Sumbawanews.com,- TNI membantu penyelamatan hingga pemulangan 4 Warga Negara Indonesia (WNI) korban penculikan oleh kelompok Abu Sayyaf (ASG).
Demikian disampaikan oleh Atase Pertahanan Indonesia di Manila Kolonel Marinir Muhammad Reza Suud, S.E., M.M., bertempat di Kedutaan Besar RI (KBRI) Manila, Philiphina, Senin (29/3/2021).
Dikatakan olehnya bahwa usai penyelamatan tiga WNI korban penculikan ASG, Perwira Indonesian Liaison Officer (Pa ILO) yang bertugas sebagai Border Crossing Station Bongao, Tawi-Tawi Mayor Laut (P) Bima Nendya Rahadyaning Pamungkas segera berkoordinasi dengan Police Inteligence Unit (PIU) Province Police Station Tawi-Tawi untuk penanganan lebih lanjut.
“Hasil pemeriksaan dan wawancara langsung Pa ILO dengan 3 WNI korban penculikan kelompok Abu Sayyaf dinyatakan dalam kondisi sehat”, ucapnya.
Adapun ketiga WNI tersebut adalah Arizal Kasta Miran, laki-laki, 30 tahun; Arsad Bin Dahlan, laki-laki, 41 tahun; dan Andi Riswanto, pria, 26 tahun, yang merupakan warga Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tengara.
Selanjutnya disampaikan, dalam selang waktu tiga hari kemudian ditemukan satu WNI Khairuldin Bin Yai Kii, 15 tahun, yang juga merupakan korban penculikan ASG. Korban ditemukan oleh aparat keamanan Philipina /Armed Forces of The Philippines (AFP), di Pulau Brgy Kalupag, Municipality Languyan, Provinsi Tawi-Tawi.
“Tentunya penyelamatan WNI tidak terlepas dari kerja sama inteligen yang baik dari kedua negara”, ucapnya.
Keempat WNI sudah berada di KBRI Manila sejak tanggal 24 Maret 2021 lalu, diserahkan oleh Panglima Armed Forces of the Phillippines, Letjen Cirilito Sobejana, didampingi The Phillippines National Police (PNP) Letjen Guillermo Eleazar kepada Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Manila, Widya Rahmanto sebagai wakil Pemerintah Indonesia.
Lebih lanjut diutarakan oleh Athan bahwa Esok hari, Selasa pukul 10.30 waktu setempat, 4 WNI dengan didampingi oleh Athan RI dan Kepala Protokol dan Konsuler KBRI Isman Pasha akan di terbangkan ke Indonesia dengan menggunakan peswat Jet Star.
“Pesawat akan transit di Singapore dan diperkirakan tiba di Indonesia pukul 22.00 WIB”, pungkasnya.
(Boven Digoel). Disela-sela kesibukannya memantau langsung program kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa ke-110 Kodim 1711/BVD, Letkol Czi Daniel Panjaitan didampingi Dan SSK Kapten Inf Zabir menyempatkan diri menyambangi rumah Ibu Yorbet Klaru, salah satu warga yang berada di Kampung Kombay, Distrik Kawagit, Kab. Boven Digoel, Papua, Senin (29/3/2021).
Dansatgas TNI Manunggal Membangun Desa ke-110 Letkol Czi Daniel Panjaitan mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi dan meningkatkan hubungan baik dengan masyarakat serta untuk mengecek secara langsung kondisi ataupun kesulitan warga yang berada di sekitar lokasi TNI Manunggal Membangun Desa.
Pada kesempatan tersebut, Letkol Czi Daniel Panjaitan yang sehari-hari menjabat sebagai Dandim 1711/BVD mengajak keluarga Ibu Yorbet Klaru untuk selalu menerapkan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari supaya terhindar dari berbagai macam penyakit, mengingat cuaca di Distrik Kawagit tidak menentu.
“Jika kita dan keluarga sehat, tentunya dapat beraktivitas seperti biasa dengan hati riang gembira tanpa adanya beban dihati,” kata Dansatgas.
Ibu Yorbet Klaru menyampaikan ucapan terima kasih kepada Letkol Czi Daniel Panjaitan yang sudah berkunjung kerumahnya dan mengatakan bahwa dirinya dan keluarga akan selalu menjaga kesehatan di kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Ibu Yorbet Klaru juga mengucapkan terimakasih atas kegigihan Bapak-bapak TNI yang tergabung dalam Satgas TNI Manunggal Membangun Desa ke-110 Kodim 1711/BVD dalam membangun 8 unit rumah bagi masyarakat kurang mampu di Distrik Kawagit khususnya Kampung Kombay. “Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas kebaikan, kerja keras dan keikhlasan bapak-bapak TNI,” ucapnya. (Bdr)
sumbawanews.com,- Masa balita merupakan masa yang paling menentukan dalam membangun kualitas manusia yang handal. Namun juga masa yang paling kritis ditinjau dari aspek pertumbuhan dan perkembangannya.
Hal tersebut dikatakan Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto pada acara lomba bayi sehat dan Keluarga tangguh sejahtera di lingkungan TNI dalam rangka HUT ke-57 Dharma Pertiwi tahun 2021 yang bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Bertempat di Kantor Pusat BKKBN Jl. Permata No. 1 Halim Perdana Kusuma, Senin (29/3/2021).
Ketum DP Ny. Nanny Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa, momentum HUT ke-57 Dharma Pertiwi tahun 2021, kita isi dengan berbagai kegiatan positif, salah satunya adalah dengan kegiatan lomba bayi sehat yang akan diikuti oleh peserta putra-putri keluarga besar Dharma Pertiwi dan lomba keluarga tangguh sejahtera yang diikuti oleh anggota Dharma Pertiwi dilingkungan keluarga TNI.
“Hal ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada seluruh anggota Dharma Pertiwi agar terus berbuat yang terbaik bagi keluarga, mendukung suami serta mengurus dan merawat putra-putri balita tercintanya,” ujarnya.
Menurutnya melalui kegiatan lomba ini pula Ketum DP mengajak kita semua tentang bagaimana membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Karena kita sadari bahwa sebagai seorang ibu dalam membesarkan anak, yang paling penting bukan sekedar anak menjadi dewasa, namun disiapkan menjadi generasi yang sehat, tangguh, berprestasi dan berkualitas.
“Untuk mencapai harapan tersebut tentunya tidak mudah, sehingga perlu kesabaran, keuletan dan belaian kasih sayang kepada putra-putrinya serta saling berbagi peran dengan suami untuk bersama-sama menciptakan keluarga yang tangguh dan sejahtera,” tutur Ny. Nanny Hadi Tjahjanto.
Diakhir sambutannya Ny. Nanny Hadi Tjahjanto mengingatkan bahwa, pandemi Covid-19 belum diketahui kapan berakhir. “Oleh karenanya mari kita jaga putra-putri dan keluarga kita dengan protokol kesehatan antara lain, tetap memakai masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan, menghindari kerumunan serta membatasi mobilitas dan interaksi,” imbuhnya. (Ahm)
sumbawanews.com,- Pembinaan mental (Bintal) bagi prajurit tni merupakan keniscayaan yang tidak mungkin ditawar lagi, karena mental merupakan motor penggerak sikap dan perilaku prajurit, sehingga apabila mental prajurit baik maka baik pula kepribadiannya, sebaliknya bila mentalnya rusak, maka rusak pula kepribadiannya dan bila kepribadian rusak maka dampak ikutannya adalah pelanggaran.
Demikian amanat Aspers Panglima TNI Marsda TNI Diyah Yudanardi yang dibacakan Waaspers Panglima TNI Brigjen TNI Kukuh Surya, S.S, M.Tr (Han) saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Pembinaan Mental (Rakornis Bintal) TNI, yang diikuti sekitar 27 peserta secara tatap muka, bertempat di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (29/3/2021).
Lebih lanjut Aspers Panglima TNI menyampaikan bahwa Rakornis Bintal TNI pada dasarnya merupakan wadah untuk mengevaluasi program maupun kegiatan pembinaan mental yang telah dilaksanakan. Rakornis juga sebagai forum komunikasi timbal balik antar pembina fungsi teknis pembinaan mental dalam hal ini Pusbintal TNI sebagai Staf Khusus Panglima TNI dan Disbintal Angkatan sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan.
“Dengan Rakornis ini diharapkan adanya kesamaan pandangan serta upaya bersama dalam melaksanakan kegiatan pembinaan mental yang efektif dan efisien, maupun dalam mencari solusi permasalahan yang dihadapi Prajurit TNI beserta keluarganya dalam perspektif pembinaan mental,” ujarnya.
Aspers Panglima TNI juga mengatakan bahwa peran Bintal TNI memang melekat atau tidak dapat dipisahkan dari tugas-tugas TNI. Sentuhan pembinaan mental TNI dengan inovasi dan kreasinya, diharapkan selalu hadir dalam 4 (empat) upaya penyiapan Prajurit TNI yang bermental tangguh, yaitu prajurit yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki jiwa nasionalisme, militansi yang tinggi dan sehat psikis. “Sehingga mereka selalu siap untuk digunakan dan optimal dalam melaksanakan tugas mengawal serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia secara profesional,” katanya.
Aspers Panglima TNI berharap untuk lebih mengoptimalkan pembinaan mental bagi prajurit secara kreatif dan inovatif di antaranya dengan mempertajam materi dan metode serta mengedepankan pemahaman tentang jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional, dalam upaya menguatkan pemahaman prajurit dalam menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks.
Tantangan dan harapan yang dikemukakan ini relevan sekali dengan tema yang diusung sebagai acuan kegiatan Rakornis Bintal TNI TA 2021, yaitu: “Mental Tangguh TNI Kuat, Solid, Profesional, Dicintai Rakyat Siap Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa di Tengah Pandemi Covid-19”. (Ahm)
(Jayapura-Papua). Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Brs Pos Muara Tami berhasil menangkap pelaku yang membawa paket ganja kering saat melaksanakan kegiatan sweeping di Jalan Poros Koya Tengah, Skouw Sae Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Minggu (28/3/2021).
Paket ganja kering dalam kemasan plastik didapat dari 3 (tiga) tersangka yang mengendarai mobil Avanza Putih dari arah perbatasan menuju Jayapura. Plastik yang dibawa oleh para tersangka berisi 5 (lima) paket ganja kering seberat 130 gram yang siap untuk dijual.
Bungkusan berisi ganja tersebut disembunyikan oleh para tersangka dengan rapi di bawah jok supir kendaraan yang mereka tumpangi.
Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Brs, Letkol Inf Muhammad Erfani S.H.,M.Tr (Han) dalam rilis tertulisnya membenarkan bahwa anggotanya dari Pos Muara Tami berhasil menggagalkan kegiatan peredaran ganja melalui kegiatan sweeping.
“Kegiatan ini rutin kami lakukan tidak hanya di jalan raya tapi juga di jalan-jalan tikus yang sering menjadi jalur perlintasan ganja, minuman keras dan barang ilegal lainnya,” ungkapnya.
Hal ini bertujuan dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan mencegah semua bentuk kegiatan ilegal di wilayah perbatasan. “Saat ini pelaku dan barang bukti sudah diserahkan kepada pihak kepolisian Polsek Muara Tami untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Dansatgas. (Bdr)
Gemilang Tarigan, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo)
Jakarta-Pelaku-pelaku industri di Indonesia melihat kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) bukan satu-satunya cara untuk mengurangi kerusakan jalan dan kecelakaan berkendara. Sebelum mengambil kesimpulan bahwa ODOL itu telah merusak jalan dan penyebab kecelakaan, pemerintah diminta melihat dulu langsung apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.
“Truk-truk yang kami pakai itu tahun 90-an, dan selama ini dipakai untuk mengangkut sawit seberat 9-10 ton untuk truk kecil dan 20-22 ton truk yang agak besar. Tapi nyatanya, sudah 30 tahun kami gunakan truk-truk itu tidak pernah rusak karena memang dirawat dengan baik,” ujar Wakil Ketua Umum 1 Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Kacuk Sumarto, Jumat (27/3).
Padahal, kata Kacuk, spesifikasi teknik di buku keur, truk kecil itu hanya bisa mengangkut beban seberat 3,5 ton, dan truk agak besar 8,5 ton. “Nah, kenapa tidak spesifikasi teknisnya saja yang diubah atau dinaikkan tapi meminta para pengusaha untuk melakukan perawatan terhadap truk-truk itu,” ucapnya.
Mengenai kerusakan jalan, dia mengatakan pemerintah seharusnya melihat langsung ke lapangan apakah kerusakan jalan itu memang semua disebabkan truk-truk ODOL saja, atau memang karena pembangunan jalannya yang tidak sesuai spesifikasi teknisnya. “Ini harus dilihat dulu kenyataannya di lapangan,” katanya.
Secara umum, dengan Zero ODOL, jumlah truk yang melalui jalan-jalan nasional baik provinsi, kabupaten akan semakin banyak, bisa naik lebih dari 2 kalinya. Demikian juga truk-truk tangki pengangkut CPO-nya. Menurut Kacuk, kondisi ini juga akan mengakibatkan antrean truk-truk di pelabuhan yang membuat tempat tuang ke tangki-tangki timbun akan makin bertambah.
“Dengan bertambahnya jumlah truk dijalan raya ini tentu saja akan menambah kepadatan di jalan raya bertambah, karena panjang dan luas jalannya ya segitu-segitu saja. Karena itu, potensi untuk merusak jalannya juga akan semakin besar karena truk-truk yang berhenti akibat kepadatan di jalan sehingga akan menekan menekan badan jalan itu lebih berat lagi,” tukasnya.
Yang tidak kalah penting lagi adalah, pemerintah juga harus mempersiapkan jalan-jalan yang mampu dilalui truk-truk yang bermuatan 10-40 ton, baik di jalan kabupaten maupun jalan provinsi. “Kalau kapasitas jalannya tidak sesuai dengan beban kendaraan yang melaluinya, tentunya akan rusak. Apa kami harus mengangkut sawit dengan menggunakan dokar. Bisa mampus kami,” katanya.
Soal kecelakaan, Kacuk mengatakan itu tidak selalu disebabkan karena beban muatan, tapi karena kondisi kelaikan kendaraannya juga. “Kalau kondisi kendaraannya buruk, mau bebannya ringan potensi kecelakaannya juga tinggi. Malah dengan kebijakan Zero ODOL nanti, saya perkirakan malah akan semakin banyak terjadi kecelakaan. Itu karena, akan semakin banyaknya kendaraan yang melintas di jalan. Karena makin banyak, tentunya potensi kecelakaannya juga akan makin tinggi. Belum lagi kemacetan di jalan juga akan makin tinggi,” tuturnya.
Secara ekonomi, kebijakan Zero ODOL ini juga akan menyebabkan ongkos angkut barang menjadi naik karena jumlah beban berkurang untuk setiap trip pengangkutan atau untuk jumlah beban yang sama membutuhkan lebih banyak trip pengangkutan. Selain itu, perusahaan juga harus menambah investasi untuk membeli atau menyewa truk lebih banyak. Tidak hanya itu, dengan adanya penambahan truk maka beban kepegawaian juga menjadi bertambah.
“Kami perkirakan, berdasarkan kondisi di Sumatera Utara yang infrastrukturnya sudah lebih bagus, kemungkinan akan ada penambahan ongkos angkutan untuk komoditi sawit baik hulu maupun hilirnya sekitar Rp 100-120 triliun per tahun,” tutur Kacuk.
Ini tentunya juga akan menyebabkan terjadinya pengurangan nilai tambah bersih dari sawit dan turunannya sebesar Rp 110-120 triliun. “Yang menanggung kerugian itu bukan hanya perusahaan, tapi juga petaninya. Beban ongkos angkut yang naik itu pasti juga akan ditanggung oleh petani sawit. Tidak itu saja, jika harga CPO juga akan kita naikkan untuk menutup tambahan ongkos angkut, yang jelas-jelas itu akan membuat harga CPO kita menjadi tidak atau kurang kompetitif lagi dibanding negara-negara lain,” katanya.
Tapi jika kebijakan Zero ODOL ini tetap dipaksakan pemerintah, Kacuk mengatakan industri mau tidak mau akan mengikutinya. “Langkah kami berikutnya untuk mengurangi ongkos angkut adalah akan menggunakan truk-truk yang lebih besar muatannya lebih banyak, sehingga ongkos per kilogramnya bisa lebih murah. Tapi kami berharap pemerintah juga harus mendukung infrastruktur jalannya untuk dilewati truk-truk besar ini nantinya,” ujarnya.
Dalam hal ini, pemerintah juga harus mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat yang mungkin akan terganggu dengan kehadiran banyaknya truk-truk besar yang akan lewat di jalan-jalan depan rumah mereka. “Karena kebanyakan masyarakat di pedesaan posisi rumah-rumah mereka kan begitu buka pintu dan keluar rumah, sudah berhadapan sama jalan. Apakah biaya sosial ini juga akan dipikirkan Pemerintah?” ucapnya.
Hal senada disampaikan Boycke Garda Aria dari Asosiasi Pengusaha Pupuk Indonesia (APPI). Menurutnya, dari hasil uji coba yang sudah dilakukan pengusaha pupuk terhadap Zero ODOL ini, ternyata regulasinya sulit untuk dilakukan mengingat keterbatasan yang dimiliki industri.
“Setelah kita coba ternyata regulasi itu sulit untuk dilakukan. Dengan mengurangi tonase berarti kita harus menambah armada. Tapi yang kita alami tidak ada muatan yang mau mengangkut barang kita dengan harga normal. Sementara kita harus menyiapkan pupuk secepat mungkin ke daerah-daerah terpencil,” tuturnya.
Karenanya, dia mengatakan dalam penerapan Zero ODOL ini perlu sosialisasi yang dilakukan secara bertahap dan harus ada asas keadilannya. “Karena kami lihat sendiri pada malam hari di daerah Alam Sutra sampai ke BSD masih banyak terlihat truk-truk pasir dan tanah yang ODOL. Jadi soal pembatasan atau adaptasinya seperti apa, jalan tol mana yang lebih dulu diterapkan, itu belum ada sosialisasinya,” ucapnya.
Sebab, Boycke melihat ada juga yang sudah menerapkan Zero ODOL tapi parkirnya masih di badan-badan jalan. “Jadi pengawasan terhadap semua ini juga harusnya sudah mulai ditingkatkan. Anggarannya cukup tidak untuk melakukan pengawasan itu, apakah dari Kepolisian, Jasa Marga dan Kemenhub,” ujarnya.
Kemudian, kata Boycke, mengenai jenis muatan. Menurutnya, truk pasir itu tidak termasuk sebagai jenis muatan yang diberikan toleransi waktu. “Tapi kok terlihat bisa bebas di jalan. Itu kan membuktikan adaptasinya itu jadi tidak terkawal dengan baik,” katanya.
Belu NTT – Olahraga merupakan suatu kebutuhan untuk menunjang kesehatan dan imunitas tubuh apalagi pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.
Demikian dikatakan Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 742/SWY Mayor Inf Bayu Sigit Dwi Untoro seusai melaksanakan olahraga bersama yang dilanjutkan dengan pembersihan sampah disekitar lapangan alun-alun Kota Atambua Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur, Minggu (28/3/2021).
Terlihat dilapangan, personel Mako Satgas Pamtas bersama masyarakat yang ikut olahraga membersihkan sampah organik maupun non organik di seputaran lapangan alun-alun seperti sampah plastik, dedaunan, bekas tusukan sate dan ranting kayu.
“Lokasi ini merupakan fasilitas umum yang harus kita jaga kebersihan dan kerapiannya sehingga setiap orang yang berada di lapangan akan terasa nyaman dan siap untuk berolahraga,” ujarnya.
“Menjaga kebersihan merupakan kewajiban kita bersama yang dimulai dari kesadaran individu dan mengarah kepada lingkungan yang lebih luas, dengan demikian akan tercipta Kabupaten Belu yang bersinar,” tambahnya.
Selain itu, Bayu Sigit juga mengataka aksi bersih-bersih ini akan menjadi agenda rutin Satgas Pamtas Yonif 742/SWY untuk menjadikan Kota Atambua menjadi lebih bersih, sehat dan nyaman.
“Kedepan kegiatan serbuan bersih-bersih ini bukan hanya di fokuskan di lapangan alun-alun saja, namun ke tempat lain dengan melihat skala prioritas,” terangnya.
Ia juga berharap setiap pengunjung yang datang bertanggung jawab terhadap kebersihan lapangan minimal dengan membuang sampah pada tempatnya.
Selain pembersihan sampah, personel Satgas juga membagikan masker kepada masyarakat yang ikut dalam aksi bersih-bersih.
Sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. terjun langsung meninjau lokasi bom bunuh diri di Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel) yang terjadi pagi tadi, Minggu (28/03/2021) pukul 10.28 Wita.
Tiba di Lanud Hassanudin pada pukul 19.53 Wita, Panglima TNI dan Kapolri langsung bergegas menuju lokasi TKP Gereja Katedral Makassar yang sedang digelar olah TKP.
Tiba di lokasi, Panglima TNI dan Kapolri langsung berdialog dengan pejabat TNI Polri setempat.
Dalam kegiatan ini, Panglima TNI menegaskan bahwa TNI siap mendukung Polri dalam menindak tegas seluruh aktor dan kelompok yang bertanggung jawab terhadap aksi ini.
Kemudian Panglima TNI dan Kapolri menuju RS Bhayangkara Makassar untuk menemui dan berdialog dengan para korban serta menyampaikan simpatik yang mendalam.
Mataram – Dalam rangka mengantisipasi dampak dari aksi teror bom yang terjadi pagi tadi di Gereja Katedral Makassar Sulawesi Selatan, TNI POLRI Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Patroli Terpadu peningkatan Keamanan dan Kewaspadaan di beberapa Gereja khususnya di wilayah Kota Mataram, Minggu (28/3/2021).
Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., didampingi Dandim 1606/Lobar Kolonel Arm Gunawan, S.sos. MT., dan Dir Samapta Polda NTB Kombes Polisi Frido Situmorang, S.I.K., dalam patroli tersebut mengecek kesiapan pengamanan di Gereja IBIP Immanuel Jalan Bung Karno, Gereja Immacullata Jalan Pejanggik, Gereja Bethel Rock Jalan Jelantik Gosa dan Gereja Santo Antonius Padua Jalan Majapahit Kota Mataram, Minggu (28/3/2021).
Menurut Danrem 162/WB, patroli dilakukan untuk menjaga dan mengantisipasi setiap kerawanan ataupun kemungkinan yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di NTB terutama menjelang dan selama perayaan Paskah, sehingga kegiatan ibadah dapat dilaksanakan dengan aman dan nyaman.
“Kami aparat TNI-POLRI tetap menjamin keamanan saudara-saudara kami umat Kristiani dalam melaksanakan ibadah Paskah,” ujar Danrem.
“Pengamanan akan dipertebal, orang-orang yang masuk ke gereja untuk ibadah akan diperiksa dengan ketat,” imbuhnya.
Orang nomor satu di jajaran Korem 162/WB itu juga mengatakan, dirinya telah menginstruksikan para Dandim jajarannya agar meningkatkan keamanan dan kewaspadaan dengan melaksanakan patroli bersama-sama dengan jajaran Polres di wilayah masing-masing untuk meyakinkan situasi di seluruh wilayah NTB menjelang perayaan Paskah tetap aman dan kondusif.
Oleh karena itu, Ia meminta kepada para tokoh agama baik Pastur, Romo maupun Pendeta untuk menyampaikan kepada seluruh umat Kristiani di NTB agar tetap tenang dan tidak panik, karena TNI Polri di NTB siap menjamin keamanan pelaksanaan kegiatan ibadah Paskah dengan tetap mengedepankan Protokol kesehatan demi keamanan dan keselamatan bersama dari bahaya penyebaran Corona Virus Desease atau Covid-19.
Alumnus Akmil 1993 itu juga mengajak dan mengimbau seluruh masyarakat NTB untuk bersama-sama menjaga kebersamaan, keharmonisan dan kerukunan umat beragama, dengan harapan terciptanya rasa aman dan nyaman yang berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat di NTB.
“Mari kita jaga NTB ini agar tetap aman dan nyaman bagi masyarakat dengan tidak melihat suku, agama atau yang lainnya,” tandasnya.
(Intan Jaya-Papua). Prajurit TNI Batalyon Infanteri Para Raider 501/Bajra Yudha (Yonif Para Raider 501/BY) yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Mobile RI-PNG membagikan makanan ringan kepada masyarakat Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kab. Intan Jaya, Papua, Sabtu (27/3/2021).
Dansatgas Yonif Para Raider 501/BY Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian dari Satgas Pamtas Mobile (Penyangga) Yonif Para Raider 501/BY guna mengatasi kesulitan masyarakat serta mewujudkan rasa aman atas kehadiran TNI di wilayah Kabupaten Intan Jaya Papua.
“Kepedulian Satgas Pamtas Mobile Yonif Para Raider 501/BY kepada masyarakat sekitar diwujudkan melalui kegiatan membagikan makanan ringan kepada masyarakat yang sedang melintas di Kampung Mamba,” ujarnya.
Menurut Letkol Inf Arfa Yudha, pembagian makanan ringan dipimpin langsung oleh Perwira Seksi Operasi (Pasiops) Satgas Yonif Para Raider 501/BY Lettu Inf Riza Avrian. “Kegiatan berjalan dengan aman dan lancar, masyarakat Kampung Mamba sangat berterima kasih dan senang atas kehadiran dan kepedulian dari Satgas,” tutupnya. (Bdr)
Sumbawa Besar, sumbawanews.com - Ketua DPC Garda Satu Kabupaten Sumbawa, M. Jabar, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mengawal dan memastikan...
Sumbawa Besar, sumbawanews.com - Berdasarkan hasil RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), Kabupaten Sumbawa mendapatkan deviden dari Bank NTB Syariah hampir Rp14 miliar dan dari...
Mulia - Kebersamaan dan keharmonisan antara TNI dan masyarakat kembali terjalin melalui kegiatan menonton bersama (nobar) siaran langsung pertandingan Piala Dunia 2026 yang digelar...
Sumbawa Besar, sumbawanews.com - Pemda Sumbawa tengah menyusun usulan kuota LPG 3 kg untuk tahun depan. Penyusunan tersebut juga mempertimbangkan pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan...