Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Dari 6 indikator Indeks Pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) taun 2025, Kabupaten Sumbawa mencapai 99,83 persen. Demikian disampaikan Aminuddin, Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Setda Sumbawa di ruang kerjanya Kamis (20/08).
“(SPM) Itu yang harus dipenuhi oleh kabupaten/kota,” kata dia.
Baca Juga: Kebayan Diusulkan Pisah dari Kelurahan Brang Biji
Dijelaskan, 4 indikator yang mencapai 100 persen yakni Pendidikan, Kesehatan, perumahan rakyat, dan Social. Sedangkan 2 indikator lainnya yakni Pekerjaan Umum mencapai 99,69 persen, dan Trantibumlinmas mencapai 99,26 persen.
Menurutnya, dalam capaian dua indicator yang belum mencapai 100 persen tersebut umumnya terdapat dua kendala yakni data. “Kualitas data kita yang perlu diperbaiki. Data yang kita intervensi dengan data senyatanya di lapangan masih berbeda. Itu yang mungkin perlu kita perbaiki sama-sama kedepan,” ucapnya.
Sedangkan kendala kedua yakni kemampuan anggaran. “Anggaran. Tapi dengan capaian yang sudah 90 persen keatas itu. Pemerintah kabupaten sebenarnya sudah berupaya maksimal. Seandainya tidak ada efesiensi dari pusat mungkin sudah 100 persen. Karena ini menjadi kewajiban utama yang dipantau oleh kemendagri,” ungkap dia.
Ditambahkan, dibidang social, Bupati Sumbawa telah menandatangani MoU dengan Basnas untuk penanganan SPM sosial. Sehingga Basnas melalui programnya akan melakukan intervensi berdasarkan data-data dari OPD.
“Untuk mengatasi kemampuan fiskal APBD. Bukan anggarannya Basnas yang dipakai oleh OPD. Tapi basnas dengan programnya jalan, sasarannya akan disandingkan dengan data di opd. Mereka langsung lakukan intervensi tapi sasaran dari data dinas terkait,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Basnas Kabupaten Sumbawa yang juga ikut membantu capaian target SPM dan Pembangunan di Kabupaten Sumbawa. “Itu langkah kolaborasi yang kami tempuh untuk mengatasi keterbatasan APBD,” ungkap dia. (Using)















