Mataram – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pengurus Daerah Mataram menggelar diskusi bertema Tata Ruang Kota Mataram, Kamis, 22 Oktober 2020 di Mataram.
Diskusi menghadirkan pembicara Ketua DPD REI NTB, Heri Susanto. Cak Heri sapaan akrabnya menjelaskan ilmu tentang tata ruang adalah ilmu yang primitif. Ilmu tersebut telah ada sejak lama bahkan sejak zaman Babilonia.
“Tata ruang ilmu paling primitif yang kita tahu. Seorang kepala daerah jika tidak memiliki kemampuan tata ruang saya yakin daerahnya tidak tertata bahkan kumuh. Ketika kita baca kota Babilonia sudah tertata, bagaimana Firaun di Mesir sudah tertata kotanya,” katanya.
Ia juga menjelaskan di Arab, tata ruang dikaitkan dengan keimanan. Sehingga semua jalan di sana tertata dengan rapi. Jika tidak tertata maka akan menjadi sebuah simbol rendahnya keimanan seseorang.
“Tata ruang ilmu yang berhubungan dengan keimanan. Di Arab tidak ada jalan yang jelek, karena itu menandakan imannya rendah. Sebuah hadis mengatakan jika seekor keledai jatuh di lubang gara-gara tidak diperbaiki jalan maka akan mendapat dosa,” jelasnya.
Kota Mataram diharapkan dapat mengambil contoh bagaimana menata kota seperti zaman kuno Babilonia maupun Mesir kuno. Bagaimana cara masyarakat kuno mampu menata kota dengan teknologi yang sangat sederhana.
Kaitan dengan Kota Mataram, jelang Pilkada ini masyarakat diminta betul-betul memilih figur calon yang memiliki kemampuan tata ruang yang baik. Itu untuk mengatasi kesemrawutan pembangunan dan banyaknya rumah kumuh di kota.
“Kita kaitkan dengan kepala daerah, latar belakang visi-misi mereka. Apakah kepala daerah memiliki visi yang jelas. Kehebatan pemerintah ketika mampu buat tata ruang yang bertahan lama,” ujarnya.
Cak Heri juga mencontohkan Dubai. Bagaimana Dubai bisa menyerap banyak investor, karena Dubai memiliki tata ruang yang dapat bertahan hingga 150 ke depan.
“Kenapa Dubai banyak investor, karena memiliki tata ruang sampai 150 tahun kemudian,” tuturnya.
Ketua DPD REI menjelaskan pada tahun 2017 atau 2018 pernah ramai LP2B atau Lahan Pangan Pertanian Berkelanjutan. UU tersebut diturunkan menjadi Perda untuk menyelamatkan lahan pertanian abadi.
“Niatnya mulia, jika ditempatkan di suatu wilayah sangat tepat karena jarang orang menghuni wilayah tersebut. Pelaksanaannya justru dipukul rata untuk semua daerah, akhirnya kota Mataram memiliki beban harus memiliki sawah di atas 1.000 hektare. Tapi justru sisa 800 artinya ada pelanggaran,” ungkapnya.
“Pertanyaannya apa iya di Mataram memiliki sawah. Segala sesuatu harus proporsional,” katanya.
Seperti diketahui tata ruang di Kota Mataram saat ini masih belum konsisten. Kawasan yang dijadikan lokasi perkantoran justru berdiri gerai fast food. Begitu juga kawasan pendidikan yang bercampur dengan kawasan ekonomi hingga perkantoran.
Begitu juga dengan masih banyaknya bangunan-bangunan yang bereda dekat dengan bantaran sungai yang justru membuat kesan kumuh Mataram semakin terlihat.
Dalam closing statemennya, Ketua REI NTB Heri Susanto menegaskan, untuk Kepala Daerah Kota Mataram ke depan, tidak dibutuhkan orang yang hebat. Tetapi cukup orang yang peduli dan paham tentang tata ruang Kota.
“Yang bisa menata Kota dan punya visi misi jelas untuk jangka panjang. Untuk anak cucu kita,” tegasnya.
(Puspen TNI). Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI Mayjen TNI Madsuni, S.E. dan Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Besar FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putri Putri TNI-Polri) Bapak Pontjo Sutowo menyerahkan paket sembako secara simbolis kepada empat orang petugas kebersihan yang bekerja di lingkungan Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (21/10/2020).
Penyerahan 260 paket sembako tersebut merupakan kerja sama antara Staf Teritorial TNI dengan Pengurus Pusat Keluarga Besar (PP KB) FKPPI, untuk menyalurkan bantuan dari Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu warga yang kurang mampu. Dengan adanya bantuan seperti ini, diharapkan akan dapat membantu meringankan beban ekonomi ditengah pandemi Covid-19.
Pendistribusian paket sembako dilaksanakan dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan yakni memeriksa suhu tubuh, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.
Dalam kesempatan tersebut, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Madsuni menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah melalui Pengurus Pusat KB FKPPI yang telah memberikan bantuan paket sembako berisikan beras, minyak goreng, sarden dan mie instan, untuk para petugas kebersihan di lingkungan Mabes TNI.
Turut hadir pada acara tersebut diantaranya Paban IV/Komsos Ster TNI Kolonel Inf Jacky Arismanto, S.Sos, M.M., Paban II/Puanter Ster TNI Kolonel Pas Lintong Siregar, Paban V/Bakti TNI Ster TNI Kolonel Inf Danny A., Sekjen PP KB FKPPI Ibu Aana Sentot dan Wakil Sekjen PP KB FKPPI Ibu Sisca. (Bdr)
sumbawanews.com,- Dalam upaya membantu pemerintah menekan angka malaria di Provinsi Papua, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro Kostrad membagikan Kelambu berinsektisida kepada masyarakat Kampung Yowong Distrik Arso Barat Kabupaten Keerom.
Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto, S.H., M.Han. dalam rilis tertulisnya di Distrik Muara Tami Kota Jayapura, Papua, Kamis (22/10/2020).
Dansatgas menjelaskan bahwa kelambu berinsektisida tersebut merupakan dukungan yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua yang diperuntukkan bagi Personel Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad dan masyarakat sekitar. “Kami bersinergi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua untuk membagikan kelambu berinsektisida kepada masyarakat dan kami juga mendapatkan Kelambu anti nyamuk tersebut,” katanya.
Ditambahkannya bahwa pembagian kelambu tersebut, wujud dukungan Satgas Yonif MR 413 Kostrad terhadap program pemerintah khususnya Dinas Kesehatan dalam upaya menekan angka kasus Malaria di Provinsi Papua. “Kebanyakan wilayah di Papua ini memang tergolong endemik Malaria, namun kita tetap berupaya dalam mensosialisasikan pentingnya penggunaan kelambu dalam mencegah terjadinya penyakit malaria,” tambah Dansatgas.
Sementara itu, Komandan Pos Skamto Kapten Inf Senopati Yudho menyampaikan bahwa kegiatan pembagian Kelambu ini sangat dinantikan oleh masyarakat Kampung Yowong. Mereka sangat senang dengan pemberian Kelambu ini. “Kita berharap dengan adanya pembagian Kelambu ini dapat menekan angka malaria khususnya di wilayah Kabupaten Keerom,” ujarnya.
Pada kesempatan itu juga, salah satu warga Kampung Yowong atas nama Yoseph Eluay (35) mengungkapkan, pembagian yang dilakukan Pos Satgas Skamto dapat memberikan harapan untuk memajukan kualitas kesehatan di Kampungnya. “Dengan berkurangnya angka kasus malaria di Kampung ini, maka akan semakin meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Yowong,” ucapnya.
sumbawanews.com,- Bintal Fungsi Komando memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun mental Prajurit yang tangguh dan memiliki keimanan, ketakwaan, nasionalis, militan dan sehat psikis. Dengan Kondisi Mental yang tangguh, seberat apapun tantangan tugas yang dihadapi prajurit TNI akan dapat dilaksanakan dengan baik.
Hal tersebut disampaikan Aspers Panglima TNI Marsda TNI Diyah Yudanardi saat membuka acara penyelenggara Bintal Fungsi Komando yang diikuti para Komandan di lingkungan Mabes TNI dan Angkatan se-wilayah Garnisun I/Jakarta, bertempat di GOR A. Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (22/10/2020).
Aspers Panglima TNI menyampaikan bahwa pembinaan mental merupakan bagian internal dari pembinaan personel TNI dan keluarganya yang terdiri dari tiga unsur pokok yaitu fisik/Jasmani, intelektual dan mental.
Menurut Marsda TNI Diyah Yudanardi, mental merupakan motor penggerak dan pengendali segala tingkah laku personel TNI yang pembinaannya menjadi tanggung jawab pimpinan / Komando sebagai wujud Bintal Fungsi Komando. “Penyelengaraan penyegaran Bintal Fungsi Komando ini bertujuan untuk menyampaikan persepsi dan pemahaman tentang Pembinaan Mental sebagai fungsi komando, karena seorang Komandan memiliki peran yang sangat penting dalam menyelenggaraan Bintal di satuan dan diharapkan dapat terlaksana secara optimal,” ujarnya.
Aspers Panglima TNI juga mengatakan bahwa melalui Penyelengaraan Bintal fungsi Komando ini diharapkan para komandan akan lebih optimal dalam melaksanakan pembinaan mental personel TNI sebagai fungsi komando di satuan masing-masing, sehingga personel TNI memiliki semangat yang tangguh dalam mengabdi, berkarier dan berkarya dengan tetap berpedoman kepada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI.
“Diharapkan para Komandan dapat meminimalisir pelanggaran dan mampu mengatasi permasalahan di satuan dengan baik dan benar. Selain itu, para Komandan diharapkan dapat bertukar pengalaman terhadap realitas permasalahan di lapangan yang memerlukan penyelesaian secara bersama-sama,” ucapnya.
Diakhir sambutannya, Aspers Panglima TNI menucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pangdam Jaya yang sudah berkenan meluangkan waktunya menjadi nara sumber pada acara Penyelengaraan Bintal dan terima kasih kepada Kepala Pusat Pembinaan Mental (Kapusbintal) TNI selaku Penyelengaraan kegiatan ini. “Kepada para perserta, agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik baiknya, sehingga materi yang akan disampaikan menjadi bekal dan wawasan dalam membina personel TNI di satuan masing-masing,” harapnya. (Ahm)
Sumbawanews.com,- Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. kembali melakukan mutasi jabatan di lingkungan TNI dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier, serta mengoptimalkan pelaksanaan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis.
Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/835/X/2020 tanggal 21 Oktober 2020 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia, telah ditetapkan mutasi dan promosi jabatan 47 Perwira Tinggi (Pati) TNI terdiri dari 16 Pati TNI AD 19 Pati TNI AL dan 12 Pati TNI AU.
16 Pati TNI AD, yaitu Letjen TNI Joni Supriyanto dari Kasum TNI menjadi Kabais TNI, Letjen TNI Muhamad Herindra, M.A., M.Sc. dari Irjen TNI menjadi Kasum TNI, Mayjen TNI Nugroho Tjendrakiarto, S.H. dari Pa Sahli Tk III Bid. Wassus dan LH Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka Pensiun), Mayjen TNI Sapriadi, S.I.P., M.Si dari Pa Sahli Tk III Bid. Intekmil dan Siber Panglima TNI menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Wassus dan LH Panglima TNI, Mayjen TNI Benny Octaviar, M.D.A. dari Staf Khusus Panglima TNI menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Intekmil dan Siber Panglima TNI, Brigjen TNI Fachri dari Pa Sahli Tk. II LH Sahli Bid. Wassus dan LH Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Kolonel Inf Saturninus Aldian G., S.E. dari Pabut Was Aspas Sahli Bid. Hubint Panglima TNI menjadi Pa Sahli Tk. II LH Sahli Bid. Wassus dan LH Panglima TNI, Letjen TNI Mochamad Effendi, S.E., M.M. dari Irjenad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka Pensiun), Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P., dari Pa Sahli Tk. III Kasad Bid. Wassus dan LH Kasad menjadi Irjenad, Mayjen TNI Widodo Iryansyah, S.Sos., M.M. dari Pangdam V/Brw menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Mayjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M. dari Sesmilpres Kemensetneg menjadi Pangdam V/Brw, Mayjen TNI Sunaryo dari Staf Ahli Menhan Bid. Kam Kemhan menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Drg. Raden Triatmojo Budi Utomo dari Pa Sahli Tk. II Was Eropa dan AS Sahli Bid. Hubint Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Kolonel Inf Hari Sufi Anwari dari Paban Utama Ops Sahli Panglima TNI menjadi Dandenma Mabes TNI, Brigjen TNI Sudarmadi, S.Sos., dari Irsus Itjenad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Ivo Irianto Betekeneng dari Staf Khusus Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun).
19 Pati TNI AL yaitu, Letjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, S.H., M.H., M.Tr. (Han) dari Danjen Akademi TNI menjadi Irjen TNI, Laksma TNI Drs. Taufik Riadi, Apt., M.Si. dari Pa Sahli Tk. II Kamteror Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Laksda TNI Suselo dari Irjenal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Laksda TNI Moelyanto, M.Si.(Han) dari Aslog Kasal menjadi Irjenal, Laksma TNI Puguh Santoso, S.E., M.M. dari Waaslog Kasal menjadi Aslog Kasal, Laksma TNI Rachmat Hartoyo, S.Sos., M.M., CHRMP. dari Kadislaikmatal menjadi Waaslog Kasal, Laksma TNI Udyatmiko dari Kadisadal menjadi Kadislaikmatal, Kolonel Laut (T) Maman Rohman, S.T., M.Han. dari Sekdisadal menjadi Kadisadal, Laksma TNI Hendri S. Suprianto dari Pati Sahli Kasal Bid. Ekojemen menjadi Ir Koarmada III, Laksma TNI Ferial Fachroni dari Waaspotmar Kasal menjadi Pati Sahli Kasal Bid. Ekojemen, Laksma TNI Ribut Eko Suyatno, S.E., M.M. dari Staf Khusus Kasal menjadi Waaspotmar Kasal.
Laksma TNI Budhiyanto, S.T., M.A.P., CHRMP. dari Waaspers Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (Meninggal Dunia), Laksma TNI Dr. R. Anang Dwi Kuncoro, S.E., M.M., C.Fr.A., CHRMP. dari Kadiskual menjadi Waaspers Kasal, Laksma TNI Poedji Santoso, CHRMP. dari Kadiswatpersal menjadi Kadiskual, Kolonel Laut (T) Taufik Arief, S.T., M.M. dari Paban V Faslan Slogal menjadi Kadiswatpersal , Laksma TNI Enuar Mendrofa, S.E., M.M., C.Fr.A. dari Ses Ditjen Renhan Kemhan menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Laksma TNI Heru Wiyono dari Dandenma Mabes TNI menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Laksma TNI Guntur Wahyudi dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), dan Laksma TNI Ir. Gunawan, M.Tr. (Han)., CHRMP. dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun).
12 Pati TNI AU, yaitu Marsda TNI Tamsil Gustari Malik, S.E., dari Asintel Kasau menjadi Danjen Akademi TNI, Marsda TNI M. Fadjar Sumarijadji, M.Sc. dari Sekretaris Bais TNI menjadi Asintel Kasau, Marsma TNI Jemi Trisonjaya, M.Tr. (Han) dari Wadan Seskoau menjadi Sekretaris Bais TNI, Marsma TNI Istiyanto, S.Sos, M.M. dari Danpuslat Kodiklat TNI menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Marsama TNI Andi Heru Wahyudi dari Pati Sahli Kasau Bid. Air Power menjadi Danpuslat Kodiklat TNI, Marsma TNI dr. Djunaidi MS., Sp.KP. dari Ka RSPAU dr. S. Hardjolukito menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Kolonel Kes dr. Swasono R., Sp.THT., M.Kes. dari Kadep IKA RSPAU dr. S. Hardjolukito menjadi Ka RSPAU dr. S. Hardjolukito, Marsma TNI Sudadi, S.Sos. dari Ir III Itjen Kemhan menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Kolonel Adm Drs. Muh. Arif Damopolii dari Auditor Madya Itjen Kemhan menjadi Ir III Itjen Kemhan, Marsdya TNI Bagus Puruhito, S.E., M.M. dari Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Marsda TNI Ade Dian Suryacandra, M.Sc., dari TA. Pengajar Bid. Ilpengtek Lemhannas menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Marsma TNI Uganda Irwanto dari Bandep Ur. Lingkungan Strategi Regional pada Deputi Bid. Pengkajian dan Penginderaan Setjen Wantannas menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun). (Ahm)
(Boven Digoel-Papua). Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-109 Tahun Anggaran 2020 Kodim 1711/BVD yang dilaksanakan di Kampung Kakuna telah selesai. Acara penutupan TMMD ke-109 dilaksanakan secara sederhana dan tidak dalam bentuk upacara, hal ini guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.
Penutupan ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima hasil pekerjaan TMMD Kodim 1711/BVD “Pengabdian Untuk Negeri” kepada Pemda Boven Digoel oleh Dandim 1711/BVD Letkol Czi Daniel Panjaitan selaku Dansatgas TMMD dan Asisten III Boven Digoel Marius Baterop mewakili Bupati Boven Digoel, bertempat di Balai Kampung Kakuna, Distrik Mindiptana, Kab. Boven Digoel, Papua, Rabu (21/10/2020).
Turut hadir pada acara tersebut Kasilog Korem 174/ATW Kolonel Inf Ayi Yosa, Kasiter Korem 174/ATW Letkol Inf Ganiahardi, para Perwira Staf Kodim 1711/BVD, beberapa warga Kampung Kakuna dan tamu undangan.
Usai penandatanganan dan penyerahan hasil pekerjaan dilanjutkan pemotongan pita di lokasi sasaran fisik pengecoran jalan TMMD ke-109 Kodim 1711/BVD dan meninjau hasil pembangunan MCK.
Danrem 174 Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko dalam sambutannya pada acara penutupan TMMD yang diwakili oleh Kasilog Korem 174/ATW Kolonel Inf Ayi Yosa menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi dan kerja keras personel Satgas TMMD ke-109 Kodim 1711/BVD bersama masyarakat dalam menuntaskan pekerjaan berupa pengecoran jalan sepanjang 460 meter dan pembangunan 10 Jamban di Kampung Kakuna.
“Diharapkan, hasil kerja nyata TMMD ke-109 di Kampung Kakuna ini manfaatnya bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat dan tentunya menambah hubungan harmonis antara TNI dengan masyarakat,” ujarnya.
Bupati Boven Digoel yang diwakili oleh Asisten III Boven Digoel Marius Baterop mengucapkan terima kasih kepada Danrem 174 Merauke dan Kodim 1711/BVD terkait pelaksanaan TMMD ke-109 yang telah berjalan lancar dan sesuai rencana, dengan harapan dapat membantu kesejahteraan masyarakat Kampung Kakuna.
Di akhir acara penutupan, Dandim 1711/BVD selaku Dansatgas TMMD Letkol Czi Daniel Panjaitan menyampaikan bahwa hasil yang dicapai TMMD ke-109 ini berkat sinergitas antara TNI dengan seluruh komponen masyarakat yang berada di wilayah Kampung Kakuna.
Dalam kesempatan tersebut, Danrem Merauke Brigjen TNI Bangun Nawoko juga memberikan tali asih kepada warga Kampung Kakuna dan perlengkapan sekolah untuk siswa-siswi SD YPPK Kakuna.
Penyerahan tali asih dari Danrem yang diwakili oleh Kasilog Korem 174/ATW Kolonel Inf Ayi Yosa dilaksanakan didepan Balai Kampung Kakuna, sedangkan penyerahan perlengkapan sekolah dilaksanakan di SD YPPK Kakuna.
“Penyerahan tali asih ini diharapkan dapat membantu kebutuhan sehari-hari warga setempat ditengah pandemi Covid-19. Kegiatan ini juga sebagai sarana silaturahmi dengan warga setempat dan salah satu bentuk kepedulian TNI kepada masyarakat diwilayah binaan guna mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” kata Kolonel Inf Ayi Yosa.
Sementara itu, Asisten III Boven Digoel Marius Baterop mengucapkan banyak terima kasih kepada Satgas TMMD ke-109 atas apa yang telah dilakukan serta kepedulian dan perhatiannya kepada masyarakat Kampung Kakuna.(Bdr)
’21 Oktober 23 tahun lalu, Almagrufullah Maulana Syaikh TGKH Zainuddin Abdul Madjid wafat. 21 Oktober 2020 kemarin, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan datang berziarah ke makam ulama kharismatik yang juga Pahlawan Nasional dari NTB tersebut’
——————————————–
MELEPAS alas kaki, dengan takzim Hj Putu Selly Andayani berjalan ke area makam Almagfurullah Maulana Syaikh. Dan selanjutnya adalah khidmat. Di depan makam yang terletak dalam kompleks Musala Al Abror, Pondok Pesantren Darunahdhlatain Nahdlatul Wathan tersebut, Selly bersimpuh. Calon Wali Kota Mataram tersebut khusyuk dalam dzikir dan doa.
Ziarah digelar sederhana. Selly hanya membawa rombongan kecil dari Mataram. Didampingi Calon Wakil Wali Kota Mataram TGH Abdul Manan beserta isteri tercintanya dan keluarga inti. Turut serta Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Mataram Hj Istiningsih dan Sekretaris DPC PDIP Kota Mataram Nyayu Ernawati.
Ziarah tersebut dilakukan tepat pada haul ke-23 Maulana Syaikh. Pendiri Madarasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) tersebut wafat pada Selasa, 21 Oktober 1997. Hari yang akan selalu dikenang mengingat kehilangan dan duka mendalam yang dialami umat Islam Bumi Gora kala itu.
Bagi Hajjah Selly, ziarah ke makam Almagfurullah memiliki arti yang teramat penting. Bukan lagi sebagai kewajiban insan yang masih hidup. Atau wujud dharma bakti generasi penerus pada pahlawan kusuma bangsa. Tapi lebih dari itu.
Selly mendapat banyak wejangan dari sang suami H Rachmat Hidayat. Betapa Almagfurullah telah begitu banyak memberi pada keluarga besar mereka. Mendiang mertuanya, Guru Ramiah dan Ratnasih di Rumbuk, Sakra, Lombok Timur, begitu dekat dengan Almagfurullah.
“Sebagai ulama, doa beliau diijabah oleh Allah. Apa yang kami capai sebagai keluarga hari ini, adalah karena doa dan karomah Almagfurullah,” kata Selly usai menjalani ziarah.
Semasa hidupnya, dalam setiap perjumpaan dan silaturahmi keluarga, Almagfurullah selalu memanjatkan doa untuk pencapaian terbaik suaiminya dan keluarga. Selly diberitahu, bagaimana Almagfurullah memegang kepala suaminya yang masih muda kala itu dan meniup ubun-ubunnya di setiap penghujung doa. Publik Bumi Gora kini mencatat, betapa Rachmat Hidayat memiliki karir politik yang gemilang. Saat ini adalah periode ketiga politisi berambut perak tersebut duduk sebagai Anggota DPR RI setelah sebelumnya berkarir panjang di DPRD kabupaten dan provinsi.
Selly mengungkapkan, Almagfurullah adalah qudwah hasanah. Teladan kebaikan bagi dirinya, sang suami, dan seluruh keluarga besar. “Almagfurullah adalah panutan kami,” katanya.
Penjabat Wali Kota Mataram tahun 2015 ini tahu, bagaimana Almagfurullah menjadi mercusuar pengembangan pendidikan Islam dan pendidikan umat di NTB. Tiada hendak menafikan peran serta para aulia dan ulama kharismatik Bumi Gora yang lain, Selly menekankan betapa kecemerlangan dan kegemilangan dunia pendidikan Islam di NTB saat ini, atas sumbangsih besar Almagfurullah.
Sejarah mencatat, ulama kharismatik yang lahir pada 5 Agustus 1898 di Bermi, Pancor tersebut, selain sebagai ulama dan pejuang, juga adalah pelopor pendidikan di Pulau Lombok. Almagfurullah adalah orang pertama di NTB yang memperkenalkan penggunaan kursi dan meja dalam belajar agama. Sistem ini diterapkan pada lembaga pendidikan Madrasah Nahdlatul Wathan Diniah Islamiyah dan Madrasah Nadhlatul Banat Diniah Islamiyah yang didirikannya selepas kembali dari menimba ilmu di Makkah pada 1937 silam.
“Dan itu dilakukan beliau dalam intimidasi penjajah kolonial Belanda,” kata Selly.
Karena itu, bagi Selly, Almagfurullah adalah pejuang agama dan juga pejuang negara. Sebab, lembaga pendidikan yang didirikan Almagfurullah pada akhirnya lebih dari sekadar tempat belajar ilmu keagamaan. Madrasah NWDI dan Madrasah NBDI yang didirikannya digunakan sebagai basis perlawanan terhadap penjajahan. Bahkan saat perang revolusi kemerdekaan, Almagfurullah bersama para guru menginisiasi pembentukan “Gerakan Al-Mujahidin”.
Sejarah mencatat, bersama gerakan-gerakan rakyat lain di Pulau Lombok, Al-Mujahidin berjuang mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamirkan Soekarno-Hatta di Jakarta. Almagfurullah memimpin penyerbuan tanksi militer milik NICA, Tentara Sekutu, di Selong pada 7 Juli 1946. Dalam peristiwa tersebut, TGH Muhammad Faisal Abdul Majid, adik kandung Almagfurullah gugur.
Kemarin, selepas ziarah dari makam Almagfurullah, Selly bersama TGH Abdul Manan dan rombongan kemudian berziarah dan melakukan tabur bunga pula ke makam TGH Muhammad Faisal di Makam Pahlawan Rinjani di Selong. Almarhum TGH Muhammad Faisal adalah pejuang pertama yang dimakamkan di Makam Pahlawan tersebut.
Ziarah ke Makam Orang Tua
Sementara itu, sebelum ziarah ke makam Almagfurullah Maulana Syaikh, Selly terlebih dahulu nyekar ke makam mendiang orang tua sang suami, Guru Ramiah dan Ratnasih, di kompleks pemakaman keluarga besar di Rumbuk, Kecamatan Sakra, Lombok Timur.
Di kompleks pemakaman tersebut, Hajjah Selly berdzikir dan memanjatkan doa dengan khusyuk agar kedua orang tuanya dan seluruh keluarga yang telah berpulang mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT. Turut mendampingi ziarah ke makam keluarga ini para keluarga besar yang ada di Rumbukdan sejumlah Tuan Guru.
Sementara itu, bersama TGH Manan, selepas dari Makam Pahlawan Rinjani, rombongan Hj Selly juga melihat dari dekat Tugu Nasional yang ada di Selong. Tugu ini adalah tugu pahlawan.
Tugu tersebut kini berada di depan kompleks kediaman resmi Bupati Lombok Timur. Tadinya, tempat di mana tugu ini berada, adalah lokasi makam pahlawan di Lombok Timur sebelum kemudian dipindahkan ke Makam Pahlawan Rinjani di lokasi sekarang. Selepas dari sana, rombongan kemudian kembali ke Mataram.
Silaturahmi dengan TGB
Di lain sisi, kemarin, awak media juga menyampaikan pertanyaan menggelitik ke Hajjah Selly. Ini terkait langkah dirinya yang tidak terlihat bersilaturahmi ke TGB HM Zainul Majdi, seperti sejumlah kandidat yang akan maju dalam Pilkada Kota Mataram.
Selly menuturkan betapa hubungan dan kedekatan dengan Gubernur NTB dua periode tersebut masih terjalin sangat erat. Komunikasi juga terjalin dengan sangat baik. Bagi Selly, TGB adalah sosok yang dijunjung tinggi dan akan selalu ditempatkannya sebagai pemimpin dan panutan.
“Beliau akan selalu seperti itu. Karena buat saya, tidak ada istilah mantan pemimpin,” kata Selly.
Dia menegaskan, TGB saat ini adalah milik seluruh umat. Milik seluruh masyarakat Bumi Gora. Bahkan, saat ini cucu pahlawan nasional Almagfurullah Maulana Syaikh tersebut bukan hanya tokoh Bumi Gora. Melainkan sudah menjadi tokoh nasional menyusul kiprah dan sumbangsihnya untuk Indonesia.
Karena itu, Selly tidak ingin mengkoyak-koyakkan hal tersebut. Apalagi dengan datang bersilaturahmi lalu berharap-berharap mendulang insentif elektoral dari hal tersebut. Dirinya tak mau seperti itu.
Buat Selly, sebagai pemimpinnya di lingkup birokrasi Pemprov NTB, TGB tahu persis kapasitasnya. Hafal kemampuan dirinya. Mengenal persis bagaimana cara dirinya bekerja. Mulai dari perencanaan hingga mengeksekusi dan mengevaluasi program di lapangan.
Bahkan TGB pula yang pada masa jabatannya sebagai Gubernur NTB menunjuk dan melantik dirinya sebagai Penjabat Wali Kota Mataram tahun 2015. Sebuah kepercayaan yang kemudian bertekad dibalas Selly dengan bekerja sebaik-baiknya untuk kemaslahatan masyarakat Kota Mataram.
(Merauke). Sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG, Satgas Yonif 125/Simbisa di bawah Komando Pelaksana Operasi (Kolakops) Korem 174/ATW secara rutin melaksanakan Patroli Patok Batas Negara.
Hal tersebut disampaikan Komandan Satgas (Dansatgas) Yonif 125/Simbisa, Letkol Inf Anjuanda Pardosi dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Merauke, Papua, Rabu (21/10/2020).
Diungkapkan Dansatgas, dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, salah satu tugas pokok TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) diantaranya adalah mengamankan wilayah perbatasan. “Salah satu bentuk implementasi mengamankan wilayah perbatasan yaitu dengan melaksanakan Patroli Patok,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, terdapat 62 Patok yang menjadi tanggung jawab Satgas Yonif 125/Simbisa yang terdiri dari 17 Patok MM, 5 Patok type A dan 40 Patok type B. Salah satunya Patok Monumen Meridian (MM) 13.3 yang berada di Distrik Naukenjerai, Kabupaten Merauke, Papua, yang merupakan sektor tanggung jawab dari Pos Kondo.
“Pelaksanaan Patrol Patok MM 13.3 ini dilaksanakan oleh personel Pos Kondo dipimpin langsung oleh Danpos Letda Inf Purwanta,” pungkasnya.
Di tempat terpisah, Danpos Kondo Letda Inf Purwanta menuturkan bahwa jarak tempuh di atas peta dari pos menuju Patok MM. 13.3 memang tidak begitu jauh sekitar 27 km. Akan tetapi, medan yang dilalui lumayan berat dan bervariasi yang didominasi rawa yang berlumpur, sehingga membutuhkan mental yang kuat dan kondisi fisik yang prima.
“Ada kebanggaan tersendiri dapat melaksanakan tugas ini dengan sungguh-sungguh dan bertanggungjawab, karena bagi kami, mengemban tugas negara merupakan suatu kehormatan,” ucapnya. (Bdr)
(Jakarta). Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya bentukan Menko Polhukam telah melaporkan seluruh hasil pengumpulan informasi dan data terkait serangkaian penyerangan dan pembunuhan di Intan Jaya. Dari hasil tersebut, didapati kesimpulan bahwa Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) diduga ada dibalik terbunuhnya satu warga sipil dan dua aparat TNI.
Hal tersebut disampaikan Menko Polhukam Mahfud MD saat menggelar konferensi pers terkait hasil temuan Tim Investigasi TGPF, bertempat di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2020).
Menko Polhukam menjelaskan bahwa ketiga korban tersebut terbunuh dalam rentang waktu tanggal 17 hingga 19 September 2020. Dari informasi dan fakta yang didapat di lapangan menunjukkan bahwa dugaan kuat keterlibatan KKSB dibalik peristiwa pembunuhan terhadap dua prajurit TNI yaitu Serka Sahlan pada tanggal 17 September 2020 dan Pratu Dwi Akbar tanggal 19 September 2020.
Keterlibatan KKSB sangat jelas terkait terbunuhnya warga sipil bernama Badawi tanggal 17 September 2020. “Adapun terkait terbunuhnya seorang pendeta bernama Yeremia Zanambani pada tanggal 19 September 2020, adanya dugaan keterlibatan oknum aparat masih dalam penyelidikan,” kata Mahfud.
Menko Polhukam juga menyampaikan bahwa ada pula kemungkinan pendeta dibunuh oleh pihak ketiga, selanjutnya pemerintah akan menyelesaikan kasus ini sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. “Namun tidak menutup kemungkinan pembunuhan tersebut dilakukan oleh pihak ketiga dan saat ini pemerintah akan menyelesaikan kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku, baik hukum pidana maupun hukum administrasi negara,” jelasnya.
Sejalan dengan temuan-temuan tim investigasi, Menko Polhukam merekomendasikan agar daerah-daerah yang masih kosong dari penjagaan aparat pertahanan keamanan organik, supaya segera dilengkapi.
Sementara itu, Kapen Kogabwilhan III Kolonel Czi IGN Suriastawa menyatakan bahwa seluruh pihak wajib menghormati hasil temuan TGPF yang telah bekerja dengan maksimal. Terkait keterlibatan oknum aparat, Kolonel Czi Suriastawa menyatakan bahwa TNI sangat menjunjung tinggi proses hukum sebagai tindak lanjut dari proses ini.
“TNI tidak akan menutupi perilaku oknum aparat yang jelas-jelas melanggar hukum, aturan dan perintah-perintah dinas, karena ini merupakan komitmen Pimpinan TNI untuk menjadikan TNI sebagai institusi yang taat hukum,” tegasnya.
Proses hukum terhadap terduga oknum aparat mudah diikuti oleh semua pihak karena institusi TNI-Polri sangat jelas. Identitas personel, kesatuannya jelas, komandonya jelas bahkan bila dilaksanakan persidangan, juga jelas mekanismenya.
Kapen Kogabwilhan III justru menanyakan, bagaimana proses dan mekanisme dengan pelaku KKSB yang telah melakukan serangkaian aksi keji dan penembakan terhadap aparat TNI-Polri, karena tidak jelas pelakunya, organisasinya dan lain-lain.
“Contohnya, sesaat setelah penembakan tim TGPF (9/10/2020), KKSB mengaku bertanggung sekaligus menolak keberadaan TGPF berikut hasilnya. Untuk itu, kita semua harus mendukung proses Pro Justitia yang akan dilakukan oleh pemerintah, demi keamanan di Papua,” pungkasnya.(Bdr)
Sumbawa Besar – Komando Rayon Militer (Koramil) 1628-04/Poto Tano dan Koramil 1628-05/Jereweh yang berada di wilayah Komando Distrik Militer (Kodim) 1628/Sumbawa Barat diresmikan secara simbolis oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara pada upacara penutupan TMMD ke-109 di Aula Madelaoe ADT, Kantor Bupati Sumbawa Jalan Garuda No.1 Sumbawa Besar, Rabu (21/10/2020).
Pada kesempatan itu, Pangdam IX/Udayana mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya dan penghargaan yang tulus kepada Bupati Sumbawa Barat serta semua pihak yang telah memberikan dukungan ataupun bantuannya sehingga proses pembangunan markas Koramil 1628-04/Poto Tano dan Koramil 1628-05/Jereweh dapat berjalan dengan lancar.
“Saya sangat mengapresiasi kerjasama, sinergitas dan soliditas TNI dengan seluruh unsur Forkopimda yang terjalin baik di Kabupaten Sumbawa Barat,” ungkapnya.
Menurutnya, bahwa dengan kondisi geografis yang terpencil maka pembentukan kedua kantor Koramil tersebut dirasakan sangat tepat, karena selain dapat mendampingi wilayah Kecamatan agar mampu memajukan pembangunan sektor ekonomi maupun bidang lainnya, juga diharapkan dapat memberdayakan aspek geografi, demografi dan sosial budaya, sehingga terwujud Ruang, Alat dan Kondisi (RAK) Juang yang tangguh untuk kepentingan pemberdayaan wilayah pertahanan.
“Pemberdayaan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya adalah salah satu tugas yang diamanatkan Undang-Undang kepada TNI, yang dijalankan oleh TNI Angkatan Darat bersama-sama komponen bangsa lainnya,” terang orang nomor satu di Kodam IX/Udayana itu.
Dengan diresmikannya dua Koramil tersebut, Mayjen TNI Kurnia Dewantara menekankan kepada Dandim 1628/Sumbawa Barat agar senantiasa melaksanakan pembinaan satuan, menjaga dan meningkatkan sinergitas TNI-Polri serta menjalin kerjasama dan komunikasi yang baik dengan seluruh komponen masyarakat untuk membangun kesadaran berbangsa dan bernegara demi terciptanya kemanunggalan TNI dengan Rakyat.
“Jaga dan tingkatkan terus sinergitas TNI-Polri, selalu bergandeng tangan dalam melaksanakan tugas membantu pemerintah daerah sesuai pesan Panglima TNI Sinergi Untuk Negeri,” pesannya.
Hadir pada acara tersebut, Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, Kasrem 162/WB Kolonel I Made Kariawan, Aslog Kasdam IX/Udayana Kolonel Cpl Simon Petrus Kamlasi, Aster Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf I Made Mahardata, Kasipers Kasrem 162/WB, Dandeninteldam IX/Udayana, Dandim 1607/Sumbawa, Dandim 1628/Sumbawa Barat, Danyonif 742/SWY, Sekda Sumbawa, Ketua DPRD Sumbawa, Kapolres Sumbawa, Kajari Sumbawa, Ketua Pengadilan Negeri Sumbawa.
Sumbawanews.com,- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membantah bahwa kamera pengawas resmi milik pemerintah mati selama demonstrasi mahasiswa bertajuk “Menuju Indonesia Bangkrut” di Bundaran HI, Jumat,...
Sumbawanews.com,- Presiden Donald Trump mengklaim konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran telah berakhir, menyatakan bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan dasar untuk...
Sumbawanews.com,- Pada 10 Juni, kapal kontainer Posen dari Shanghai tiba di Pelabuhan Los Angeles membawa muatan tak biasa: hampir 13 ton perangkat VR, yang...
Sumbawa Barat, Sumbawanews.com – Suasana haru dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Perpisahan dan Pelepasan Siswa-Siswi Kelas VI Angkatan II Tahun Pelajaran 2025/2026 di SD...
Sumbawanews.com,- Amerika Serikat tengah merencanakan penarikan signifikan terhadap kekuatan udaranya di Eropa, dengan memangkas sekitar sepertiga pesawat tempur yang selama ini menjadi tulang punggung...