(Merauke). Di tengah pelaksanaan tugas pengamanan perbatasan RI-PNG, Satgas Yonif 125/Simbisa di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW menggelar acara syukuran dalam rangka memperingati HUT Yonif 125/Simbisa ke-56, bertempat di Pos Komando Taktis (Kotis) Bupul 1, Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Merauke, Papua, Sabtu (28/11/2020).
Dansatgas mengungkapkan, perayaan dalam rangka memperingati HUT Batalyon biasanya digelar dengan meriah, namun tahun ini berbeda dari biasanya karena sedang melaksanakan tugas operasi. “Kendati demikian, acara syukuran yang dilaksanakan walau sederhana tidak menghilangkan kekhidmatan maupun makna dari peringatan HUT Batalyon itu sendiri,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, perayaan Hari Ulang Tahun Batalyon kali ini justru terasa special dengan nuansa yang berbeda, karena pelaksanaannya digelar di daerah penugasan pengamanan perbatasan RI-PNG. “Kegiatan acara syukuran dilaksanakan dalam waktu bersamaan dengan personel yang berada di home base secara virtual,” terangnya.
Dansatgas mengajak kepada seluruh keluarga besar Batalyon Infanteri 125/Simbisa senantiasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan karunianya. “Selaku Komandan Batalyon, saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Prajurit Simbisa dimanapun berada atas segala pengabdian dan dedikasinya selama ini,” ungkapnya.
“Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi kita dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai,” ucapnya. (Bdr)
(Boven Digoel). Kodim 1711/Boven Digoel menyelenggarakan Komunikasi Sosial (Komsos) Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme pada Triwulan IV Tahun Anggaran 2020, dengan tema “Merawat Kebhinekaan Untuk Tangkal Radikalisme/Separatisme Dalam Bingkai NKRI”.
Kegiatan tersebut digelar di Aula Bung Hatta Makodim 1711/BVD, Kampung Mawan, Distrik Mandobo, Kabupaten Boven Digoel, Jumat (27/11/2020), dihadiri oleh personel Makodim 1711/Boven Digoel, Ibu-ibu Persit dan Keluarga Besar Tentara (KBT) serta Wakil 1 FKUB Boven Digoel Pdt. Erol Muskita sebagai pembicara.
Komandan Kodim (Dandim) 1711/Boven Digoel Letkol Czi Daniel Panjaitan dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting dilaksanakan mengingat kita semua memiliki tanggung jawab dalam mencegah radikalisme/separatisme, guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
“Saya harapkan juga kepada Ibu Persit dan seluruh KBT sekalian untuk sama-sama memproteksi diri dari tindakan radikalisme sejak dini dilingkungan keluarga besar Kodim 1711,” ujarnya.
“Mari kita bergandengan tangan dan berkomitmen dalam memerangi masuknya paham ini dilingkungan TNI maupun di Kabupaten Boven Digoel supaya tetap terjaga persatuan dan kesatuan serta keutuhan wilayah Negara Republik Indonesia, seperti tema pada kegiatan hari ini yaitu Merawat Kebhinekaan Untuk Tangkal Radikalisme/Separatisme Dalam Bingkai NKRI,” tandasnya.
Sementara itu, Pdt. Erol Muskita menyampaikan bahwa seperti kita ketahui bersama radikalisme merupakan tindakan yang dilakukan dengan menggunakan cara-cara yang ekstrem. “Untuk memproteksi diri agar tidak terjerumus dalam paham radikalisme dimulai dari diri sendiri, dimana agar kita tidak menjadi pribadi yang berjiwa pemberontak. Maka harus mengedepankan kedamaian, kerukunan, kebersamaan, kekompakan dalam keberanekaan kita,” terangnya.
Lebih lanjut dikatakan bahwa paham ini pada dasarnya sangat berbahaya bagi persatuan dan kesatuan. “Oleh karenanya, mari kita sama-sama mencegah dan menangkal hal tersebut dengan menjalankan tugas tanggung jawab kita dalam kehidupan sehari-hari dengan sesama berlandaskan Pancasila tanpa memandang perbedaan latar belakang masing-masing individu,” urainya.(Bdr)
Sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Irwasum Polri Komjen. Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si., melaksanakan kunjungan kerja Papua, bersilaturahmi dan bertatap muka langsung dengan Forkopimda, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Adat Papua, dengan menerapkan Protokol kesehatan yang cukup ketat, bertempat di Rimba Papua Hotel Timika, Papua Indonesia,Sabtu (28/11/2020).
“Merupakan sebuah kehormatan bagi saya dapat bertatap muka dalam rangka silaturahmi bersama Forkopimda serta para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat Papua dan Papua Barat,” terang Panglima TNI.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan sambutan oleh Tokoh Pemuda Papua Bapak Yanto Eluay. Dalam sambutanya, beliau menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Panglima TNI dan Irwasum Polri atas kehadiran, perhatian yang tulus bagi masyarakat Papua, Damai Papua, Damai Indonesiaku.
Irwasum Polri menyampaikan sambutan pengantar, bahwa kegiatan ini adalah moment penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan di tanah Papua, terlebih di tengah Pandemi Covid-19.
Menyikapi tingginya kasus Covid-19 di Papua Panglima TNI menyampaikan agar seluruh elemen masyarakat tidak boleh lengah. Protokol kesehatan harus sudah menjadi kebutuhan dan bagian hidup sehari-hari. Diperlukan kerja sama dan masyarakat yang bersatu dalam melaksanakan protokol kesehatan.
“Slogan, *Saya melindungi saudara dan saudara melindungi saya*, harus menjadi kesadaran semua orang. Kita saling melindungi dengan disiplin melaksanakan 3M (Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak),” jelas Panglima TNI.
Hal itu berarti persatuan dan kesatuan seluruh masyarakat dalam melaksanakan 3M sangat penting guna meraih kebebasan dari Pandemi Covid-19.
Terlebih dalam waktu dekat, akan dilaksanakan Pilkada. Tentunya rangkaian penyelenggaraan Pilkada cukup rawan dengan berbagai dinamika, ditambah dengan adanya Pandemi Covid-19. Tentunya perlu kedewasaan dalam berpolitik, berdemokrasi, dan menyampaikan aspirasi, sehingga seluruh tahapan Pilkada dapat berjalan baik dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Papua dan Papua Barat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI. Keindahan dan kekayaan alam adalah anugerah dari Tuhan. Wilayah ini memiliki berbagai potensi dan tantangan yang harus dikelola bersama oleh seluruh elemen masyarakat demi kesejahteraan.
Tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat memegang posisi yang sangat penting, karena memiliki pemahaman yang baik terhadap situasi sosial kemasyarakatan dan kearifan lokal di daerahnya masing-masing. Tokoh masyarakat adalah jembatan antara pemerintah dan masyarakat luas agar masyarakan papua sejahtera.
“Kita menyadari, terdapat banyak tantangan yang harus kita selesaikan. Hal tersebut harus kita hadapi bersama-sama, saling bahu-membahu dan berkoordinasi untuk kemajuan Papua, Papua Barat dan Seluruh Indonesia,” ungkap Panglima TNI.
Pemerintah telah mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 2020 yang ditetapkan pada tanggal 29 September 2020 tentang Tim Koordinasi Terpadu Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat yang diketuai oleh Wakil Presiden RI.
Hal tersebut menjadi bukti keseriusan Pemerintah untuk mengutamakan pendekatan kesejahteraan sebagai langkah utama untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di Papua dan Papua Barat.
Lebih lanjut, Panglima TNI menyampaikan bahwa kita bersama harus meningkatkan kualitas masyarakat Papua dan Papua Barat meliputi kualitas pendidikan, kualitas kesehatan, lapangan kerja dan kualitas kehidupan, agar masyarakat Papua dan Papua Barat lebih berperan dalam membangun daerahnya.
“Saya yakin Papua dan Papua Barat akan semakin sejahtera dan maju, karena Papua dan Papua Barat memiliki semua hal yang dibutuhkan untuk menjadi daerah yang maju. Dengan syarat kita harus bersatu padu untuk meningkatkan kualitas SDM, memastikan kedamaian dan stabilitas, untuk pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Papua dan Papua Barat,” tegas Panglima TNI.
Sambutan Panglima TNI diakhiri dengan “Bersama kita bisa. Bersinergi untuk negeri.”
Turut hadir dalam kegiatan ini segenap Pejabat TNI dan Pejabat Polri, Uskup Agats, Uskup Manokwari, Mewakili Keuskupan Merauke Pastur Amo, Mewakili Keuskupan Timika Pastur Rudolf Kambayong, Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Ketua Lemasko, Ketua Lemasa, Kepala Suku Nduga, Kepala Suku Moni, Kepala Suku Mee, Kepala Suku Damal, Kepala Suku Dani, Tokoh Suku Kamoro, Direktur YPMAK, Bapak Yanto Eluay (Tokoh Pemuda), Ibu Maria Florida (Tokoh Perempuan), Sekda Mimika dan Asisten-2 Bupati Nduga. (Ahm)
(Papua). Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Irwasum Polri Komjen. Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si., melaksanakan kunjungan kerja Papua, bersilaturahmi dan bertatap muka langsung dengan Forkopimda, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Adat Papua, dengan menerapkan Protokol kesehatan yang cukup ketat, bertempat di Rimba Papua Hotel Timika, Papua Indonesia. Sabtu (28/11/2020).
“Merupakan sebuah kehormatan bagi saya dapat bertatap muka dalam rangka silaturahmi bersama Forkopimda serta para Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat Papua dan Papua Barat,” terang Panglima TNI.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan sambutan oleh Tokoh Pemuda Papua Bapak Yanto Eluay. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ungkapan terima kasih kepada Panglima TNI dan Irwasum Polri atas kehadiran, perhatian yang tulus bagi masyarakat Papua, Damai Papua, Damai Indonesiaku.
Irwasum Polri menyampaikan sambutan pengantar, bahwa kegiatan ini adalah moment penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan di tanah Papua, terlebih di tengah Pandemi Covid-19.
Menyikapi tingginya kasus Covid-19 di Papua Panglima TNI menyampaikan agar seluruh elemen masyarakat tidak boleh lengah. Protokol kesehatan harus sudah menjadi kebutuhan dan bagian hidup sehari-hari. Diperlukan kerja sama dan masyarakat yang bersatu dalam melaksanakan protokol kesehatan.
“Slogan, *Saya melindungi saudara dan saudara melindungi saya*, harus menjadi kesadaran semua orang. Kita saling melindungi dengan disiplin melaksanakan 3M (Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak),” terang Panglima TNI.
Hal itu berarti persatuan dan kesatuan seluruh masyarakat dalam melaksanakan 3M sangat penting guna meraih kebebasan dari Pandemi Covid-19.
Terlebih dalam waktu dekat, akan dilaksanakan Pilkada. Tentunya rangkaian penyelenggaraan Pilkada cukup rawan dengan berbagai dinamika, ditambah dengan adanya Pandemi Covid-19. Tentunya perlu kedewasaan dalam berpolitik, berdemokrasi, dan menyampaikan aspirasi, sehingga seluruh tahapan Pilkada dapat berjalan baik dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Papua dan Papua Barat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI. Keindahan dan kekayaan alam adalah anugerah dari Tuhan. Wilayah ini memiliki berbagai potensi dan tantangan yang harus dikelola bersama oleh seluruh elemen masyarakat demi kesejahteraan.
Tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat memegang posisi yang sangat penting, karena memiliki pemahaman yang baik terhadap situasi sosial kemasyarakatan dan kearifan lokal di daerahnya masing-masing. Tokoh masyarakat adalah jembatan antara pemerintah dan masyarakat luas.
“Kita menyadari, terdapat banyak tantangan yang harus kita selesaikan. Hal tersebut harus kita hadapi bersama-sama, saling bahu-membahu dan berkoordinasi untuk kemajuan Papua, Papua Barat dan Seluruh Indonesia,” ungkap Panglima TNI.
Pemerintah telah mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 2020 yang ditetapkan pada tanggal 29 September 2020 tentang Tim Koordinasi Terpadu Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat yang diketuai oleh Wakil Presiden RI.
Hal tersebut menjadi bukti keseriusan Pemerintah untuk mengutamakan pendekatan kesejahteraan sebagai langkah utama untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di Papua dan Papua Barat.
Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa kita bersama harus meningkatkan kualitas masyarakat Papua dan Papua Barat meliputi kualitas pendidikan, kualitas kesehatan, lapangan kerja dan kualitas kehidupan, agar masyarakat Papua dan Papua Barat lebih berperan dalam membangun daerahnya.
“Saya yakin Papua dan Papua Barat akan semakin sejahtera dan maju, karena Papua dan Papua Barat memiliki semua hal yang dibutuhkan untuk menjadi daerah yang maju. Dengan syarat kita harus bersatu padu untuk meningkatkan kualitas SDM, memastikan kedamaian dan stabilitas, untuk pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Papua dan Papua Barat,” tegas Panglima TNI.
Sambutan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto diakhiri dengan “Bersama kita bisa. Bersinergi untuk negeri.”
Turut hadir dalam kegiatan ini segenap Pejabat TNI dan Pejabat Polri, Uskup Agats, Uskup Manokwari, Mewakili Keuskupan Merauke Pastur Amo, Mewakili Keuskupan Timika Pastur Rudolf Kambayong, Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Ketua Lemasko, Ketua Lemasa, Kepala Suku Nduga, Kepala Suku Moni, Kepala Suku Mee, Kepala Suku Damal, Kepala Suku Dani, Tokoh Suku Kamoro, Direktur YPMAK, Bapak Yanto Eluay (Tokoh Pemuda), Ibu Maria Florida (Tokoh Perempuan), Sekda Mimika dan Asisten-2 Bupati Nduga.***
Sumbawanews.com,- Tokoh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Hengky Heselo meminta polisi mengusut kelompok berseberangan yang menyebarkan fitnah penganggu kesatuan NKRI melalui media sosial.papua
Hengky Heselo di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Jumat (27/11/20) mengatakan kelompok itu terus berkoar di dunia maya dan menyebarkan fitnah penganggu Kamtibmas di Papua.
“Tuduhan Fiktor Yeimo terhadap Paulus Waterpau yang mengatakan dia melakukan kejahatan kemanusiaan itu tidak mendasar. Orang itu harus diproses. Harus ada tindakan hukum terhadap yang bersangkutan atas pernyataannya,” kata dia.
Menurut Hengky, pernyataan yang diunggah di media sosial ini dapat menganggu situasi kamtibmas di Papua. “Sehingga kami nyatakan sikap untuk harus diproses, tidak bisa tidak. Harus proses pidana atau lakukan tindakan hukum terhadap dia,” katanya.
Dalam pernyataan itu kata Hengki, mereka menyebutkan salah satu figur Papua Paulus Waterpau yang juga merupakan Kapolda Papua, berperan dalam kontak tembak yang terjadi di Kabupaten Puncak Jaya, Papua.
“Terkait penembakan, itukan personel juga melindungi diri. Masa mereka ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) lalu mereka biarkan saja. Mereka jual, TNI/Polri beli. Aturan dari mana kalau dia kontak senjata bunuh TNI/Polri lalu mereka tinggal nonton,” katanya.
Ia juga mengatakan sejumlah tokoh di Jayawijaya mendukung agar program Otonomi Khusus di Papua dilanjutkan sebab memberikan dampak perubahan kesejahteraan terhadap masyarakat.****
(Bengkayang-Kalbar). Berbagi kebahagiaan di hari Jumat, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas, Pos Koki Jagoi Babang Lama membagikan buku dan alat tulis di Sekolah Dasar (SD) Negeri 01 Jagoi Babang, Kec. Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang.
Pada hari yang sama juga dilakukan pembagian buku serta alat tulis oleh anggota Pos Sentabeng yang dipimpin Sertu Zanuar kepada siswa SD Negeri 15 Sentabeng yang terletak di Desa Sentabeng, Kec. Jagoi Babang, Kab. Bengkayang.
Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas Letkol Inf Alim Mustofa di Mako Satgas Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar, Jumat (27/11/2020) menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai salah satu bukti bahwa Satgas turut berpartisipasi mendukung pemerintah dalam bidang pendidikan, salah satunya dalam bentuk pembagian buku dan alat tulis.
“Tujuannya untuk meningkatkan semangat anak-anak dalam belajar demi menggapai masa depan mereka. Anak-anak sangat antusias dan merasa senang dengan adanya pembagian buku dan alat tulis baru bagi mereka,” ujarnya.
Dansatgas menegaskan bahwa kehadiran anggota Satgas haruslah memberi manfaat masyarakat sekitar agar masyarakat merasa senang dan bahagia. “Banyak cara yang dapat digunakan salah satunya dengan kegiatan seperti ini yang termasuk dalam kegiatan pembinaan teritorial, salah satu kegiatan yang tidak terpisahkan disamping dari tugas pokok Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas untuk menjaga perbatasan,” terangnya.
Sementara itu, di Pos Koki Jagoi Babang Lama, Kab. Bengkayang, Komandan Pos Kapten Inf Supriyo menjelaskan maksud dan tujuannya dalam pemberian buku tersebut. “Kami berharap barang yang kami berikan kepada anak-anak disini dapat bermanfaat dan digunakan sebagaimana mestinya,” ucapnya.
Di masa Pandemi Covid-19 ini semangat anak-anak untuk belajar masih sangat bagus, “Kita berharap dengan adanya buku dan alat tulis baru ini, motivasi dan semangat anak-anak untuk belajar dapat terpelihara dan ditingkatkan terus untuk kedepannya,” kata Kapten Inf Supriyo.
“Sesuai dengan kemampuan yang kami miliki, kami ingin anak-anak disini tetap semangat dalam menuntut ilmu dan kelak kami berharap mereka sebagai tunas bangsa yang dapat berguna bagi negara, khususnya untuk desa nya sendiri. Kami tulus berbuat yang terbaik untuk mereka,” tandasnya. (Bdr)
(Merauke). Sebagai wujud kepedulian dan upaya meningkatkan perekonomian masyarakat yang ada di wilayah perbatasan RI-PNG, Satgas Pamtas Yonif 125/Simbisa memberikan bantuan alat tangkap ikan (jaring) kepada warga kampung Erambu, Distrik Sota, Kabupaten Merauke.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Merauke, Papua, Jumat (27/11/2020).
Diungkapkan oleh Letkol Inf Anjuanda Pardosi bahwa bantuan alat tangkap ikan (jaring) diberikan Satgas kepada warga kampung Erambu dilaksanakan di Pos Kaliwanggo. “Penyerahannya dipimpin langsung oleh Dan SSK C Lettu Inf Lasa Napitupulu dan didampingi anggota yang lain,” urainya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Satgas Yonif 125/Simbisa yang berada di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW selalu berusaha untuk membantu mengatasi kesulitan yang dialami masyarakat perbatasan. “Ini sebagai bentuk kepedulian Satgas dalam membantu meningkatkan perekonomian masyarakat perbatasan, juga sekaligus mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tandasnya.
Di tempat terpisah, Dan SSK C Lettu Inf Lasa Napitupulu menuturkan sebanyak 6 set alat tangkap ikan (jaring) diberikan Satgas untuk membantu meningkatkan perekonomian warga kampung Erambu. “Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan warga dengan baik untuk menambah penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka,” katanya.
Sementara itu, Soleh Dabujai (34 th) mewakili warga lainnya menyampaikan rasa senang dan mengucapkan terima kasih kepada Satgas, khususnya Pos Kaliwanggo yang telah memberikan bantuan alat tangkap ikan kepada warga kampung Erambu. “Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas kepedulian dan bantuan bapak Satgas, Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa membalas kebaikan bapak sekalian” ucapnya senang. (Bdr)
sumbawanews.com,- Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Skofro Lama bersama masyarakat melaksanakan karya bhakti pembersihan sekitar jalan di Kampung Skofro Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Jumat (27/11/2020).
Dansatgas menyebutkan bahwa kegiatan yang dilakukan Pos Skofro Lama ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang asri dan juga menggugah semangat pemuda untuk hidup bersih. “Selain karena rumput di sepanjang jalan Kampung Skofro ini sudah sangat panjang, karya bhakti ini kami gelar dalam upaya menggugah semangat masyarakat khususnya pemuda Kampung Skofro untuk hidup sehat dan bersih,” ujarnya.
Sementara itu, Serka Adhi Susilo selaku Komandan Pos Skofro Lama mengatakan, kegiatan tersebut hanya dibutuhkan waktu dua jam saja untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih. “Berbekal perlengkapan yang terbatas, namun didukung semangat yang tinggi, dalam kurun waktu dua jam saja kita dapat mengubah suasana lingkungan yang semula terlihat kotor kini menjadi lebih bersih dan sehat,” jelasnya.
“Kita berkomitmen dengan masyarakat, waktunya bekerja semuanya bekerja dan tidak ada yang bercanda, namun setelah selesai bekerja, kita lampiaskan dengan sendal gurau sambil menikmati hidangan kopi dan gorengan secukupnya. Hasil karya bhakti kali ini sangat memuaskan, dimana dalam kurun waktu singkat kita bisa mendapatkan hasil lingkungan yang bersih,” tambah Adhi.
Selaku Kepala Kampung, Heri Kroom (43) sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Prajurit Pos Skofro Lama. “Perlu adanya sedikit pemahaman untuk menggugah semangat warga di Kampung Skofro, dan itu telah dilakukan oleh Pos Skofro Lama. Setelah selesai karya bhakti mereka sadar bahwa dengan komitmen dan bekerja serius akan membuahkan hasil yang baik,” ujarnya.
(Puspen TNI). Wisuda Prajurit Bhayangkara Taruna (Prabhatar) tahun 2020 ini tujuannya adalah untuk meningkatkan soliditas dan integritas kebersamaan diantara Taruna-Taruni Akademi TNI dan Akpol, yang nantinya akan menjadi calon-calon Pemimpin TNI dan Polri dimasa yang akan datang.
Hal tersebut dikatakan Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI Marsdya TNI Tamsil Gustari Malik, S.E., di hadapan awak media usai mengikuti upacara wisuda 923 Prajurit Taruna Akademi TNI dan Bhayangkara Taruna Akademi Kepolisian Tahun 2020 yang dipimpin oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. secara virtual, bertempat di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (27/11/2020).
“Ikatan emosional pada saat mereka mengikuti pendidikan dasar itu sudah tertanam, ada rasa kebersamaan diantara mereka. Itu akan mempermudah pelaksanaan tugas ketika mereka sudah menjadi Perwira TNI-Polri,” kata Danjen Akademi TNI.
Danjen Akademi TNI menjelaskan bahwa kedepannya para Taruna dan Taruni akan menjalani pendidikan tahap kedua di akhir bulan November ini. “Di akhir pendidikan, mereka akan dikumpulkan kembali untuk melaksanakan Latihan Integrasi Taruna Wreda,” katanya.
Menurut Marsdya TNI Tamsil Gustari Malik, dengan mengikuti pendidikan dasar persamaan, maka akan ada rasa kebersamaan di antara para Taruna-Taruni dan berlanjut ketika Taruna-Taruni menjadi seorang Perwira dalam rangka meningkatkan sinergitas TNI-Polri.
“Pendidikan integrasi ini akan diteruskan dan diinternalisasikan dalam menghadapi situasi yang berbeda, baik di bidang stabilitas nasional maupun disintegrasi bangsa,” ucapnya. (Bdr)
(Puspen TNI). Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. memimpin upacara wisuda 923 Prajurit Taruna Akademi TNI dan Bhayangkara Taruna Akademi Kepolisian Tahun 2020 yang dilaksanakan secara virtual di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (27/11/2020).
Upacara wisuda di Mabes TNI diwakili oleh tujuh Prajurit dan Bhayangkara Taruna, sementara yang lainnya mengikuti upacara secara virtual di Akademi Militer Magelang, Jateng. Adapun 923 Prajurit dan Bhayangkara Taruna, terdiri dari 672 Prajurit Taruna (Akmil 425 Taruna, AAL 120 Taruna dan 10 Taruni, AAU 107 Taruna dan 10 Taruni). Sedangkan Bhayangkara Taruna Akpol sejumlah 251 orang terdiri dari 219 Taruna dan 32 Taruni. Para Prajurit Taruna dan Bhayangkara yang di wisuda tersebut telah berhasil menempuh pendidikan integrasi selama tiga bulan di Resimen Chandradimuka Akademi TNI.
Panglima TNI dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan di kawah Chandradimuka bertujuan untuk mewujudkan soliditas sebagai pondasi dalam pelaksanaan tugas ke depan. Pendidikan integrasi merupakan cikal bakal dari soliditas TNI dan Polri di masa yang akan datang, di tengah arus perubahan yang semakin cepat dan dinamis, soliditas TNI-Polri sebagai benteng persatuan dan kesatuan bangsa menjadi sangat penting. “Pendidikan yang telah ditempuh oleh para Taruna merupakan tahap awal dari pengabdian kalian sebagai Prajurit TNI dan Bhayangkara Polri kepada negara dan bangsa,” katanya.
Selanjutnya dikatakan bahwa di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir, bangsa Indonesia dihadapkan dengan beragam tantangan terhadap persatuan dan kesatuan bangsa, salah satunya perang informasi melalui dunia maya. “Dunia maya saat ini telah menjadi mandala perang baru, yaitu perang informasi yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” ujarnya.
Menurut Panglima TNI, realita tersebut harus disikapi dengan kemampuan untuk membangun dan memperkokoh, persatuan dan kesatuan, sebagaimana yang telah Taruna tempuh selama tiga bulan di Magelang. “Soliditas TNI-Polri sebagai pilar persatuan dan kesatuan bangsa harus dipupuk dan dipelihara sedini mungkin,” tegasnya.
Panglima TNI juga mengingatkan, semangat integrasi dan kebersamaan para Taruna harus terus ditingkatkan, terutama saat menempuh pendidikan di Akademi Angkatan dan Akademi Kepolisian. “Akan banyak kesempatan bagi Taruna untuk bertemu dalam berbagai kegiatan integrasi di tahun-tahun yang akan datang, maka gunakan kesempatan tersebut untuk membangun soliditas diantara kalian sebagai modal dasar untuk penugasan ke depan,” jelasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., Wakasad Letjen TNI Moch. Fachruddin, S.Sos., Kasum TNI Letjen TNI M. Herindra, M.A., M.Sc., Irjen TNI Letjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, S.H., M.H., M.Tr.(Han), para Asisten Panglima TNI dan Angkatan, Danjen Akademi TNI Marsdya TNI Tamsil Gustari Malik, S.E., serta para Gubernur Akademi Angkatan dan Gubernur Akpol. (Bdr)
Sumbawanews.com,- Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengumumkan rencana penataan ulang penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menghapus siswa SMA dari...
Sumbawanews.com,- Jakarta – Di tengah gelombang transformasi digital yang tak terbendung, desktop PC kini bukan lagi sekadar perangkat pendukung—tapi tulang punggung operasional bisnis modern....
Sumbawanews.com,- Otoritas Australia resmi membuka kembali Pantai Coogee di Sydney untuk aktivitas wisata dan berenang, setelah memastikan kondisi perairan aman pascaserangan hiu yang melukai...
Sumbawanews.com,- Pemerintah AS tetap mempertahankan larangan ekspor terhadap model kecerdasan buatan Claude Fable 5 milik Anthropic, meski telah menggelar pembicaraan darurat dengan perusahaan tersebut....
Sumbawanews.com,- Bertemu di atas rumput hijau Piala Dunia 2026, Prancis dan Senegal bukan sekadar dua tim yang berlaga untuk poin—mereka membawa beban sejarah yang...