Home Berita PM Somalia Kutuk Serangan Al-Shabaab

PM Somalia Kutuk Serangan Al-Shabaab

Mogadishu, sumbawanews.com – Perdana Menteri Pemerintah Federal Somalia, Hamza Abdi Barre, mengecam keras dua ledakan yang terjadi di Ibukota Somalia, Mogadishu, Sabtu (29/10). Serangan tersebut disebut sebagai serangan barbar.

“Pikiran kami bersama keluarga dari semua yang meninggal & dengan mereka yang terluka,” katanya.

Ditegaskan, Pemerintah Federal Somalia tetep berkomitmen untuk membasmi kelompok Al-Shabaab. “Pemerintah kami tetap berkomitmen untuk memerangi dan melenyapkan kelompok teroris al-Shabaab dari negara kami,” ujar dia.

Hamza Abdi BarreBarre mengatakan, tidak akan pernah mengecilkan hati pemberontakan rakyat Somalia dan perang yang dipimpin oleh pemerintah Somalia. Sebagai bentuk kecaman keras serangan brutal oleh Khawarij terhadap warga sipil.

Perdana Menteri Hamse berdoa kepada Tuhan untuk memberikan Janatul Firdaus kepada semua orang Somalia yang mati syahid hari ini oleh Khawarij di Mogadishu. “ledakan hari ini adalah contoh dari tujuan umum Khawarij untuk menghancurkan bangsa Somalia, tanpa membedakan antara anak-anak, pemuda, wanita dan orang tua,” katanya.

Perdana Menteri menegaskan kembali, pemerintah berkomitmen untuk memberantas kelompok teroris yang berantakan. Dan menyerukan kepada masyarakat untuk bekerja sama untuk mencegah konspirasi mereka. (Using)

Previous articleAl-Shabaab Disebut Dibalik Dua Ledakan di Mogadishu
Next articleKepala Bakamla RI Hadiri International Border Police Conference
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.