Sumbawa Barat – Suasana bulan ramadhan ini, Gugus Satgas Covid-19 terus melakukan berbagai upaya dalam percepatan penanganan Penyebaran Covid-19, selain untuk mempererat tali silaturrahmi antara tim gugus tugas Covid-19 kecamatan seteluk, patroli gabungan dilakukan juga untuk menjaga kondusifitas wilayah Kecamatan Seteluk serta upaya pencegahan penyebaran Covid-19 diwilayah kecamatan seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Sabtu (25/4).
Dandim 1628/SB Letkol Czi Eddy Oswaronto, ST., mengatakan bahwa Patroli Gabungan harus terus dilaksanakan, terlebih pada bulan ramadhan, yang pada kondisi normal biasanya menjelang berbuka serta saat menjelang taraweh masyarakat berkumpul untuk mengisi waktu, mengingatkan situasi bulan puasa kali ini agak berbeda karena kita sedang berada dalam suasana memerangi serta memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19.
Kegiatan patroli kali ini, Lanjut Dandim, bertujuan untuk memantau dan mengawasi kegiatan masyarakat serta memberikan imbauan untuk bersama-sama mencegah penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di Wilayah Kecamatan Seteluk.
Sesuai laporan yang diterima dari Danramil 1628-03/Seteluk Kapten Inf I Nyoman Mandi, bahwa Patroli Gabungan pada Sabtu malam tersebut menyisir route jalan dan tempat kerumun atau berkumpulnya masyarakat, khususnya para pemuda dibeberapa titik wilayah kecamatan Seteluk, termasuk Alfamart Seteluk, sambil memberikan imbauan melalui pengeras suara agar mentaati imbauan dan kebijakan pemerintah untuk bersama-sama berperan aktif dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.
“Dan dimohon untuk sementara waktu, agar menghindari berkumpul/berkerumun dalam jumlah banyak orang, menjaga jarak, rajin cuci tangan dengan sabun serta jangan lupa menggunakan masker apabila harus keluar rumah,” Jelas Dandim.
“Adapun rute dan desa sasaran patroli yaitu desa Meraran, Lamusung, Ai Suning, Seteluk Tengah dan Seteluk Atas Kecamatan Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat,” ungkapnya.
“Sementara di sela-sela kegiatan, Tim Patroli Gabungan juga memantau dan mengecek Posko Covid-19 di desa Meraran dan desa Lamusung, serta mengingatkan agar selama bertugas tetap sesuai protokol dan SOP yang telah ditetapkan, untuk mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19) serta untuk keselamatan kita bersama,” tegas Dandim.
“Adapun yang ikut dalam kegiatan tersebut diantaranya : Camat Seteluk Taufik Hikmawan, S.Psi. M.Si., Danramil 1628-03/Seteluk Kapten Inf I Nyoman Mandi dan Kapolsek Seteluk Iptu Mulyadi S.Sos,”.Patroli Gabungan berjalan tertib, lancar dan aman.
Sumbawa Barat – Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah Tergabung dalam Gugus Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), tidak hanya konsen pada pencegahan penyebaran Covid-19 tapi juga dampak yang ditimbulkan, diantaranya penanganan dampak sosial dan ekonomi, termasuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Di tengah pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dandim 1628/Sumbawa Barat Letkol Czi Eddy Oswaronto, ST., memberikan motivasi kepada para petani untuk terus berupaya meningkatkan produksi panen gabah dalam mendukung ketahanan pangan.
Untuk memastikan hasil produksi pangan aman, Dandim 1628/Sumbawa Barat Letkol Czi Eddy Oswaronto, ST., terjun langsung dalam panen raya yang dilakukan bersama petani di Desa Ai Kangkung, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Minggu (26/4).
“Panen raya ini dilakukan untuk memastikan dan meningkatkan ketersediaan pangan guna mengantisipasi dampak dari pandemic Covid-19,” kata Dandim saat ditemui usai panen raya di Taliwang, Minggu (26/4).
Pada panen raya kali ini dilakukan di lahan kelompok tani Senutuk Desa Ai Kangkung dengan luas kurang lebih lima hektar.
Menurut Dandim, ketersediaan pangan harus menjadi perhatian penting bagi semua pihak apalagi dalam masa-masa sulit seperti sekarang ini.
Dalam kesempatan itu, Dandim juga memberikan edukasi kepada para petani dan masyarakat setempat untuk tetap mempedomani protokol pencegahan penyebaran Covid-19 dalam setiap kegiatan.
“Selalu gunakan masker, jaga jarak, menerapkan physical distancing, selalu cuci tangan pakai sabun dan jangan mendatangi keramaian,” tutur Dandim.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian KSB, Suhadi, saat ditemui belum lama ini menjelaskan bahwa ketersediaan stok pangan di KSB masih aman dan mencukupi.
“Kebutuhan beras masyarakat KSB mencapai 5000 ton pertahun, atau 114 gram perorang perhari dikali jumlah penduduk dan dikali 360 hari,” jelasnya.
Hadir juga dalam kegiatan panen raya, Camat Sekongkang, Syarifuddin, Danramil 1628-02/Skkg, Kapten Cba Agus, Kapolsek Sekongkang, Ipda Adiyatmaja, Kades Ai’Kangkung, Ratna Wati, PKK Desa Ai’Kangkung, Tokoh masyarakat, Kadus beserta masyarakat yang memiliki lahan padi kurang lebih 30 orang.
Empang – Sumbawanews.com,- Setelah sebelumnya Relawan Rajawali Jarot-Mokhlis membagikan masker di beberapa wilayah di Kabupaten Sumbawa, Alas-Alas Barat, Lape , Lunyuk , Labangka, kali ini menyasar daerah pandemi Empang dan Terano.
Masker yang di bagikan merupakan hasil urunan secara swadaya dari relawan-relawan Rajawali Jarot-Mokhlis. Dari hasil pengumpulan donasi selanjutnya di lakukan pemesanan di pembuatan masker Lokal Sumbawa.
” ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap makin “mengilanya” penyebaran wabah covid-19 dan sekaligus kami ingin berkontribusi ikut dalam menjaga ekonomi masyarakat lokal di tenggah wabah pandemi” tegas Zulkadri mewakili relawan Rajawali Empang.
Sebagaimana di maklumi, saat ini warga masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah memakai masker. ” masih banyak warga yang belum mempunyai masker, kami menghimbau setiap warga yang melakukan aktifitas di luar rumah untuk selalu mengunakan masker ” ujar Zulkadri yang di amini relawan lainnya.
Kondisi yang cukup berat saat ini, perlu kepedulian semua pihak untuk saling bahu membahu memberantas dan memutus mata rantai penyebaran covid-19.
Mataram – sumbawanews.com,- Tim Haji Bambang Kristiono (HBK) Peduli, terus menyasar masyarakat miskin di P. Lombok yang terkena imbas secara ekonomi maupun sosial akibat serangan pandemi COVID-19.
Genap di minggu ke-4 ini, Tim HBK Peduli terus menyalurkan bantuan sembakonya untuk menolong warga miskin yang tidak mampu. Mereka terus mendistribusikan penyaluran sembako-sembako tersebut hingga ke pelosok-pelosok di P. Lombok.
Untuk di KLU, penyaluran bantuan paket-paket sembako juga dibarengi dengan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pemberian vitamin gratis bagi warga.
HBK mengatakan, sasaran penyaluran sembako diprioritaskan kepada warga miskin yang benar-benar tidak mampu seperti para orang tua jompo yang sakit permanen, dan yang hidup sebatangkara atau hidup sendiri karena sudah tidak memiliki keluarga lagi.
“Sasaran penyaluran bantuan sembako-sembako itu masih sama, yaitu para orang tua jompo yang fakir miskin, yang sakit permanen, dan yang hidup sendiri karena sudah tidak memiliki keluarga lagi”, kata HBK saat dihubungi dari Mataram, Minggu, 26 April 2020.
Minggu ini, menjadi minggu keempat untuk penyaluran bantuan sembako bagi warga. HBK menargetkan, untuk tahap pertama ini, penyaluran bantuan akan dilakukan selama tiga bulan. Dan penyaluran sudah dilakukan merata di 54 Kecamatan di P. Lombok.
“Untuk tahap pertama ini, in syaa Allah, penyaluran bantuan sembako yang dilaksanakan HBK Peduli akan berlangsung setiap minggu, selama tiga bulan ini. Sekarang sudah melewati minggu yang keempat, dan merata dilaksanakan di 54 Kecamatan di P. Lombok,” kata HBK.
Selain pembagian sembako, kegiatan penyemprotan disinfektan juga terus dilakukan Tim HBK Peduli Kab/Kota untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid19.
“Kegiatan penyemprotan disinfektan juga terus berjalan, dilakukan HBK Peduli Kab/Kota di wilayahnya masing-masing,” pungkasnya.
Penyerahan Bantuan Mobil Ambulance
Selain itu, pada hari Kamis, 23 April 2020, HBK Peduli telah menyerahkan satu unit mobil Ambulance untuk melayani masyarakat di Kab. Lobar.
Penyerahan mobil Ambulance tersebut, dilaksanakan di Desa Dasan Tapen, Kec. Gerung, Kab. Lobar.
Diserah-terimakan kepada Kepala Desa, dan disaksikan para tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Desa tersebut.
Sebelumnya, satu unit mobil Ambulance juga telah diserahkan HBK Peduli untuk memperkuat dan melayani masyarakat KLU di bidang kesehatan.
“Mudah-mudahan di tahun 2020 ini, semua Kab/Kota di P. Lombok sudah dapat dilayani oleh Ambulance-ambulance baru HBK Peduli, diluar 7 (tujuh) unit Ambulance milik Partai Gerindra yang sudah beroperasi dengan sangat baik dalam melayani masyarakat selama ini. Semuanya akan diberdayakan untuk membantu dan melayani masyarakat P. Lombok dalam mengatasi kesulitan akses pelayanan Ambulance gratis,” ungkap Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini.
Ketua DPC Partai Gerindra KLU, Sudirsah Sujanto, mengatakan bahwa pemberian bantuan sembako, pemeriksaan kesehatan gratis, dan pembagian vitamin gratis untuk masyarakat yang tidak mampu di KLU adalah salah satu upaya dan ikhtiar HBK Peduli dalam memerangi Covid19.
“Pemeriksaan kesehatan gratis, dan pemberian vitamin gratis ini adalah bagian penting dari upaya dan ikhtiar kita dalam memerangi Covid-19, karena rata-rata para penerima bantuan sembako juga adalah mereka-mereka yang tingkat kesehatannya sangat rendah,” kata Sudirsah Sujanto.
Ketua HBK Peduli KLU, Ustad Zainur mengungkapkan, saat HBK mengirim satu unit Ambulance untuk warga Kab. Lobar, HBK juga telah menitipkan bantuan obat-obatan untuk warga KLU.
“Alhamdulillah, selain mengirimkan 1 (satu) unit Ambulance baru ke Kab. Lobar, pak HBK juga telah menitipkan bantuan obat-obatan untuk kegiatan bakti sosial Kesira HBK Peduli KLU. Obat-obatan ini, dipastikan akan sangat bermanfaat dalam mendukung pelayanan kesehatan gratis bagi warga KLU yang kurang mampu,” kata Ustad Zainur.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Gerindra Prov. NTB, Ridwan Hidayat mengatakan, sangat bangga dan mengapresiasi sosok HBK sebagai wakil rakyat P. Lombok. Dia mengatakan, HBK tidak hanya turun ke masyarakat pada saat Pemilu, namun juga turun untuk menunaikan janji-janji kampanyenya secara nyata.
“Kami sangat bangga memiliki sosok wakil rakyat yang seperti mas HBK ini, disela-sela kesibukannya memimpin dan mengikuti rapat-rapat di Komisi-1 DPR RI, beliau terus berkomunikasi dengan kami, memantau dampak pandemi Covid-19 di P. Lombok ini. Kesetiaan, keberpihakan, dan kecintaannya kepada masyarakat P. Lombok yang beliau wakili sudah sangat teruji,” kata Ridwan Hidayat.
“Bahkan untuk pembelian bahan-bahan paket sembako yang akan disalurkanpun, beliau pikirkan dengan sangat detail. Saya kaget ketika beliau perintahkan para pengurus HBK Peduli untuk membeli beras tidak di toko-toko besar di Mataram, tapi langsung di tempat-tempat penggilingan padi milik masyarakat di Kab. Lombok Timur,” ungkapnya.
Ridwan mengungkapkan, di tengah serangan pandemi Covid19 ini, HBK juga memikirkan nasib UKM-UKM terdampak.
Bahkan untuk membuat masker-masker pelindung yang akan dibagikanpun, HBK mengarahkan untuk membuatnya di ibu-ibu penjahit rumahan yang ada di P. Lombok, tidak membelinya dari Jakarta.
“Pak Ketua, dampak krisis yang diakibatkan serangan Covid-19 ini sangat luar biasa, bisa menghancurkan hampir semua sendi-sendi kehidupan kita sebagai bangsa, kita juga harus pikirkan para pelaku UKM kita, karena dalam krisis yang sekarang ini, justeru merekalah yang mendapatkan pukulan pertama”, begitu kira-kira diskusi saya dengan mas HBK setelah beliau memutuskan untuk membentuk satuan relawan HBK Peduli yang ada di Kab/Kota di P. Lombok, beberapa waktu yang lalu,” terang Ridwan Hidayat.
Sumbawa Barat – Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah Tergabung dalam Gugus Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), tidak hanya konsen pada pencegahan penyebaran Covid-19 tapi juga dampak yang ditimbulkan, diantaranya : penanganan dampak sosial dan ekonomi, termasuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Di tengah pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Dandim 1628/Sumbawa Barat Letkol Czi Eddy Oswaronto, ST., memberikan motivasi kepada para petani untuk terus berupaya meningkatkan produksi panen gabah dalam mendukung ketahanan pangan.
Untuk memastikan hasil produksi pangan aman, Dandim 1628/Sumbawa Barat Letkol Czi Eddy Oswaronto, ST., terjun langsung dalam panen raya yang dilakukan bersama petani di Desa Ai Kangkung, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Minggu (26/4).
“Panen raya ini dilakukan untuk memastikan dan meningkatkan ketersediaan pangan guna mengantisipasi dampak dari pandemic Covid-19,” kata Dandim saat ditemui usai panen raya di Taliwang, Minggu (26/4).
Pada panen raya kali ini dilakukan di lahan kelompok tani Senutuk Desa Ai Kangkung dengan luas kurang lebih lima hektar.
Menurut Dandim, ketersediaan pangan harus menjadi perhatian penting bagi semua pihak apalagi dalam masa-masa sulit seperti sekarang ini.
Dalam kesempatan itu, Dandim juga memberikan edukasi kepada para petani dan masyarakat setempat untuk tetap mempedomani protokol pencegahan penyebaran Covid-19 dalam setiap kegiatan.
“Selalu gunakan masker, jaga jarak, menerapkan physical distancing, selalu cuci tangan pakai sabun dan jangan mendatangi keramaian,” tutur Dandim.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian KSB, Suhadi, saat ditemui belum lama ini menjelaskan bahwa ketersediaan stok pangan di KSB masih aman dan mencukupi.
“Kebutuhan beras masyarakat KSB mencapai 5000 ton pertahun, atau 114 gram perorang perhari dikali jumlah penduduk dan dikali 360 hari,” jelasnya.
Hadir juga dalam kegiatan panen raya, Camat Sekongkang, Syarifuddin, Danramil 1628-02/Skkg, Kapten Cba Agus, Kapolsek Sekongkang, Ipda Adiyatmaja, Kades Ai’Kangkung, Ratna Wati, PKK Desa Ai’Kangkung, Tokoh masyarakat, Kadus beserta masyarakat yang memiliki lahan padi kurang lebih 30 orang.
Mataram – sumbawanews.com,- Gugus tugas penanganan Covid-19 NTB kembali me realese hasil pemeriksaan swab terbaru,Bahwa pada hari ini, Minggu 26 April 2020 telah dilakukan pemeriksaan terhadap 105 sampel swab dengan hasil 82 sampel negatif, 8 (delapan) sampel ulangan positif dan 15 sampel kasus baru positif Covid-19. Kasus baru positif tersebut, yakni:
• Pasien nomor 181, an. Ny. MD, perempuan, usia 37 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 106. Saat
ini menjalani proses karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
• Pasien nomor 182, an. Tn. MZ, laki-laki, usia 23 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani proses karantina di Kota Mataram dengan kondisi baik;
• Pasien nomor 183, an. Tn. I, laki-laki, usia 28 tahun, penduduk Desa O’o, Kecamatan
Dompu, Kabupaten Dompu. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.
Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu dengan kondisi baik;
• Pasien nomor 184, an. Tn. R, laki-laki, usia 48 tahun, penduduk Desa O’o, Kecamatan Dompu, Kabupaten Dompu. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu dengan kondisi baik;
• Pasien nomor 185, an. Tn. J, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Soritatanga,
Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu dengan kondisi baik;
• Pasien nomor 186, an. Tn. W, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Desa Nangakara,
Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu dengan kondisi baik;
• Pasien nomor 187, an. Tn. J, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Tambora, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu dengan kondisi baik;
• Pasien nomor 188, an. Tn. RH, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Pekat, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu dengan kondisi baik;
• Pasien nomor 189, an. Tn. MSR, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Desa Pekat, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Dompu dengan kondisi baik;
• Pasien nomor 190, an. Tn. APR, laki-laki, usia 35 tahun, penduduk Desa Dorobelo,
Kecamatan Manggalewa, Kabupaten Dompu. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 61. Saat ini menjalani isolasi mandiri di Kabupaten Dompu dengan kondisi baik;
• Pasien nomor 191, an. Tn. LASS, laki-laki, usia 34 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
• Pasien nomor 192, an. Tn. YA, laki-laki, usia 33 tahun, penduduk Desa Oi Saro, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar.Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik;
• Pasien nomor 193, an. Tn. A, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Desa Mangge, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik;
• Pasien nomor 194, an. Ny. NH, perempuan, usia 20 tahun, penduduk Desa Kore, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 82. Saat ini menjalani
karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik;
• Pasien nomor 195, an. Tn. YY, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Bima dengan kondisi baik.
Selain adanya kasus baru, hari ini juga terdapat 2 (dua) orang yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif. Dua orang yang telah sembuh tersebut, adalah :
• Pasien nomor 11, an. Tn. N, laki-laki, usia 65 tahun, penduduk Kecamatan Kayangan,
Kabupaten Lombok Utara;
• Pasien nomor 49, an. Tn. ATW, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Kelurahan Kekalik, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.
Dengan adanya tambahan 15 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 2 (dua) orang tambahan sembuh, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (26/4/2020) sebanyak 195 orang, dengan perincian 23 orang sudah sembuh, 4 (empat) meninggal dunia, serta 164 orang masih positif dan dalam keadaan baik.
Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan contact tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi
positif.
Populasi berisiko yang sudah diperiksa dengan metode Rapid Diagnostic Test (RDT), yaitu Tenaga Kesehatan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG), serta Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) terutama yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Sebanyak 522 tenaga kesehatan telah diperiksa dengan hasil tidak ada yang reaktif, 1.093 ODP/OTG diperiksa dengan hasil 47 orang (4,3%) reaktif, dan 1.996 PPTG perjalanan Gowa
Makassar diperiksa dengan hasil 451 orang (22,6%) reaktif, serta PPTG perjalanan Bogor diperiksa 101 orang dengan hasil 14 orang (13,9%) reaktif. Semua orang dengan hasil RDT reaktif
dilanjutkan pemeriksaan swab sebagai standar pemeriksaan laboratorium untuk penegakan diagnosa Covid-19.
Hingga press release ini dikeluarkan, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 460 orang dengan perincian 297 orang (65%) PDP masih dalam pengawasan, 163 orang (35%) PDP selesai
pengawasan/sembuh, dan 15 orang PDP meninggal. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) jumlahnya 4.782 orang, terdiri dari 841 orang (18%) masih dalam pemantauan dan 3.941 orang (82%) selesai pemantauan. Jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) yaitu orang yang kontak dengan pasien positif Covid-19 namun tanpa gejala sebanyak 2.591 orang, terdiri dari 1.757 orang (68%) masih dalam pemantauan dan 834 orang (32%) selesai pemantauan. Sedangkan Pelaku Perjalanan Tanpa Gejala (PPTG) yaitu orang yang pernah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit Covid-19 sebanyak 48.436 orang, yang masih menjalani karantina sebanyak 13.199 orang (27%), dan yang selesai menjalani masa karantina 14 hari sebanyak 35.237 orang (73%).
Kepada seluruh masyarakat dimohon untuk terus menjaga kedisiplinan dan kewaspadaan terhadap penyebaran wabah Covid-19. Berdasarkan pantauan, saat ini masih banyak masyarakat yang tidak
menerapkan protokol pencegahan dan penanganan penyebaran Covid-19 sesuai anjuran pemerintah. Kegiatan jual beli di sejumlah pasar tradisional, rumah makan/lesehan, pusat-pusat perbelanjaan serta pedagang asongan disepanjang jalan dalam Bulan Suci Ramadhan ini terpantau
masih banyak warga yang tidak menggunakan masker dan tidak menerapkan physical distancing.
Kerumunan masyarakat terutama anak-anak muda menjelang berbuka puasa, menggunakan sepeda motor tanpa helm dan masker. Sehubungan dengan hal tersebut diminta kepada Bupati/Walikota
agar melakukan pengawasan dan penertiban secara tegas, dengan mempedomani Surat Edaran
Gubernur Nomor 551/635/DISHUB/I Tanggal 24 April 2020 Tentang Pengendalian Transportasi
serta Surat Edaran Gubernur Nomor 19/160/Pol-Pol/2020 Tentang Himbauan Untuk Menjaga Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Pada Bulan Suci Ramadhan 1441 H Tahun 2020.
Demikian realese gugus tugas penanganan covid-19 yang di sampaikan H.Lalu Gita Ariadi sekretaris daerah NTB selaku pelaksan harian gugus tugas.
(Merauke). Personel Kesehatan Satgas Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad, memberikan pertolongan kepada Ibu Linda (20 th) warga Bupul 5, Distrik Eligobel, Kabupaten Merauke, yang mengalami kecelakaan tunggal.
Dansatgas Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., di Merauke, Papua, Sabtu (25/4/2020) menyampaikan bahwa pada hari Jumat 24 April 2020, pukul 18.35 WIT, telah datang ke penjagaan Pos Kotis, tiga orang warga menggunakan mobil pick up mengantarkan Ibu Linda (20 th) korban kecelakaan tunggal yang terjatuh dari kendaraan sepeda motor.
Setelah korban dibawa keruang kesehatan pos, dengan sigap Bintara Kesehatan (Bakes) Sertu Rudiyanto dan Tamtama Kesehatan (Takes) Kopda Ary Wahyudi segera memberikan pertolongan kepada korban yang mengalami luka-luka. “Beruntung korban hanya mengalami luka-luka ringan pada kedua kakinya, setelah dibersihkan lukanya dan obati, korbanpun dipersilahkan untuk dibawa pulang agar dapat beristirahat dirumah,” tutur Dansatgas.
Dansatgas mengatakan bahwa memberikan pelayan kesehatan kepada masyarakat disekitar pos merupakan tugas tambahan bagi Satgas, personel kesehatan yang ada disetiap pos-pos selalu siap untuk membantu masyarakat di wilayah binaan yang membutuhkan.
“Hal ini merupakan wujud sinergitas antara Satgas Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad dengan instansi kesehatan setempat, yang intinya kita disini saling membantu dan saling bekerjasama untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat di perbatasan ini,” pungkasnya.
Bapak Ahmad Santoso (27 th) suami korban yang ikut mengantarkan, menyampaikan terima kasih kepada Satgas Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad Pos Kotis, telah mengobati istrinya yang mengalami kecelakaan tunggal. “Bapak-bapak TNI telah sigap dan cepat mengobati istri saya yang mengalami kecelakaan tunggal, mudah-mudahan kebaikan Bapak-bapak sekalian dibalas oleh Allah SWT,” ucapnya. (Bdr)
Lombok Timur – Danposramil Sakra Timur Koramil 1615-07/Sakra Pelda Sahabudin bersama anggota yang tergabung dalam Tim Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan virus corona (Covid-19) memberikan imbauan kepada para pengunjung dan pedagang pasar Lepak dan pasar Montong Tangi Kecamatan Sakra Lombok Timur, Jumat (24/4).
Imbauan tersebut juga dilakukan bersama Camat Sakra Muhsin, Kapolsek Sakra Iptu Ahmad Amin, Kepala Puskesmas dan Kades Lepak serta Kadus setempat.
Terkait dengan imbauan tersebut, Komandan Kodim 1615/Lotim Kolonel Inf Agus Prihanto Donny, S.Sos., memberikan apresiasi terhadap tugas dan tanggung jawab Satgas Covid-19 ditingkat kecamatan yang terus berupaya memberikan kesadaran kepada masyarakat dengan melakukan pendekatan secara persuasif untuk melaksanakan imbauan pemerintah.
Berdasarkan laporan, sambung Agus Donny, para pedagang dan pengunjung pasar setempat merespon positif imbauan tim Satgas Covid-19.
“Ini upaya yang bagus untuk saling mengingatkan penggunaan masker, para pemilik kios menyediakan tempat mencuci tangan dan menjaga jarak aman antara satu dengan lainnya sehingga dapat memutus rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.
Selain itu, Dandim juga berharap kerjasama dan peran serta masyarakat untuk mendukung dan mentaati imbauan dan kebijakan pemerintah terutama dalam pelaksanaan sholat tarawih dan sholat Jumat agar dilaksanakan dirumah masing-masing mengingat masyarakat terpapar virus corona terus meningkat.
“Semoga kita tetap diberikan kesehatan dan keselamatan agar puasa di bulan Ramadhan berjalan aman dan lancar,” tutupnya.
Mataram – sumbawanews.com, – Pemerintah Provinsi NTB kembali merilis data Covid-19 per hari Sabtu tanggal 25 April 2020. Dari data yang dirilis terdapat 15 kasus baru pasien terinfeksi virus corona dan 1 orang sembuh. Sehingga total positif corona di NTB mencapai 180 kasus.
Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas NTB, H Lalu Gita Ariadi mengatakan, hari ini, Sabtu 25 April 2020 telah dilakukan pemeriksaan 81 sampel swab dengan hasil 66 sampel negatif dan 15 sampel kasus baru positif Covid-19.
Kasus baru positif tersebut, antara lain :
Pasien nomor 166, an .Tn. J, laki-laki, usia 41 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Selatan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik;
Pasien nomor 167, an. Tn. U, laki-laki, usia 45 tahun, penduduk Desa Lantan, Kecamatan Batu Kliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
Pasien nomor 168, an. Ny. M, perempuan, usia 75 tahun, penduduk Desa Sepakek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 70. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Tengah dengan kondisi baik;
Pasien nomor 169, an. Tn. M, laki-laki, usia 70 tahun, penduduk Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan keluarga yang pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
Pasien nomor 170, an. Ny. M, perempuan, usia 58 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Provinsi NTB dengan kondisi baik;
Pasien nomor 171, an. Tn. SS, laki-laki, usia 55 tahun, penduduk Kelurahan Turida, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
Pasien nomor 172, an. Ny. I, perempuan, usia 50 tahun, penduduk Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak erat dengan pasien Covid-19 nomor 07. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
Pasien nomor 173, an. Tn. AN, laki-laki, usia 60 tahun, penduduk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
Pasien nomor 174, an. Tn. S, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
Pasien nomor 175, an. Tn. LI, laki-laki, usia 42 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
Pasien nomor 176, an. Tn. A, laki-laki, usia 46 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
Pasien nomor 177, an. Tn. F, laki-laki, usia 40 tahun, penduduk Desa Kekeri, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
Pasien nomor 178, an. Tn. S, laki-laki, usia 36 tahun, penduduk Desa Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan orang yang sakit Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kabupaten Lombok Barat dengan kondisi baik;
Pasien nomor 179, an. Tn. LS, laki-laki, usia 66 tahun, penduduk Kelurahan Monjok Barat, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik;
Pasien nomor 180, an. Tn. AA, laki-laki, usia 38 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien pernah melakukan perjalanan ke daerah Gowa Makassar. Riwayat kontak dengan pasien Covid-19 tidak pernah. Saat ini menjalani karantina terpusat di Kota Mataram dengan kondisi baik.
Sekda NTB ini menambhkan selain adanya kasus baru, hari ini juga terdapat 1 (satu) orang yang dinyatakan sembuh dari Covid19 setelah pemeriksaan laboratorium swab dua kali dan keduanya negatif.
Satu orang yang telah sembuh tersebut, adalah :
• Pasien nomor 90, an. Tn. SMP, laki-laki, usia 57 tahun, penduduk Jatisela, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.
“Dengan adanya tambahan 15 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, 1 orang tambahan kasus sembuh, dan tidak ada kematian baru, maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini (25/4/2020) sebanyak 180 orang, dengan perincian 21 orang sudah sembuh, 4 meninggal dunia, serta 155 orang masih positif dan dalam keadaan baik,” jelasnya..
Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmas positif.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam upaya pemutusan rantai penularan Covid-19 dengan tetap tinggal di rumah, memakai masker jika keluar rumah dan menghindari kerumunan, physical distancing minimal dua meter, serta selalu mencuci tangan dengan sabun di air mengalir,” pesannya.
Ia juga mengingatkan kepada masyarakat agar menghindari informasi yang tidak benar tentang Covid-19, masyarakat diharapkan mendapatkan informasi dari sumber-sumber resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi menyediakan laman resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 http://corona.ntbprov.go.id, serta layanan Provincial Call Centre (PCC) Penanganan Penyebaran Pandemik Covid-19 NTB di nomor 0810211 8119.
Jakarta – Angkat topi buat Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Listrik Negara (PLN), tanpa beban akhirnya mengakui bahwa PLN gagal bayar utang tahun ini dan meminta kepada bank agar pembayaran utang tahun 2020 dilakukan tahun depan. Mengakui gagal bayar bukan hal mudah bagi sebuah perusahaan, ini akan menjadi reputasi bagi PLN dimata pemberi pinjaman dan investor di masa mendatang. Gagal bayar berarti jatuh peringkat utang perusahaan, jatuh kepercayaan banker pada perusahaan. Namun kenyataan harus dikatakan apa adanya.
Tahun ini PLN memotong target pendapatan. Perusahaan listrik PLN memotong target pendapatan hampir 15%, disebabkan penurunan penjualan listrik akibat pelemahan konsumsi terutama kelompok industry, cafee, restoran dan lain sebagainya sebagai dampak covid 19. Pada saat yang sama PLN dituntut menjalankan aksi kemanusiaan dengan mengratiskan listrik untuk pelanggan 450 VA dan memberikan discount 50% untuk 900 VA. Ini langkah tepat, tentu publik berterimakasih.
Meskipun hal ini memberi konsekuensi. Dirut PLN kepada media menyatakan pendapatannya akan turun menjadi Rp 257 triliun ($16,7 miliar) tahun ini, atau turun 14,6% dari perkiraan sebelumnya sebesar Rp 301 triliun. Setiap penurunan 1% dalam permintaan listrik memotong pendapatan PLN sebesar Rp 2,8 triliun.
Memang, PLN kehilangan kesempatan untuk memotong biaya produksi dikarenakan kontrak dalam pembelian listrik swasta, kontrak dalam pembelian energy primer, batubara dan gas. Semua kontrak tak bisa diubah. Sementara pemerintah sendiri tidak menghendaki adanya revisi penurunan harga bahan bakar ditengah jatuhnya harga minyak dan batubara secara global ke posisi paling rendah sepanjang sejarah. Pemerintah bahkan menolak merevisi rumus harga BBM bagi konsumen dalam negeri saat ini. Hasilnya harga BBM tidak berubah karena banyak pajak dan pungutan.
Padahal memang secara alami konsumsi listrik Indonesia mengalami penurunan seiring dengan pelemahan pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir, yang disebabkan oleh bangkrutnya Industri dan melemahnya daya beli masyarakat dalam lima tahun terakhir dan sekarang penurunan oleh karena kebijakan pemerintah dalam menghadapi covid 19.
Namun kita ketahui pada saat yang sama lima tahun terakhir, PLN telah terikat tugas dari pemerintah untuk mensukseskan project listrik 35 ribu MW, pembangunan jaringan, kewajiban membeli listrik swasta dengan skema Take Or Pay, sementara produksi listrik Indonesia telah berlebih di Jawa Bali sejak tahun 2014 lalu.
Wajar Perusahaan listrik milik negara ini meminta kepada bank, apakah pembayaran utang yang jatuh tempo tahun ini dapat ditunda sampai tahun depan 2021. Data PLN menunjukkan bahwa perusahaan memiliki sekitar 161 triliun rupiah kewajiban jangka pendek pada akhir Juni lalu, termasuk pinjaman bank jangka pendek. PLN dan Pertamina adalah dua BUMN dengan utang paling besar, terutama valuta asing.
Bagaimana BUMN lain ?
Bagaimana dengan BUMN lain, apakah secara kesatria akan mengakui gagal bayar tahun ini? Sebagaimana diketahui bahwa beberapa BUMN mengalami masalah. Krakatau Steel misalnya mengatakan pada bulan Januari akan merestrukturisasi utang $ 2 miliar karena terhuyung-huyung di ambang kebangkrutan. Dua perusahaan asuransi negara, PT Jiwasraya dan PT Asabri, telah mengalami default. Masalah Jiwasraya terungkap sepenuhnya bulan lalu, pihak berwenang mengumumkan total kerugian negara lebih dari Rp 16 triliun.
Selain itu dua dari BUMN yang merupakan kunci yang ditopang dengan utang dalam membangun infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir yakni PT Waskita Karya, yang membangun jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, dan bangunan – termasuk kantor pusat Bank Indonesia di Jakarta, utangnya melambung lebih dari 10 kali menjadi Rp 82,8 triliun pada September, dari Rp 7,7 triliun pada 2015. Utang di PT Wijaya Karya, yang membangun apartemen komersial dan residensial serta sistem transportasi kereta api dan jembatan, melonjak menjadi Rp 21,7 triliun dari Rp 3,5 triliun pada periode yang sama.
Presiden Jokowi lalu dan menunjuk Erik Thohir untuk memimpin BUMN. Mantan ketua Tim Sukses yang mengantarkanya sebagai presiden untuk periode kedua ini telah benyak membuat gebrakan dengan mengganti para pejabat tinggi BUMN. Mantan pemilik tim sepak bola Inter Milan Italia, telah berjanji melalui berbagai media untuk melikuidasi perusahaan yang gagal gagal bayar kewajibanya.
Selama lima tahun terakhir BUMN juga telah menimbun utang luar negeri dalam mendukung program pemerintah, sehingga meningkatkan biaya pendanaan mereka saat dolar melonjak. Risiko-risiko tersebut tercermin di pasar keuangan, misalnya obligasi PT Garuda Indonesia, yang menghadapi kemerosotan. Sekitar $ 500 juta yang jatuh tempo 3 Juni menurut kerangan yang dilansir Bloomberg. Kasus lainnya berupa manipulasi laporan keuangan yang telah menjadi peristiwa yang menghebohkan.
Perhatian utama tertuju kepada Pertamina, BUMN non financial dengan asset terbesar kedua di Tanah air setelah PLN, adalah perusahaan yang menimbun utang cukup besar. utang Pertamina 508,4 triliun sampai dengan tahun 2018, dan sepanjang 2019-2020 menambah global bond sebesar 3 miliar dolar, atau Rp 46 triliun belum termasuk utang bentuk lainnya. total utang dalam Global bond sampai awal tahun 2020 mencapai USD 12,5 miliar atau sekitar Rp. 193 triliun pada tingkat kurs saat ini.
Mskpun gagal dalam membangun kilang kilang minyak. Akusisi perusahaan asing yang habis masa kontrak dengan biaya mahal, sekarang harus berhadapan dengan harga minyak mentah paling buruk sepanjang sejarah migas. Sementara 70% usaha pertamina ada dihulu. Kilang kilang yang dibaiayai mahalpun harus ditutup karena lebih menguntungkan melakukan impor BBM. Padahal Pertamina baru saja membeli TPPI sebuah kilang migas yang telah bangkrut akibat korupsi miliaran dolar, tampaknya akan mangkrak.
Privatisasi atau Ditalangi Pemerintah ?
Menurut Direktur pelaksana Penida Capital Advisors Ltd. Edward Gustely, di Jakarta, kepada salah satu media internasional mengatakan pemerintah harus membuang perusahaan yang berkinerja terburuk – yang non-strategis dan tidak menguntungkan, caranya tidak lain yakni melalui privatisasi, alias Jual. Namun pertanyaan siapa yang akan beli ? atau memang para pembelinya sudah mengantre?
Cara lain adalah pemerintah menalangi utang seluruh BUMN tersebut, darimana uangnya? Dengan menggunakan dana stimulus yang sekarang tengah digolkan melalui Perpu No 1 Tahun 2020 dan perpres nomor 54 tahun 2020 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan belanja Negara Perubahan (APBNP). Sebagaimana diketahui bahwa Pemerintah telah menargetkan utang baru senilai Rp. 1006 Triliun dan sebanyak Rp 420 triliun akan dialokasikan sebagai stumulus menghadapi covid 19.
Kepala departemen keuangan kementerian keuangan kepada media mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mendukung PLN dan rencana pemerintah untuk mengumpulkan Rp 150 triliun untuk membantu perusahaan pulih dari dampak ekonomi dari wabah koronavirus, namun rinciannya belum jelas. Sementara buat Pertamina belum jelas berapa bantuan dari pemerintah untuk mengatasi penurunan penjualan saat ini.
Apabila semua berjalan lancar yakni target pembiayaan (utang) sebesar Rp. 1006 triliun tahun 2020 tercapai maka mudahlah bagi pemerintah untuk membailout BUMN yang bangkrut. Namun sebaliknya jika tidak tercapai maka kemungkinan besar akan nada privatisasi. Ini adalah pilihan yang buruk bagi rakyat dan para pekerja BUMN, akan tetapi tampaknya ini akan cukup menyenangkan hati pemerintah yang tengah membutuhkan uang banyak untuk membayar utang.
Sementara saat ini utang pemerintah dan BUMN berdasarkan laporan Bank Indonesia (BI) general government debt mencapai Rp. 11.250 trilun. Utang ini telah terakumulasi dengan cepat seiring dengan berbagai proyek ambisus pemerintah mulai dari proyek infrstruktur listrik, kilang minyak, jalan tol, pelabuhan dan bandara yang sebagian besar sekarang telah menjadi beban karena tidak memberikan cashflow yang baik. Apalagi infrastruktur yang dibangun untuk mudik lebaran, telah kehilangan momentum untuk menyedot daya beli masyarakat, sesuai perintah larangan mudik bukan pulang kampong sekarang ini. ***
Sumbawanews.com,- Timnas Cape Verde memastikan diri melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 0-0 melawan Arab Saudi dalam laga terakhir...
Sumbawanews.com,- Pertandingan penentu nasib di Grup H Piala Dunia 2026 berakhir dengan kekalahan menyakitkan bagi Uruguay. Tersingkir dari babak 32 besar setelah dikalahkan 0-1...
Sumbawanews.com,- Guadalajara – Timnas Spanyol resmi menjadi juara Grup H Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Uruguay 1-0 dalam laga penentuan di Estadio Guadalajara, Sabtu...
Sumbawanews.com,- Arsenal gagal merayu Newcastle United untuk melepaskan gelandang andalan Bruno Guimaraes, meski telah mengajukan tawaran senilai 60 juta poundsterling atau lebih dari Rp1,2...