Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Populasi ternak besar di Kabupaten Sumbawa tahun ini mencapai 358.641 ekor. Terdiri dari sapi 317.528 ekor, Kerbau 29.672 ekor dan Kuda 11.441 ekor.
Populasi sapi terbanyak terdapat di Kecamatan Moyo Hilir sebanyak 35.818 ekor. Kemudian Kecamatan Plampang (34.908), Moyo Hulu (27.493), Kecamatan Labangka (18.970) dan Kecamatan Lopok (18.568).
Baca Juga: Pendapatan Disnakeswan Diupayakan Lampaui Target
Sedangkan populasi kerbau terbanyak berada di Kecamatan Lape sebanyak 3.742 ekor. Kemudian Kecamatan Moyo Hilir (3.717), Kecamatan Moyo Hulu (3.307) dan Kecamatan Maronge (2.854).
Untuk populasi kuda terbanyak di Kecamatan Ropang sebanyak 4.404 ekor. Kemudian Kecamatan Lantung (1.684), Kecamatan Lopok (657), Kecamatan Lenagguar (497) dan Kecamatan Moyo Utara (469).
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswa) Saifuddin, di ruang kerjanya Rabu (26/08) menegaskan, untuk melindungi kelestarian populasi dan ketersediaan ternak besar di Kabupaten Sumbawa, ternak yang dikirim ke luar daerah didominasi oleh ternak Jantan. Sedangkan ternak betina dapat dikirim dengan beberapa ketentuan, antara lain tidak usia produktif.
Dijelaskan, tahun ini Kabupaten Sumbawa mendapatkan kuota pengiriman ternak sebanyak 17 ribu ternak, yakni 1.400 kerbau dan selebihnya sapi. “Kuota untuk kerbau kita sudah habis. Jadi yang bisa dikirim sekarang hanya sapi,” ujar dia, juga berharap kuota pengiriman kerbau untuk tahun depan dapat ditambah dari tahun ini.
“Bogor, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan itu terbanyak pengiriman ternak kita. Ada juga di dalam NTB seperti ke Pulau Lombok,” jelas dia.
Diakuinya, pengiriman ternak dari Kabupaten Sumbawa ke luar daerah rata-rata diatas 100 ekor per hari. “Kalau terbanyak ditas 300 ekor. Seperti bulan kemarin, pengiriman ternak kita meledak,” jelasnya. (Using)















