Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Tahun ini Pemda Sumbawa telah membentuk tim tanggap insiden siber untuk melakukan pemantauan terhadap serangan siber yang mungkin terjadi terhadap website dan aplikasi di lingkup Pemda Sumbawa. Demikian disampaikan Hasanuddin, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksandi) Kabupaten sumbawa, di ruang kerjanya Kamis (23/07).
Baca Juga: Diskominfotiksandi Kabupaten Sumbawa Pemateri MPLS di SMAN 1 Rhee
“Alhamdulillah tahun ini kita sudah teregistrasi di Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Sehingga kerja-kerja teman kita sudah langsung di backup Tim Tanggap Insiden Siber Nasional,” kata Hasanuddin.
Diungkapkan, selain tenaga teknis dari Dinas Kominfo, tim ini juga melibatkan tim siber Polres Sumbawa, Kodim 1607 Sumbawa, dan Kajari Sumbawa. “Kemarin tanda registrasi sudah diterima langsung oleh pak sekda dari BSSN,” jelasnya.
tim tanggap insiden siber akan melakukan pemantauan dan analisah terhadap insiden siber di lungkungan Pemda Sumbawa. kemudian dapat melakukan Tindakan penyelesaian secara teknis. Dan Jika seandainya tidak bisa dilakukan penganan sendiri oleh tim, karena keterbatasan sumber daya, tim ini bisa langsung berkomunikasi dan difasilitasi oleh tim tanggap siber nasional di BSSN.
Terbentuknya tim tanggap siber pemda sumbawa didasari oleh tuntutuan peraturan yang ada. Selain itu juga terdapat banyak pengalaman insiden siber yang menyerang situs pemerintah daerah.
“Dan ini cukup mengganggu. Website utama pemda sendiri sempat ada gangguan,” keta dia, juga menambahkan, Tim ini pada saatnya selain melakukan pengalaman juga bisa melakukan patrol siber secara berkala terhadap website dan aplikasi yang digunakan oleh pemda secara keseluruhan. (Using)















