Sumbawanews.com,- Pada Piala Dunia 2026, kiper veteran Cape Verde, Vozinha, mencatatkan salah satu performa paling mengagumkan dalam sejarah turnamen. Di usia 40 tahun, ia berhasil melakukan 18 penyelamatan dari 74 tembakan yang mengarah ke gawangnya, menjadikannya kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak ketiga di turnamen tersebut. Meski timnya tersingkir setelah dikalahkan Argentina dalam laga 120 menit, prestasi Vozinha menempatkannya sejajar dengan legenda dunia seperti Peter Shilton dan Dino Zoff, yang juga mencatatkan lebih dari 25 penyelamatan saat berusia 40 tahun atau lebih.
Penyelamatan demi penyelamatan yang ia lakukan bukan sekadar angka—ia menjadi benteng terakhir yang membuat lawan-lawan tangguh seperti Argentina harus berjuang keras hingga extra time. Dengan 18 penyelamatan, ia hanya kalah dari Orlando Gill (Paraguay) yang mencatat 19 dan Ely Room (Curacao) dengan 20 penyelamatan. Namun, yang membuatnya istimewa adalah usianya: hanya dua kiper dalam sejarah Piala Dunia yang pernah mencatat lebih banyak penyelamatan di usia 40 tahun ke atas, dan keduanya adalah ikon abadi sepak bola dunia.
Vozinha, yang sebelumnya tak banyak dikenal di luar Afrika Barat, kini menjadi simbol ketahanan, dedikasi, dan keajaiban usia dalam olahraga. Ia membuktikan bahwa di panggung terbesar sepak bola, pengalaman bisa lebih berbicara daripada usia. Di tengah gemerlap bintang-bintang muda, namanya menjadi sorotan bukan karena gol atau gelar, tapi karena keteguhan di bawah mistar—sebuah kisah yang akan terus dikenang, bahkan ketika timnya sudah kembali ke rumah.














