Home Berita PT AMMAN Masuk Fase 8, Pemda Sumbawa Diminta Bersiap

PT AMMAN Masuk Fase 8, Pemda Sumbawa Diminta Bersiap

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi NTB, Syamsul Fiqri, mengungkapkan, saat ini telah memasuki fase ke-8 di Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat. Seletelahnya, kegiatan akan dilanjutkan ke Dodo-Rinti, Kabupaten Sumbawa.

Baca Juga: Fraksi PAN Minta Pemda Dorong PT Amman Bangun Infrastruktur di Kabupaten Sumbawa

“Pada 2030, perkiraan saya 90 persen kemungkinan Dodo-Rinti akan melakukan izin produksi, melakukan operasi. PT AMMAN itu, sudah jelas dia sudah fase ke-8. Maka dia sudah harus recovery, pemulihan. Untuk mempersiapkan anggaran untuk jaminan reklamasi (Jamrek),” kata Syamsul Fiqri, Rabu (25/06).

Sehingga, ia sebagai Anggota DPRD Provinsi Dapil V mengharapkan kepada pemeritahan Jarot-Ansori harus mempersiapkan SDM yang dibekali dengan keahlian. Termasuk mengaktifkan Kantor Layanan Kerja (KLK) di Disnakertrans Kabupaten Sumbawa.

Ia juga mendorong bupati sumbawa untuk melakukan komunikasi dan koordinasi dengan PT AMMAN dalam penyiapan tenaga kerja yang dibutuhkan nantinya. “Apalagi bupati sumbawa kan kita tahu latar belakang dari PT Newmont. Pasti beliau paham, apa klasifikasi yang dibutuhkan oleh PT AMMAN untuk Dodo-Rinti nanti,” ucapnya.

Sehingga, dalam penyiapan tenaga kerja terampil yang dilakukan oleh Pemda Sumbawa dapat dilakukan secara terarah dan terukur. Sebab, waktu penyiapan tenaga kerja terampil dalam 5 tahun (2025-2030) dapat dikatakan pendek.

“Apakah itu menyiapkan anggaran untuk BLK unyuk melakukan berbagai pelatihan sesuai kebutuhan. Dan mengeluarkan sertifikasi berstandart internasional,” jelas dia.

Dengan keberadaan tenaga kerja terampil, maka PT AMNT nantinya tidak memiliki alasan untuk tidak mempekerjakan Masyarakat Kabupaten Sumbawa. “Perusahaan tidak ada lagi alasan bahwa orang sumbawa itu tidak punya skill. Maka kala dibuka lowongan kerja di 2030 itu, sudah ready kita,” kata Fiqri.

Ia mengungkapkan, Masyarakat dan pemerintah musti belajar dari pengalaman tahun 1985-1986 silam. “Saat batu hijau dibuka, kita tidak siap dengan semua kebutuhan yang dibutuhkan oleh Perusahaan,” tambahnya. (Using)

Previous articleDorong Kebijakan Pertahanan Komperhensif, Pusjianstralitbang TNI Bahas Arah Strategis Menuju Indonesia Emas
Next articleNilai Alasan Moratorium Tendensius, Anggota DPRD NTB: PPS Terbentuk, Pusat Yang Bergantung
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.