Home Blog Page 2499

Kemenkumham Salurkan 46 Ribu Paket Sembako Senilai Rp 700 juta

Jakarta, sumbawanews.com – Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) berupaya membantu masyarakat dengan menyalurkan lebih dari 46 ribu paket secara nasional. Bantuan tersebut diberikan serentak kepada masyarakat di seluruh Indonesia, agar dapat bertahan hidup di tengah pandemi yang belum menunjukkan tanda-tanda usai.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly mengatakan, kebijakan pemerintah dengan membuat PPKM Level 4 bertujuan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Kebijakan yang sedianya berakhir pada 25 Juli 2021 lalu ini, kini resmi diperpanjang hingga 2 Agustus 2021 mendatang.
Pemerintah sadar, kebijakan ini akan berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi sosial masyarakat, dan berdampak pada ketidakmampuan masyarakat yang kesulitan dalam mencari nafkah. “Insan Pengayoman melalui program pemberian bantuan sosial “Kumham Peduli, Kumham Berbagi”, mencoba turut berempati kepada masyarakat dan ASN Kemenkumham yang terdampak pandemi Covid-19,” ujar Yasonna saat memberikan bantuan sosial secara simbolis, Kamis (29/07) pagi.
Melalui program bantuan sosial yang dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal, tercatat Kemenkumham memberikan total bantuan sosial sebanyak 46.614 paket dan dana sosial sebesar 700 juta rupiah. Paket tersebut diberikan kepada masyarakat di seluruh Indonesia, yang terdiri atas 43.558 kepala keluarga yang terdampak langsung pandemi Covid-19, serta kepada 3.056 orang ASN Kemenkumham yang terpapar Covid-19. Sedangkan dana sosial diberikan kepada tujuh Kantor Wilayah Kemenkumham yang saat ini menerapkan PPKM Level 4, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
Adapun paket bantuan sosial Kumham Peduli Kumham Berbagi per orang diberikan dalam bentuk beras, minyak goreng, gula, mie instan, sarden, dan susu. “Kegiatan kita pada hari ini adalah bagian dari kepedulian kepada masyarakat dan saudara kita sesama pegawai yang terpapar Covid-19. Ini merupakan bentuk kepedulian, jiwa sosial, rasa welas asih serta semangat untuk berbagi,” kata Yasonna di lapangan upacara Kemenkumham.
Kegiatan ini, kata Yasonna, selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo kepada para menteri untuk melakukan langkah-langkah maksimal dengan memberikan dukungan, yang salah satunya berupa pemberian bantuan sosial kepada masyarakat dan usaha mikro.“Bantuan sosial tersebut tidak hanya menyentuh kepada masyarakat yang berada di wilayah perkotaan, namun juga kepada saudara-saudara kita yang berada di wilayah perbatasan negara Republik Indonesia dengan negara lain,” ucap Yasonna.
“Semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat membantu meringankan beban mereka yang secara langsung terdampak pandemi Covid-19,” kata Laoly. “Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh Insan Pengayoman yang telah peduli, mampu berbagi atas dasar keikhlasan dan kesadaran,” tutupnya.

Sementara itu Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Andap Budhi Revianto mengatakan selain terkonsentrasi di Kemenkumham dan wilayah Jabodetabek untuk unit pusat, kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini juga dilaksanakan secara serentak di Kantor Wilayah Kemenkumham seluruh Indonesia. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, semua pihak termasuk masyarakat harus mau bekerja sama, bergotong royong untuk menghadapi ujian yang berat ini. Kerja keras pemerintah Insya Allah bisa berhasil, jika disertai dengan dukungan dan kesadaran dari masyarakat. Pesankami kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada, jangan cemas, selalu berpikir positif yang disertai optimisme, selalu patuhi protokol kesehatan, dan mengikuti vaksinasi,”tutupnya. (Using)

Bhabinkamtibmas Polsek Sumbawa Salurkan Bantuan Sembako Kepada Warga Isolasi Mandiri

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Bhabinkamtibmas Kelurahan Bugis Kecamatan Sumbawa Bripka I Nyoman Sugandi, bersama pihak kelurahan Bugis memberikan bantuan sembako dan himbauan kepada sejumlah warga yang sedang menjalani isolasi mandiri karena terpapar Covid-19 di wilayah Kelurahan Bugis, Rabu (28/07/2021) pagi.

Bhabinkamtibmas kelurahan Bugis menuturkan, Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian agar warga yang sedang menjalani isolasi mandiri tidak kekurangan stok makanan selama masa karantina. “bantuan sembako ini untuk meringankan beban warga yang sedang melakukan isolasi mandiri sehingga tidak perlu terlalu khawatir karena kekurangan makanan.” ujar Bhabinkamtibmas.

Ditempat terpisah Kasi Humas Polres Sumbawa Akp Sumardi S.Sos., mengatakan, Selain membantu menyalurkan bantuan bagi pasien atau masyarakat yang terdampak Covid-19, Bhabinkamtibmas juga berperan sebagai pendeteksi atau tracer Covid-19. “Dalam penyaluran bantuan tersebut, Bhabinkamtibmas bersama pihak kelurahan menghimbau dan meminta warga yang menerima bantuan agar tetap melakukan isolasi dengan benar dan sampai dinyatakan sembuh, “selama isolasi tidak keluar rumah atau melakukan aktivitas di luar rumah, guna mencegah penyebaran yang lebih luas” ucapnya.

Kasi Humas juga berpesan kepada petugas dilapangan agar tetap menghimbau warga sekitar untuk tetap waspada serta senantiasa mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, juga menghimbaumbau warga disekitarnya untuk tetap senantiasa dan disiplin dalam penerapan protokol kesehatan.

“Selalu patuhi protokol kesehatan, terutama 5M seperti menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan serta mengurangi mobilitas diluar rumah, Semoga wabah pandemi Covid-19 di Indonesia segera berakhir, sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti semula,” pesan Kasi Humas. (Using)

Komnas Anak Jangan Ikut Menyebarkan Hoaks BPA

Jakarta – Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menyesalkan keterlibatan beberapa figur publik yang terjebak dalam upaya penyebaran informasi yang sudah dikategorikan sebagai hoaks atau berita bohong seperti isu bahaya BPA dalam kemasan pangan.

Agus mengingatkan bahwa di tengah pandemi yang menyebakan krisis berlapis mulai krisis kesehatan hingga sosial ekonomi sekarang ini, sangat tidak patut jika ikut menambah kesulitan dan kebingungan masyarakat melalui penyebaran informasi hoaks. “Selama puluhan tahun kemasan galon guna ulang telah dipergunakan oleh masyarakat luas dan terbukti aman sebagaimana dinyatakan oleh BPOM dan Kemenperin,” jelas Agus.

Kementerian Kominfo sudah sejak tahun awal tahun ini mengkategorikan informasi bahaya BPA dalam kemasan galon polikarbonat (PC) dalam kategori Hoaks jenis Disinformasi. Namun beberapa kelompok mencoba terus mendorong isu ini dan diduga untuk kepentingan agenda bisnis pihak tertentu.

Saat ini ada dua jenis kemasan air yang diperbolehkan beredar dipasaran pleh BPOM dan Kemenperin, yaitu kemasan plastik PET dan PC. Kedua kemasan itu dinyatakan aman berdasarkan pengawasan dan penelitian rutin BPOM. Penelitian BPOM terakhir di bulan April 2021 menunjukkan kadar BPA dalam kemasan galon PC jauh dibawah ambang batas aman yang ditetapkan BPOM maupun badan pengawasan pangan Eropa.

“Seharusnya, seluruh figur publik dan tokoh masyarakat menghormati kewenangan dan kemampuan BPOM dalam mengawasi keamanan pangan karena didukung oleh ahli dan laboratorium yang kredibel,” kata Agus. Jangan menyesatkan masyarakat dengan informasi yang hanya berdasarkan hoaks, tegas Agus.

Baru baru ini LSM Komnas Anak bersama LSM JPKL mengedarkan informasi tentang bahaya BPA dalam galon PC. Hal ini bertentangan dengan penelitian dan pernyataan BPOM dan Kemenperin. Agus Pambagio menyayangkan figur seperti Arist Sirait ikut menyebarkan berita yang dikategorikan sebagai hoaks oleh Kominfo.

Ketua Asosiasi di Bidang Pengawasan dan Perlindungan terhadap Para Pengusaha Depot Air Minum (Asdamindo) yang menaungi ribuan pengusaha kecil pemilik depot isi ulang menduga ada motif persaingan bisnis yang diusung oleh pihak pihak yang mendiskreditkan galon PC yang juga digunakan oleh ribuan depot air minum isi ulang di Indonesia. “Selama ini anggota kami menggunakan galon PC dan tidak pernah ada masalah atau keluhan kesehatan yang disampaikan okeh konsumen kami,” kata Erik Garnadi, Ketua Asdamindo.

“Nyatanya, belum ada satu pun bayi yang sakit karena minum air kemasan galon guna ulang. Apalagi BPOM juga sudah mengeluarkan izin untuk peredarannya,” ujar Erik Garnadi. Erik berharap aparat berwenang segera menindak para penyebar isu hoaks bahaya BPA dalam galon guna ulang.

Danrem 174 Merauke Ajak Elemen Masyarakat Merauke Jalin Kedamaian Di Tanah Animha

(Merauke). Danrem 174 Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko dalam kegiatan dialog dan ramah tamah dengan Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda serta Forkopimda Kabupaten Merauke menyampaikan terimakasih kepada Forkopimda dan elemen masyarakat atas komitmen  bersama untuk menjaga kedamaian di Tanah Animha artinya manusia sejati (sebutan secara adat Kabupaten Merauke).

 

Hal tersebut diungkapkan Danrem saat kegiatan dialog bertempat di Gedung Serbaguna Lanud J.A. Dimara, jalan Garuda Spadem, Kabupaten Merauke, Papua, Rabu (28/07/2021).

 

Lebih lanjut Danrem menyampaikan bahwa sesuai dengan Motto Korem 174 Animti Waninggap (ATW) yang artinya saudara yang baik, maka melalui forum inilah saya mengajak untuk menjaga kedamaian di Tanah Animha.

 

“Karena sesungguhnya selama ini kami dalam bertugas di wilayah Papua mempunyai tekad untuk selalu berbuat terbaik dalam membantu dan menghargai serta menghormati orang asli Papua demi kedamaian dan kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, salah satu tokoh sentral Kabupaten Merauke Drs. Johanes Gluba Gebze (mantan Bupati Merauke) menyampaikan bahwa sesuai Motto Kabupaten Merauke Izakod Bekai Izakod Kai yang artinya satu hati satu tujuan, agar kita sama-sama menikmati anugrah Tuhan bersama-sama di tempat ini, dan di Negara ini sudah punya Ikrar yang mana sudah tercantum dalam alinea ke 4 Pembukaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945. “Doa saya selaku orang tua mari kita saling membantu antar sesama,” ucapnya.

 

“Saya juga berpesan agar setiap permasalahan yang terjadi di wilayah Kabupaten Merauke ini agar segera diselesaikan dengan baik dan perlu penanganan sungguh-sungguh, agar kita dapat hidup dengan rukun, apalagi saat ini masih terjadi pandemi Covid-19, kitapun harus dapat atasi dengan baik,” pintanya.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Danlanud J.A. Dimara Merauke, para Kepala Seksi Korem 174 Merauke, Dandim 1707/Merauke dan Bapak Imam Santoso (Kakorwil Binda Papua Selatan). Selama kegiatan  tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. (Penrem 174 Merauke).

Danrem 162/Wira Bhakti : Saya Datang Untuk Memompa Semangat

 

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Komandan Korem 162/Wira Bhakti, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., menegaskan kunjungan kerja yang dilakukan kepada seluruh Kodim termasuk Kodim 1607/Sumbawa, untuk memompa semangat jajaran TNI dalam memberi pelayanan terhadap penanganan Covid-19. Sebab, seluruh elemen bangsa telah menyatakan perang melawan covid-19.

“Kami mendapat perintah dari panglima TNI, agar jajaran TNI untuk meningkatkan pelayanan khusus PPKM terkait penanganan covid-19. Terkait dengan peningkatan pelayanan ini, sesuai dengan perintah dari bapak presiden, terkait PPKM mikro khusus untuk wilayah Sumbawa dan kabupaten lain. Sedangkan khusus untuk kota mataram dilaksanakan PPKM darurat,” kata dia saat mengglar silaturrahim dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sumbawa, Rabu (28/07).

Ditegaskan, jajaran TNI mendapat perintah agar lebih maksimal membantu pemerintah daerah untuk menyelamatkan masyarakat dalam penanganan covid-19. Dengan bersinergi bersama seluruh stekholder di daerah, baik Polri, Pengadilan, Rumah Sakit, LSM termasuk wartawan.

“Terkait hal tersebut, kami diperintahkan Pangdam untuk meningkatkan kinerja jajaran TNI, khususnya Korem 162/Wira Bhakti, agar lebih maksimal membantu pemerintah daerah untuk menyelamatkan masyarakat dengan bersinergi dengan stekholder yang ada. Baik Polri, pengadilan, rumah sakit, LSM, wartawan,” jelasnya.

Disebutkan, perlunya dibangun sinergi dan kebersamaan dalam penanganan covid-19, karena negara telah menyatakan perang dalam melawan covid-19. “Penanganan covid ini, sekarang kita bukan yang biasa-biasa. Tapi kita sudah menyatakan perang melawan covid. Karena dari yang paling tinggi di negara kita, DPR-MPR, pemerintah, menteri-menteri, sampai unsur-unsur paling bawah, hingga desa-desa,” jelasnya.

Ia mengisahkan, pada zaman sahabat Rasullullah, wabah yang sama pernah melanda. Kemudian yang maha kuasa kembali menurunkanNya pada tahun 2019, dan belum diketahui sampai kapan. Dan wabah-wabah tersebut, musti dimaknai sebagai cobaan.

“Ceritanya, zaman Saidina Ummar, ada wabah seperti covid ini pernah turun zaman dulu. Ini bukan barang baru sebetulnya. Cuma diturunkan lagi sekarang oleh yang maha kuasa. Ini cobaan, apakah jadi tobat, atau malah tomat. Tobatnya seperti apa, turut sama pemerintah, nurut sama aturan, nurut sama umaroh, nurut sama kyai-kyai, uztad. Jangan nurut sama hoax,” katanya.

Ditegaskan, saaat ini, seluruh elemen masyarakat dan bangsa harus bahu-membahu dalam berjuang untuk melawan covid-19. “Sekarang kita sama-sama berjuang. Tentara, polisi, dokter, pemerintah daerah, semua berjuang. Jadi sekarang kita pahlawan bersama, dalam perang melawan covid,” tuturnya.

Selain bupati Sumbawa, hadir dalam kesempatan tersebut antara lain perwakilan Polres Sumbawa, Kejaksaan negeri Sumbawa, pengadilan negeri Sumbawa dan Rumah Sakit Manambai Abdulkadir. (Using)

Bupati Sumbawa Tegaskan Telah Disiapkan Skenario Terburuk Hadapi Covid-19

 

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Dalam penganan covid-19, Kabupaten Sumbawa telah melakukan berbagai persiapan seperti penambahan ruang perawatan dan ketersediaan oksigen, selain menindaklanjuti instruksi Kemendagri dan Surat Edaran Gubernur NTB. Termasuk menyiapkan berbagai scenario, bahkan jika harus menghadapi situasi terburuk.

“Selamat datang pak danrem di Kabupaten Sumbawa dalam rangka kunjungan kerja. Dalam penanganan covid-19 di sumbawa ini, kami telah menindaklanjuti instruksi kemendagri, maupun surat edaran gubernur NTB dengan Surat Edaran Bupati Sumbawa tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro, tanggal 8 juli 2021,” kata H.Mahmud Abdullah, Bupati Sumbawa saat menyambut kedatangan Danrem 162/Wira Bhakti dalam kunjungan kerja dan silaturrahim dengan Forkopimda di Kabupaten Sumbawa, Rabu (28/07).

Diungkapkan, sebagai bentuk persiapan yang telah dilakukan, sebagian desa di Kabupaten Sumbawa telah menyiapkan tempat isolasi terpusat. Selain itu, juga telah dilakukan upaya penambahan ruang perawatan di rumah sakit, termasuk mempersiapkan hotel.

“Sebagian desa sudah menyiapkan isolasi terpusat. Bahkan kami dengan koordinasi dengan pak dandim dan pak kapolres, kami sudah menyiapkan hotel andaikan situasi. Kami siapkan hotel, diberikan arahan oleh beliau oleh pak dandim. Andaikan ini terus meningkat maka kami akan ambil hotel. Dan pihak hotel sudah menginformasikan ke kita, ada sekitar 40 kamar yang bisa kita pakai. Dan memang di rumah sakit, kita sudah buat tambahan ruangan. Ada bekas bangunan-bangunan yang dulu untuk menambah kamar. Tempat tidur sudah kami tambahkan di APBD dan selebihnya kami pinjam di puskesmas-puskesmas,” jelasnya.

Sehingga, jika terjadi situasi buruk dalam pandemic covid-19, Kabupaten Sumbawa telah melakukan persiapan. “Insya Allah, andaikan terjadi tsunamipun kami sudah siap untuk menangani itu. Dan untuk ketersediaan oksigen, di RSMA sudah ada tim untuk menangani persediaan oksigen dan obat-obatan. Syukur alhamdulillah, ini bisa kita atasi semua,” ucapnya.

Dikatakan, sejak berlakukan PPKM Mikro, umumnya masyarakat Kabupaten Sumbawa telah menerapkan protokol kesehatan. Dan masih ditemukan beberapa keramaian di desa-desa yang tidak menrapkan protokol kesehatan, sehingga harus dilakukan tindakan tegas berupa pembubaran.

“Yang masih menjadi kendala kita sekarang itu di masyarakat, terutama di desa-desa. karena masih ada kerumunan-kerumuman, masih ada acara-acara. Tapi kami dengan pak dandim, pak kapolres, kami terus berkoordinasi. Dan saya sudah perintahkan camat untuk berkoordinasi dengan Muspika, jika ada kerumunan yang tidak menaati prokes, ya sudah, bubarkan,” tegasnya.

Ia membeberkan, Kabupaten Sumbawa saat ini terkendala dengan ketersediaan vaksin. Sementara disatu sisi, animo dan permintaan masyarakat untuk divaksin sangat tinggi, dan tidak berimbang dengan ketersediaan vaksin untuk Kabupaten Sumbawa.

“Terkait vaksinasi pak danrem, mohon juga disampaikan ke atas pak. Sekarang ini kita masih sekitar 14 persen. Masyarakat kami berkeinginan, sudah sadari pentingnya vaksin. Cuma terkendala kami dengan vaksinya,” katanya.

Disebutkan, saat ini diketahui sedikitnya tiga orang ASN yang bekerja di Setda Sumbawa, telah terpapar covid-19. “Teman-teman di kantor ada juga yang terpapar sekarang ini, ada 3 orang tadi saya cek. Makanya kantor bupati agak sepi sekarang,” ujarnya. (Using)

Panglima TNI Cek Penerapan Aplikasi Silacak Dan Inarisk Di Puskesmas Halim Perdanakusuma Jaktim

Sumbawanews.com,- Usai mengecek tenaga tracer di Kel. Maguwoharjo Kapanewon Depokdan Puskesmas Berbah, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Setibanya di Jakarta, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., langsung melakukan pengecekan Tenaga Tracer Covid-19 (Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga dan Bhabinkamtibmas) yang melaksanakan penerapan aplikasi Silacak (Tracer Digital) di Puskesmas Halim I, Kel. Halim Perdanakusuma, Kec. Makassar, Jakarta Timur, Rabu (28/7/2021).

Kedatangan Panglima TNI di Puskesmas Halim I disambut oleh Kepala Puskesmas Halim I Ibu dr. Aminah Fitria, Kepala Puskesmas Makassar Ibu dr. Viena dan Lurah Halim Perdanakusumah Bapak Eric Dasya R. dan mendapatkan penjelasan terkait pelaksanaan tugas penanganan Covid-19 di Puskesmas.

Di sela-sela peninjauannya, Panglima TNI berdialog dengan salah satu dokter puskesmas terkait berapa persen warga yang sudah melakukan vaksinasi. “Kalau untuk Halim sudah mencapai 61 persen”, jawab dokter. “Itu sudah bagus 61 berarti tinggal 9% herd immunity,” kata Panglima TNI.

Sementara kepada salah satu anggota Babinsa yang bertugas, Panglima TNI juga menanyakan prosedur penanganan kasus tiga orang yang positif Covid-19 di Puskesmas Halim I. Apa sudah di antigen, PCR, pelacakan kontak erat, berapa yang sudah dilakukan tracing kontak erat dan berapa lama isolasi mandiri.

“Tiga orang tersebut sudah di PCR dan hasilnya positif. Mereka akan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari,” jelas Babinsa kepada Panglima TNI.

Panglima TNI menyampaikan bahwa jika ada warga yang terkonfirmasi Covid-19 harus segera dilakukan tracing kontak erat kepada 15 orang terdekat dan melaksanakan swab antigen, kemudian lakukan isolasi mandiri selama 5 hari. Setelah itu melakukan swab PCR, jika masih positif kembali melaksanakan isolasi, kalau ada warga tidak mau diswab PCR, harus melaksanakan isolasi selama 14 hari.

“Prosedurnya betul dilakukan isolasi mandiri 14 hari, setelah 14 hari dilaksanakan tes PCR ulang. Tapi sebetulnya kalau positif begini, dokter-dokter sudah tahu kalau dia OTG ringan, sedang atau berat,” ujarnya.

Turut serta mendampingi Panglima TNI diantaranya  Asops Panglima TNI Mayjen TNI Syafruddin,S.E., M.M., M,Tr.(Han), Aster Panglima TNI Mayjen TNI Madsuni, S.E., Kapuskes TNI Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., MARS, M.H., Kapuspen TNI Mayjen TNI Prantara Santosa, S.Sos., M.Si., M.Tr.(Han) dan Pangkoopsau I Marsda TNI Ir. Tedy Rizalihadi S., M.M.

Peduli Pendidikan, Personel Satgas Pamtas Yonif 742/SWY Bantu Mengajar di Sekolah

Belu NTT – Pendidikan merupakan suatu proses pembelajaran mengenai pengetahuan dan keterampilan yang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja mulai dari usia dini hingga tua dengan tujuan untuk mencerdaskan dan mengembangkan potensi anak bangsa.

Untuk mewujudkan itu, perlu adanya sinergitas semua pihak baik pemerintah, guru dan wali murid termasuk TNI yang sedang melaksanakan tugas pengamanan di wilayah perbatasan seperti yang dilakukan personel Satgas Pengamanan Perbatasan Yonif 742/SWY.

Beberapa pos hari ini kembali bekerjasama dengan pihak sekolah untuk memberikan materi pelajaran kepada siswa-siswi di sekolah, seperti yang dilakukan personel Pos Silawan mengajar di SDK Nanaeklot, personel Pos Salore mengajar di SMPN Heliwen dan personel Pos Motaain mengajar di SD Inpres Motaain.

Terkait dengan itu, Komandan Yonif 742/SWY Letnan Kolonel Infanteri Bayu Sigit Dwi Untoro selaku Komandan Satgas Pamtas RI – RDTL Sektor Timur memberikan apresiasi atas sinergitas dan kerjasama yang sudah terjalin dengan baik bersama pihak sekolah tidak terkecuali di wilayah Kipur I, namun juga dihampir seluruh pos-pos jajarannya.

Menurutnya, upaya ini dilakukan sebagai bentuk peran serta Satgas yang dipimpinnya untuk memberikan motivasi dan support terhadap dunia Pendidikan khususnya di wilayah perbatasan Belu dengan Timor Leste.

“Jadi tidak hanya dilakukan di sekolah, bahkan di pos-pos sengaja membuat lopo-lopo untuk mengajar adik-adik kita diluar jam belajar di sekolah terutama membaca dan berhitung sehingga mereka termotivasi untuk belajar dan belajar,” terangnya.

Kita ketahui bersama, sambung Bayu Sigit, kesempatan untuk meraih cita-cita itu tidak hanya bagi masyarakat yang tinggal di kota, namun masyarakat di pedesaan termasuk di wilayah perbatasan juga memiliki peluang yang sama untuk mengejar dan meraih mimpinya.

“Dan ini sudah kita lakukan terhadap para pemuda yang ingin melanjutkan Pendidikan Kedinasan, yang ingin mengabdikan diri melalui TNI dan menjadi PNS. Mereka diberikan latihan fisik dan psikologi di pos, in syaa Allah semoga mereka berhasil dan sukses,” ujarnya.

Ia juga mendorong personel jajarannya untuk tetap aktif memberikan pembinaan dan bimbingan belajar baik langsung di sekolah maupun di pos, minimal semangat belajar adik-adik siswa-siswi terpelihara dan tidak menurun sehingga kedepan mereka mampu membangun kampung halamannya sendiri.

“Ini harapan kami, mereka mampu membangun desanya sendiri dan berkembang menjadi pemuda yang dapat andalkan bangsa dan negara dari wilayah perbatasan,” tandasnya.

Pos Motaain Amankan Barang Selundupan Masuk ke Indonesia

Belu NTT – Patroli rutin yang dilakukan Pos Motaain Kipur I Satgas Pengamanan Perbatasan RI – RDTL wilayah Sektor Timur kembali berhasil mengamankan dua krat minuman merk Sajiko di perbatasan Dusun Motaain Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur, Selasa (27/7/2021).

Menurut keterangan Danpos Motaain Serda Suwandi, barang tersebut di bawa oleh oknum pelintas batas (Pelibas) dari Timor Leste ke Indonesia, namun begitu memasuki Dusun Motaain langsung berhadapan dengan personel yang sedang melaksanakan patroli, pelibas tersebut langsung kabur ke wilayah Timor Leste sehingga personel pos menghentikan pengejaran.

“Kebetulan kami saling melihat, langsung dikejar dan dia melepas barang bawaannya agar lebih mudah untuk melarikan diri,” terang Suwandi.

Terpisah, Komandan Yonif 742/SWY Letnan Kolonel Infanteri Bayu Sigit Dwi Untoro selaku Komandan Satgas Pamtas Sektor Timur membenarkan pihaknya berhasil mengamankan dua krat minuman yang berasal dari Timor Leste dan barang bukti sudah diamankan di Pos Motaain untuk dilaporkan dan disersahkan kepada instansi terkait sesuai dengan ketentuan.

Terkait itu, Dansatgas mengingat personel pos jajarannya untuk tidak lengah dan tetap waspada. Laksanakan patroli secara rutin karena tidak menutup kemungkinan kondisi pendemi Covid-19 ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memperoleh keuntungan pribadi.

“Kondisi bangsa saat ini sedang fokus dengan penanganan virus corona, jangan sampai ada yang berusaha memanfaatkan situasi dengan menyelundupkan barang illegal untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Untuk itu, sambung Alumnus Akmil 2003 itu, perketat kembali pintu keluar masuk terutama jalan-jalan tikus disepanjang wilayah perbatasan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melaksanakan patroli bersama dengan menjaga kerahasiaan agar tidak terpantau oleh oknum-oknum yang memiliki kepentingan dalam penyelundupan barang illegal baik yang masuk maupun keluar Indonesia.

“Koordinasikan dengan baik, tetapkan waktu dan tempatnya sehingga memperoleh hasil yang lebih maksimal. Jangan lupa utamakan faktor keamanan dan keselamatan dalam setiap Tindakan dan berdoa,” pungkas Bayu Sigit.

Panglima TNI Pastikan Kesiapan Tenaga Tracer Covid-19 di Yogyakarta

sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., Pangdam IV/Dip Mayjen TNI Rudianto dan Gubernur AAU Marsda TNI Nanang Santoso meninjau langsung kesiapan tenaga tracer di Kelurahan Maguwoharjo Kapanewon Depok dan Puskesmas Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (28/7/2021).

 

Peninjauan yang dilakukan oleh Panglima TNI untuk memastikan kesiapan tenaga tracer yang terdiri dari Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga dan Bhabinkamtibmas serta relawan yang akan menggunakan aplikasi “Silacak” untuk mempermudah monitoring penyebaran dan penanggulangan Covid-19 di tanah air.

 

Di Puskesmas Berbah, Panglima TNI disambut oleh Kepala Puskesmas Berbah dr. Heri Pratomo, M.Kes., dan menyaksikan praktek penggunaan aplikasi Silacak yang dilaksanakan oleh Serka Sujarwanto Babinpotdirga dari Lanud Adi Sutjipto.

 

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI memuji para Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga, Bhabinkamtibmas serta para relawan yang menjadi tenaga tracer Covid-19. “Saya bangga atas kerja luar biasa yang dilakukan para Babinsa dan  Bhabinkamtibmas, termasuk unsur-unsur dari masyarakat yang bekerja keras untuk memutus mata rantai penularan Covid 19,” ungkapnya.

 

Panglima TNI menjelaskan bahwa memutus rantai penyebaran Covid-19 merupakan suatu pekerjaan yang tidak ringan karena mulai dari mendapatkan notifikasi terkait kasus konfirmatif, kemudian harus menelusuri, mewawancarai masyarakat yang tertular atau yang kontak erat ketika ditemukan kasus positif Covid-19.

 

“Permasalahan dilapangan tidak mudah untuk mencari orang yang terpapar Covid-19 karena harus mencari satu persatu masyarakat yang disinyalir melakukan kontak dengan orang yang postif Covid-19,” ungkapnya.

 

Saat ini ada  dua cara yang dapat dilakukan untuk menelusuri kasus Covid-19, pertama dengan cara digital yang dilaksanakan oleh tracer digital dan yang kedua adalah tracer lapangan. “Bila tracer digital menemui kendala maka dilakukan tracer lapangan untuk mewawancarai langsung masyarakat yang menjalin kontak erat dengan pasien Covid-19,” ujar Panglima TNI.

 

Menurut Panglima TNI, wilayah Maguwoharjo ini zonasinya masuk pada kategori kuning dan hijau, hal itu berkat kerja keras para tenaga tracer digital dan tracer lapangan serta seluruh tenaga kesehatan yang ada di wilayah ini. “Kunjungan saya ke wilayah Maguwoharjo untuk melihat secara langsung bagaimana sistem kerja yang saudara-saudara lakukan untuk saya tularkan ke wilayah lain,” ucapnya.

 

Panglima TNI juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tenaga tracer,  baik dari TNI dan Polri serta para relawan dari masyarakat. “Sekali lagi saya ucapkan terima kasih  atas keberhasilan yang saudara-saudara sekalian lakukan mulai dari tracing kontak erat yang dipersyaratkan oleh WHO”, katanya.

Berita Terkini

Mengapa Konflik Global Selalu Mempengaruhi Harga BBM di Indonesia?

Sumbawanews.com,- Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa perang atau ketegangan politik yang terjadi di belahan dunia lain—seperti di Timur Tengah atau Eropa Timur—bisa berdampak langsung pada...

Truk Oleng di Pati, Dua Motorista Tewas

Sumbawanews.com,- Sebuah truk muatan tebu oleng dan menabrak tiga sepeda motor di Jalan Pati-Tayu, Desa Sidomukti, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Sabtu...

Musim Kemarau Picu Kekeringan di Jawa Tengah hingga Jawa Timur

Sumbawanews.com,- Seiring memasuki puncak musim kemarau, sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur mulai mengalami krisis air bersih yang mengancam kehidupan sehari-hari warga....

Jerman vs Pantai Gading: Duel Bintang di Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Toronto — Dua raksasa sepak bola dunia, Jerman dan Pantai Gading, siap bertemu dalam laga penentuan takdir di Grup E Piala Dunia 2026....

Berita Utama