Home Blog Page 2504

Panglima TNI Pastikan Obat Bantuan Pemerintah Terdistribusi dan Dukung 54 Nakes

sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama  Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., meninjau dan mengecek gudang obat dan vitamin untuk warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman), bertempat di Kodim 0618 Bandung, Jumat (16/7/2021).

 

Pengecekan langsung yang dilakukan oleh Panglima TNI untuk memastikan bahwa paket obat-obatan dan vitamin gratis bantuan pemerintah tersebut, tersimpan secara aman dan tepat sasaran untuk didistribusikan kepada warga yang sedang melaksanakan isoman karena terpapar Virus Covid-19, sesuai dengan perintah Presiden RI Joko Widodo.

 

Saat berdialog dengan Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang bertugas di gudang obat, Panglima TNI menyampaikan bahwa sebagai kepala gudang yang mengetahui jumlah obat-obatan, agar mencatat keluar dan masuk obat tersebut. “Obat yang keluar harus berdasarkan permintaan dari Korami, paket satu, dua dan tiga berapa yang keluar harus tercatat kemudian obatnya disimpan dimana,” tegasnya.

 

“Rencana dukungan obat sebanyak 3.430 paket, saat ini baru terkumpul 620 paket. Komposisi pada paket tersebut terdiri dari 5 jenis obat, kemudian paket 3 diperuntukkan bagi warga dengan hasil PCR positif dengan keluhan panas dan batuk,” kata Babinsa yang bertugas di gudang tersebut.

 

Sementara di hadapan awak media Panglima TNI mengatakan, agenda yang dilaksanakan di wilayah Bandung, diantaranya yaitu melihat kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan di Kota Bandung, ada tiga tempat dan semuanya berjalan dengan baik termasuk antusias masyarakat sangat luar biasa.

 

Pembagian obat-obatan dan vitamin gratis untuk warga yang menjalani isoman karena terpapar Virus Covid-19, kemaren sudah di launch oleh Bapak Presiden RI Ir. Joko Widodo. “Kami ingin meyakinkan apakah sudah sampai ke tangan masyarakat yang sedang melaksanakan isolasi mandiri ini sesuai dengan paket-paket obat yang diberikan,” ujar Panglima TNI.

 

Adapun paket obat dan vitamin gratis bantuan pemerintah untuk tujuh hari bagi warga isoman telah didistribusikan oleh TNI sejak Kamis 15 Juli 2021 ke Jawa dan Bali melalui PT. Kimia Farma ke Kesdam-Kesdam dilanjutkan ke Kodim, Koramil, Babinsa dan Dokter Puskesmas. Selain itu, TNI juga akan meneruskan pembagian paket obat dan vitamin bagi warga isoman yang berada di luar Pulau Jawa dengan jumlah yang sama.

 

Paket obat dan vitamin tersebut yaitu paket satu untuk warga dengan PCR positif Covid-19 tanpa gejala atau OTG. Paket dua untuk warga dengan PCR positif Covid-19 disertai keluhan demam dan kehilangan penciuman. Paket obat ini membutuhkan konsultasi dan resep dokter.

 

Pendistribusian 300 ribu paket obat dan vitamin tersebut dibagi menjadi tiga tahap pengiriman, setiap minggu 100 ribu paket. Dokter Puskesmas yang akan menetapkan pasien untuk mendapatkan paket obat dan vitamin, kemudian Bidan Desa bersama Babinsa akan menyerahkan kepada pasien kurang mampu yang sedang menjalani isoman di rumah masing-masing. Efek samping dari obat tersebut juga di monitoring oleh Bidan Desa bersama Babinsa yang akan dilaporkan secara berjenjang kepada Kakesdam dan Kadinkes Provinsi untuk ditindak lanjuti.

 

Panglima TNI mengatakan bahwa selain mendistribusikan 300 ribu paket obat dan vitamin gratis, TNI juga telah mengirimkan 54 Tenaga Kesehatan (Nakes) dari Perwira Remaja (Pa PK) menggunakan pesawat Hercules TNI AU ke wilayah Bandung (15 personel), Semarang (24 personel) dan Solo (15 personel), untuk melaksanakan serbuan vaksinasi.

 

“Untuk penyimpanan obat-obatan dan vitamin di gudang Kodim 0618 Bandung ini sudah sesuai standard termasuk pencatatan dan pengawasan obat yang keluar masuk, dan koordinasi antara Puskesmas, Babinsa dan Bhabinkamtibmas ini sudah berjalan baik,” ungkap Panglima TNI.

 

Panglima TNI juga mengatakan, Puskesmas harus mempunyai database, siapa saja yang sakit, agar Babinsa dan Bhabinkamtibmas memberikan obatnya dengan pendampingan Puskesmas sampai ke tangan masyarakat.  “Laporkan kepada Kepala Puskesmas apabila mereka itu adalah OTG dan akan diberikan obat, demikian juga yang ODG ringan akan diberikan obat dan tidak usah takut, semua akan dilayani dengan baik oleh Puskesmas, didampingi Babinsa dan Babinkamtibmas,” tuturnya.

Mi6, Tuwa Kawa dan RSUP NTB siap adakan Vaksinasi dan Donor Plasma Konvalesen Plus ada Doorsprize

Mataram – Guna mencegah dan mengantisipasi meluasnya bahaya pandemi covid 19 , utamanya varian delta sekaligus mendukung program pemerintah terkait herd immunity , Mi6 bekerjasama dengan Direktur RSUP NTB dan Tuwa Kawa Coffee and Roastery dalam waktu dekat akan mengadakan bakti sosial Vaksinasi dan Donor Plasma Konvalesen Kegiatan ini akan dirangkaikan dengan event entertain lainnya untuk memeriahkannya , termasuk pembagian doorsprize.

“Selain Vaksinasi Gratis, Mi6 akan melakukan Donor Plasma Konvalesen bagi penyintas Covid yang telah sembuh,” kata Sekretaris Mi6, Lalu Athari Fathulah didampingi Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto kepada Media , Jumat ( 16/7 ) .

Selanjutnya Lalu Athari Fathulah menambahkan untuk kegiatan bakti sosial dirinya sudah berkomunikasi dengan Direktur RSUP NTB , Lalu Herman Mahaputera dan mendapat respon positif.

“Pak Dokter Jack // panggilan akrab Dir RSUP // lewat telp barusan ini menyatakan setuju dan mengapresiasi kegiatan ini. Bahkan beliau akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan NTB untuk menyukseskan bakti sosial ini,” tambah Lalu Athari.

Lebih Jauh Lalu Athari mengatakan kegiatan vaksinasi dan donor plasma konvalesen haruslah dimaknai sebagai bentuk kepedulian sekaligus empati terhadap upaya Pemerintah Daerah NTB dan Jajarannya dalam memutus mata rantai penyebaran pandemi , utamanya varian delta.

“Untuk itu Mi6 terbuka apabila ada pihak lain yang ingin memeriahkan kegiatan ini,” imbuhnya sembari menambahkan Panitia akan menyediakan sertifikat dan aneka doorsprize yang menarik.

Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto menambahkan terlepas pro kontra berbagai penanganan beserta implikasi Pandemi covid 19 saat ini bukan waktu yang tepat untuk berpolemik.

“Apa yang dilakukan oleh Mi6 sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program pemerintah agar pandemi ini segera berlalu dan masyarakat bisa beraktifitas secara normal seperti orang Uni Eropa yang sudah menanggalkan masker,” Paparnya.

Pria yang akrab didu menuturkan untuk kegiatan ini akan diprioritas untuk aktivis NGO , Seniman, media maupun Kaum Miskin kota lain.

“Memang tidak mudah menyakinkan orang ikut vaksinasi secara sukarela , apalagi jika mindsetnya dipenuhi oleh teory konspirasi terkait pandemi dan vaksin. Tapi ada cara dan trik Mi6 agar kalangan kritis ini bisa ikut menyukseskan acara amal ini,” ujar Mantan Direktur Walhi NTB dua periode ini.

Sementara itu Owner Representatif Tuwa Kawa Coffee and Roastery, Hendra Kesumah mengatakan untuk kegiatan vaksinasi dan donor plasma konvalesen akan diadakan di Tuwa Kawa Coffee and Roastery , Jl Raya Gunung Kerinci No 16 Mataram. Dan akan dirangkaikan dengan acara hiburan lain sesuai standart prokes yang ketat.

“Prinsipnya Tuwa Kawa akan memberikan hiburan yang menarik selama vaksinasi berlangsung agar semua bahagia dan nyaman,” kata Hendra Kesumah yang juga Dewan Pendiri Mi6.

Hendra Menambahkan Tuwa Kawa siap menjadi tuan rumah yang memahami maksud untuk menyukseskan gelaran vaksinasi dan donor plasma konvalesen ini.

“Tuwa Kawa akan mendesign tempat vaksinasi dan donor plasma konvalesen bergaya showbizz yang tidak membosankan dengan berbagai acara hiburan lain agar peserta vaksinasi dan donor plasma konvalesen terhibur dan dimanusiakan,” tukasnya .

Panglima TNI Tinjau Sentra Vaksinasi dan Penerapan PPKM Darurat di Wilayah Bandung

sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama  Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dan Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., melaksanakan peninjauan sentra Vaksinasi di GOR Arcamanik dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat ditengah-tengah masyarakat di Kelurahan Turangga Karawitan No 83 Gg. Damka Dalalin, Bandung, Jawa Barat, Jumat (16/7/2021).

 

Kedatangan Panglima TNI dan Rombongan disambut oleh Pangdam III/ Slw, Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, S.I.P., M.M. dan Kapolda Jawa barat Irjen Pol Ahmad Dofiri.

 

Saat berbincang dengan Tenaga Kesehatan (Nakes)  Panglima TNI mengapresiasi mekanisme pelaksanaan vaksin di GOR Arcamanik dapat berjalan tertib dan baik. “Mekanisme pelaksanaan vaksinasi disini berjalan secara sistematis, menerapkan prokes yang baik, ada peningkatan dari kunjungan sebelumnya, kalau bisa terus dipertahankan” ucapnya.

 

Di GOR Arcamanik, sasaran vaksin untuk 4.500 masyarakat per hari dengan 170 orang perbantuan Nakes yang terdiri dari TNI-Polri, Dinas Kesehatan dan relawan dari Mahasiswa Kesehatan.

 

Dalam kesempatan tersebut Panglima TNI dan Kapolri juga menyempatkan diri untuk meninjau penerapan PPKM Darurat ditengah-tengah masyarakat bertempat di Gang Damka Dalalin kelurahan Turangga Kecamatan Lengkong, Kota Bandung. Selanjutnya Panglima TNI dan Kapolri membagikan paket sembako untuk masyarakat setempat secara simbolik guna menghindari kerumunan.

TUGAS PRESIDEN JOKOWI ADALAH MEMBURU BANDAR WABAH

Oleh : Salamuddin Daeng

Sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945 kewajiban negara Republik Indonesia adalah menjaga ketertiban dunia, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Tugas ini tidak dapat ditimang timang namun wajib dilaksanakan.

Sekarang dunia tengah digempur wabah. Wabah menyerang berbagai negara di dunia, tak peduli negara miskin atau pun negara kaya semua diserang oleh wabah yang datang dari luar negara mereka.

Bagi Indonesia hal ini adalah serangan terhadap keamanan dan ketahanan nasional, keselamatan rakyat Indonesia seluruhnya terancam, keselamatan harta benda dan jiwa.

Apalagi Indonesia saat ini telah dikabarkan sebagai negara yang paling parah digempur wabah, dengan jumlah korban terbanyak di dunia setelah AS, Brazil dan India. Indonesia bahkan sekarang telah menjadi sasaran serangan wabah hasil mutasi yang terjadi di luar negeri, varian baru yang tercipta di negara asing lalu menyerang Indonesia.

Sampai sekarang belum jelas wabah ini berasal darimana, bagaimana wabah ini menyebar, siapa yang bermain main dengan wabah, dan bagaimana terciptanya wabah yang sanggup menyebar secara global.

Presiden Amerika Serikat telah menugaskan CIA untuk melalukan investigasi mengenai asal usul wabah, membuka kemungkinan bahwa wabah ini diproduksi di laboratorium dan terjadi kebocoran sehingga menyebar ke seluruh dunia. Walaupun ada isue bahwa wabah ini berasal dari hewan liar, namun sampai sekarang belum ada pernyataan resmi dari otoritas manapun.

Indonesia sendiri belum melakukan upaya apapun untuk bekerja dalam urusan mencari siapa dalang dibalik wabah ini. Meskipun ini telah menjadi ancaman terbesar terhadap eksistensi negara Republik Indonesia dan keselamatan bangsa Indonesia.

Sebagai pimpinan salah satu aliansi terbesar bangsa bangsa yang tergabung dalam Non Blok Indonesia jelas memiliki kewajiban menjaga ketertiban dunia. Dengan demikian Indonesia mutlak harus ikut dan memimpin negara negara lain yang senasib sepenanggungan untuk memburu pelaku dibalik wabah global ini.

Indonesia harus memimpin pengusutan asal muasal virus, siapa dalang dibalik virus, siapa yang membuatnya, dan jika terbukti bahwa ini adalah ulah manusia, negara asing, maka kewajiban Indonesia membawanya ke pengadilan Internasional. Namun jika virus ini alamat dan tersebar secara alami, maka Indoneaia harus bersama seluruh bangsa di dunia mengatasinya dengan GOTONG ROYONG.

Panglima TNI : TNI Siap Distribusikan Paket Obat Covid-19 Gratis Dari Pemerintah

sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. mendampingi Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo dalam peluncuran paket obat dan vitamin untuk warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) karena terpapar Virus Covid-19, bertempat di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/7/2021).

Pemerintah menyiapkan 300 ribu paket untuk masyarakat di wilayah Jawa dan Bali, seiring dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Pemerintah mulai hari ini akan segera membagikan paket vitamin dan obat untuk isoman gratis di wilayah yang berisiko. Untuk tahap sekarang ini, yang akan dibagikan adalah 300 ribu paket untuk yang melakukan isoman di Jawa-Bali,” kata Presiden Joko Widodo.

Selain Jawa dan Bali, pemerintah akan meneruskan pembagian paket obat dan vitamin ini untuk warga isoman di luar Pulau Jawa. Jumlahnya pun sama yakni sebanyak 300 ribu. “Ada tiga jenis paket obat isoman yang kita bagikan masing-masing untuk tujuh hari,” tuturnya.

Adapun paket obat dan vitamin tersebut terbagi dalam tiga jenis. Pertama, paket satu untuk warga dengan PCR positif Covid-19 tanpa gejala atau OTG. Paket dua untuk warga dengan PCR positif Covid-19 disertai keluhan demam dan kehilangan penciuman. Paket obat ini membutuhkan konsultasi dan resep dokter.

Presiden Joko Widowo menegaskan paket obat itu tidak diperjualbelikan. Presiden Joko Widodo meminta pembagian obat gratis ini diawasi ketat. Beliau berharap program ini akan membantu pengobatan warga positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Saya meminta agar dilakukan pengawasan yang ketat di lapangan agar program ini betul-betul bisa maksimal mengurangi risiko karena Covid dan membantu pengobatan warga yang menderita Covid-19 dan saya minta juga agar program ini tidak mengganggu ketersediaan obat esensial terapi Covid-19 di apotek maupun di rumah sakit,” terang Presiden Joko Widodo.

Menyikapi hal tersebut, Panglima TNI menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo telah memerintahkan kepada TNI untuk mendistribusikan paket obat-obatan tersebut kepada masyarakat di wilayah Jawa dan Bali. Presiden meminta TNI memastikan obat-obatan tersebut sampai kepada tangan masyarakat yang membutuhkan.

“300 ribu paket obat-obatan ini diperuntukkan bagi masyarakat yang sedang melaksanakan isoman, baik Orang Tanpa Gejala (OTG) maupun Orang Dengan Gejala (ODG) ringan. Tentunya dalam pendistribusian 300 ribu paket tahap pertama ini, para Babinsa akan didampingi oleh petugas dari Puskesmas maupun Bidan-Bidan Desa di wilayah tersebut,” terang Panglima TNI saat jumpa pers di Istana Merdeka.

Disamping itu, jajaran Tim Kesehatan Kodam, termasuk Kodim, Koramil, dan Babinsa, akan melaksanakan koordinasi dengan Pemerintah Daerah, Dinas Kesehatan dan jajaran Kepolisian dalam pendistribusian obat gratis ini. “Harapan kita, kolaborasi antar institusi ini akan meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang melaksanakan isolasi mandiri,” tegasnya.

Syarat mendapatkan paket obat gratis dari pemerintah tersebut, Puskesmas akan melakukan pendataan secara detail sehingga nantinya obat gratis tersebut tepat sasaran. Tentunya pendataan itu dan pendistribusiannya nanti akan diawasi oleh pihak kesehatan jajaran TNI. Dalam pendistribusiannya, pihak Puskesmas atau Bidan Desa juga akan mendampingi.

“Pembagiannya akan disesuaikan dengan data yang dimiliki oleh Puskesmas dengan persyaratan yang sudah ditentukan oleh Puskesmas, diantaranya hasil swab, dan memang masyarakat harus melaksanakan isolasi mandiri,” ujar Panglima TNI.

“Saya menghimbau kepada masyarakat yang ada di desa, RT-RW, apabila ingin mendapatkan obat tersebut, silahkan langsung menyampaikan kepada Bidan Desa, kemudian petugas-petugas Puskesmas. Setelah datanya ada, Babinsa akan memberikan paket obat tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan dan akan diantar dengan pendampingan Bidan Desa maupun petugas-petugas Puskesmas,” terang Panglima TNI.

Panglima TNI : Sehebat Alutsista Yang Dimiliki, Faktor Utama Tetap The Man Behind The Gun

sumbawanews.com,- Sehebat apapun teknologi atau Alutsista yang dimiliki, faktor utamanya adalah tetap “The man behind the gun”, sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam mencapai keberhasilan tugas. Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., saat melantik dan mengambil sumpah 245 Perwira Prajurit Karier (Pa PK) TNI, bertempat di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Kamis (15/7/2021).

 

Panglima TNI mengatakan, kepada para Perwira muda bahwa sumpah yang telah diucapkan harus ditunaikan secara tulus dan ikhlas. Sebagai perwira remaja nantinya akan berhadapan dengan berbagai dinamika penugasan. “Sebagian diantaranya telah bertugas dalam penanganan pandemi sebelum dilantik menjadi Perwira. Itulah wujud kesiapan seorang perwira dan prajurit TNI,” ucapnya.

 

“Saya sangat bangga atas dedikasi, pengabdian dan jiwa kejuangan Perwira muda tenaga kesehatan yang telah menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19, saya yakin masyarakat pun sangat menghargai pengabdian para Perwira sekalian,” ujar Panglima TNI.

 

“Ditengah pandemi kita harus tetap mewaspadai spektrum ancaman yang begitu komplek. Sebagai alat pertahanan negara, TNI harus bisa mengantisipasi setiap perkembangan yang terjadi. Untuk itulah pembangunan kekuatan TNI menitik beratkan kepada pembangunan SDM TNI yang profesional menjadi keharusan,” tambah Panglima TNI.

 

Panglima TNI menyampaikan, kedepan tantangan yang dihadapi semakin dinamis beragam dan susah untuk diprediksi. Bentuk ancaman akan berkembang mengikuti kemajuan teknologi. “Medan tempur tidak hanya domain fisik saja, telah merambah dalam bentuk non fisik atau dunia maya dan cyber atau luar angkasa. Sebagai pengawak TNI dimasa depan para Perwira harus memiliki visi yang tajam dan inovatif,” jelasnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI berharap sebagai Perwira milenial yang akrab dengan teknologi dan medsos, manfaatkan keunggulan dan kemudahan yang diberikan jadikan teknologi sebagai media penyempurnaan pelaksanaan tugas, bukan sebagai tujuan.

 

Panglima TNI juga berpesan kepada para Perwira remaja, dalam melaksanakan tugas pegang teguh Sapta Marga, Delapan Wajib TNI dan Sumpah Prajurit. “Selalu kembangkan potensi diri serta jadilah Perwira yang adaptif dan profesional serta tingkatkan kemampuan komunikasi kerjasama dengan berbagai elemen untuk menjadi perekat Bhinneka Tunggal Ika,” tutupnya.

 

Acara pelantikan tersebut, dilaksanakan juga secara virtual dimana sebagian Perwira mengikuti dari lapangan Sapta Marga Akademi Militer di Magelang.

 

Adapun lulusan terbaik dari tiap-tiap Angkatan yaitu, dari Matra darat Letda Czi  Muh. Abdul Qohhar, S.Si, M.Han., Matra Laut Letda Laut (KH) Muh. Rizky Ruswan Winata, S.Pd., Matra Udara Letda Sus Habib Herman S.T, dan Wanita TNI Letda Laut (KH/W) Nely Yuspita, S.Si.

Penyaluran BCP Dimaksimalkan Dinsos bersama Bulog Jember

Jember.Sumbawanews.com – Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember, Widi Prasetiyo berjanji akan memaksimalkan bantuan yang diambilkan dari Beras Cadangan Pemerintah (BCP) di Bulog Jember. Maksimal yang dimaksud yaitu dalam hal waktu pendistribusian kepada masyarakat. Tentunya hal itu bisa terlaksana jika berasnya telah siap dan penerima manfaat juga siap secara administratif.

Plt Kadinsos Kabupaten Jember bersama dengan Kepala Bulog Cabang Jember, Budi Sultika, melihat kesiapan dan stok beras milik Pemkab Jember di salah satu gudang Bulog Jember di daerah Mangli, Rabu (14/7/2021).

Pertama, Widi Prasetiyo mengatakan, masyarakat Jember tidak perlu kuatir sebab persediaan beras di Bulog Jember cukup banyak dan mencukupi seluruh kebutuhan warga Jember. “Saya memastikan stok beras di Jember aman sehingga bagi masyarakat Jember mohon tenang saat menghadapi pandemi ini,” katanya sambil menyaksikan karyawan Bulog menimbang beras milik Pemkab.

Hal kedua yang disampaikan Widi, Bulog sedang menyiapkan (mengemas/packing) Beras Cadangan Pemerintah milik Pemkab Jember untuk bantuan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 khususnya yang sedang menjalani isolasi mandiri dan Pedagang Kaki Lima.

“Beras Cadangan Pemerintah (red.BCP) tidak ada masalah, kapanpun dibutuhkan Bupati untuk disalurkan kepada masyarakat Jember yang terpapar Covid-19 ini,” ucap Widi disamping Kepala Bulog Cabang Jember, Budi Sultika.

Widi menjelaskan lebih jauh, BCP yang jumlahnya 100 ton akan dimaksimalkan untuk kebutuhan masyarakat. Saat ini pandemi Covid-19 masuk kategori bencana (non alam) sehingga sudah saatnya BCP dikeluarkan. Seluruhnya akan didistribusikan hingga akhir tahun ini.

Untuk mempercepat, caranya beras dikemas dalam ukuran 5,6 kilogram. Index bantuan dari Kemensos kebutuhan perjiwa dihitung 0,4 kg selama masa tanggap darurat yaitu 14 hari. Sehingga setiap orang akan diberi bantuan beras 5,6 kg.

Kedua, Dinsos telah menerima data administrasi penerima manfaat dari satgas Covid-19 di masing-masing daerah. “Kami telah menerima Data dari Kepala Desa, Lurah melalui Camat, sebagai data permintaan beras yang akan kami bagikan,” jelas Widi.

Data tersebut sebagai dasar pihaknya untuk membagikan beras CBP kepada masyarakat secara bertahap.

Seperti diketahui pada hari Senin tanggal 12 Juli 2021 Bupati secara simbolis memberikan bantuan sosial berupa beras yang diambil dari BCP.

Sementara itu Kepala Bulog Cabang Jember, Budi Sultika mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan BCP dalam ukuran 5,6 kg sesuai permintaan Bupati Jember.

“Kami menyiapkan lebih dari tujuh belas ribu paket dan secara bertahap akan disalurkan oleh Dinsos,” ucap Budi.

Ia menambahkan lagi, untuk beras penanggulangan bencana yang diambil dari BCP Bulog sudah menyiapkan (mengemas dalam ukuran 5,6 kg) sebanyak 7 ton. “Sementara menunggu kemasan dari rekan-rekan kabupaten kita stok dulu segitu,” pungkas Budi. (To2)

Muspika Kaliwates Rapat Koordinasi dengan Tokoh Agama

Jember.Sumbawanews.com – Masih adanya pemahaman yang belum sama atas Instruksi Menteri Dalam Negeri baik sebelum dan sesudah revisi terkait PPKM Darurat membuat Muspika Kecamatan Kaliwates terus mensosialisasikan kepada masyarakat. Muspika mengundang tokoh-tokoh agama, Kepala Kelurahan, Ketua dan Pengurus Takmir, Kepala KUA, Kepala Puskesmas tingkat kecamatan, Rabu (14/7/2021) di Pendopo Kecamatan Kaliwates.

Camat Kaliwates Bambang Saputro, SH, M.Si, bersama Kapolsek Kompol Edy Sudarto, SH, MH, dan Danramil Kapten Inf Didik PB, kembali mengulas aturan pemerintah pusat soal penanganan Covid-19. Surat Instruksi Menteri Dalam Negeri sebelum dan sesudah revisi ditegaskan kepada mereka. Bahkan Surat Edaran dari Menteri Agama terkait Persiapan Hari Raya Idul Adha juga dibahas. Mereka juga mengupdate kondisi di Kaliwates.

Wakil umat Katolik, Romo Yoseph Utus, O’Carm (Pastur Kepala Paroki St Yusup Jember mengatakan mendukung 100% kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Inmendagri terkait PPKM Darurat.

Romo Utus sapaan akrabnya mengatakan juga, “Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk disiplin. Kunci utama disiplin maka lambat laun covid segera berakhir.”

Romo juga mengajak warga untuk peduli dengan mereka yang terpapar dengan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan contohnya: memberikan susu vitamin dan sebagainya.

Juga diingatkan oleh Romo, masyarakat perlu hati-hati di tengah PPKM Darurat ini yang sedang berlangsung bisa muncul orang-orang yang melakukan kejahatan maka kita perlu waspada dengan mereka.

Sementara itu Wakil Takmir Masjid As-Syuhada Kaliwates, H Latief, mengatakan, pihaknya mendukung upaya penanganan covid-19 di Jember. Terkait Inmendagri baik sebelum dan sesudah revisi, H Latief mengatakan “Semuanya sudah sesuai aturan, surat edaran tidak ada perbedaan dengan pengurus NU.”

Ia mengatakan lagi, “Insyaallah kita akan mematuhi instruksi tersebut. Kita akan musyawarah dengan pengurus lain.”

H Latief mengatakan juga di Masjid As-Syuhada masih mengadakan sholat Jum’at berjamaah.

Terkait dengan Ibadah Sholat Idul Adha pada tahun ini, ia akan merapatkan dengan pengurus lain

Menanggapi hal tersebut Camat Kaliwates mengatakan sebagai aparat pemerintah ia dan Muspika lainnya akan terus mengingatkan pentingnya mendisiplinkan diri pada aturan demi keselamatan bersama.

“Tentunya itu tugas kita bersama khususnya kami sebagai Satgas Kecamatan untuk tidak henti-hentinya menghimbau, meminta kepada khususnya pengurus tempat ibadah (Takmir Masjid) untuk bisa mematuhi instruksi dalam PPKM Darurat ini,” Bambang menjawab awak media. (To2)

Gelar Diskusi Sengkarut Gili Trawangan, Sirra Ingin Masalah Trawangan Tuntas Berkeadilan

MATARAM, – Sengkarut pengelolaan aset milik pemprov diatas areal seluas 65 Hektare (Ha) di Gili Trawangan terus mengemuka hingga kini.

Kendati PT. Gili Trawangan Indah (GTI), selaku mitra Pemprov NTB untuk mengelola lahan di salah satu distinasi unggulan Provinsi NTB tersebut telah melakukan tindakan wanprestasi, namun sikap tegas untuk memutus kontrak investor tersebut tak kunjung dilakukan.

Alih-alih memutus kontak sesuai desakan DPRD NTB dalam sidang paripurnanya beberapa waktu lalu. Faktanya, Pemprov melalui Gubernur Zulkieflimansyah, justru memilih klausul adendum.

Dalam sambutannya, Founder Sirra Prayuna Syandicate, Sirra Prayuna mengatakan, diskusi daring bertajuk menggagas formula di Gili Trawangan yang berkeadilan kali ini, adalah upaya pihaknya untuk memberi rasa keadilan pada masyarakat Gili Trawangan di KLU, agar persoalan yang sudah lama dirasakan itu dapat tuntas.

Tentunya, perspektif yang ingin dihadirkan lebih pada ruang keadilan. Sebab, masalah Gili Trawangan ini memiliki sejarah panjang yang berujung tidak hanya masalah perekonomian, namun juga sudah mengarah pada konflik agraria.

“Maka, kenapa kami hadirkan dalam diskusi daring melalui fasilitas zoom meeting ini, ada Pak Sekda NTB, Pak Prof Zainal Asikin, pelaku sejarah Nurdin Ranggabarani, Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda, dan tentunya masyarakat Gili Trawangan serta para pihak lainnya. Ini adalah upaya kita untuk mencari formula dan gagasan terbaik untuk menjembatani masalah yang berlangsung sejak berpuluh-puluh tahun ini dapat tuntas dengan cara-cara keadilan,” jelas Sirra Prayuna, Selasa Petang (13/7).

Sekda NTB HL. Gita Ariadi saat menjadi narasumber pertama, menyatakan, pilihan adendum itu sesuai dengan hasil formula yang ditelurkan oleh Jaksa Pengacara Negara (JPN) Kejati NTB yang ditunjuk Pemprov selaku kuasa hukum Pemda.

Menurut Gita, dari hasil konsultasi dan diskusi dengan KPK, BPK dan Itjen Kemendagri, serta Inspektorat Provinsi NTB, semuanya mendukung untuk dilakukan adendum kontrak.

Meski demikian, adendum kontrak kerja sama tersebut harus dengan syarat. Syaratnya, harus ada jaminan dari PT. GTI kepada JPN Kejati NTB dan Pemprov NTB bahwa mereka punya modal untuk diinventasikan di Gili Trawangan.

“Pastinya, adendum itu, semangatnya ingin membuat kolaborasi yang baik antara Pemprov berupa peningkatan nilai sewa lahan yang meningkat signifikan, dari semula Rp 22 juta lebih tiap tahunnya menjadi naik sesuai nilai yang wajar. Untuk investor mereka juga dihargai dan tentunya, masyarakat juga enggak dirugikan kedepannya,” kata Sekda.

Menurut Gita, pilihan adendum tidak ujug-ujug dilakukan. Namun ada tahapan yang sudah dilakukan. Di antaranya, Pemprov melalui Kejati NTB telah turun melakukan konfirmasi, validasi pada semua obyek di atas areal PT. GTI yang notabenenya merupakan lahan milik Pemprov.

“Disitu akar masalahnya jelas bahwa investor tidak bisa bekerja di lahan yang ada, karena masyarakat sudah lama menempati lahan itu. Tapi, kami ingin masyarakat tidak dirugikan dengan memedomani ketentuan hukum yang berlaku. Salah satunya, putusan Mendagri tanggal 4 Juni tahun 1997 sebagai konstruksi Hukum untuk bisa mereduksi klausul perjanjian yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah,” ungkap Sekda.

Mendengar hal itu, Akedemisi dan Peniliti Hukum Universitas Mataram (Unram) Prof H. Zainal Asikin mengaku, jika pihaknya telah melakukan riset terkait kontrak kerjasama yang dilakukan Pemprov dan PT GTI yang sudah dimuat hasilnya pada jurnal nasional dan internasional pada tahun 2014 lalu.

Menurut Prof Asikin, langkah Pemprov memilih adendum itu sangat kontra produktif. Sebab, perjanjian kerjasama yang bisa dilakukan adendum adalah perjanjian yang sudah minimal 50 persen dipenuhi alias dikerjakan, namun tidak tuntas. Salah satunya karena situasi force major, misalnya karena gempa bumi.

“Tapi, dasar melakukan adendum dengan PT GTI ini aneh. Karena rujukan perjanjiannya tidak ada sama sekali. Sehingga, jika mengacu ke UU soal kontrak yakni, di pasal 124 sudah jelas menyiratkan bahwa jika tidak pernah ada hal itu dilakukan, itu masuk katagori wan prestasi dan tidak bisa dilakukan adendum seperti klaim oleh Pak Sekda tadi,” tegasnya.

Prof Asikin mendorong agar Pemprov berani tegas memutus kontrak PT GTI tanpa harus melakukan adendum. Mengingat, prasyarat melakukan tindakan itu sudah jelas jika merujuk surat Mendagri Nomor 643 yang mengatur ketentuan. Yakni, jika dua tahun tidak ada aktivitas apapun yang dilakukan, maka perjanjian itu bisa dibatalkan.

“Seharusnya, bukti sudah jelas bahwa memang enggak ada pembangunan yang GTI lakukan di lahan yang mereka kuasai. Maka, sudah kalau saran saya, itu masuk katagori wan prestasi dan Pemprov sebagai pemilik lahan berani menegakkan aturan, karena GTI masuk unsur enggak ada prestasi yang mereka lakukan di Gili Trawangan selama lebih kurang 28 tahun lamanya,” ujarnya Lantang.

Prof Asikin mendaku, jika merujuk hukum kontrak dan perdata serta Pemendagri dan PP Nomor 24 tahun 1997 telah mengatur ketentuan bahwasanya jika seseorang telah menguasai lahan lebih dari 20 tahun lamanya tanpa adanya gangguan dan somasi apapun, maka masyarakat berhak mengajukan kepemilikan lahan yang dimaksud.

“Pilihan adendum itu memang pahit. Apalagi, jaksa sudah buat surat ke rakyat untuk melakukan perjanjian dengan GTI dengan ketentuan sewa 12 bulan setelah itu mereka harus keluar. Bagi saya ulah Jaksa ini enggak benar karena siapa yang salah sebenarnya.?. Jika merujuk aturan jelas masyarakat yang harus diberikan hak milik. Tolong pak Sekda agar dicek semua surat yang dikeluarkan Jaksa itu karena subtansi surat kayak gitu jelas bertentangan dengan aturan perundangan-undangan,” jelasnya.

Sementara itu, pelaku sejarah Gili Trawangan, Nurdin Ranggabarani berharap agar pada pemerintahan Zul-Rohmi ini ada harapan yang jelas dan lebih progresif dari pemerintahan NTB sebelumnya.

Mengingat, sejak melakukan advokasi pada tahun 1989 lalu, Nurdin menegaskan, tidak ada kemajuan apapun terhadap persoalan masyarakat di Gili Trawangan tersebut.

“Pak Sekda karena aturannya sudah jelas maka jangan lagi ada terbit putusan soal adendum itu. Ingat, yang membuat Gili Trawangan itu terkenal dan mendunia adalah masyarakat disana dan bukan PT.GTI. Jadi, keinginan kami jelas bahwasanya masyarakat yang lebih dari 20 tahun itu yang harus diperhatikan Pemprov bukannya perusahaan yang telah melanggar kontrak kerjasama selama berpuluh-puluh tahun lamanya yang malah dibela,” papar Nurdin.

Mantan anggota DPRD NTB itu mengaku, pada tahun 1990-an telah ada keputusan DPR RI bahwasanya Pemprov harus berpihak kepada warga Gili Trawangan.

“Mimpi saya dan warga NTB adalah pemerintahan sekarang lebih maju dan berpihak ke rakyat. Kalaupun ingin fair, sebaiknya lakukanlah beauty contes ulang agar masyarakat melalui koperasi yang telah mereka bentuk juga bisa ikut masuk sebagai pengelola lahannya. Saya yakin masyarakat ini mampu menghasilkan lebih dari Rp 20 miliar lebih sesuai keinginan Pemprov asal mereka juga diberi ruang yang sama untuk mengelola tanah kelahiran mereka,” kata Nurdin.

Dari diskusi itu tergambar jumlah warga yang berada diatas areal seluas 65 hektare di Gili Trawangan berjumlah sebanyak 700 kepala keluarga. Di mana, masyarakat Gili Trawangan termasuk warga yang taat pajak. Hal itu dibuktikan dengan setoran pajak hotel dan restoran yang dipungut Pemkab KLU angkanya telah menembus kisaran Rp 20 miliar lebih setiap tahunnya.

Sebelumnya Ketua DPRD NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda memandang sikap resmi pemerintah terkait PT GTI belum klir selama SK yang dimaksud terbit.

“Kalau mau putus kontrak atau adendum mana dong SK-nya,” kata politisi Golkar itu.
SK itu akan menjadi pijakan sikap politik DPRD NTB berikutnya apakah akan

menginterpelasi Gubernur atau tidak. Pernyataan pers yang disampaikan Gubernur beberapa waktu lalu bersama Kejati NTB masih dianggap sebagai wacana saja sehingga belum perlu disikapi serius.

Baru setelah ada sikap resmi Gubernur melalui SK akan diambil langkah politik berikutnya. “Ini kan belum ada putusan eksekutif,” pungkasnya. (**).

Panglima TNI : Mahasiswa Pelopor Vaksinasi Nasional

Sumbawanews.com,- Terimakasih kepada para mahasiswa yang sudah menjadi pelopor dalam pelaksanaan vaksinasi nasional,  mudah-mudahan pelaksanaan vaksinasi nasional ini terus bisa dilaksanakan dan di informasikan kepada seluruh mahasiswa di Indonesia untuk sama-sama mendukung dan melaksanakan vaksinasi nasional.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P.,  bersama Menkes RI Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU., dan Kapolri Jenderal Pol Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., saat melakukan peninjauan serbuan vaksinasi di Gelanggang Remaja Bulungan, Gedung Smesco dan Yayasan Margasiswa I PP PMKRI, Rabu (14/7/2021).

Pelaksanaan vaksinasi di Gelanggang Remaja Bulungan ini diprakarsai oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara dan BEM Seluruh Indonesia yang melibatkan 4 Pilar, dengan target 2.000 orang per hari yang diketuai oleh Sdr. Onky Rozie dengan slogan “Mahasiswa Berani Vaksin”.

Panglima TNI mengapresiasi agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan di seluruh Indonesia.  “Saya berharap kegiatan ini untuk dapat terus dilaksanakan dan diinformasikan kepada seluruh mahasiswa di Indonesia untuk sama-sama mendukung pelaksanaan vaksinasi nasional,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Panglima TNI bersama Menkes RI dan Kapolri mengunjungi sentra vaksinasi di Gedung Smesco di Jakarta Selatan. Disini Panglima TNI dan rombongan disambut oleh Ibu Anne Patricia Sutanto selaku Ketua Pelaksana Vaksinasi di tempat tersebut.

Menurut Ibu Anne sehari disini mampu memvaksin 2.000 sampai 3.000 orang per hari. “Kami ucapkan terimakasih kepada Nakes TNI yang telah diperbantukan disini. Keberadaan Nakes TNI sangat berarti bagi kami,” ucapnya saat berbincang dangan Panglima TNI.

Sebelumnya Panglima TNI juga meninjau sentra vaksinasi di Yayasan Margasiswa I PP PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Khatolik Republik Indonesia) di Kawasan Menteng Jakarta Pusat. Menurut Ketua PMKRI Benedictus Papa, disini PMKRI mampu memvaksin 500 sampai 1.000 orang per hari dengan dibantu juga oleh tenaga kesehatan dari TNI.

Berita Terkini

Ebola Langka Mewabah Cepat di Kongo, 127 Tewas

Sumbawanews.com,- Wabah virus Ebola varian langka kini meluas dengan kecepatan mengkhawatirkan di Provinsi Equateur, Republik Demokratik Kongo. Sejak pertama kali terdeteksi pada Mei 2023,...

Bom Pinggir Jalan Tewaskan Enam Polisi Thailand

Sumbawanews.com,- Bangkok — Enam anggota Polisi Patroli Perbatasan Thailand terluka parah dalam serangan terkoordinasi berupa bom pinggir jalan dan tembakan bersenjata di Provinsi Yala,...

Siri Baru, Asisten Pribadi yang Benar-Benar Mengerti Anda

Sumbawanews.com,- Di tengah kabut pagi yang menyelimuti Golden Gate Bridge, saya mengangkat iPhone dan bertanya pada Siri: “Di mana saya bisa menemukan pancake lembut...

Tol Becakayu Diguncang Kecelakaan Beruntun, Delapan Terluka

Sumbawanews.com,- Kecelakaan beruntun terjadi di Tol Becakayu, KM 7.400, arah Bandung menuju Cawang, pada Sabtu (20/6/2026) siang. Tiga kendaraan—Toyota Altis, Hyundai Santa Fe, dan...

Berita Utama