Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Hario Kartiko Pamungkas mengungkapkan, Bank Indonesia turut mencermati kondisi dan perkembangan konflik serta geopolitik global yang terjadi saat ini. Sebab, kondisi-kondisi tersebut akan memiliki dampak terhadap Indonesia umumnya dan NTB khususnya.
“Semuanya, Indonesia termasuk NTB pasti akan terpengaruh. Sedikit banyak pasti ada dampak ketegangan geopolitik,” ungkapnya, usai beri kuliah umum di Universitas Samawa (UNSA) kamis (30/04).
Baca Juga: Bank Indonesia NTB Beri Kuliah Umum di Universitas Samawa
Diungkapkan, konflik internasional dan geopolitik global saat ini akan berdampak terhadap seluruh negara ternasuk Indonesia. Sebab mempengaruhi jalur finansia, jalur harga komoditas dan jalur distribusi/perdagangan.
“Seberapa besar dampaknya, kami sedang hitung,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, khususnya NTB, sektor pertanian merupakan pendukung perkonomian tertinggi, kemudian disusul oleh sektor pertambangan. “Tapi memang naik atau turunnya ekonomi NTB itu sampai dengan saat ini masih dipengaruhi oleh sektor tambang,” ucapnya.
Dijelaskan, sesuai rencana pemerintah, akan mencoba mencoba menurunkan pengaruh tambang dengan mendirikan Smelter. Agar sektor industry pengolahannya meningkat.
Sehingga diharapkan, dengan beropreasinya smelter yang ada di KSB pertumbuhan ekonomi bisa meningkat. Dan ketergantungan dari sekor tambang akan semakin turun, dengan meningkatnya sektor pengolahan.
“Sambil tetap kita pertahankan pertumbuhan dari sektro lain seperti pertanian, perdagangan dan lainnya. Sehingga tentunya pertumbuhannya bisa lebih merata kepada masyarakat,” ujar dia.
Ditambahkan, pangsa perekonomian NTB 2025 dipengaruhi oleh sektor pertanian 22 persen, pertambangan 17 persen. Kemudian perdagangan 15 persen, konstruksi 9 persen dan industri pengolahan 7 persen. (Using)















