beberapa tahun lalu.”

Direktur Eksekutif Amnesty Indonesia, Usman Hamid, menegaskan bahwa hak asasi manusia tidak bergantung pada status kewarganegaraan atau pengakuan wilayah. “Tidak ada alasan hukum atau moral bagi negara mana pun—termasuk otoritas Palestina—untuk mengecualikan komunitas ini dari perlindungan hukum internasional.”

Sekretaris Jenderal Amnesty International, Agnes Callamard, menekankan bahwa ini bukan tindakan individu atau kelompok ekstremis, melainkan kebijakan negara yang terencana. “Ini adalah aneksasi yang disengaja, dipimpin oleh negara, dan terjadi di depan mata dunia—melanggar hukum humaniter internasional secara sistematis.”

Dalam laporan itu, Amnesty menyebut tindakan Israel sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk pemindahan paksa dan penghancuran sarana hidup. Otoritas Israel, menurut laporan itu, sengaja menciptakan lingkungan impunitas bagi pemukim ekstremis yang sering melakukan kekerasan terhadap warga Palestina tanpa konsekuensi hukum.

Sementara itu, Indonesia—yang saat ini memimpin Dewan Hak Asasi Manusia PBB—didesak untuk mengambil peran kepemimpinan yang lebih tegas. Usman Hamid menyerukan ratifikasi segera terhadap konvensi internasional terkait pengungsi, kejahatan apartheid, dan Statuta Roma. “Indonesia tidak bisa hanya menjadi penonton. Menjadi Presiden Dewan HAM PBB adalah tanggung jawab moral, bukan sekadar jabatan.”

Ketua Dewan Pengurus Amnesty Indonesia, Marzuki Darusman, memperingatkan bahwa sikap diam atau bergantung pada mekanisme perdamaian yang lemah justru akan menormalisasi kejahatan. “Diam adalah bentuk pembiaran. Indonesia harus memimpin desakan diplomatik global, mengorganisasi tekanan politik, dan menghentikan kekerasan ini sebelum menjadi genosida yang tak terbalikkan.”

Laporan ini menjadi seruan mendesak bagi komunitas internasional: tindakan Israel bukan lagi isu regional, tapi ujian moral bagi peradaban global.

Anthropic Batalkan Kebijakan Sabotase Rahasia pada Model AI

Sumbawanews.com,- Setelah mendapat protes tajam dari komunitas peneliti kecerdasan buatan, Anthropic membatalkan rencana menyembunyikan mekanisme yang sengaja melemahkan kinerja model AI terbarunya, Claude Fable 5, bagi pengguna yang mencoba menggunakannya untuk mengembangkan model pesaing. Perusahaan itu mengakui kesalahan dan berjanji akan membuat semua pembatasan terlihat secara jelas kepada pengguna.

Dalam pernyataan resmi kepada media, Anthropic mengatakan, “Kami mengubah perlindungan Fable 5 untuk pengembangan model AI canggih agar bersifat transparan. Kami membuat keputusan yang salah dan meminta maaf atas ketidakseimbangan ini.”

Claude Fable 5, yang diluncurkan awal pekan ini, dirancang dengan lapisan keamanan tambahan untuk mencegah penyalahgunaan—seperti mencegah penggunaan model untuk merancang senjata biologis atau serangan siber. Sebagian langkah ini wajar: pengguna yang menanyakan topik berisiko tinggi akan dialihkan ke model yang lebih sederhana.

Namun, kebijakan kontroversial muncul ketika Anthropic mengungkapkan bahwa untuk peneliti yang ingin memanfaatkan Fable 5 dalam pengembangan AI mutakhir, model akan secara diam-diam melemahkan responsnya—tanpa pemberitahuan. Tujuannya jelas: menghalangi penggunaan Claude untuk melatih model AI kompetitor, yang secara eksplisit dilarang dalam syarat layanannya.

Tindakan ini langsung memicu kemarahan luas. Para peneliti, pengembang open-source, dan lembaga evaluasi independen mengkhawatirkan dampaknya terhadap kemajuan AI yang kolaboratif. Dean Ball, peneliti senior di Foundation for American Innovation dan mantan penasihat Gedung Putih, menyebut kebijakan itu “sangat agresif dan citra buruk.” Ia menambahkan, “Ini bertentangan dengan misi Anthropic sendiri untuk memajukan keselamatan AI.”

Will Brown, kepala penelitian di startup AI open-source Prime Intellect, menilai kebijakan itu sebagai upaya “menarik tangga setelah naik.” “Mereka seolah berkata, ‘Kami tidak percaya siapa pun selain kami yang bisa melakukan riset AI,’” katanya. Ia juga menyoroti bahwa tanpa pemberitahuan, pengguna tidak tahu apakah mereka melanggar aturan atau hanya mengalami gangguan teknis—sebuah ketidakadilan yang bisa menghambat penelitian keamanan AI oleh pihak ketiga.

Anthropic awalnya membela kebijakan ini dengan alasan keamanan nasional. Dalam blog resminya, perusahaan menyatakan khawatir AI bisa berkembang lebih cepat daripada kemampuan masyarakat untuk mengatur dan menyesuaikannya. Mereka berargumen bahwa membatasi akses ke model paling canggih adalah cara untuk “menghentikan musuh asing dari memanfaatkan teknologi kami untuk mengurangi keunggulan teknologi AS.”

Namun, dengan kebijakan yang kini transparan, Anthropic mengakui bahwa lebih banyak permintaan yang tidak berbahaya akan terkena pembatasan. Perusahaan berjanji akan memperbaiki sistem klasifikasinya agar lebih presisi, demi mengurangi dampak pada pengguna sah.

Langkah ini dianggap sebagai kemenangan bagi prinsip keterbukaan dalam ekosistem AI. Banyak pihak berharap keputusan ini menjadi titik balik: bahwa inovasi AI tidak boleh dikendalikan oleh segelintir perusahaan dengan kekuasaan teknologi, tetapi harus tetap terbuka untuk kolaborasi global—dengan transparansi sebagai fondasinya.

Bupati Muara Enim Diperiksa KPK Usai OTT Lanjutan

Sumbawanews.com,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Bupati Muara Enim nonaktif, Edison, dan Cory Erin Hardi, pegawai pemasaran PT Millenium Solusi Abadi, sebagai bagian dari penyidikan lanjutan operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat lima aparatur sipil negara (ASN) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pemeriksaan ini dilakukan Rabu malam, 10 Juni 2026, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, menyusul rangkaian OTT yang telah menangkap 10 orang dalam dua gelombang pada 7–10 Juni 2026.

Sebelumnya, pada 9 Juni, KPK telah menetapkan Edison sebagai tersangka dalam dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim tahun anggaran 2025–2026. Bersamanya, tiga orang lainnya juga ditetapkan sebagai tersangka: Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Abi Nurwardani, Adi Triyadi (keponakan Edison), serta Cory Erin Hardi. KPK menduga Edison menerima suap sebesar lima persen dari setoran rekanan proyek, yang dialirkan melalui rekening nomine dan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

Operasi lanjutan pada 10 Juni menyasar lima ASN BPK yang diduga terlibat dalam pengaturan temuan pemeriksaan terhadap Pemkab Muara Enim. KPK menduga adanya kolusi antara pejabat daerah dan petugas pemeriksa keuangan negara untuk memuluskan laporan keuangan yang tidak transparan. Pemeriksaan terhadap Edison dan Cory dilakukan untuk mengungkap jaringan lebih luas yang menghubungkan praktik suap di daerah dengan manipulasi hasil audit oleh BPK.

Dalam OTT ke-13 sepanjang 2026 ini, KPK menyita sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai, dokumen keuangan, dan perangkat elektronik yang diduga terkait transaksi ilegal. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memastikan bahwa pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya sistematis untuk memutus rantai korupsi yang mengaitkan pemerintah daerah, rekanan, hingga lembaga pengawas keuangan negara.

Edison, yang sebelumnya menjabat sebagai bupati sejak 2021, kini telah diberhentikan sementara dari jabatannya. Kasus ini menjadi salah satu yang paling kompleks dalam sejarah OTT KPK di Sumatera Selatan, mengungkap sistem korupsi yang terstruktur, berjenjang, dan melibatkan aktor dari berbagai sektor pemerintahan. KPK menyatakan akan terus mengembangkan penyidikan hingga menemukan seluruh pelaku dan sumber kekayaan ilegal yang terkait.

Tiga Aksi Demo Berlangsung Damai di Jakarta

Sumbawanews.com,- Jakarta, 11 Juni 2026 — Tiga aksi unjuk rasa berlangsung tertib di ibu kota hari ini, dengan ratusan personel kepolisian dikerahkan untuk memastikan keamanan tanpa menghambat hak konstitusional warga. Aksi yang digelar oleh berbagai organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat berlangsung di tiga titik strategis: Silang Selatan Monas, Kantor Pusat Bank BRI, dan Kantor BGN RI.

Di kawasan Monas, sejumlah organisasi seperti LMND, HMI MPO, GMNI, PMKRI, SEMMI, PMII, IMM, KAMMI, dan HIKMAHBUDHI, bersama elemen masyarakat lainnya, menyampaikan aspirasi sejak pukul 13.00 WIB. Sementara itu, Asosiasi Anti Korupsi Indonesia Raya memulai aksinya lebih awal, pukul 11.00 WIB, di depan kantor pusat BRI. Di lokasi ketiga, Forum Perjuangan Mahasiswa Maluku Utara menyampaikan tuntutan terkait kebijakan daerah di depan Kantor BGN RI, juga pada pukul 11.00 WIB.

Untuk mengawal ketiga aksi ini, Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan jajaran Polsek mengerahkan 607 personel gabungan. “Kami hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang ingin menyampaikan aspirasi,” ujar perwakilan kepolisian, Eryln, yang menekankan pendekatan humanis dalam pengamanan.

Petugas secara aktif mengingatkan peserta aksi untuk tetap damai: tidak membakar ban, tidak merusak fasilitas umum, tidak melawan petugas, dan menghormati aktivitas masyarakat sekitar. Rekayasa lalu lintas pun diberlakukan secara dinamis, menyesuaikan perkembangan massa di lapangan.

Meski aksi berlangsung bersamaan di tiga titik, tidak ada insiden kekerasan atau kerusuhan yang dilaporkan. Polisi memastikan semua peserta tetap berada dalam koridor hukum, sambil terus memantau perkembangan melalui tim pengawas lapangan dan koordinasi dengan pengelola aksi.

Aksi ini menjadi salah satu bentuk partisipasi sipil yang terorganisir dalam demokrasi Indonesia, di mana kebebasan menyampaikan pendapat tetap dijunjung tinggi—dengan tanggung jawab. Pihak kepolisian berjanji akan terus menjaga keseimbangan antara keamanan dan hak konstitusional warga, sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang.

Madu Trigona Jadi Tulang Punggung Desa Berkelanjutan

Sumbawanews.com,- Dengan mengalihkan tradisi berburu madu hutan menjadi budidaya terkendali di pekarangan rumah, Program Sustainable Living Village (SLV) di Aceh Singkil berhasil mengubah nasib ratusan petani sekaligus menyelamatkan hutan primer di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Tidak ada penebangan, tidak ada konversi lahan—hanya lebah trigona yang berkerumun di kotak kayu sederhana, menghasilkan madu murni dan pendapatan stabil bagi keluarga yang dulu bergantung pada perkebunan sawit yang merusak ekosistem.

Program yang digagas Apical Group melalui prinsip NDPE (No Deforestation, No Peat, No Exploitation) ini bukan sekadar inisiatif sosial. Ia adalah strategi rantai pasok berkelanjutan yang menyentuh hulu: petani swadaya. Di tengah tekanan global terhadap minyak sawit yang dianggap merusak lingkungan, SLV menawarkan solusi berbeda—mengganti eksploitasi alam dengan pemberdayaan berbasis ekologi. Di Aceh Singkil, pilihan jatuh pada madu trigona: lebah kecil yang tidak menyengat, tidak membutuhkan lahan baru, dan justru membantu penyerbukan tanaman lokal.

Dalam enam bulan terakhir, enam kelompok tani dari enam desa berhasil memproduksi 279 liter madu trigona dengan nilai penjualan lebih dari Rp80 juta. Uang itu tidak dibagi rata, tapi dihitung berdasarkan kontribusi produksi masing-masing—61 petani menerima hasil sesuai kerja kerasnya. Salah satunya Khaidir, 30, ketua Kelompok Madu Rumbia di Desa Teluk Rumbia. Sejak 2023, ia mengelola 267 stup lebah. Setiap bulan, anggota kelompoknya memperoleh tambahan pendapatan Rp350 ribu hingga Rp500 ribu. Uang itu kini menopang biaya sekolah anak-anaknya dan perlahan memperbaiki atap rumahnya yang bocor.

“Alhamdulillah, bisa sekolahkan anak, bisa bangun rumah sedikit-sedikit. Bahkan bisa pergi ke kota, jumpa pejabat, pasarkan madu sendiri. Itu kebanggaan,” ujar Khaidir, yang juga mengikuti studi banding ke Danau Sentarum, Kalimantan Barat, untuk belajar teknik pemasaran dan pengolahan madu yang lebih profesional.

Kunci keberhasilan SLV bukan hanya pada teknis budidaya, tapi pada kolaborasi multipihak yang langka: Apical Group, Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH), Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), Forum Konservasi Leuser (FKL), dan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil. Mereka bersatu bukan hanya untuk mengajarkan cara memelihara lebah, tapi juga memperkuat legalitas lahan. Lebih dari 800 Surat Tanda Daftar Budidaya (S-TDB) telah diterbitkan bagi petani swadaya, memberi mereka kepastian hukum atas lahan yang selama ini dianggap “ilegal” oleh sistem. Lebih dari 1.000 petani pun telah dilatih dalam praktik perkebunan berkelanjutan (Good Agricultural Practices).

“Ini bukan proyek jangka pendek. Ini tata kelola lanskap,” tegas Anne Fadilla Rachmi, Program Manager IDH. “Perubahan nyata terjadi ketika industri, konservasi, dan masyarakat duduk di meja yang sama—bukan saling menyalahkan, tapi mencari titik temu.”

Titik temu itu ada di Aceh Singkil, wilayah yang menjadi salah satu habitat kritis orangutan Sumatera. YEL, yang sebelumnya memandang sawit sebagai ancaman, kini melihatnya sebagai tantangan tata kelola—bukan komoditas itu sendiri. “Kami bergabung karena visinya sama: menjaga ekosistem tanpa mengorbankan hak hidup masyarakat,” kata Direktur Konservasi YEL, M. Yakob Ishadamy. “SLV membuktikan bahwa konservasi dan kesejahteraan bukan lawan, tapi dua sisi mata uang yang harus dibangun bersama.”

Dengan pendekatan ini, SLV tidak hanya mengurangi tekanan terhadap hutan, tapi juga membangun ekonomi lokal yang mandiri. Petani tidak lagi masuk hutan untuk mencari madu liar—mereka memelihara lebah di rumah, menanam pohon peneduh di lahan restorasi, dan belajar mengelola usaha kecil dengan prinsip pasar global. Sertifikasi keberlanjutan pun menjadi tujuan akhir: agar madu trigona dan produk sawit mereka bisa diterima di pasar internasional yang semakin ketat.

Program ini, yang merupakan bagian dari inisiatif nasional NISCOPS didukung pemerintah Belanda dan Inggris, kini menjadi model yang diujicoba di Malaysia, Nigeria, Kolombia, dan India. Di Indonesia, SLV menunjukkan bahwa solusi berkelanjutan tidak datang dari aturan tinggi, tapi dari akar rumput yang diberdayakan dengan tepat.

Di balik setiap tetes madu trigona, ada cerita: tentang seorang ayah yang bisa menyekolahkan anak, tentang hutan yang bernapas lega, dan tentang industri yang belajar bahwa keberlanjutan bukanlah beban—melainkan peluang.

Iran Balas Serangan AS dengan Rudal ke Pangkalan Militer di Irak

Sumbawanews.com,- Menyusul serangan udara Amerika Serikat terhadap target di wilayah selatan Iran, Teheran melancarkan balasan militer yang terkoordinasi dan luas. Pada Kamis (11/6/2026), Iran meluncurkan serangkaian rudal yang menghantam tiga titik strategis milik AS di Irak utara: Pangkalan Udara Harir, sebuah situs radar di wilayah Kurdistan, serta kapal-kapal perang di Selat Hormuz dan Teluk Persia.

Kantor berita Iran, Nour News, mengonfirmasi bahwa serangan ini merupakan respons langsung terhadap serangan AS yang terjadi sehari sebelumnya. Presiden Donald Trump sebelumnya menuduh Iran mengulur-ulur perundingan dan mengancam akan melancarkan serangan “berskala besar” terhadap republik Islam itu. Balasan Iran tidak hanya terbatas pada Irak—media lokal melaporkan ledakan di kota-kota pesisir Minab, Mohr, Bandar Abbas, dan Sirik, sementara sistem pertahanan udara aktif di ibu kota Tehran dan wilayah selatan.

Markas Besar Khatam al-Anbiya, komando militer Iran, mengumumkan penutupan total Selat Hormuz bagi semua kapal, termasuk tanker minyak dan kapal komersial. “Klaim Amerika bahwa lalu lintas di Selat Hormuz bersifat normal adalah palsu,” tegas pernyataan resmi militer Iran, seperti dikutip situs The Cradle. Ancaman itu disertai peringatan keras: setiap kapal yang mencoba melintas akan menjadi sasaran.

Serangan ini memperdalam krisis energi global. Selat Hormuz, yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, kini terhenti total. Dampaknya langsung terasa di berbagai negara, termasuk Indonesia, di mana harga bensin jenis Pertamax melonjak akibat gangguan rantai pasok minyak.

Selain itu, Iran juga melaporkan pelanggaran wilayah udara oleh pesawat tempur F-16 AS di wilayah selatan. Respons militer Iran terhadap insiden ini menunjukkan sikap tegas: tidak hanya mempertahankan, tetapi juga memperluas operasi balasan ke wilayah-wilayah yang menjadi basis kekuatan AS di Timur Tengah.

Dengan serangan ini, ketegangan antara Iran dan AS memasuki fase paling kritis dalam beberapa tahun terakhir. Kedua pihak kini terperangkap dalam siklus balas-membalas yang berpotensi melebar ke seluruh kawasan. Dunia menahan napas—karena di balik ledakan rudal dan penutupan selat, bukan hanya keamanan regional yang dipertaruhkan, tetapi stabilitas energi global.

Polri Tetapkan Founder DSI sebagai Tersangka Penipuan Rp2,4 Triliun

Sumbawanews.com,- Bareskrim Polri menetapkan FH, founder dan advisor PT Dana Syariah Indonesia (DSI), sebagai tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan berbasis keuangan yang merugikan masyarakat hingga Rp2,4 triliun. Penetapan ini diumumkan pada Senin, 8 Juni 2026, setelah gelar perkara yang mempertimbangkan lima alat bukti, termasuk keterangan saksi, ahli, dokumen, barang bukti, dan data elektronik.

Menurut Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Ade Safri Simanjuntak, FH diduga memanfaatkan struktur perusahaan afiliasi untuk menyembunyikan transaksi fiktif. Ia membuat laporan keuangan palsu tanpa dasar dokumen sah, sekaligus mengelabui investor dengan memanfaatkan data peminjam yang sudah ada—padahal proyek yang dijanjikan tidak pernah direalisasikan.

Peran FH tidak hanya sebagai pendiri DSI, tetapi juga sebagai pengendali di balik layar sejumlah perusahaan yang menjadi jembatan pencucian uang. Ia menjabat sebagai komisaris di PT MEDIFFA BAROKAH INTERNASIONAL dan PT DUO PUTRA LESTARI, serta direktur utama di PT IQQON TRIARTA MAS. Selain itu, FH merupakan pemegang saham mayoritas di tiga entitas keuangan: PT BPRS Albarokah, PT Surya Finansial Utama (SFU), dan PT Surya Ritelindo Utama (SRU)—semua menjadi alat untuk mengalirkan dana masyarakat yang dihimpun secara ilegal.

Penetapan FH sebagai tersangka merupakan kelanjutan dari penyidikan terhadap empat tersangka sebelumnya, yaitu Direktur Utama TA, Komisaris ARL, serta dua eks direktur, MY dan AS. Dengan demikian, jaringan kejahatan keuangan ini kini telah mencapai puncak struktur kepemimpinan.

Kasus ini tidak hanya mengungkap praktik penipuan skala besar, tetapi juga membongkar celah sistemik dalam pengawasan lembaga keuangan syariah non-bank. Pemerintah dan otoritas terkait, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tengah mengkaji ulang tata kelola dan regulasi terhadap perusahaan pembiayaan berbasis teknologi yang beroperasi di luar kerangka hukum yang ketat.

Dengan total kerugian mencapai triliunan rupiah dan jaringan perusahaan yang tersebar luas, kasus DSI menjadi salah satu skandal keuangan paling kompleks yang pernah diungkap Polri dalam beberapa tahun terakhir. Penyidik kini fokus pada pelacakan aset yang telah dialihkan ke dalam bentuk properti, saham, dan rekening offshore, demi memulihkan kerugian para korban.

Berita Terkini

Bill Gates Akui Dijadikan Senjata oleh Epstein

Sumbawanews.com,- Jakarta – Bill Gates, pendiri Microsoft dan salah satu dermawan paling berpengaruh di dunia, mengaku bahwa Jeffrey Epstein pernah mencoba memerasnya dengan memanfaatkan...

Iran Balas Serangan AS dengan Rudal ke Pangkalan Militer di Kuwait dan Bahrain

Sumbawanews.com,- Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meledak dalam siklus balasan militer yang memperdalam krisis di Teluk. Pada Kamis (11/6/2026), Korps Garda Revolusi Islam...

Nike Masih Mendominasi Dunia Olahraga Meski Tantangan Bisnis Menggunung

Sumbawanews.com,- Meski menghadapi gejolak manajemen pasca-pandemi, Nike tetap menjadi raksasa tak tergoyahkan di industri olahraga. Sepatu lari ikonik Vaporfly menjadi acuan utama bagi seluruh...

Kejagung Ungkap Korupsi MBG Lewat Tiga Barang Kunci

Sumbawanews.com,- Jakarta – Kejaksaan Agung mengungkap dugaan korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui analisis tiga barang bukti utama: perangkat elektronik, dokumen internal,...

Kanada Rencanakan Larangan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun

Sumbawanews.com,- Pemerintah Kanada mengajukan rancangan undang-undang bernama Safe Social Media Act yang akan melarang anak-anak di bawah usia 16 tahun memiliki akun media sosial....

Berita Utama