Mataram – sumbawanews.com,– Dengan bannyaknya tenaga kesehatan (medis) bersentuhan dengan pasien covid ikut terpapar Hasan Masat menilai pemerintah perlu mengambil langkah cermat dalam penangganan wabah.
-“Jika tenaga tenaga medis juga telah menjadi salah satu transmisi lokal maka akan membangun ketidakpercayaan sikap was was pada masyarakat sehingga menjauhi sakit dan puskesmas padahal mereka butuh perawatan dalam penyakit selain covid” papar Hasan Masat.
Karena itu tambahnya, pemerintah sebaiknya bagi para tenaga medis atau yang bertugas pada bagian isolasi harusnya petugas petugas tersebut ikut “terisolasi” artinya mereka tidak boleh keluar tempat isolasi selama masa isolasi pasien
Selain itu Hasan Masat menyqrankan pemerintah, perbanyak APD untuk tenaga medis bukan perbanyak masker. “Perhatikan makanan kesehatan dan kesejahteraan tenaga medis” tegas Hasan Masat.
Lebih lanjut Hasan Masat menyarankan untuk isolasi sebaiknya gunakanlah hotel hotel untuk melakukan isolasi, dan karyawan karyawan hotel dapat bekerja, tentunya dengan standar penanganan covid 19, dimana mereka tidak diperbolehkan pulang selama melayani para tenaga medis dan pasien.
“Mintalah prusahaan prusahaan besar untuk melakukan isolasi dengan gunakan hotel hotel bagi karyawannya, ini akan membuat sirkulasi ekonomi akan bisa bertahan.” Kata Hasan Masat.
sumbawanews.com,- Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M., memimpin Apel Khusus dalam rangka Halal Bihalal Idul Fitri 1441 H yang dihadiri seluruh personel Bakamla RI baik eselon-I, II, III, IV hingga staf di lingkungan Markas Besar Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, di Jl. Proklamasi No. 56, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/05/2020).
Apel Khusus dan halal bihalal kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dikarenakan situasi nasional saat ini masih dalam keadaan pandemi Covid-19, maka seluruh peserta apel tetap melaksanakan prosedur physical distancing dan penggunaan masker serta menggunakan panduan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, sehingga barisan peserta apel menerapkan jaga jarak serta pelaksanaan halal bihalal pun tidak melakukan jabat tangan.
Pelaksanaan apel khusus ini juga dilakukan untuk mengecek kehadiran personel terkait penerapan Perubahan SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020.
Dalam arahannya, Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M. mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H kepada seluruh personel Bakamla RI yang beragama muslim di manapun bertugas, serta memerintahkan untuk tetap menjaga kesehatan masing-masing dengan senantiasa menerapkan protokol kesehatan secara sungguh-sungguh. “Tetap semangat dalam bekerja, kerja keras, kerja ikhlas dan yang terpenting adalah jaga kesehatan walaupun kita berada ditengah situasi pademi Covid-19 ini kita,” tegas Kabakamla. “Saya perintahkan untuk tidak lupa penggunaan masker, physical distancing atau jaga jarak, dan cuci tangan, karena kita tidak tahu sampai kapan pandemi covid-19 berakhir,” sambungnya.
“Saya juga berpesan agar senantiasa menjaga kesehatan keluarga dan anak-anak, serta yang perlu diwaspadai adalah orang tua kita yang berusia diatas 50 tahun. Terima kasih selama ini kalian sudah bekerja dengan baik tolong dipertahankan dan tingkatkan,” tutup Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M.
Turut hadir dalam apel khusus dan halal bihalal tersebut Sestama Bakamla RI Laksda Bakamla S. Irawan, M.M., para Deputi, serta para Direktur dan Kepala Biro di jajaran Markas Besar Bakamla RI.
sumbawanews.com,- Dalam rangka menyongsong kehidupan baru (new normal) di tengah pandemi Virus Corona atau Covid-19, Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisan Negara Republik Indonesia (Polri) akan menggelar pendisiplinan protokol kesehatan di 1.800 titik yang berada di 4 (empat) Provinsi dan 25 Kabupaten/Kota.
Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P., saat mengecek kesiapan penerapan prosedur standar protokol kesehatan yang ditinjau oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2020).
Panglima TNI meminta dukungan semua pihak dan seluruh lapisan masyarakat untuk dapat bekerjasama demi keberhasilan pelaksanaan pendisiplinan protokol kesehatan yang dilaksanakan di empat Provinsi dan 25 Kabupaten/Kota.
Obyek pendisiplinan protokol kesehatan dilakukan diberbagai sektor seperti sarana transportasi massal, pasar, mall, tempat pariwisata dan lain sebagainya yang berada di 1.800 titik obyek.
Panglima TNI menjelaskan bahwa Presiden Jokowi meninjau beberapa tempat yang akan dilakukan pendisiplinan protokol kesehatan seperti Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia Jakarta dan Pusat Niaga yang ada di Bekasi Jawa Barat.
Nantinya TNI, Polri dan pemerintah daerah akan melakukan kerjasama termasuk berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penangnanan Covid-19 agar dapat melaksanakan penerapan protokol kesehatan. Diharapkan dengan penerapan protokol kesehatan tersebut dapat dilaksanakan sesuai rencana agar masyarakat dapat beraktifitas namun tetap aman dari Covid-19.
Panglima TNI mengatakan bahwa beberapa langkah yang akan dilakukan dalam penerapan pendisiplinan protokol kesehatan yaitu : Pertama, seluruh masyarakat harus selalu memakai masker. Kedua, masyarakat dalam kegiatan harus menjaga jarak aman sehingga nantinya akan siapkan alat pencuci tangan atau handsanitizer.
Selain itu akan dilakukan pembatasan-pembatasan di beberapa tempat seperti mall yang kapasitasnya misalnya seribu diatur menjadi 500 dan rumah makan yang kapasitasnya mislanya 500 orang menjadi 200 orang. Pelaksanaanya akan diawasi dengan ketat oleh aparat keamanan dari TNI dan Polri. (Ahm)
Lombok Timur – Viralnya sebuah foto pengendara yang sedang melintasi Simpang Empat Desa Sukaraja yang sempat diperiksa dan ditahan petugas jaga operasi perbatasan karena menggunakan masker dari plastik membuat Komandan Kodim 1615/Lotim Letnan Kolonel Inf Agus Prihanto Donny, S.Sos., selaku Wakil 1 Satgas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wilayah Kabupaten Lombok Timur angkat bicara terkait dengan permasalahan tersebut.
Melalui press rilisnya, Selasa (26/5), Agus Donny sapaan akrabnya mengatakan dalam proses percepatan pencegahan penyebaran dan penularan virus corona atau corona virus desease (Covid-19) di Provinsi NTB khususnya di Kabupaten Lombok Timur membutuhkan kesadaran seluruh komponen masyarakat dalam melawan penyebarannya.
“Jadi tidak hanya aparat atau petugas saja yang harus disiplin, namun semua komponen masyarakat harus betul-betul sadar dan disiplin untuk melawan penyebaran virus corona dengan mentaati imbauan pemerintah terutama penggunaan masker, sering mencuci tangan dan menghindari keramaian,” tegasnya.
Dijelaskannya, viralnya foto tersebut di media sosial membuktikan minimnya kesadaran sebagian masyarakat untuk menjaga kesehatannya sendiri dalam melawan penyebaran virus corona, sehingga hal ini membutuhkan perhatian kita bersama untuk saling mengingatkan satu dengan yang lainnya.
Untuk itu, pihaknya akan terus mensosialisasikan dan mengimbau serta mengedukasi masyarakat bersama anggota Satgas Gugus Tugas lainnya maupun perangkat desa.
“Penanganan Covid-19 ini bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, namun menjadi tanggungjawab kita bersama untuk melawan dan memeranginya, salah satunya dengan cara saling mengingatkan sehingga adanya kesamaan gerakan dalam upaya pencegahan Covid-19,” papar Agus Donny.
Pria kelahiran Magelang tersebut juga sudah menginstruksikan kepada para Babinsa jajarannya untuk mengajak perangkat desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat di desa binaannya untuk terus mengimbau masyarakat mencegah penyebaran Covid-19 mulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan yang lebih luas sehingga dapat menekan jumlah warga yang terpapar Covid-19.
“Mari kita tumbuhkan kesadaran dalam diri masing-masing untuk menjaga kesehatan, karena mencegah lebih baik dari pada mengobati,” imbunya.
Sebelumnya disampaikan bahwa Danposramil Jerowaru Koramil 1615-04/Keruak Pelda Samsul Bahri bersama anggota Sub Satgas Gugus Tugas Covid-19 yang berjaga di Pos Perbatasan Sukaraja pada Senin Kemarin menghentikan salah seorang warga Dusun Temayang Desa Batunampar Selatan Kecamatan Jerowaru yang menggunakan kresek plastik sebagai masker. Petugas kemudian bertanya dan pengendara tersebut berkilah tidak memiliki masker.
“Namun setelah didalami, ternyata dia memiliki masker di rumah yang sudah dibagikan Pemerintah Desa setempat,” terang Samsul Bahri.
sumbawanews.com,- Isu pangan selalu menjadi isu utama dan merupakan skala prioritas pemerintahan, baik pusat maupun daerah. Apalagi di tengah wabah pandemi Covid-19 ini. Isu utama soal pangan ini adalah ketahanan pangan, yang menyangkut ketersediaan dan keberagaman pangan, baik di lingkup rumah tangga maupun lingkup daerah provinsi dan kabupaten/kota, ataupun negara.
Konsekuensi logis dari penyebaran Covid-19 ini adalah ketahanan pangan, terutama di setiap rumah tangga. Hal ini terkait dengan kebijakan pemerintah mengenai pemutusan penyebaran virus Corona ini dengan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Di antara kebijakan PSBB ini adalah menghimbau agar masyarakat melakukan pekerjaan dari rumah (working from home) dan menjaga jarak secara fisik (social/physical distancing). Ini dimaksudkan untuk mengurangi mobilitas dan aktivitas masyarakat di keramaian. Selain itu, adanya kebijakan sejumlah pemerintah daerah yang mengimplementasikan karantina wilayah secara parsial.
Pangan harus menjadi perhatian utama pemerintah, khususnya pemerintah provinsi dan kabupaten kota. Karena pangan merupakan kebutuhan paling dasar, selain sandang, dan papan. Sistem atau pola kerja di sektor pangan memang tampaknya berubah sangat signifikan di tengah pandemi Covid-19 ini, mulai dari proses produksi hingga konsumsi, dari hulu hingga hilir.
Peran produsen, khususnya petani, dalam rantai pasok pangan sangat penting di tengah pandemi Covid-19, terjadi penyesuaian yang cenderung bersifat masif. Hampir seluruh negara di dunia berusaha untuk memenuhi kebutuhan pangan domestiknya sendiri, karena jalur perdagangan internasional terganggu sejak wabah Covid-19 mulai menyebar. Produksi dalam negeri menjadi tumpuan utama bagi setiap negara saat ini, termasuk Indonesia. Fasilitas produksi, seperti mesin dan peralatan pertanian, subsidi pupuk dan benih, serta fasilitas pendukung produksi lainnya, perlu menjadi prioritas bagi peningkatan produksi dalam negeri.
Sebagai langkah antisipasi dampak Covid-19 terhadap ketersediaan dan stabilitas harga pangan di Indonesia, pemerintah harus memastikan fasilitas dan bantuan di semua lini pangan, mulai dari produksi hingga konsumsi, berjalan sebagaimana mestinya. Koordinasi antar Kementerian dan Lembaga Negara (K/L) merupakan kunci keberhasilan dari penerapan strategi kebijakan pangan ini. Tren restriksi perdagangan komoditas pangan dan gangguan logistik sudah dapat diprediksi sebelumnya. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengoptimalkan potensi produksi pangan dalam negeri dan memperbaiki sistem logistik pangan nasional. Oleh karena urusan pangan adalah urusan pemerintahan wajib non pelayanan dasar yang wajib diselenggarakan oleh semua daerah tanpa melihat potensi daerah dan merupakan urusan pemerintahan konkuren yang diserahkan ke Daerah yang menjadi dasar pelaksanaan Otonomi Daerah (Undang-Undang No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah).
Hal di atas tidak dapat berjalan dengan baik, jika tanpa dukungan dari Pemerintahan Daerah (Provinsi dan Kabupaten Kota). Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat dan Kota Padang memiliki peran strategis dalam mendukung optimalisasi program tersebut. Hal ini sejalan juga dengan tiga program unggulan Kementerian Pertanian yang relevan dengan konteks kekinian. Pertama, perbaikan hulu koordinasi petani dan penyuluhan pertanian melalui teknologi yang disebut Agriculture War Room (AWR). Kedua, pembentukan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) dan ketiga, Gerakan ekspor tiga kali lipat (Gratieks) sebagai wujud tanggung jawab dan tupoksi dari Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat dan Kota Padang selaku Dinas Teknis yang membidangi urusan pangan dalam rangka memenuhi peningkatan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Ini juga telah diamanahkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah pasal 15 point 14 menyatakan bahwa Pangan merupakan urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar yang harus dimiliki oleh semua daerah.
Dalam pelaksanaan teknis tupoksi ini sering terjadi tumpang tindih antara Dinas Pertanian dan Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat dan Kota Padang, dikarenakan banyak kerjaan yang memiliki irisan yang sama. Oleh karena itu dalam Permentan Nomor: 43/Permentan/ OT.010/8/2016, kedua institusi tersebut dapat dilakukan penggabungan dalam upaya meningkatkan efisiensi anggaran. Ditambah dengan telah diundangkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah. Karakteristik dari Permendagri No 90 Tahun 2019 ini adalah proses untuk mengklasifikasikan anggaran berdasarkan kegiatan dan juga berdasarkan unit organisasi. Sehingga pengaturan yang dilakukan Permendagri Nomor 90 Tahun 2019 ini, memastikan agar perangkat daerah yang ada, menyelenggarakan urusan sesuai koridor Undang-Undang No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah atau tuntutan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Adapun upaya meningkatkan ketahanan pangan Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat dan Kota Padang, melalui berbagai kebijakan, program, dan kegiatan terkait pangan selain menguatkan kembali Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), harus melakukan berbagai inovasi perbaikan dari hulu hingga hilir di tengah pandemi Covid-19. Inovasi ini dapat membantu Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kota Padang dalam menyusun data dan mengambil kebijakan seperti data ketersediaan pangan, rawan pangan, distribusi pangan, dan data petani terdampak Covid-19. Disinilah peran Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat dan Kota Padang melaksanakan inovasinya melalui program AWR yang merupakan sistem pertahanan pertanian yang terintegrasi dengan berbagai data perkembangan pertanian secara real-time. Melalui AWR ini dapat memonitoring petani terdampak Covid-19. AWR juga menjadi jembatan informasi bagi pengambil kebijakan, dengan para petani dan penyuluh di lapangan. Selain itu, AWR juga akan menjadi pusat kendali dan pemantauan secara real time kondisi pertanaman dan potensi pertanian di seluruh wilayah di Provinsi Sumatera Barat dan Kota Padang.
Adapun kewajiban menguatkan kembali Cadangan Pangan ini didasarkan pada UU No.18 Tahun 2012 tentang Pangan dan PP 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi. Selain itu dalam menjamin distribusi pangan, Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat dan Kota Padang dapat memulai dengan bekerja sama dengan sejumlah penyelenggara transportasi dan perdagangan online untuk terlibat dalam distribusi pangan. Di antaranya, Lazada, Tokopedia, Grab, dan Gojek dan KitKu.***
(Merauke). Perjalanan panjang Yusuf Rony Kabarjay (20 th) seorang putra asli Papua dari Kampung Toray, Distrik Sota, akhirnya bisa lulus menjadi anggota TNI AD dalam pengumuman rekrutmen Secata PK Gel I tahun 2020 di Korem 174/ATW.
Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., dalam rilis tertulisnya di Merauke, Papua, Senin (25/5/2020) mengatakan bahwa Yusuf Rony Kabarjay yang merupakan anak didik Satgas Pamtas Yonif MR 411/Pdw Kostrad Pos Toray, akhirnya dapat mewujudkan cita-citanya diterima menjadi prajurit TNI setelah dirinya dinyatakan lulus pada pengumuman rekruktmen Secata PK Gel I tahun 2020 di Korem 174/ATW, Rabu (21/5/2020).
“Rony putra Papua dari Suku Yeinan itu merupakan seorang yatim piatu yang tinggal ikut bersama kakak iparnya Yonias Kapaiter (54 th) di Kampung Toray, Distrik Sota, Kab. Merauke, Papua,” ucapnya.
Sebagai wujud dukungan dengan warga binaan yang ingin menjadi prajurit TNI, personel Pos Toray yang dipimpin Letda Inf Wesly Tanaem memberikan pembinaan dan latihan secara terjadwal kepada Rony sebagai bekal dan kelancaran mengikuti seleksi, tak jarang Rony pun sering tidur bersama personel.
Latihan yang diberikan meliputi materi kesegaran jasmani A dan B (lari 12 menit, pull up, twis sit up, push up, lunges, shuttle run) serta materi test psikologi.
“Kami (Satgas) mengucapkan selamat kepada adik kita Yusuf Rony Kabarjay telah diterima menjadi prajurit TNI AD. Semangat, tekad dan kerja kerasnya selama ini telah mengantarkannya menggapai mimpi yang dicita-citakan,” kata Dansatgas.
Dansatgas berpesan, agar selalu jaga kesehatan, motivasi yang tinggi dan semangat untuk mengikuti pendidikan dasar di Secata Rindam XVII/Cendrawasih.
Rasa bangga dan haru juga diungkapkan oleh Letda Inf Wesly Tanaem selaku Danpos Toray mewakili seluruh personel atas kelulusan Rony yang telah dinyatakan lulus dan diterima menjadi prajurit TNI AD. “Kami semua sangat bangga dan bersyukur karena anak didik Pos Toray telah dinyatakan lulus menjadi TNI, selamat bergabung bersama kami adik Rony Kabarjay,” tuturnya.
Sementara itu, tangis haru dan ucapan terimakasih disampaikan oleh Yonias Kapaiter kakak ipar sekaligus orang tua wali Rony, ketika dirinya dan keluarga di undang ke Pos Toray untuk diberi tahu berita kelulusan adik iparnya menjadi TNI.
“Kami sekeluarga sangat bahagia dan terharu dengan berita baik ini, ribuan terimakasih kami ucapkan kepada personel Pos Toray yang telah membina dan mendidik Rony selama ini, semoga ketulusan dan kebaikan Bapak-bapak TNI dibalas oleh Tuhan,” ungkapnya. (Bdr)
(Merauke. Senin, 25 Mei 2020). Merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 H di medan tugas dengan sederhana dan jauh dari keluarga tercinta serta ditengah pandemi covid-19, tetap memberikan kebahagiaan tersendiri bagi personel Satgas Pamtas Yonif MR 411/Pdw Kostrad yang sedang bertugas di perbatasan Indonesia-Papua New Guinea (RI-PNG).
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., dalam rilis tertulisnya di Merauke, Papua, Senin (25/5/2020).
Lebih lanjut dikatakan, personel Satgas Pamtas RI-PNG sektor selatan Yonif MR 411/Pdw Kostrad merayakan Lebaran secara sederhana namun penuh kebahagiaan dengan menggelar Shalat Idul Fitri 1441 H, dilanjutkan halal bihalal di pos-pos Satgas masing-masing dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, Minggu (24/5/2020).
Walaupun dilaksanakan hanya secara sederhana di pos masing-masing yang tersebar di 22 Pos Jajaran Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad, gema takbir membahana di Bumi Animha perbatasan RI-PNG sektor selatan Kab. Merauke, kebahagiaan di Hari Raya Idul Fitri 1441 H sebagai berkat limpahan Rahmat Allah SWT.
Salah satunya yang dilaksanakan di Pos Kout Sota dipimpin oleh Wadansatgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Ilham Datu Ramang, bersama personel muslim melaksanakan Shalat Ied di Mushola pos, dilanjutkan dengan halal bihalal saling memaafkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
“Kegiatan shalat berjamaah di mushola Pos Kout, dengan ceramah Idul Fitri sesuai arahan dari Kemenag, dilaksanakan dengan sederhana namun penuh kebahagiaan suasana lebaran, meskipun harus jauh dari keluarga dan orang-orang tercinta,” ujar Dansatgas.
Mayor Inf Rizky Aditya berpesan kepada seluruh prajurit untuk selalu semangat, jaga kesehatan, penuh motivasi serta selalu memperhatikan faktor keamanan dan waspada dalam melaksanakan tugas yang tidak lama lagi memasuki purna tugas.
Menurutnya, merayakan Idul Fitri di medan tugas merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan setiap prajurit. “Marilah kita rayakan kemenangan dengan penuh kebahagiaan, seraya berdoa semoga pandemi covid-19 ini segera hilang dari Indonesia,” harapnya.
Sementara itu, salah satu personel Pos Kout Sota, Praka Didik Prabowo menyampaikan, meskipun lebaran kali ini jauh dengan keluarga tercinta di Salatiga, Jawa Tengah namun dirinya selalu bersyukur dan bersemangat dalam melaksanakan tugas yang telah diembannya selama ±11 bulan.
“Saya selalu bersyukur dan senang, bisa berlebaran bersama dengan rekan-rekan personel Satgas yang lainnya di medan penugasan ini, mudah-mudahan dimomen Idul Fitri ini kita semua selalu dilimpahkan berkah dalam melaksanakan tugas dari Allah SWT,” tuturnya. (Bdr)
Mataram – Sebagai upaya mengantisipasi dan mencegah penyebaran Covid-19 pada perayaan Idul Fitri 1441 H, Personel TNI-POLRI dan Dinas Perhubungan yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 Kota Mataram melaksanakan pengamanan di beberapa akses dan pintu masuk kota Mataram.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengendalikan arus kendaraan dan aktifitas masyarakat yang masuk kota Mataram pada perayaan Idul Fitri sambil memberikan imbauan kepada masyarakat pengguna jalan baik pengendara kendaraan bermotor maupun pejalan kaki, agar melaksanakan imbauan pemerintah dan mengikuti protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di kota Mataram dan sekitarnya.
Demikian disampaikan Dandim 1606/Lobar Kolonel Czi Efrijon Kroll, S.IP. M.M, di sela-sela kesibukannya, Minggu (24/5/2020).
Dandim Lobar juga menyampaikan, bahwa selain kegiatan tersebut, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Lombok Barat yang terdiri dari TNI-POLRI, KKP (tim kesehatan pelabuhan lembar), pihak ASDP, Pelindo, Kasop dan Dinas Karantina, pada malam hari ini melaksanakan apel gabungan bertempat di pelabuhan Lembar dalam rangka memonitor bongkar muat KMP GADING NUSANTARA.
Lebih lanjut Dandim menjelaskan, bahwa pada kegiatan tersebut Gugus Tugas Covid-19 melaksanakan pemeriksaan terhadap penumpang yang baru tiba di pelabuhan lembar, sesuai dengan prosedur dan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, serta mengarahkan para penumpang untuk mencuci tangan dan tetap menggunakan masker.
“Alhamdulillah, sesuai dengan harapan untuk sementara dari pemeriksaan tersebut tidak ada penumpang kapal yang terindikasi terpapar Covid-19,” ucap Dandim.
Menurutnya, beberapa kegiatan yang dilaksanakan oleh satuan jajaran Kodim 1606/Lobar bersama dengan instansi terkait lainnya, merupakan upaya untuk membantu pemerintah mencegah penyebaran Covid-19, sehingga masyarakat yang terpapar Covid-19 di wilayah NTB tidak terus bertambah.
“Tugas ini adalah tanggung jawab yang harus dipikul bersama, untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang tengah melanda dunia saat ini,” pungkasnya.
Untuk itu, Dandim berharap kepada seluruh personel TNI-POLRI dan instansi terkait lainnya yang sedang bertugas di pos-pos pengamanan, agar tetap semangat, jaga sinergitas dan kekompakan demi keamanan dan keselamatan diri kita, masyarakat, bangsa dan negara.
Mataram – Dalam rangka mengantisipasi perkembangan situasi perayaan Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19, Danrem 162/WB bersama Kapolda NTB didampingi Dandim 1606/Lobar dan Kapolresta Mataram memantau perayaan Idul Fitri serta mengecek Posko Covid-19 dan Pos Pengamanan Lebaran di beberapa gerbang pintu masuk dan keluar Kota Mataram, Minggu (24/5/2020).
Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau dan meminimalisir aktifitas masyarakat pada perayaan Idul Fitri serta mengecek kesiapsiagaan sekaligus memberikan bingkisan kepada personel di Posko Gugus Tugas Covid-19 dan Pos Pengamanan Lebaran.
Menurutnya, perayaan Idul Fitri oleh masyarakat di wilayah NTB baik di pulau Lombok maupun Sumbawa, sesuai laporan dari satuan jajarannya, mulai dari takbiran sampai pelaksanaan sholat Ied di wilayah masing-masing sudah berjalan tertib dan kondusif sesuai dengan imbauan pemerintah dan mengikuti prosedur protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
“Saya nilai masyarakat sadar mengikuti imbauan pemerintah, melaksanakan takbiran dan sholat di rumah masing-masing serta tidak melaksanakan halal bihalal,” ungkap Danrem.
Untuk itu, alumni Akmil 1993 tersebut menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat NTB, atas kesadaran dan kerjasama mendukung pemerintah dalam upaya percepatan penanganan penyebaran Covid-19.
Terakhir, Pria kelahiran Jakarta tersebut berharap, keadaan seperti ini dapat dipertahankan sampai perayaan lebaran ketupat nanti, masyarakat tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan dan mengukuti Imbauan pemerintah untuk memutus rantai Penyebaran Covid-19, mengingat kita masih dalam situasi berperang melawan pandemi Covid-19 demi keamanan dan keselamatan kita bersama sehingga wabah Covid-19 ini dapat segera berakhir, keadaan dan aktifitas masyarakat dapat kembali normal.
Mataram – Apel pengecekan persiapan pelaksanaan patroli gabungan dalam rangka sosialisasi atau memberikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak menyelenggaran takbiran keliling dan sholat idul Fitri 1441 H guna pencegahan penyebaran covid-19, dipimpin oleh Gubernur NTB didampingi Kapolda NTB dan Danrem 162/WB, bertempat di Lapangan Gajah Mada Polda NTB Jl. Langko Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Sabtu (23/5/2020).
Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Patroli Gabungan bersekala besar yang kita laksanakan ini dalam rangka memberikan himbauam kepada masyarakat untuk tidak menyelenggarakan takbiran dan sholat Idhul Fitri di masjid ataupun lapangan, yang kita ketahui bersama menjelang pelaksanaan shalat Idul Fitri, semalam sebelumnya masyarakat melaksanakan pawai takbiran keliling, dan hal tersebut sudah rutin dilaksanakan setiap tahun, namun saat ini di tengah pandemi Covid-19 kegiatan tersebut ditiadakan atau dibatasi dengan tujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Provinsi NTB.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1441 H dan selamat menjalankan tugas kepada semua anggota TNI/Polri dan seluruh peserta apel patroli gabungan.
Usai apel pengecekan dilanjutkan patroli gabungan menyisir tempat-tempat keramaian dan masjid di wilayah Kota Mataram dengan rute Jl. Langko – Islamic Center – Jl. Airlangga – Jl. Pendidikan – Jl. Majapahit – Malomba – Jl. Langko – Masjid Al Mutaqqin – Lingkungan Banjar Kel. Dasan Agung – Masjid Raudatul Mutaqqin Dasan Agung – Islamic Center, menggunakan kendaraan roda 4 dan roda 2.
Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal, S.I.K, dalam wawancarannya bersama awak media menyampaikan, patroli gabungan yang dipimpin oleh Gubernur NTB beserta unsur TNI-Polri dalam rangka menyapa masyarakat kota Mataram pada khususnya dan NTB pada umumnya, hal ini dilakukan oleh unsur TNI-Polri di seluruh NTB ingin menyampaikan dan mengirimkan pesan bahwa TNI-Polri hadir di tengah masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19, kami menghimbau agar kegiatan takbiran dan sholat Idul Fitri bisa dilakukan di rumah saja.
Sejalan dengan Kapolda NTB, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han, dalam wawancaranya menyampaikan, sesuai dengan arahan pimpinan Korem 162/WB dan jajarannya akan mendukung penuh segala kegiatan yang diselenggarakan oleh jajaran Polda NTB yakni bekerjasama bahu membahu untuk menjamin keamanan dan ketertiban pelaksanaan hari raya Idul Fitri yang berpedoman ataupun sesuai dengan prosedur protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
“Kami juga sudah melihat ada beberapa titik-titik yang sudah menyiapkan masjidnya untuk melaksanakan salat Idul Fitri, dan sudah kami cek sudah memenuhi protokol covid-19 mulai dari pintu masuk sampai dengan pelaksanaan shalat dan bagaimana mereka keluar dari tempat ibadah mereka sudah siapkan sedemikian rupa, sehingga dengan pengaturan tersebut tidak terjadi pengumpulan orang di tempat-tempat ibadah tersebut,” pungkas Danrem.
“Mudah-mudahan ini berjalan sesuai dengan rencana agar tidak terjadi lagi penularan-penularan covid-19 di Nusa Tenggara Barat,” tutupnya.
Turut hadir pada kegiatan tersebut, Dandim 1606/Lobar, Danlanal Mataram, Danlanud ZAM, Kabinda NTB, PJU Polda NTB, Kapolresta Mataram, Kadishub NTB serta personel gabungan TNI-Polri, Denpom IX-2/Mataram, Satpol PP Prov. NTB dan Dishub Prov. NTB.
Sumbawanews.com,- Piala Dunia 2026, Seattle — Harapan Iran untuk melangkah otomatis ke babak 32 besar runtuh dalam detik-detik terakhir saat gol kemenangan Shoja Khalilzadeh...
Sumbawanews.com,- Persija Jakarta dikabarkan sedang mematangkan rekrutmen Kyohei Yoshino, gelandang serbabisa asal Jepang yang saat ini membela Cerezo Osaka. Pemain berusia 31 tahun ini...
Sumbawanews.com,- Jakarta – Ousmane Dembele mencatatkan hat-trick spektakuler dalam waktu hanya 32 menit, memimpin Prancis menghancurkan Norwegia 4-1 dalam laga lanjutan Grup I Piala...
Sumbawanews.com,- Kapten timnas Iran, Mehdi Taremi, secara terbuka mengecam FIFA dan presidennya, Gianni Infantino, menyusul hasil imbang 1-1 melawan Mesir di laga terakhir Grup...