Mataram – Komandan Korem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., SH. M.Han., membuka turnamen sepak bola Danrem 162/WB Cup II tahun 2020 yang dilaksanakan di lapangan Yonif 742/SWY Gebang Mataram, Senin (10/2).
Dalam sambutannya, Danrem 162/WB menyampaikan turnamen sepak bola Danrem Cup II ini selain dakam rangka menyambut HUT Korem 162/WB ke-59 tahun 2020, juga bertujuan untuk membangkitkan kembali olahraga sepak bola di NTB, sekaligus untuk mencari bibit-bibit atlet sepak bola yang profesional sehingga dapat melahirkan tim sepak bola yang bisa membawa nama NTB dalam setiap pertandingan baik di tingkat daerah maupun nasional.
Menurutnya, dalam setiap turmanen atau pertandingan pasti ada yang kalah dan menang. Untuk itu, pihaknya mengingatkan kepada para pemain, wasit, supporter maupun penyelenggara agar menjunjung tinggi sportifitas dalam bermain dan mengedepankan keamanan, ketertiban serta keselamatan selama bermain.
“Jaga sportifitas, persaudaraan dan kebersamaan selama bertanding, tetap semangat dan selamat bertanding,” teriak Danrem sambil mengepalkan tangan penuh semangat.
Terpisah, koordinator sepak bola Danramil 1606-09/Ampenan Kapten Inf Jamuhur, S.Sos., menyampaikan turnamen sepak bola ini diikuti 38 club sepak bola se NTB dan akan dilaksanakan di dua tempat yakni lapangan Yonif 742/SWY dan lapangan sepak bola Malomba Ampenan sebagai cadangan.
Selain itu, Jamuhur juga menjelaskan turnamen sepak bola akan dilaksanakan selama 70 hari kedepan hingga April mendatang mengingat jumlah pesertanya lumayan banyak sehingga membutuhkan waktu yang panjang agar bisa berjalan aman dan lancar.
Dilokasi pembukaan, hadir juga Kapolda NTB Irjen Pol Drs. Tomsi Tohir, M.Si., Ketua Koni NTB, Kadis Pora NTB, Dandim 1606/Lobar, Danyonif 742/SWY, para Kasi dan Pasi, Dan/Ka Satdisjan dan undangan lainnya.
(Merauke). Dalam rangka menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan, personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad, Pos Kotis melaksanakan kegiatan karya bakti pembuatan pagar dan pembersihan di Pura Widya Natha, Kampung Sipias, Distrik Eligobel, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, Senin (10/2/2020).
Pasi Ops Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad Lettu Inf Kerti Dharma Sugita, S.T.Han., yang berada dilokasi mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan selain dalam rangka menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan, juga untuk membantu warga perbatasan yang beragama Hindu guna memperindah dan membersihkan tempat peribadatan.
“Saya dan 10 anggota Pos Kotis selama tiga hari terakhir ini, bersama dengan masyarakat melaksanakan karya bhakti pembuatan pagar dan pembersihan di sekeliling Pura Widya Natha, untuk membantu kelancaran prosesi ibadah yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Februari 2020 nanti,” ucapnya.
Di tempat terpisah, Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han. mengapresiasi kegiatan anggotanya yang sigap dan peduli terhadap lingkungan terutama terhadap rumah ibadah khususnya Pura Widya Natha menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan.
“Saya berterimakasih kepada anggota yang tidak mengenal lelah membantu masyarakat di daerah binaan dalam menyelesaikan permasalahan, wujud sederhana kepedulian TNI yang bertugas di perbatasan ini semata-mata bertujuan semakin mempererat tali silaturahmi dengan warga,” ujarnya.
Dansatgas juga mengatakan bahwa melalui kegiatan-kegiatan teritorial yang secara rutin dilaksanakan oleh Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad disekitar pos wilayah binaannya masing-masing adalah untuk mengkokohkan Kemanunggalan TNI-Rakyat.
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Muting, I Nengah Sudana menyampaikan ucapan terima kasih kepada Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad, Pos Kotis yang telah membantu membuat pagar dan pembersihan di Pura Widya Natha. “Mewakili umat Hindu yang ada di wilayah perbatasan RI-PNG khususnya di Distrik Eligobel, Distrik Sota dan Distrik Ulilin mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak-bapak TNI yang tidak mengenal lelah membantu kami semua,” ungkapnya. (Bdr)
(Merauke). Indonesia menyimpan keberagaman pangan lokal di berbagai daerah salah satunya adalah sagu, di beberapa daerah sagu dijadikan sebagai makanan pokok pengganti beras serta sebagai bahan pangan lainnya.
Seperti yang dilakukan oleh masyarakat Kampung Rawa Biru, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua, yakni Bapak Patris Sanggra (35 th) yang sedang memanen pohon sagu untuk nantinya diolah menjadi bahan makanan pokok sehari-hari keluarganya.
Melihat hal tersebut, prajurit TNI Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad, Pos Rawa Biru dipimpin Kopda Nanag Setiawan dan 3 personel lainnya, Senin (10/2/2020) turut membantu Bapak Patris Sanggra dalam memotong-motong, membelah batang sagu dan mengolahnya hingga menjadi tepung sagu yang siap dijadikan sebagai bahan pangan.
Pasiter Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad, Kapten Arm Imam Ari Setiawan mengatakan bahwa kegiatan membantu warga memanen sagu merupakan salah satu wujud kepedulian Satgas sekaligus menjalin kedekatan dan mempererat tali silaturahmi dengan warga di wilayah binaan.
Bapak Patris Sanggra menyampaikan ucapan terima kepada Satgas Pamtas Yonif MR 411/Pdw Kostrad dalam hal ini Pos Rawa Biru, atas waktu dan kepeduliannya dalam membantu memanen sagu yang ada dibelakang rumahnya. (Bdr)
(Merauke. Senin, 10 Februari 2020). Tim Kesehatan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad, memberikan pertolongan medis kepada warga Papua Nugini bernama Simon Jack (44 th) yang meminta bantuan ke Pos Kout di Kampung Sota, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua, Minggu (9/2/2020).
Wadansatgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Ilham Datu Ramang mengatakan bahwa kedatangan Simon Jack yang diantar oleh keluarganya dari Kampung Werieber, Distrik Mohed, Papua Nugini, adalah untuk meminta bantuan pengobatan, lantaran kedua jari kirinya terluka cukup dalam akibat terkena benda tajam berupa parang saat sedang bekerja membersihkan kebun.
“Tim Kesehatan Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad, yakni Praka Firdian Sanjaya dan Pratu Suparyadi langsung memberikan penanganan medis mulai dari membersihkan lukanya, dilanjutkan menyuntikkan obat bius guna tindakan penutupan luka dengan cara menjahitnya,” ungkapnya.
Ditemui usai memberikan pertolongan, Praka Firdian menuturkan, “kita lakukan tindakan dengan cara menjahit luka di jari Bapak Simon sebanyak 6 jahitan, hal ini dilakukan agar jarinya cepat sembuh dan bisa untuk beraktivitas kembali, sebagai prajurit TNI tentunya senang dapat membantu saudara kita warga Negara Papua Nugini,” ujarnya.
Ditempat terpisah, Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., menyampaikan apresiasinya atas kesigapan Tim Kesehatan Satgas di Pos Kout, yang memberikan pertolongan medis kepada salah satu warga negara Papua Nugini yang terluka jarinya.
“Selain menjalankan tugas pokoknya, menolong sesama manusia merupakan implementasi dari komitmen Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad sejak awal bertugas di perbatasan RI-PNG sektor selatan, yakni melaksanakan tugas yang berorientasi pada kebermanfaatan diri bagi lingkungan dan menjadi duta bangsa di tapal batas,” ujarnya.
Bapak Jack Yauka (68 th) orang tua dari Simon Jack menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI dalam hal ini Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad, yang telah memberikan pertolongan mengobati luka yang dialami oleh putranya tersebut. “Terima kasih TNI telah menolong mengobati luka yang dialami putra saya, meskipun kami ini warga negara Papua Nugini namun TNI sangat ramah dan baik kepada kami. Semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas kebaikan Bapak-bapak TNI,” ucapnya. (Bdr)
sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Agung Prasetiawan, M.A.P., Asops Panglima TNI Mayjen TNI Tiopan Aritonang, S.I.P., Aspers Panglima TNI Marsda TNI Diyah Yudanardi, menerima kunjungan Plt Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H. Isdianto, S.Sos., M.M. dan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri Abdul Razak, di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (10/2/2020).
Kunjungan Plt Gubernur dan Ketua LAM Provinsi Kepulauan Riau dalam rangka pemberian Gelar Adat Kepulauan Riau “Dato Sri Satria Digjaya Negara”, kepada Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada bulan Februari tahun 2020.
Pemberian gelar tersebut diberikan oleh Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau, karena Panglima TNI telah memberikan kontribusi positif bagi TNI serta masyarakat Provinsi Kepri dan juga telah menjadikan Kepri sebagai pusat Markas Kogabwilhan I di Pulau Dompak, Tanjungpinang.
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto merasa bangga dan terhormat atas rencana pemberian Gelar Adat “Dato Sri Satria Digjaya Negara”, yang memiliki arti cahaya kemuliaan pejuang yang gagah berani demi kejayaan negara.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Pemprov. Kepri yang telah menghibahkan tanah seluas 20 Ha kepada Mabes TNI untuk pembangunan kantor Kogabwilhan I di Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, Kabupaten/Kota Tanjungpinang, Pemprov Kepulauan Riau. Pembentukan Kogabwilhan didasari perkembangan lingkungan strategis yang semakin kompleks dengan ancaman yang bersifat mixed dan eskalatif, baik militer maupun non militer. (Mad/Puspen TNI)
sumbawanews.com,- Panglima TNI, Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., memimpin Serah Terima Jabatan (Sertijab) Danjen Akademi TNI dari Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos. kepada Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, S.H., M.H., M.Tr. (Han) dan Asops Panglima TNI dari Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. kepada Mayjen TNI Arios Tiopan Aritonang, S.I.P., bertempat di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (10/2/2020).
Panglima TNI dalam sambutannya menyampaikan bahwa peran Akademi TNI untuk membentuk perwira TNI yang berkualitas dan memiliki potensi pengembangan yang luas dan positif. Para perwira TNI tersebut nantinya akan diisi dengan pengalaman melalui berbagai tugas serta pengetahuan dan ketrampilan melalui berbagai jenjang pendidikan dan latihan sebagai pemimpin-pemimpin TNI di masa mendatang. Kedepan TNI akan menghadapi spektrum ancaman yang jauh lebih kompleks dan mungkin belum terbayangkan saat ini.
Dalam bidang operasi¸ Panglima TNI mengatakan bahwa operasi yang dilaksanakan oleh TNI harus lebih bersifat multi dimensi. Saat ini sulit ditemukan operasi yang tidak membutuhkan ataupun terkait dengan lintas matra dan bahkan lintas kementrian dan lembaga. Konsep operasi tersebut harus mampu menjawab bagaimana peran yang dapat dilakukan oleh semua pihak yang terkait, tentunya hal ini akan semakin mudah dengan adanya Kogabwilhan TNI yang telah mulai operasional.
Panglima TNI mengingatkan bahwa upaya mewujudkan TNI yang profesional, modern, dan tangguh memerlukan pemahaman yang utuh dan konsistensi pelaksanaan program yang telah ditetapkan. Rapim TNI menjadi titik tolak melaksanakan program-program tahun 2020 dengan melihat evaluasi program yang telah dilaksanakan pada tahun 2019.
Program-program tersebut telah dirumuskan dengan proyeksi TNI harus dapat melaksanakan tugas pokoknya dihadapkan pada perkembangan lingkungan strategis serta spektrum ancaman yang kian kompleks. Program tersebut telah dicanangkan oleh Panglima TNI dan masuk dalam 11 program prioritas sejak tahun 2017. Untuk memenuhi 11 program prioritas tersebut dibutuhkan upaya yang lebih intensif seperti penyempurnaan organisasi, peningkatan kualitas prajurit dan sistem manajemen pengelolaannya, pengembangan sistem operasi tri matra terpadu, penguatan diplomasi militer, pembangunan ketiga matra dan seterusnya harus dicermati agar berjalan secara maksimal.
Dalam acara sertijab tersebut, pejabat baru melakukan penandatanganan Pakta Integritas dan Berita Acara Serah Terima Jabatan, dilanjutkan dengan Pengambilan Sumpah Jabatan yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI.
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto diakhir sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan serta apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas dan pengabdian Letjen TNI Ganip Warsito dan Laksdya TNI Aan Kurnia. (Mad/Puspen TNI)
Mataram-Sumbawanews.com,- Wisata Halal NTB mendapat catatan dan perhatian khusus dari Bank Indonesia (BI). BI ingin mendorong wisata halal NTB ini, tidak hanya dikenal di Indonesia, namun juga di dunia internasional. Bank nomor satu di Indonesia tersebut berkomitmen untuk mendorong dan mempromosikan wisata halal NTB hingga ke berbagai belahan dunia.
Hal itu ditegaskan Deputi Bank Indonesia, Dody Waluyo di hadapan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat Policy Brief dan Seminar Nasional di Aula Bank Indonesia Perwakilan NTB, Senin (10/02/2020).
“Kami dari Bank Indonesia komit bagaimana mendorong NTB sebagai satu destinasi wisata halal secara global, bukan hanya di Indonesia,” ungkapnya pada kegiatan dengan tema Perekonomian Indonesia dan Arah Kebijkan.
Mataram-Sumbawanews.com,- MotoGP seri Mandalika Indonesia edisi perdana 2021 akan digelar. Bagaimana kesiapan NTB? Harus siap. Terpicu dari keseriusan Presiden RI Joko Widodo dalam mewujudkan Mandalika sebagai destinasi kelas dunia, harus disambut dengan kerja keras. Salah satunya dengan menyukseskan event Mandalika MotoGP 2021 yang akan membawa brand Mandalika dan NTB ke tingkat dunia.
Polda NTB akan bersama bekerja dan bekerja sama dengan seluruh instansi terkait serta masyarakat dan pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menyukseskan balap motor Mandalika MotoGP 2021 sebagai ajang berkelas dunia tersebut.
Kesiapan itu telah ditunjukan sedari tahun 2019 lalu, bahwa Polda NTB siap memaksimalkan pengamanan di KEK Mandalika Resort dengan melakukan MoU atau kerjasama dengan ITDC untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung di kawasan tersebut.
Tak hanya Polri, didukung juga oleh TNI dan pemerintah daerah, dalam segi pengamanan di kawasan tersebut, Polda NTB sudah mengusulkan ke Mabes Polri untuk pembangunan pos pengamanan dan peningkatan status Polsek dari tipe prulal menjadi urban.
Dukungan penuh dari masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam menjaga kamtibmas khususnya di wilayah Lombok Tengah. Karena itu penting untuk menjaga keamanan yang melibatkan seluruh element masyarakat. Hal itu berpengaruh besar dari sektor pariwisata yang akan membawa rasa kepercayaan wisatawan asing yang akan datang, sehingga akan muncul kesejahtaraan di tengah-tengah masyarakat itu sendiri.
Bayangkan, sampai saat ini sudah terjual sebanyak 4 ribu lembar tiket. Jumlah tiket yang terjual itu cukup tinggi mengingat kuota penjualan tiket pre sale ini hanya dibatas sebanyak 10 ribu tiket. Terlebih jumlah tiket terjual itu hanya terhitung dalam 10 hari, sejak penjualannya dibuka mulai 20 Januari 2020.
Komunitas Plastik Untuk Kebaikan mengadakan kampanye di acara CFD di Bundaran HI
Jakarta, Sumbawanews.com.- Kebijakan pelarangan penggunaan kantong belanja plastik atau kresek yang dilakukan sejumlah kepada daerah dinilai tidak tepat sasaran. Pasalnya, jumlah kantong kresek di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah hanya sekitar 6 persen dari total sampah yang ada. Yang juga disayangkan, pelarangan hanya dilakukan terhadap kantong kreseknya, sementara berbagai kemasan plastik yang ada di dalam kantong kresek tersebut justru diabaikan.
Ketua Ikatan Pemulung Indonesia (IPI), Pris Polly Lengkong, menjelaskan dengan adanya pelarangan penggunaan kantong kresek maka sampah plastik jenis HDPE (High Density Polyethylene) seperti naso (botol susu berwarna putih susu, kotak plastik makanan), botol shampo, botol oli, dan jerigen, tidak bisa lagi didaur ulang.
Sebab, menurut Pris Polly, hasil daur ulang sampah plastik jenis HDPE sebanyak 70 persennya berupa kantong kresek. “Cuma 30 persen saja hasil daur ulang plastik HDPE yang bisa diolah kembali dalam bentuk botol jenis HDPE,” ujarnya.
Jadi, tambah Pris Polly, bila larangan penggunaan plastik kantong kresek diberlakukan, maka limbah sampah plastik HDPE justru akan semakin menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah, mengalir ke sungai-sungai, dan mencemari lingkungan.
Pris menuturkan bahwa sampah plastik jenis HDPE justru paling banyak di masyarakat ketimbang botol air kemasan PET. Ini terlihat dari jenis plastik HDPE lebih dominan ada di pelapak-pelapak ketimbang jenis plastik lain.
“Bahkan perbandingannya dengan botol PET saja satu banding tiga, meskipun botol PET harganya lebih mahal dan sirkular ekonominya lebih bagus. Tapi di masyarakat itu yang lebih sering ditemui oleh pemulung adalah sampah plastik jenis HDPE,” tuturnya.
Sementara itu, menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia Plastik Indonesia (ADUPI), Justin Wiganda, semua kantong kresek hanyalah sebagai pembungkus. Sementara yang ada di dalam kantong kresek ada banyak sekali plastik yang sama-sama berpotensi menjadi sampah. Mulai dari bungkus sayuran, minuman, kemasan mie instant dan sebagainya.
“Jadinya aneh kalau yang dimasalahkan itu hanya bungkusnya saja, sementara sampah-sampah yang ada di dalam kantong kresek tidak dipermasalahkan, seperti misalnya sachet-sachet kemasan makanan dan pembungkus mie instan yang jelas-jelas tidak bisa didaur ulang,” ujar Justin Wiganda.
Padahal menurut Justin, kantong kresek jumlahnya hanya sekitar 6 persen dari total sampah yang ada di TPA. “Jadi yang dianggap salah yang 6 persen itu, sedang yang 94 persennya tidak salah,” kata Justin.
Hingga kini, tercatat sudah sebanyak 7 kepala daerah mengeluarkan Perda terkait pelarangan kantong plastik sekali pakai. Di antaranya Jakarta, Bekasi, Bogor, Bali, Semarang, Banjarmasin, Balikpapan. Bila pelarangan ini terus dibiarkan oleh pemerintah maka akan terbangun persepsi yang salah dalam persoalan penanganan sampah plastik di Indonesia.
Menurut Justin, yang perlu dibenahi pemerintah daerah sebetulnya masalah manajemen sampah. “Masalah sampah itu bukan terjadi karena produknya, namun karena perilaku pemakainya,” tukas Justin. Hal itu bisa dilihat dari masih banyaknya masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemilahan sampah di rumah.
Ia menilai, manajemen sampah di Indonesia belum diterapkan dengan benar. Padahal seharusnya pemilahan sampah dimulai dari sejak sampah itu terbentuk. “Kalau ini benar-benar dilaksanakan, maka tidak ada yang salah dari produk plastik. Kalau yang ada sekarang kan sebagian kepala daerah itu hanya menyalahkan produknya saja tanpa melihat perilaku masyarakat terhadap sampah,” ujarnya.
Ia mencontohkan keberadaan sampah plastik di laut dan sungai-sungai. “Sampah-sampah itu ada di sana kan karena ada orang yang membuangnya ke sana. Kan nggak mungkin sampah-sampah itu bisa jalan sendiri. Itu harusnya yang dicari tahu oleh pemerintah, kenapa. Apa karena iseng doang, atau memang karena nggak ada tempat pembuangannya. Kok yang langsung disalahkan kantong plastiknya?” kata Justin.
Ia menambahkan sekarang ini orang yang tidak mengerti permasalahan begitu gampangnya menyalahkan kantong kresek. Padahal kantong kresek hanya sebagian kecil dari sampah plastik. “Padahal selama orang menggunakan dengan baik, plastik ini pasti bermanfaat. Apalagi harganya paling murah dibandingkan kemasan atau wadah belanja lainnya. Jadi pelarangan justru tidak memberikan solusi atau memberikan benefit yang lebih baik terhadap permasalahan sampah,” tegasnya.
Saat ini sampah plastik telah membuka peluang kerja bagi 4 juta pemulung. Selain itu bank-bank sampah, dan komunitas pengelola sampah plastik juga terus bermunculan. Ini menandakan adanya manfaat ekonomi dari sampah plastik. Persoalan penanganan sampah plasti inilah yang seharusnya gencar dilakukan pemerintah, khususnya membangun budaya memilah sampah sejak dari rumah. (*).
(Merauke. Minggu, 9 Februari 2020). Memberikan santunan bagi orang lain yang membutuhkan, sama dengan memberikan arti sebuah kehidupan bagi sesama. Karena sedikit kepedulian yang kita berikan merupakan secercah harapan yang sangat bermanfaat bagi penerimanya.
Menyadari pentingnya saling berbagi antar sesama, Satgas Pamtas Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa (Yonif MR 411/Pdw) Kostrad Pos Kout, memberikan santunan kepada Anak-Anak Yatim Piatu di perbatasan Republik Indonesia dan Papua Nugini (RI-PNG), bertempat di Masjid Darul Falah, Jalur 3 B Kampung Sota, Distrik Sota, Kab. Merauke, Papua, Sabtu (8/2/2020).
Ditemui usai pemberian santunan, Wadansatgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Ilham Datu Ramang yang datang bersama 10 personel Pos Kout mengatakan bahwa kegiatan pemberian santunan dan bingkisan ini sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang Satgas kepada Anak-Anak Yatim Piatu yang ada di daerah binaan.
“Semoga apa yang telah diberikan dapat membantu Anak-Anak Yatim Piatu yang ada di Kampung Sota perbatasan RI-PNG, kegiatan santunan ini juga sebagai wahana dan wadah bagi prajurit untuk mempererat tali silaturahmi dan kekeluargaan dengan warga masyarakat disekitar pos,” ucapnya.
Sementara itu, Pak Muslim salah satu masyarakat yang hadir dalam acara santunan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Satgas Pamtas Yonif MR 411/Pdw Kostrad, dalam hal ini Pos Kout yang telah peduli dan memberikan bantuan untuk Anak-Anak Yatim Piatu yang ada di kampung tapal batas ini. (Bdr)
Sumbawanews.com,- Ratusan warga Ciputat Timur, Tangerang Selatan, memenuhi jalanan dalam pawai obor yang khidmat menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Dengan cahaya...
Sumbawanews.com,- Jakarta – Usai menerima audiensi perwakilan mahasiswa dari Universitas Bung Karno, Universitas MH Thamrin, dan Universitas Terbuka di Istana Wakil Presiden, Wakil Presiden...
Sumbawanews.com,- Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meninjau langsung pelaksanaan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di...
Sumbawanews.com,- Perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) memenuhi undangan mediasi tertutup dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden,...
Sumbawanews.com,- Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Qatar, Sultan bin Saad Al-Muraikhi, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6). Pertemuan...