Mataram-Sumbawanews.com,- MotoGP seri Mandalika Indonesia edisi perdana 2021 akan digelar. Bagaimana kesiapan NTB? Harus siap. Terpicu dari keseriusan Presiden RI Joko Widodo dalam mewujudkan Mandalika sebagai destinasi kelas dunia, harus disambut dengan kerja keras. Salah satunya dengan menyukseskan event Mandalika MotoGP 2021 yang akan membawa brand Mandalika dan NTB ke tingkat dunia.
Polda NTB akan bersama bekerja dan bekerja sama dengan seluruh instansi terkait serta masyarakat dan pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menyukseskan balap motor Mandalika MotoGP 2021 sebagai ajang berkelas dunia tersebut.
Kesiapan itu telah ditunjukan sedari tahun 2019 lalu, bahwa Polda NTB siap memaksimalkan pengamanan di KEK Mandalika Resort dengan melakukan MoU atau kerjasama dengan ITDC untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung di kawasan tersebut.
Tak hanya Polri, didukung juga oleh TNI dan pemerintah daerah, dalam segi pengamanan di kawasan tersebut, Polda NTB sudah mengusulkan ke Mabes Polri untuk pembangunan pos pengamanan dan peningkatan status Polsek dari tipe prulal menjadi urban.
Dukungan penuh dari masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam menjaga kamtibmas khususnya di wilayah Lombok Tengah. Karena itu penting untuk menjaga keamanan yang melibatkan seluruh element masyarakat. Hal itu berpengaruh besar dari sektor pariwisata yang akan membawa rasa kepercayaan wisatawan asing yang akan datang, sehingga akan muncul kesejahtaraan di tengah-tengah masyarakat itu sendiri.
Bayangkan, sampai saat ini sudah terjual sebanyak 4 ribu lembar tiket. Jumlah tiket yang terjual itu cukup tinggi mengingat kuota penjualan tiket pre sale ini hanya dibatas sebanyak 10 ribu tiket. Terlebih jumlah tiket terjual itu hanya terhitung dalam 10 hari, sejak penjualannya dibuka mulai 20 Januari 2020.
Komunitas Plastik Untuk Kebaikan mengadakan kampanye di acara CFD di Bundaran HI
Jakarta, Sumbawanews.com.- Kebijakan pelarangan penggunaan kantong belanja plastik atau kresek yang dilakukan sejumlah kepada daerah dinilai tidak tepat sasaran. Pasalnya, jumlah kantong kresek di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah hanya sekitar 6 persen dari total sampah yang ada. Yang juga disayangkan, pelarangan hanya dilakukan terhadap kantong kreseknya, sementara berbagai kemasan plastik yang ada di dalam kantong kresek tersebut justru diabaikan.
Ketua Ikatan Pemulung Indonesia (IPI), Pris Polly Lengkong, menjelaskan dengan adanya pelarangan penggunaan kantong kresek maka sampah plastik jenis HDPE (High Density Polyethylene) seperti naso (botol susu berwarna putih susu, kotak plastik makanan), botol shampo, botol oli, dan jerigen, tidak bisa lagi didaur ulang.
Sebab, menurut Pris Polly, hasil daur ulang sampah plastik jenis HDPE sebanyak 70 persennya berupa kantong kresek. “Cuma 30 persen saja hasil daur ulang plastik HDPE yang bisa diolah kembali dalam bentuk botol jenis HDPE,” ujarnya.
Jadi, tambah Pris Polly, bila larangan penggunaan plastik kantong kresek diberlakukan, maka limbah sampah plastik HDPE justru akan semakin menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah, mengalir ke sungai-sungai, dan mencemari lingkungan.
Pris menuturkan bahwa sampah plastik jenis HDPE justru paling banyak di masyarakat ketimbang botol air kemasan PET. Ini terlihat dari jenis plastik HDPE lebih dominan ada di pelapak-pelapak ketimbang jenis plastik lain.
“Bahkan perbandingannya dengan botol PET saja satu banding tiga, meskipun botol PET harganya lebih mahal dan sirkular ekonominya lebih bagus. Tapi di masyarakat itu yang lebih sering ditemui oleh pemulung adalah sampah plastik jenis HDPE,” tuturnya.
Sementara itu, menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia Plastik Indonesia (ADUPI), Justin Wiganda, semua kantong kresek hanyalah sebagai pembungkus. Sementara yang ada di dalam kantong kresek ada banyak sekali plastik yang sama-sama berpotensi menjadi sampah. Mulai dari bungkus sayuran, minuman, kemasan mie instant dan sebagainya.
“Jadinya aneh kalau yang dimasalahkan itu hanya bungkusnya saja, sementara sampah-sampah yang ada di dalam kantong kresek tidak dipermasalahkan, seperti misalnya sachet-sachet kemasan makanan dan pembungkus mie instan yang jelas-jelas tidak bisa didaur ulang,” ujar Justin Wiganda.
Padahal menurut Justin, kantong kresek jumlahnya hanya sekitar 6 persen dari total sampah yang ada di TPA. “Jadi yang dianggap salah yang 6 persen itu, sedang yang 94 persennya tidak salah,” kata Justin.
Hingga kini, tercatat sudah sebanyak 7 kepala daerah mengeluarkan Perda terkait pelarangan kantong plastik sekali pakai. Di antaranya Jakarta, Bekasi, Bogor, Bali, Semarang, Banjarmasin, Balikpapan. Bila pelarangan ini terus dibiarkan oleh pemerintah maka akan terbangun persepsi yang salah dalam persoalan penanganan sampah plastik di Indonesia.
Menurut Justin, yang perlu dibenahi pemerintah daerah sebetulnya masalah manajemen sampah. “Masalah sampah itu bukan terjadi karena produknya, namun karena perilaku pemakainya,” tukas Justin. Hal itu bisa dilihat dari masih banyaknya masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pemilahan sampah di rumah.
Ia menilai, manajemen sampah di Indonesia belum diterapkan dengan benar. Padahal seharusnya pemilahan sampah dimulai dari sejak sampah itu terbentuk. “Kalau ini benar-benar dilaksanakan, maka tidak ada yang salah dari produk plastik. Kalau yang ada sekarang kan sebagian kepala daerah itu hanya menyalahkan produknya saja tanpa melihat perilaku masyarakat terhadap sampah,” ujarnya.
Ia mencontohkan keberadaan sampah plastik di laut dan sungai-sungai. “Sampah-sampah itu ada di sana kan karena ada orang yang membuangnya ke sana. Kan nggak mungkin sampah-sampah itu bisa jalan sendiri. Itu harusnya yang dicari tahu oleh pemerintah, kenapa. Apa karena iseng doang, atau memang karena nggak ada tempat pembuangannya. Kok yang langsung disalahkan kantong plastiknya?” kata Justin.
Ia menambahkan sekarang ini orang yang tidak mengerti permasalahan begitu gampangnya menyalahkan kantong kresek. Padahal kantong kresek hanya sebagian kecil dari sampah plastik. “Padahal selama orang menggunakan dengan baik, plastik ini pasti bermanfaat. Apalagi harganya paling murah dibandingkan kemasan atau wadah belanja lainnya. Jadi pelarangan justru tidak memberikan solusi atau memberikan benefit yang lebih baik terhadap permasalahan sampah,” tegasnya.
Saat ini sampah plastik telah membuka peluang kerja bagi 4 juta pemulung. Selain itu bank-bank sampah, dan komunitas pengelola sampah plastik juga terus bermunculan. Ini menandakan adanya manfaat ekonomi dari sampah plastik. Persoalan penanganan sampah plasti inilah yang seharusnya gencar dilakukan pemerintah, khususnya membangun budaya memilah sampah sejak dari rumah. (*).
(Merauke. Minggu, 9 Februari 2020). Memberikan santunan bagi orang lain yang membutuhkan, sama dengan memberikan arti sebuah kehidupan bagi sesama. Karena sedikit kepedulian yang kita berikan merupakan secercah harapan yang sangat bermanfaat bagi penerimanya.
Menyadari pentingnya saling berbagi antar sesama, Satgas Pamtas Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa (Yonif MR 411/Pdw) Kostrad Pos Kout, memberikan santunan kepada Anak-Anak Yatim Piatu di perbatasan Republik Indonesia dan Papua Nugini (RI-PNG), bertempat di Masjid Darul Falah, Jalur 3 B Kampung Sota, Distrik Sota, Kab. Merauke, Papua, Sabtu (8/2/2020).
Ditemui usai pemberian santunan, Wadansatgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Ilham Datu Ramang yang datang bersama 10 personel Pos Kout mengatakan bahwa kegiatan pemberian santunan dan bingkisan ini sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang Satgas kepada Anak-Anak Yatim Piatu yang ada di daerah binaan.
“Semoga apa yang telah diberikan dapat membantu Anak-Anak Yatim Piatu yang ada di Kampung Sota perbatasan RI-PNG, kegiatan santunan ini juga sebagai wahana dan wadah bagi prajurit untuk mempererat tali silaturahmi dan kekeluargaan dengan warga masyarakat disekitar pos,” ucapnya.
Sementara itu, Pak Muslim salah satu masyarakat yang hadir dalam acara santunan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Satgas Pamtas Yonif MR 411/Pdw Kostrad, dalam hal ini Pos Kout yang telah peduli dan memberikan bantuan untuk Anak-Anak Yatim Piatu yang ada di kampung tapal batas ini. (Bdr)
Lombok Tengah – Komandan Kodim 1620/Loteng Letnan Kolonel Czi Prastiwanto, SE. M.I.Pol., menghadiri upacara Pujawali Umat Hindu di Pura Prajaniti Gili Lebur Asrama Kodim 1620/Loteng, Sabtu (8/2).
Upacara perayaan Pujawali tersebut mengangkat tema “Melalui Pujawali Pura Prajaniti Gili Lebur Praya Kita Perkuat Sinergitas, Integritas Toleransi sebagai wujud Bhakti Dalam Dharma Agama Dan Dharma Negara Demi Keutuhan NKRI” juga dihadiri Ketua PHDI Kabupaten Lombok Tengah I Komang Restu Sosiawan, S.Pd., PHDI NTB dan umat Hindu yang berdomisili di Kabupaten Lombok Tengah.
Dalam sambutannya, Dandim 1620/Loteng menyampaikan keberadaan pura Prajaniti di asrama Kodim Gili Lebur merupakan simbol toleransi kehidupan beragama dan contoh yang bagus untuk menjaga hubungan persaudaraan, persatuan dan kesatuan dengan saling menghormati dan menghargai satu dengan yang lainnya.
Menurut Prastiwanto, semua agama mengajarkan tentang kebaikan dan kebenaran, kasih sayang, kebahagiaan, keharmonisan dan kedamaian.
Oleh karena itu, sambungnya, melalui perayaan Pujawali ini tentunya diharapkan dapat mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana yakni hubungan harmonis dengan Tuhan YME, dengan sesama dan dengan lingkungan alam semesta dalam kehidupan sehari-hari.
Mengakhiri sambuntannya, Dandim mengimbau kepada seluruh Umat Hindu di Kabupaten Lombok Tengah untuk memelihara dan menjaga toleransi dan kerukunan hidup umat beragama baik sesama agama Hindu maulun dengan agama lain.
“Jaga dan pelihara kerukunan hidup beragama dan jalin persaudaraan di Lombok Tengah ini agar hidup tetap damai, tenteram dan nyaman, serta terhindar dari perpecahan yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya.
Sumbawa – Ketua DPD LVRI NTB Brigjen (Purn) H. Abdul Kadir melantik Ketua dan pengurus Cabang LVRI Kabupaten Sumbawa dan pelantikan Pengurus DPC Piveri Kabupaten Sumbawa oleh Ketua Piveri NTB Ny. Abdul Kadir masa bhakti 2020-2025 di Aula Makodim 1607/Sumbawa, Sabtu (8/2).
Pada kesempatan yang baik tersebut, Komandan Kodim 1607/Sumbawa Letnan Kolonel Inf Samsul Huda, SE. M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan mengucapkan selamat kepada Ketua dan Pengurus Cabang LVRI dan pengurus DPC PIVERI yang baru dan berharap agar pengurus yang baru dapat melaksanakan tugas dengan baik dan lancar.
Kami yang masih aktif, lanjut Dandim, baik TNI dan Polri membuka diri untuk membantu para sesepuh baik yang tergabung dalam organisasi LVRI maupun PIVERI NTB khususnya pengurus di Kabupaten Sumbawa.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya, kami harus banyak belajar dari tokoh bangsa dimasa lalu untuk membangun generasi muda milenial Indonesia yang maju dan lebih baik,” tutup mantan Danyonif RK 744/SYB tersebut.
Sebelumnya, Ketua DPD LVRI NTB Brigjen (Purn) H.Abdul Kadir dalam sambutannya usai melantik para pengurus menjelaskan organisasi LVRI dan PIVERI dalam menjalankan tugas organisasi berdasarkan oleh Undang-Undang RI Nomor 15 Tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia.
Menurutnya, pengurus sebelumnya sudah melaksanakan tugas organisasi selama lima tahun dengan baik dan membanggakan. Namun demikian, kata H. Abdul Kadir, ada hal-hal yang perlu di tingkatkan dan diperbaiki agar organisasi LVRI dan Piveri Kabupaten Sumbawa kedepan akan menjadi baik lagi.
Sedangkan Ketua Piveri NTB Ny. Abdul Kadir menyampaikan pemilihan Ketua dan pengurus Piveri pada saat ini ada perubahan yang mendasar, hal itu sesuai dengan hasil musyawarah nasional Piveri tahun 2017 lalu.
Selain itu, Ketua Piveri NTB juga meminta kepada pengurus baru untuk bekerjasama dengan organisasi lain dalam memajukan organisasi Piveri sehingga terjalin hubungan yang baik dengan semua organisasi.
Ibu2 Piveri pentingnya bekerja sama dengan organisasi wanita lainnya, dan terimakasih kepada yang sudah bekerja sama semoga menjadi amal ibadah yang baik untuk kita semuanya
b. Untuk di maklumi pemilihan ketua Piveri pada saat ini ada perubahan yang mendasar sesuai hasil munas Piveri tahun 2017
Dalam acara pelantikan dan pengukuhan tersebut, hadir Ketua PEPABRI Sumbawa di wakili Mayor (Purn) Djuardi, Kapolres Sumbawa di Wakili Kasat Binmas Polres Sumbawa AKP Djoko R.S Gatot, Ketua DPC LVRI Sumbawa Kapten (Purn) Rohim Mohid, Ketua PPOL Peltu (Purn) Sukarno, anggota LVRI, Piveri dan Pepabri beserta perwakilan Persit Cabang XXVI Sumbawa.
(Merauke. Minggu, 9 Februari 2020). Prajurit TNI Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa (Yonif MR 411/Pdw) Kostrad yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-PNG kembali mengamankan 128 karton berjumlah 5.076 botol miras ilegal dengan berbagai merk, dari sebuah mobil truk yang melintas di jalan poros Trans Papua, Distrik Eligobel, Kab. Merauke, Papua.
Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han. mengungkapkan bahwa dalam rangka mencegah peredaran barang-barang ilegal di wilayah perbatasan Republik Indonesia dan Papua Nugini (RI-PNG), Satgas Pamtas Yonif MR 411/Pdw Kostrad secara rutin melaksanakan pemeriksaan terhadap orang dan kendaraan serta barang-barang yang dibawanya.
“Seperti, Kamis (6/2/2020) pukul. 19.15 WIT saat Pos Bim yang dipimpin Wadanpos Bim Serda Heki Respondo dan 9 orang anggotanya menggelar pemeriksaan di jalan poros Trans Papua Merauke – Boven Digoel, mengamankan ribuan botol miras ilegal dari dalam mobil truk yang akan melintas,” terangnya.
Kejadian bermula dari sebuah mobil truk dengan barang bawaan yang cukup banyak melintas saat pemeriksaan. Saat mendekati Pos Bim, kendaraan yang melaju dari arah Merauke tersebut, dihentikan guna dilaksanakan pemeriksaan oleh personel yang bertugas.
Setelah dilakukan pemeriksaan terkait barang yang dibawanya, ditemukan 6 karton jenis Vodka 250 ml, 86 karton jenis Whisky Robinson 250 ml, 6 karton Jenis Whisky Robinson 650 ml, 17 karton Anggur Merah, dan 13 karton Guinness dengan total keseluruhan adalah 128 karton yakni 5.076 botol, dari mobil Truk Mistsubishi Fuso PA 9624 V berwarna kuning.
Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui ribuan botol miras ilegal tersebut merupakan milik seorang warga yang berada di Mandobo, Kab. Boven Digoel berinisial AB (48 th), adapun identitas dari sopir truk yang membawanya berinisial R (40 th). Untuk saat ini, barang-barang ilegal telah diamankan dan sudah diserahkan ke pihak Kepolisian dalam hal ini Polsek Bupul untuk diproses lebih lanjut.
Dansatgas berharap dengan aktifnya Pos Satgas melakukan pemeriksaan, dapat menekan angka peredaran minuman keras di wilayah perbatasan RI-PNG, sebagaimana telah dilarang dalam Pergub Papua No. 15 tahun 2013, yang merupakan langkah protektif Pemerintah dalam melindungi masyarakat dari miras.
“Kami sayang dengan masyarakat Papua, apa yang kami lakukan adalah untuk mencegah hal-hal tidak baik terjadi di lingkungan masyarakat, karena miras sama sekali tidak ada manfaatnya dan berakibat buruk bagi kesehatan,” katanya. (Bdr)
Mataram – Sumbawanews.com,- Hj. Putu Selly Andayani benar-benar serius mewujudkan “Mataram Cemerlang” sesuai jargon yang diusung. Itu dibuktikan saat ia bersama Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika Gadjah Mada (Kafegama) Cabang NTB melaunching tanaman hidroponik di Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, Sabtu, 8 Februari 2020.
Selly Andayani yang juga menjadi Ketua Umum Kafegama NTB, mengatakan pertanian hidroponik merupakan sebuah contoh dan solusi pertanian di perkotaan.
“Kafegama NTB hadir memberikan solusi kepada masyarakat perkotaan, dengan cara melatih generasi milenial perkotaan untuk menjadi petani kota. Nah, untuk yang pertama ini kita mulai dari Dasan Cermen,” katanya.
Kadis Perdagangan Provinsi NTB ini, mengatakan kegiatan budidaya pertanian hidroponik merupakan rangkaian dari kegiatan Kafegama Academy, yang telah digelar sejak November 2019 lalu.
“Pelatihan sudah dilaksanakan pada bulan November dan Desember tahun 2019 di Pondok Pesantren Darul Qur’an, Bengkel, Mataram. Para peserta diberikan pelatihan tentang budidaya hidroponik, mulai pemahaman teori dan langsung praktik budidaya hidroponik,” ujarnya.
“Alhamdulillah, hari ini KAFEGAMA NTB melaunching hidroponik percontohan perdananya,” imbuhnya.
Istri anggota DPR RI Dapil NTB, Rachmat Hidayat ini mengatakan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Cermain Kelurahan Dasan Cermen adalah binaan Kafegama NTB.
“Saat pelatihan atau Kafegama Academy, ada lima generasi milenial Dasan Cermen yang mengikuti pelatihan, mereka tergabung dalam Pokdarwis Cermain,” ujarnya.
Pihaknya berharap pertanian hidroponik di lokasi Pokdarwis Cermain yang menjadi percontohan tersebut, dapat ditiru langsung oleh masyarakat sekitar dan masyarakat Kota Mataram lainnya.
“Selain menjadikan lingkungan asri, budidaya hidroponik juga sangat menguntungkan secara ekonomi. Saat ini saja, Kafegama NTB membina beberapa petani hidroponik dan sudah memiliki pasar yang terjamin, yaitu beberapa hotel dan supermarket,” katanya.
Lebih jauh disampaikan, permintaan harian sayur hidroponik melalui Kafegama NTB saat ini 20 kg per hari, dengan harga rata-rata Rp 20 ribu per kg.
“Untuk yang kita launching hari ini, ada dua instalasi dengan kurang lebih 500 lubang hidroponik. Satu kali panen akan menghasilkan 50 kg sayuran, artinya sekali panen ada pendapatan sebesar Rp 1 juta,” ujarnya.
Turut serta dalam launching hidroponik yang dirangkai dengan kegiatan senam sehat tersebut, Ketua Harian Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) NTB dr. Nurhandini Eka Dewi. Kadis Kesehatan NTB itu mengapresiasi program yang diinisiasi Selly.
“Ini sangat luar biasa. Kami dari Kagama NTB sangat bangga dan patut disyukuri oleh kita semua, apa yang dilakukan teman-teman Kafegama perlu dicontoh oleh kita semua,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Ketua Harian Kafegama NTB Supiandi, berkomitmen untuk tetap melakukan pendampingan, kepada masyarakat atau kelompok yang membutuhkan.
“Kami akan terus berkomitmen untuk mendampingi masyarakat agar semakin sejahtera, sejahtera yang ditandai dengan bertambahnya pendapatan. Budidaya hidroponik ini tidak membutuhkan waktu yang lama, jadi bisa dikerjakan tanpa mengganggu pekerjaan utama,” katanya.
Menurutnya, akhir-akhir ini trend menjadi petani kota cukup tinggi, hal itu ditandai dengan tingginya permintaan pendampingan budidaya hidroponik ke Kafegama NTB.
“Beberapa hari ke depan kami sudah memiliki jadwal lebih dari 10 titik pendampingan. Jika ada bapak dan ibu yang ingin kami dampingi menjadi petani kota, jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi Kafegama NTB,” ujarnya sembari menambahkan dapat menghubungi kontak personnya 0819.1838.1255.
Ia juga menyampaikan selain menjadi sumber pendapatan baru, hidroponik di Dasan Cermen itu juga akan menjadi tujuan wisata edukasi.
“Ini menambah destinasi sebelumnya yang sudah di-launching, yaitu eduwisata menanam padi, kandang sapi, pembuatan pupuk kompos, kendang ayam, kendang bebek, membuat telur asin, kolam lele, dan membuat abon lele,” katanya.
Hadir dalam kegiatan launching hidroponik dan senam sehat, Sekretaris Umum Kagama NTB Prof. Dr. Ir. Soekardono, Sekertaris Harian KAGAMA NTB Dr. Ir. Satrijo Saloko, Pengurus Karang Taruna Muda Berkarya Dasan Cermen, dan Pokdarwis Cermain serta ratusan masyarakat.
(Merauke. Sabtu, 8 Februari 2020). Tepat di tengah malam hari pukul 23.10 WIT, tangis kebahagiaan bercampur aduk menjadi satu, saat bayi mungil berjenis kelamin laki-laki dilahirkan dengan normal oleh Ibu Margareta Banggu (20 th).
Dengan penuh perjuangan, Bidan Puskemas Pembantu (Pustu) Yanggandur Ibu Indah Pirna Sari dan personel Kesehatan Pos Yanggandur Praka Agung Mustofa, membantu proses persalinan warga Kampung Yanggandur, Distrik Sota, Kab. Merauke, Papua.
Demikian disampaikan Komandan Satgas (Dansatgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Batalyon Infanteri Mekanis Raider 411/Pandawa (Yonif MR 411/Pdw) Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han., dalam rilis tertulisnya di Merauke, Papua,. Sabtu (8/2/2020).
Dansatgas menuturkan bahwa kejadian tersebut bermula pada hari Jumat (7/2/2020) pukul 17.00 WIT saat Kader Pustu Yanggandur Ibu Monica Banggu (32 th) datang ke Pos Yanggandur dan meminta bantuan, bahwa ada warga kampung yang akan melahirkan, karena pada saat itu Bidan Pustu sedang pergi ke Kota Merauke, dan baru akan perjalanan pulang ke Kampung Yanggandur.
Mendapat kabar tersebut, Danpos Yanggandur Serka Supriyadi bersama personel kesehatan Praka Agung Mustofa dan dua personel lainnya, segera menuju ke rumah warga yang akan melahirkan. Selanjutnya menyarankan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke Pustu Yanggandur guna dilaksanakan proses persalinannya.
Setelah menunggu beberapa jam, tepat pada pukul 23.10 WIT melalui proses yang dramatis dengan hanya bercahayakan senter, Bidan Indah Pirna Sari dan Praka Agung Mustofa membantu persalinan Ibu Margareta Banggu dengan normal dan lahirlah seorang anak berjenis kelamin laki-laki dengan kondisi sehat serta memiliki berat 3,3 Kg dan panjang 48 Cm.
“Apa yang dilakukan prajurit TNI merupakan implementasi dari komitmen kami (satgas) sejak awal penugasan, yakni melaksanakan tugas yang berorientasi pada kebermanfaatan diri bagi lingkungan, serta dapat bersinergi dengan semua instansi dalam membantu kesulitan yang dihadapi masyarakat,” kata Dansatgas.
Sementara itu, Bapak Alexander Dimar (25 th) suami dari Ibu Margareta Mbanggu, mengucapkan terima kasih kepada Pustu Yanggandur dan Satgas Yonif MR 411/Pdw Kostrad Pos Yanggandur, telah membantu kelancaran proses persalinan istrinya.
“Mewakili keluarga, kami mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan ini, karena kami terinspirasi, saya dan istri sepakat untuk menamai anak kami dengan Agung Dimar, seperti nama depan bapak TNI petugas kesehatan Pos Yanggandur, semoga kelak anak kami akan menjadi prajurit TNI serta berguna bagi agama, bangsa dan negara,” ucap Bapak Alexander. (Bdr)
Sumbawanews.com,- Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menerbitkan surat edaran resmi yang mengimbau seluruh pemerintah daerah untuk memfasilitasi nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026....
Sumbawanews.com,- Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menolak keras kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang sedang dirundingkan, sekaligus menyerukan agar serangan militer...
Sumbawanews.com,- Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hardian Irfani, mendukung keterlibatan kantin sekolah dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, pelibatan usaha...
Sumbawanews.com,- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp343 miliar untuk membangun pusat pendidikan dan pelatihan (diklat) nasional berbasis Pancasila. Usulan ini...
Sumbawanews.com,- Massa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) diadang aparat kepolisian di Kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada Senin, 15 Juni 2026,...