
Moskow, sumbawanews.com – Dikutip dari TASS, Senin (26/09), hari ketiga pemungutan suara dalam referendum untuk bergabung dengan Rusia telah berakhir di Republik Rakyat Lugansk dan Donetsk (LPR, DPR), serta di wilayah Zaporozhye dan Kherson. Referendum telah diakui sah di tiga wilayah pertama karena jumlah pemilih telah melewati 50 persen.
Referendum di Donbass
Referendum di Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk telah diakui sah karena lebih dari 50% pemilih telah memberikan suara mereka. Partisipasi pemilih saat ini mencapai 76,09% di LPR dan 77,12% di DPR. Pengamat internasional mengatakan pada briefing di Donetsk bahwa proses pemungutan suara sejalan dengan semua prinsip internasional. Menurut Ketua DPR Denis Pushilin, pengamat belum mencatat adanya kejanggalan di republik ini.
Referendum di wilayah Kherson dan Zaporozhye
Jumlah pemilih telah mencapai 51,55% di Wilayah Zaporozhye (termasuk suara yang diberikan di luar negeri) dan 48,91% di Wilayah Kherson. Pengamat asing, termasuk dari Serbia, Jerman, Prancis, dan Turki, sejauh ini belum melaporkan adanya kejanggalan selama plebisit di kedua wilayah tersebut.
RUU tentang wilayah yang dibebaskan
Prosedur aksesi wilayah yang dibebaskan ke Rusia dapat dilakukan pada 30 September, sebuah sumber di Duma Negara (majelis rendah parlemen) mengatakan kepada TASS. Dia tidak mengesampingkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin akan ambil bagian dalam upacara aksesi.
Serangan penembakan
Proses pemungutan suara berlanjut di tengah serangan penembakan oleh militer Ukraina. Beberapa serangan penembakan besar terjadi selama referendum selama akhir pekan.
Salah satu serangan menghantam sebuah hotel di pusat kota Kherson, tempat para wartawan menginap. Serangan itu menewaskan mantan anggota parlemen Ukraina dan politisi aktif Alexey Zhuravko. Dua anggota KPU keliling mengalami luka-luka di DPR. (Using)
















