(Bengkayang-Kalbar). Personel Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, Pos Sentabeng, bersama warga Dusun Kindau secara bergotong-royong melaksanakan karya bhakti pembersihan bendungan penampungan air bersih yang mengalami penyumbatan akibat penumpukan sampah daun, pasir dan batu yang berlangsung di Desa Sentabeng, Kec. Jagoi Babang, Kab. Bengkayang.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, Letkol Inf Alim Mustofa dalam rilisnya di Mako Satgas Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Selasa (13/04/2021).
Dikatakan Dansatgas, pelaksanaan kegiatan tersebut dipimpin oleh Wadanpos Sentabeng, Sertu Dedik bersama 5 personel Satgas lainnya. “Kegiatan tersebut disambut baik oleh warga Dusun Kindau dimana warga sangat antusias bahu membahu bersama personel Satgas untuk membersihkan penampungan air bersih,” ungkapnya.
“Selain merupakan kepedulian personel Satgas, ini juga sebagai sarana untuk lebih mempererat tali silaturahmi dengan warga, sehingga kemanunggalan TNI-Rakyat semakin erat,” tambah Dansatgas.
Sementara itu, Wadanpos Sentabeng, Sertu Dedik menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan karena bendungan yang digunakan sebagai penampungan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari warga mengalami penyumbatan. “Banyak sampah daun kering, pasir dan batu yang sudah lama tidak dibersihkan, sehingga air yang mengalir ke perumahan warga tidak lancar,” katanya.
Bapak Magret, salah satu warga yang ikut dalam kegiatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih kepada personel Pos Sentabeng yang telah sukarela dan peduli terhadap desa kami dengan turun langsung untuk membantu membersihkan bendungan penampungan air bersih yang ada di Dusun Kindau.
“Sekali lagi terima kasih personel Satgas atas kegiatan bersama warga ini, dengan kehadiran bapak TNI, suasana menjadi ramai dan warga semangat bekerja sehingga pembersihan bendungan air dapat berjalan dengan lancar. Semoga setelah pembersihan ini, air dapat mengalir dengan lancar, sehingga air bersih yang menjadi kebutuhan sehari-hari tidak tersumbat lagi,” pungkasnya. (Bdr)
(Jayapura-Papua. Selasa, 13 April 2021). Prajurit TNI Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Braja Sakti berhasil menghidupkan kembali Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang sudah tiga tahun tidak berfungsi di Kampung Skofro, Distrik Asro Timur, Kab. Keerom, Papua.
Selama ini, sebanyak 30 KK (Kepala Keluarga) warga masyarakat Kampung Skofro yang berada di perbatasan RI-PNG, menggunakan penerangan seadanya, dikarenakan belum masuknya aliran listrik dari PLN. Sementara, PLTS yang ada di Kampung Skofro, mengalami kerusakan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
Personel Satgas Yonif 131 Kipur A Pos Skofro Lama mencoba untuk membantu mengatasi kesulitan yang sedang dialami oleh masyarakat Kampung Skofro. Selanjutnya Danpos Skofro Lama Letda Inf D. Ibrani Ginting melaporkan hal tersebut kepada Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Braja Sakti.
Menerima laporan dari Danpos Skofro Lama, Dansatgas Yonif 131/Brs Letkol Inf Muhammad Erfani S.H., M.Tr.(Han) memerintahkan Danton Kom beserta dua orang anggota menuju lokasi untuk memperbaikinya.
Selama dua minggu personel satgas memeriksa shelter PLTS dan instalasi listrik di rumah-rumah warga serta mengecek satu per satu komponen Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Dalam upaya perbaikan tersebut, ditemukan banyak komponen PLTS dan instalasi listrik rumah warga yang terbakar.
Namun demikian, dengan usaha yang keras dari personel Satgas Yonif 131/Braja Sakti, akhirnya komponen tersebut bisa diperbaiki. Saat ini, Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Kampung Skofro sudah bisa beroperasi kembali.
Bapak Yakub Kamar selaku Ondo Api Kampung Skofro mengucapkan terima kasih kepada personel Satgas Pamtas Yonif 131/Braja Sakti khususnya Pos Skofro Lama. “Setelah 3 tahun rusak akhirnya sekarang kami bisa kembali menikmati fasilitas listrik di Kampung Skofro Lama,” ungkapnya.
Sementara itu, Dansatgas Yonif 131/Braja Sakti Letkol Inf Muhammad Erfani S.H., M.Tr.(Han) menegaskan bahwa, “Kami selalu siap dan akan berusaha memberikan bantuan dan pelayanan terbaik guna meringankan beban warga masyarakat,” ucapnya. (Bdr)
(Jayapura-Papua). Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Braja Sakti dibawah pimpinan Dansatgas Letkol Inf Muhammad Erfani S.H., M.Tr.(Han) menyambut kedatangan Kepala Pusat Kesehatan TNI AD (Kapuskesad) Mayjen TNI dr. Budiman, Sp.BP-EP(K) M.A.R.S. dalam kunjungan kerjanya di Pos Komando Taktis (Pos Kotis) di Skouw, Distik Muara Tami, Jayapura, Papua, Selasa (13/4/2021).
Dalam kunjungan tersebut, Kapuskesad didampingi oleh Ibu Sulaswati (Ibu Kapuskesad) beserta Kakesdam XVII/Cenderawasih Kolonel Ckm I Nyoman Linggih, M.R.S., Karumkit Tk. Marthen Indey Kesdam XVII/Cenderawasih Kolonel Ckm dr. I Ketut Djulijasa, Sp., Ka Komed Rumkit Tk. Marthen Indey Kesdam XVII/Cenderawasih Kolonel Ckm Mirza Oktavian, Sp.An., Paramedis Fungsional Gol V Rumkit Tk. II Marthen Indey Letkol Ckm Agus Dwi Kuncoro, S.K.M.
Kunjungan Kapuskesad Mayjen TNI dr. Budiman ke Pos Kotis Satgas Pamtas Yonif 131/Braja Sakti dalam rangka menyerahkan bantuan alat kesehatan berupa masker, hand scoon dan hand sanitizer kepada personel Satgas.
Di sela-sela kunjungannya, Kapukesad beserta rombongan meninjau pelaksanaan sunat gratis terhadap lima orang anak Kampung Skouw yang dilaksanakan di Pos Kotis Satgas Pamtas Yonif 131/Braja Sakti. Pada kesempatan yang sama, Ibu Sulaswati memberikan bingkisan terhadap anak seputaran perbatasan yang melaksanakan sunat.
Rangkaian kegiatan kunjungan kerja Kapuskesad Mayjen TNI dr. Budiman, Sp.BP-EP(K) M.A.R.S. dapat berjalan dengan lancar dan aman serta diakhiri dengan foto bersama di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw perbatasan RI-PNG. (Bdr)
sumbawanews.com,- Aksi Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) yang membunuh dua orang tenaga pendidik (guru) Oktavianus Rayo (42) dan Yonathan Renden (28) serta membakar komplek guru dan sekolah di kampung Julugoma, Distrik Beoga Kabupaten Puncak Papua mendapat kecaman dari berbagai kalangan masyarakat termasuk dari sang Bupati Wilem Wandik.
“Guru dan tenaga medis adalah pejuang kemanuasiaan mereka sepatutnya mendapat perlindungan,” ungkap Wandik, beberapa waktu lalu.
Berbagai kalangan masyarakat mengutuk tindakan biadab KSB ini, Wandik mengatakan penembakan terhadap guru ini merupakan kasus pertama sejak dia menjabat sebagai Bupati.
Bupati berharap kedepan tidak ada lagi kasus serupa mengingat keberadaan guru sangat dibutuhkan untuk meningkatkan SDM di Kabupaten Puncak. “Murid-murid ditempat Oktavianus mengajar sangat merasa kehilangan, mereka sangat dekat dengan Oktavianus bahkan sambil menangis mereka ikut mendoakan sang guru tersebut,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Lebih miris lagi salah seorang guru yang dibunuh KSB Yonathan Renden, diketahui meninggalkan seorang anak berumur 2 tahun 6 bulan. Hingga akhir hayatnya, Yonathan belum pernah menemuinya sejak sang anak lahir.
Yonathan diketahui selama ini bertugas sebagai guru honorer di SMPN 1 Beoga di Tongkonan Ra’be, Lembang Batulimbong, Kecamatan Bangke-Lekila.
Jenazah Yonathan Randen dibawa ke kampung halamannya di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Istri Yonathan tak kuasa menahan tangisnya ketika melihat peti jenazah sang suami. Ia bahkan terlihat ambruk sehingga harus dipapah oleh kerabatnya. (**)
Belu NTT – Wadan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Mayor Inf Aditya Nugraha, S.IP., didampingi Pasiminlog Lettu Inf Mulyadi dan Dankima selaku Perwira Penerangan Satgas Lettu Chb Ismail, SH., menggelar kunjungan kerja ke Kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Atambua, Senin (12/4/2021).
Kunjungan kerja tersebut disambut hangat Kepala Kantor RRI Atambua Iwan Martono bersama Kasi Penyiaran Frans dan presenter Ibu Yuni di ruang kerja Kepala RRI Atambua.
Pada kesempatan yang baik tersebut, Wadansatgas menyampaikan maksud kedatangannya di Kantor RRI Atambua dalam rangka silaturrahmi dengan keluarga besar RRI Atambua karena Satgas Yonif 742/SWY baru satu bulan berada di Atambua.
Aditya Nugraha juga memberikan apresiasi dan terimakasih kepada RRI Atambua yang menjemput bola dengan langsung berkomunikasi dengan Dankima selaku Papen Satgas untuk melaksanakan siaran langsung di RRI Atambua dengan para Danpos, Dankipur maupun para Perwira Staf Satgas.
“Kedepan Kerjasama yang sudah baik ini agar bisa ditingkatkan sehingga masyarakat bisa memperoleh berita atau informasi terkait dengan kondisi terkini wilayah perbatasan RI -RDTL,” harapnya.
Dipaparkannya, kegiatan pos jajaran selain melaksanakan tugas pokok menjaga keamanan wilayah perbatasan, juga melakukan pembinaan teritorial secara terbatas dalam bentuk membantu kesulitan masyarakat disekitar pos. Dibidang Pendidikan membantu anak-anak sekolah untuk belajar di pos, di bidang kesehatan tim Kesehatan dipimpin dokter bersama Danton Kesehatan memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat dan ini juga berlaku di 20 pos jajaran bahkan banyak yang datang ke Mako Satgas untuk sunatan.
“Jadi masih banyak lagi hal-hal positif yang diberikan kepada masyarakat wilayah perbatasan kabupaten belu,” ujarnya.
Mendengar cerita yang disampaikan Wadan Satgas, Kepala RRI Atambua memberikan apresiasi dan siap melanjutkan dan meningkatkan kerjasama dan sinergitas yang sudah terbangun dengan baik.
“RRI Atambua siap mendukung kegiatan Satgas dengan siaran live seperti yang sudah dilakukan setiap hari Senin pukul 16.00 Wita sampai dengan selesai dengan program dialog interaktif dialog interaktif “Lintas Batas” dan program “Jendela Sehat” yang melibatkan dokter Satgas,” tegasnya.
Dikatakannya, RRI Atambua juga akan menyiapkan waktu khusus kepada Dansatgas Sektor Timur dan Wadansatgas untuk siaran langsung tentang seluruh kegiatan yang sudah, sedang dan yang akan dilakukan sehingga masyarakat Belu mengetahui tentang semua kegiatan yang dilakukan oleh Satgas Pamtas Yonif 742/SWY.
Selain itu, Iwan Martono juga meminta kedepan RRI Atambua akan melaksanakan kunjungan langsung ke pos-pos jajaran bersama instansi terkait untuk mengetahui kondisi real wilayah perbatasan sehingga instansi-intansi yang berkaitan langsung dengan wilayah perbatasan bisa mengambil langkah-langkah konkret apabila dibutuhkan.
“Ini nanti akan dijadikan sebagai program siaran langsung dari lokasi dengan para Danpos atau Dankipur wilayah perbatasan, ini akan lebih seru,” jelasnya.
Pria kelahiran Jakarta yang baru menjabat selama satu bulan itu juga berharap selain program siaran, kedepan RRI Atambua dan Satgas bisa menjalin komunikasi yang lebih intens lagi dengan olahraga bersama atau lainnya.
Jakarta— Pada Hari Sabtu, tanggal 10 April 2021, Presiden Joko Widodo (Jokowi) selaku Kepala Negara telah membentuk satuan tugas (satgas) penanganan hak tagih negara atas dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang bermasalah. Pembentukan Satgas ini menurut Presiden didasarkan pada ketentuan hukum berupa Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun Tahun 2021, dan Beleid ini ditandatangani oleh Presiden Jokowi pada tanggal 6 April 2021. Sesuai Keppres tersebut, maka masa kerja satgas penanganan hak tagih atas dana BLBI (SATGASTANA BLBI) ini ditetapkan sampai dengan tanggal 31 Desember 2023.
Mengutip Keppres Nomor 6 Tahun 2021, maka ruang lingkup pekerjaan dan tanggungjawab satgas ini akan berada di bawah Presiden langsung, dan beberapa nama Menteri serta pejabat pemerintah setingkat Menteri termasuk pejabat eselon I kementerian/lembaga/badan terlibat dalam struktur organisasinya. Terdapat 7 (tujuh) Menteri berada dalam satgas ini yang masing-masing bertindak sebagai Pengarah, Pelaksana, dan Anggota, yaitu:
1. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan: *Mahfud MD*.
2. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: *Airlangga Hartarto*
3. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi: *Luhut Binsar Panjaitan*.
4. Menteri Keuangan: *Sri Mulyani Indrawati*.
5. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia: *Yasonna H. Laoly*.
6. Jaksa Agung: *S.T. Burhanuddin*
7. Kepala Kepolisian Republik Indonesi: *Jenderal Listyo Sigit Prabowo*.
Adapun pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dari satgas ini sehari-hari dipimpin oleh seorang Ketua Satgas, yaitu Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan: *Rio Silaban* serta didampingi oleh 2 (dua) orang pejabat lain yang bertindak sebagai Wakil Ketua dan Sekretaris Tim Pelaksana, yaitu: Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Republik Indonesia dan Sekretaris: Deputi Bidang Koordinasi Hukum dan Hak Asasi Manusia Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.
Demikian pula halnya dengan para anggota tim pelaksana satgas ini, juga berjumlah 7 (tujuh) orang dari pejabat eselon I kementerian terkait lainnya sebagaimana pimpinan jajaran Tim Pengarah dan Pelaksana, termasuk Deputi Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Deputi Bidang Investigasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Deputi Bidang Intelijen Pengamanan Aparatur Badan Intelijen Negara, dan Deputi Pemberantasan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. Angka 7 (tujuh) dalam susunan tim satgas ini juga menarik, apa ini melambangkan posisi Presiden ke-7 RI atau jumlah pendekar dalam sebuah film terkenal.
Namun demikian, sebagaimana ditekankan oleh Presiden Jokowi, bahwa pembentukan satgas penanganan hak tagih negara atas dana BLBI bertujuan untuk melakukan penanganan, penyelesaian, dan pemulihan hak negara yang berasal dari dana BLBI secara efektif dan efisien, berupaya hukum dan atau upaya lainnya di dalam atau di luar negeri, baik terhadap debitur, obligor, pemilik perusahaan serta ahli warisnya maupun pihak-pihak lain yang bekerja sama dengannya, serta merekomendasikan perlakuan kebijakan terhadap penanganan dana BLBI. Dengan latar belakang itulah, maka Satgas penanganan hak tagih negara atas dana BLBI terdiri dari pengarah dan pelaksana, sesuai pernyataan Pasal 4 Keppres dimaksud.
Menanggapi perkembangan kebijakan penanganan hak tagih dana BLBI tersebut yang jumlahnya sangat besar itu hampir Rp11.000 Triliun-Rp14.000 Triliun, maka tidak mungkin dibiarkan tanpa pengawasan publik secara luas. Untuk itulah, kami menyampaikan hal-hal sebagai berikut:
1. Mendukung secara penuh segala usaha dan upaya pemerintah dalam menyelamatkan keuangan negara dari tindakan penyelewengan atas konstitusi negara, UUD 1945, baik itu tindak pidana korupsi, kolusi maupun manipulasi demi pembangunan dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia secara adil dan merata.
2. Diharapkan sekali, bahwa pembentukan satgas ini memang bertujuan mulia sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, maka perlu dipastikan personalia TIM SATGASTANA BLBI tidak memiliki konflik kepentingan (conflict of interest) selain dari mengembalikan dana BLBI yang diselewengkan itu ke KAS NEGARA, sebab hal ini patut dicurigai sejak awal karena sebagian besar dari personalia tim, tidak saja pejabat pemerintah, namun juga anggota atau kader dan pimpinan partai politik, bahkan jangan sampai hanya menjadi sebatas sebuah kepanitiaan saja.
3. Untuk tujuan menjaga integritas dan kredibilitas TIM SATGASTANA itu, perlu kiranya adanya partisipasi publik dalam mengawasi ruang lingkup, kewenangan dan tanggungjawab tim satgas tersebut dalam menyelamatkan keuangan negara diberbagai rekening para obligor BLBI atau yang ada kaitannya dengan mereka, maka dengan ini kami mengumumkan kepada publik untuk membentuk *KOMUNITAS PENGAWAS PENYITAAN REKENING RAHASIA disingkat KOPPER*.
Demikianlah siaran pers ini kami buat bagi efektifitas dan efisiensi kepentingan keberlanjutan pembangunan nasional yang sedang dijalankan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo sebagai pengemban amanah dari rakyat.
sumbawanews.com,- Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, S.E., M.M. mengaku kesal terhadap para pelaku penembakan dua orang guru di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua.
Bahkan, Wagub Klemen menegaskan bahwa tindakan para pelaku sangat keji dan biadab karena tidak berprikemanusiaan dan tak bertanggung jawab.
“Penembakan itu kita kutuk, karena mereka biadab dan tidak pantas serta tidak layak mereka lakukan. Itu tindakan kriminal. Biadab, tak boleh seperti itu karena terjadi di kampung saya,” tegas Wagub Klemen Tinal usai memimpin rapat terbatas, Senin (12/4/2021).
Seperti diketahui, kasus penembakan dua orang guru diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak dan korban diidentifikasi bernama Oktovianus Rayo (43) dan Yonatan Raden (28).
Masing-masing korban adalah guru yang selama ini bertugas di wilayah pedalaman Papua. Penembakan dua orang guru terjadi dalam dua hari dan lokasi yang berbeda.
Di hari pertama Kamis (8/4/2021), Oktovianus Rayo di Kampung Julukoma, Distrik Beoga. Sementara hari kedua Jumat (9/4/2021), Yonatan Raden di Kampung Ongolan, Distrik Beoga.
Wagub menyerukan kepada aparat TNI-Polri untuk terus mengejar para pelaku dan mempertanggung jawabkan perbuatan mereka. (**)
sumbawanews.com,- Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A. mengikuti Rapat Koordinasi Virtual dalam rangka Sinergitas Keamanan dan Penegakan Hukum menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H yang dipimpin Mendagri RI Prof. Drs. H. Tito Karnavian, M.A., Ph.D dan Menkopolhukam RI Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U., M.I.P., di Ball Room Swiss-bell Hotel, Jayapura, Senin (12/4/2021).
Dalam sambutannya Menkopolhukam mengatakan bahwa Rapat Koordinasi Virtual yang dilaksanakan ini adalah memiliki nilai strategis dalam rangka Sinergitas Keamanan dan Penegakan Hukum di masing-masing Provinsi dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan dan Mudi Hari Raya Idul Fitri 1442 H mengingat saat ini Indonesia masih berada di tengah-tengah Pandemi Covid-19.
“Rapat ini merupakan hal yang penting karena kita akan segera memasuki Bulan Ramadhan dan masih dalam situasi Pandemi Covid-19,” jelas Menkopolhukam.
Selanjutnya Pemerintah juga menyampaikan bahwa keadaan yang sudah mulai membaik dari pendemi Covid-19 perlu dijaga dengan mengeluarkan keputusan yang tepat terkait dengan pembatasan-pembatasan dalam melaksanakan aktifitas sehari-hari.
“Dengan keadaan yang mulai membaik, pemerintah memutuskan melarang kegiatan mudik agar kondisi ini jangan sampai dirusak oleh kegiatan-kegiatan yang menghambat pemerintah dalam memerangi Pandemi Covid-19,” tambah Menkopolhukam.
Selain itu, ditambahkan bahwa bersama Kementerian Agama, Pemerintah sudah mengambil langkah untuk mengatur tata cara beribadah di wilayah masing-masing dan sudah disesuaikan dengan aturan yang berlaku.
“Pengawasan tersebut juga harus dipedomani oleh Pejabat daerah untuk mengawasi pergerakan masyarakat sehingga tidak keluar dari peraturan dan Protokol Kesehatan. Disamping itu kita juga harus selalu tanggap dan memperhatikan dinamika politik dalam negeri seperti isu politik dalam ceramah agama selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri, politisasi aksi terorisme dan politisasi kebijakan pemerintah terkait larangan mudik Lebaran tahun 2021,” tutup Menkopolhukam.
Sementara itu, Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas menambahkan bahwa akan mengeluarkan surat edaran dari Kementerian Agama dalam menjalankan Ibadah sejalan dengan hukum agama dan aturan Pemerintah.
“Untuk membantu Pemerintah dalam memutus penyebaran Covid-19, kami dari Kementerian Agama akan mengeluarkan surat edaran beserta himbauan dalam pelaksanaan ibadah di bulan Ramadhan agar tetap mematuhi Protokol Kesehatan yang sudah diberlakukan oleh Pemerintah,” jelas Menteri Agama. (Pendam XVII/Cenderawasih).
Belu NTT – Pasca hujan lebat akibat badai siklon tropis seroja beberapa hari lalu, Perwira Topografi (Patop) Satgas Pamtas RI-RDTL. Yonif 742/SWY Letda Ctp Torang Panjaitan bersama lima orang personel Pos Nananoe melaksanakan pengecekan patok perbatasan kedua negara yang diduga terbawa arus sungai.
Demikian dikatakan Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Letnan Kolonel Inf Bayu Sigit Dwi Untoro di Mako Satgas Pamtas Kelurahan Umanen Kecamatan Atambua Barat Kabupaten Belu, Minggu (11/4/2021).
Menurutnya, berdasarkan laporan setelah dilakukan pengecekan di lokasi oleh Patop bersama anggota, ada satu patok perbatasan dengan nomor patok PBN D010021-Ri yang hilang diduga terbawa arus sungai akibat hujan deras pekan lalu. Sedangkan patok BSP 022 dikhawatirkan akan terbawa arus sungai apabila terjadi hujan deras terus menerus karena sampai saat ini sungai bertambah lebar dan mengarah pada patok BSP 022.
“Akibat hujan deras, sungai ini tambah melebar hingga 15 meter dari aslinya yang mendekati patok BSP 022, ini yang menjadi kekhawatiran kami selaku Satgas Pamtas,” jelas Bayu Sigit.
Adapun langkah yang diambil, lanjutnya, melaporkan kondisi tersebut pada kesempatan pertama kepada Komandan Kolakops Korem 161/WS untuk dilanjutkan ketingkat pusat dengan harapan bisa dilakukan langkah konkret untuk memperbaiki atau mengganti patok yang dinyatakan hilang.
Diakuinya, bahwa kondisi patok yang hilang (patok PBN D010021-RI) setelah dilakukan pengecekan dan pencarian, patok tersebut ditemukan sekitar 75 meter dari koordinat aslinya yakni 720742 E 8971476 S.
“Ini tidak boleh kita pindahkan atau kembalikan ke koordinat semula karena memang demikian ketentuannya, jadi harus dilakukan pergantian dengan tetap berkoordinasi antar kedua negara,” terangnya.
Alumnus Akmil 2003 itu juga berharap tidak ada lagi patok-patok perbatasan yang hilang atau pindah dari posisi koordinat aslinya baik karena alam atau ulah manusia sehingga perbatasan kedua negara real di lapangan dan menjadi permasalahan kedua negara.
Sampai saat ini, Patop Satgas bersama anggota masih melakukan penelusuan terhadap beberapa patok yang juga diduga hilang akibat hujan deras di pos-pos jajaran seperti di Pos Asumanu, Pos Maubusa, Pos Nunura dan Pos Nananoe.
(Sanggau-Kalbar). Menjelang bulan suci Ramadhan 1442 H, personel Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas bersama masyarakat Entikong melaksanakan pembersihan Masjid Al Hidayah untuk persiapan pelaksanaan ibadah Shalat Tarawih di Dusun Entikong, Kec. Entikong, Kab. Sanggau, Senin (12/4/2021).
Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas Letkol Inf Alim Mustofa mengatakan bahwa menjelang Ramadhan 1442 H ini, bersama masyarakat Entikong personel Satgas Pos Serangkang melaksanakan berbagai persiapan, salah satunya dengan pembersihan masjid agar umat Islam yang melaksanakan ibadah puasa dapat beribadah lebih nyaman dan khusyuk.
Dansatgas menambahkan bahwa berkaitan dengan situasi Pandemi Covid-19 saat ini juga, pelaksanaan Shalat Tarawih dan kegiatan ibadah Ramadhan lainnya, akan dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.
Bapak Yadmin, salah satu Tokoh Agama dan juga Pengurus Masjid Al Hidayah mengucapkan terimakasih atas kepedulian personel Satgas bersama warga yang secara gotong-royong melaksanakan pembersihan masjid.
“Semoga ikatan yang terjalin antara anggota TNI dengan warga ini dapat terpelihara dengan baik, dan semoga kita dapat melaksanakan ibadah puasa tahun ini dengan lancar, terimakasih Bapak TNI,” pungkasnya. (Bdr)
Sumbawanews.com,- Jakarta — Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Raja Juli Antoni meluncurkan sistem digital bernama “Jaga Rimba” untuk mengakhiri kekacauan perizinan di kawasan hutan...
Sumbawanews.com,- Presiden Prabowo Subianto menargetkan masa tunggu keberangkatan jamaah haji di Indonesia bisa dipangkas hingga 15 tahun—jauh lebih singkat dari angka 26 tahun yang...
Sumbawanews.com,- Penggemar PS5 yang ingin memperluas penyimpanan kini dihadapkan pada pilihan yang tak mudah: menghapus game berukuran besar, atau mengeluarkan uang hingga hampir $3.000...
Sumbawanews.com,- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Padang tak sekadar menjamin asupan gizi bagi anak-anak dan kelompok rentan, tapi juga menjadi mesin penguat...